|
|
Dari Bagian 2 Menjelang jam 3 pagi, terdengar pintu terbuka, Della bersama Vivi masuk
dalam keadaan telanjang bulat. Della duduk di pinggiran ranjang
membelakangiku dan Vivi di kursi sambil menyalakan sebatang rokok
putih.
"Vi.. Lu mau ngisep lagi kan?" Della membuka front sambil tangannya
merambat ke belakang meraba penisku. Aku membalas dengan meremas buah
dada Della yang berada di depanku.
Lalu Della bangkit serta manarik tangan Vivi untuk mendatangiku.
Della menciumku dengan ganas dan tangannya menarik tangan Vivi agar
memegang penisku. Aku tak tinggal diam, aku berdiri sambil meraih
pinggang Vivi, kutarik ke dalam pelukanku sambil kucium bibirnya,
lidahku kumasukkan ke dalam mulutnya. Vivi tak kalah panas, lidahnya
menyusuri seluruh permukaan bibirku lalu mendorong lidahnya ke dalam
mulutku. Lidah kami bertautan. Vivi mulai menjilati leherku. Aku bisiki
sesuatu pada Della, lalu dia tersenyum.
Jilatan Vivi mencapai seluruh permukaan leherku, lalu Vivi menarik
kausku lewat kepala. Della memeluk Vivi dari belakang sambil
meremas-remas buah dadanya. Vivi keenakan sambil memegang tangan Della
untuk terus meremasnya. Tangan Vivi turun mengarah ke penisku dan
meremasnya. Seketika penisku mengeras.
Sementara tangan Della sibuk meremas buah dada Vivi dari belakang,
aku mengelus vaginanya dan mencari clitorisnya, kutekan sambil
kuputar-putar jariku memberi rangsangan pada clitorisnya. Vivi semakin
liar menciumi tubuhku. Della sudah berjongkok di bawah menarik penisku
memasuki mulutnya. Penisku yang belum mengeluarkan sperma sama sekali
langsung berdiri dan mengeras di dalam mulut Della, sementara jari
tanganku sudah memasuki vagina Vivi, kukocok keluar masuk, kutambah
dengan satu jari lagi hingga Vivi menggeliat keenakan.
Vivi mendorong aku duduk di sofa dan dia berjongkok meraih penisku
dan mulai menjilati ujungnya sampai seluruh lingkaran kepala penisku.
Della tak tinggal diam, dia naik ke sofa, duduk di perut membelakangi
aku, sehingga aku melihat punggung dan vaginanya tepat di depan mulut
Vivi yang sedang menghisap penisku. Vivi tidak bereaksi melihat vagina
Della, lalu Della berbalik dan menyodorkan vaginanya ke mulutku,
langsung kutangkap dengan bibir dan lidahku mengorek-ngorek vaginanya.
"Vir.. Enaakh vir.., lebih dalem lagi viir.." desah Della.
Sementara Vivi sudah memasukkan penisku ke dalam mulutnya, cuma
masuk setengahnya dikarenakan posisi dudukku yang membuat ruang gerak
Vivi menjadi terbatas. Aku berbaring di sofa, sekarang Vivi naik ke
sofa, berlutut di antara kakiku dengan mulut yang masih penuh terisi
penisku. Kepalanya mulai naik turun sehingga mulutnya mengocok penisku.
Dalam posisi ini, pantat Vivi menungging ke atas, lalu Della berjongkok
di wajahku dan menekankan vaginanya ke mulutku, aku bermain-main dengan
vaginanya, kukorek vaginanya dengan lidahku, kuputar lidahku di dalam
vaginanya hingga Della makin kencang menekan vaginanya di mulutku.
Tak lama, Vivi memutar tubuhnya sehingga kami berposisi 69,
perputaran Vivi agak mendorong Della sehingga vagina Della yang sedang
aku jilati digantikan oleh vagina Vivi. Aku dapat menjilati vaginanya
dengan lapang dan Vivi dapat mengulum penisku dengan leluasa. Dalam
posisi ini, Della berlutut di belakang kepalaku dan wajahnya diturunkan
serta berusaha mencium bibirku.
"Vi.. Lebih dalam lagi.." aku mendesah.
Vivi berusaha untuk memasukkan penisku lebih dalam lagi, namun
tetap tidak dapat masuk semua sampai kadang dia tersedak. Lidahku
menggapai vagina Vivi, kujulurkan serta kujilat seluruh permukaan
vaginanya. Vivi mengerang keenakan. Dalam kesulitan Della mencapai
mulutku, akhirnya Della menemukan pantat Vivi di depan mukanya, Della
menjilati permukaan pantat Vivi, merambat sampai permukaan lingkaran
anusnya, dilingkarinya anus Vivi memakai ujung lidah Della yang tajam.
Kedua lubang Vivi diserang oleh lidahku di vaginanya dan lidah Della di
anusnya. Lalu Vivi menengadahkan kepalanya melepaskan penisku dari
kulumannya.
"Aasschh.. Hhuuhh.. Oocchh.. Viirr.. Apa yang kau lakukan..?" teriak Vivi. Dia menolehkan kepalanya melihat apa yang terjadi.
"Dell.. Ngapain luu .., oocchh.. Enaakkhh..". teriak Vivi sambil menggelengkan kepalanya.
Mendengar desahan itu, aku dan Della semakin bersemangat, kuputar
lidahku di dalam vagina Vivi, Della pun mulai mendorong lidahnya
memasuki anus Vivi sedalam-dalamnya dan memutar lidahnya.
"Acchh.. Guaa.. Bisa keluuaar niicchh.." jerit Vivi.
Aku dan Della makin bersemangat lagi, secara bersamaan, aku hisap
vagina Vivi dan Della menyedot anus Vivi sekencang kencangnya. Vivi
tidak dapat manahan orgasmenya lebih lama lagi hingga dia
menggeleng-gelengkan kepalanya sambil sebelah tangannya meremas-remas
buah dadanya.
"Huucchh.. Acchh.. Acchh.. Gua keelluuaarr"
Terasa vagina Vivi makin becek dan cairan vaginanya mengalir di
mulutku. Vivi ambruk dengan kepala diselipkan di selangkanganku.
Mulutku dan mulut Della yang lepas dari vagina dan anus Vivi bertemu
dan aku berciuman dengan Della saling bertaut lidah dan merasakan
cairan vagina Vivi.
"Kalian gila ya.., belum pernah gua ngerasa orgasme kaya tadi, sensasinya kaya di ujung langit" ujar Vivi.
"Itu pembukaan dari gua sama Virano, tuh kontolnya masih tegang, tugas lu sekarang" kata Della.
Lalu Vivi mengambil posisi berlutut di pahaku dan menundukkan
kepalanya lagi, menjilati dari pangkal hingga ujung penisku, sementara
Della menindih tubuhku dan menurunkan badannya sampai posisi vaginanya
berada di perutku dan buah dadanya ada di wajahku. Sementara Vivi
mengulum dan menjilati penisku, Della makin menurunkan badannya hingga
vaginanya juga berada tepat di wajah Vivi. Dalam posisi seperti ini,
Vivi tidak dapat menghindar lagi hingga akhirnya Vivi sesekali juga
menjilat vagina Della. Kadang Della menekuk pantatnya hingga jilatan
Vivi terkena anusnya. Dalam keadaan ini, konsentrasiku kacau sehingga
tidak dapat merasakan nikmatnya dan jauh dari orgasme.
"Dell.. Kontol segede gini susah gua ngisepnya, gua mau liat isepan elo dulu dong" kata Vivi.
Della bangkit berbalik lalu menunjukkan cara dia menghisap. Della
memulai dari ujung penisku, bibirnya dilingkarkan di permukaan kepala
penisku, ujung lidahnya dipakai untuk membelah garis kecil di sana,
lalu Della mulai menyedot perlahan sambil keluar masuk sedikit demi
sedikit, sementara tanganku meremas-remas buah dada Vivi dari samping.
"Acchh.. Dell.. Enaak.. Dell.." aku mengerang.
Della mulai beraksi, hampir semua penisku masuk ke mulutnya,
tinggal 3 centi lagi. Dia menarik nafas panjang, lalu kembali mendorong
mulutnya sampai penisku masuk semua ke dalam mulutnya. Kulihat wajah
Vivi terheran-heran melihatnya. Akhirnya Della melepaskan penisku.
"Kok jadi gua yang ngisepin kontol dia, elo dong, nih.. Isep.. Masukin kaya gua tadi" kata Della pada Vivi.
"Gua nggak janji bisa masuk semua ya, gua coba dech" kata Vivi.
"Jadi kontol gua mau dipake buat percobaan ya" protesku.
"Bukan percobaan tapi buat belajar, kontol Dino sih bisa gua telen semua, pinjem ya" kata Vivi.
"Bentar Vi, gua ganjel dulu pantat Virano pake bantal, lu isep kontolnya, gua mau ngisep anusnya" kata Della.
"Gua juga pengen tahu ya gimana tadi lu memperkosa anus gua.. He he he" kata Vivi lagi.
Della menyelipkan kepalanya di antara pantatku dan lutut Vivi, lalu
mengangkat kakiku ke atas dan mulailah wajahnya mendekati
selangkanganku. Dibukanya belahan pantatku memakai kedua jarinya lalu
lidahnya mulai bermain di anusku. Perlahan lidahnya menari-nari di
permukaannya, lalu dengan tiba-tiba lidahnya didorong masuk ke dalam
anusku.
"Aduuhh Del.. Niikmaat.. Ennaak Del.." jeritku.
Jeritanku menyebabkan Vivi berhenti mengulum penisku, dia melihat
bagaimana cara Della bermain dengan anusku dalam jarak yang sangat
dekat. Lalu Della memutar-mutarkan lidahnya di dalam anusku, rasa
nikmat dan enaknya tidak terhingga. Tiba tiba Della mencabut lidahnya
dan langsung menghisap anusku kencang hingga menyebabkan perasaan
seakan terbang menggapai kenikmatan.
"Vi, mau coba nggak yang kaya tadi" kata Della.
"Ntar dulu, kontol ini aja belum abis, gua mau coba dulu kaya lu tadi" jawab Vivi.
Lalu Vivi kembali mencoba untuk menelan penisku sampai
sedalam-dalamnya, Della mengajari untuk melonggarkan lehernya agar
penisku mencapai tenggorokannya. Setelah beberapa kali percobaan,
akhirnya Vivi berhasil sampai bibirnya menyentuh dasar penisku.
Bagai anak kecil yang mendapat mainan baru, Vivi terus bermain
dengan penisku, semakin lama semakin lancar menelan penisku sampai
akhirnya Vivi bisa mengocok penisku sampai ke dasar dengan mulutnya
yang berarti keluar masuk tenggorokannya. Lalu Vivi mulai membuka
belahan pantatku dan menempelkan lidahnya di luar anusku, mula mula
hanya dicium lalu dijilatnya memutar.
"Lidah lu dikerasin, lalu dorong masuk ke dalam" kata Della. Vivi
mencoba, namun belum senikmat Della, setelah beberapa kali mencoba,
akhirnya Vivi bisa juga.
"Sekarang saat lidah lu di dalem, puter lidah lu, lu poles sekitar
dinding dalam anusnya" perintah Della dan Vivi mencobanya. Tidak ada
kesulitan mengerjakannya.
"Sekarang lu cabut tapi sekaligus lu sedot yang kenceng" perintah
Della lagi. Vivi mencobanya tapi berkali-kali gagal. Akhirnya Vivi
menyerah.
"Lu berdua memang gila ya, gua banyak belajar hari ini, baru
pernah gua orgasme seperti tadi, ntar gua praktekin ke Dino" kata Vivi.
Kulihat Vivi sambil duduk menggesek-gesek clitorisnya sendiri,
tampaknya dia belum puas dan minta tambah. Kutarik dia dan kuminta dia
menungging berpegangan pada sandaran ranjang. Lalu aku duduk di
belakangnya. Kumasukkan dua jariku ke dalam vaginanya dan kukocok-kocok
perlahan hingga Vivi mengerang.
"Oochh.. Aacchh.." rintihnya.
Perlahan kujilat anusnya lalu kukorek-korek lubangnya. Kulakukan
seperti apa yang dilakukan Della padanya dan pada Vivi tadi. Pada
dasarnya aku dan Della punya kesamaan yaitu sangat menyukai anus tapi
bukan sodomi karena di sekitar anus itulah terletak banyak sekali
ujung-ujung syaraf yang membawa kenikmatan tiada tara, jadi kami hanya
menggunakan lidah dan mulut untuk menjilat dan menghisap, dimana teknik
serta cara kami hampir sama.
Della menarik pantatku sehingga aku berlutut di sofa dan kembali
Della bermain-main dengan anusku, sementara aku arahkan penisku ke
lubang vagina Vivi dari belakang hingga Vivi mengerang keenakan.
"Aach.. Teruus viir.. Teekaan.. Lebih dalem Viirr.." Desah Vivi.
Langsung aku tancap dengan kecepatan tinggi, aku tahu bahwa Vivi
sebentar lagi orgasme, aku tak mau menunda lagi.
"Oocch.. Oocch.. Gua kelluuearr.." jerit Vivi, tangannya mencengkeram sandaran ranjang.
"Truuss Viir.. Jangan berhenti.. Gua juga hampir.." desahku.
Aku tekan sedalam-dalamnya dan aku kedutkan ototku sampai Vivi
menjerit kecil untuk tiap kedutannya karena spermaku membentur dinding
vaginanya. Lalu Vivi roboh lunglai ke ranjang sementara Vagina Vivi
masih tepat menempel di wajah Della, ternyata Della sudah menyelipkan
kepalanya di bawah Vivi sehingga dapat melihat dengan jelas penisku
yang keluar masuk vagina Vivi.
Della menarik penisku lalu dihisap dan menjilatinya sampai bersih,
karena posisi mulut vagina Vivi tepat di atas mulut Della, waktu Della
menjilati penisku, terlihat spermaku meleleh keluar dari vagina Vivi
dan menetes tepat di bibir Della lalu Della menjilati sekeliling vagina
Vivi untuk membersihkan sisa spermaku yang meleleh keluar.
Kemudian kami bertiga lunglai dan tertidur dalam kepuasan yang luar biasa.
E N D
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,615 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,722 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,691 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,305 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,904 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,210 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,264 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,161 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,797 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,641 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,081 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,051 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,701 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,799 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,479 |
|
|
|
|
|
|
|