|
|
Dari Bagian 1 Dadaku berdegup kencang, mataku membelalak dan mulutku terbuka. Mimpi
apa aku semalam? Kupandangi keempat wanita Cina yang putih mulus,
cantik montok dan bahenol itu dengan nafas yang menderu-deru.
Keempatnya tersenyum manis.
"Selamat datang ke dunia impian", kata Yen dengan suaranya yang merdu.
"Semua ini milikmu", sambung Mei.
"Nikmati sepuas hati."
"Ayolah, Kho Ardy", kata Yen manja.
"Kenalan dong, sama si Fenny dan Dewi. Katanya pingin kenalan dengan dua cewek montok nan sexy ini. Ayo, kemarilah."
Aku mendekat. Mei dan Yen mendekat dan mengapitiku di kiri dan
kanan. Keduanya bergayut di bahuku dengan buah dada mereka yang montok
kenyal itu menempel di lengan kiri dan kananku. Kedua wanita montok ini
telah puluhan kali merasakan kejantananku. Sekarang mereka ingin
membagi kenikmatan dengan dua teman yang lain. Aduhai! Dadaku
berdegub-degub.
Fenny mendekat. Goyangan dada dan pantatnya saja sudah mampu
membangkitkan birahiku. Apalagi goyangannya di atas ranjang, pastilah
membuatku terbang ke awan-awan. Kuulurkan tanganku. Ia menyambutnya
hangat. Kurengkuh tubuh montok itu ke dalam pelukanku. Dadanya terasa
empuk menempel di dadaku. Tanganku melingkari pinggulnya dan meraih
pantatnya yang besar itu. Kutekan pantatnya itu ke arahku dalam gerak
menyerupai persetubuhan. Fenny terkikik diiringi tawa Mei dan Yen.
Ketika kukecup bibirnya, terasa ada getar-getar birahi dalam desah
nafasnya yang hangat.
Lalu giliran Dewi. Jalannya anggun. Dengan postur tubuh setinggi
itu ia lebih layak menjadi peragawati. Buah dadanya yang putih mulus
dan disangga oleh BH kecil itu bergoyang-goyang dengan lembutnya.
Sungguh pemandangan yang mengungkit birahi terpendam.
"Senang berkenalan dengan Mas Ardy", kata Dewi sambil menyambut tanganku.
Aku merengkuh tubuh sintal dan sexy itu ke dalam pelukanku. Ia
menggeletar. Ketika masih kunikmati dadanya yang empuk menempeli dadaku
dan tanganku meraih-raih pantatnya, ia mendaratkan kecupannya di
pipiku. Mei dan Yen bertepuk tangan.
"Nah, Kho Ardy", kata Yen.
"Tugasku sudah selesai. Dewi dan Fenny akan menemanimu. Nikmati malam ini sepuas-puasnya. Aku dan Mei akan pergi."
"Dewi, Fen", kata Mei.
"Kami pergi ya. Aku jamin deh, kalian berdua nggak bakalan kecewa.
Malah ketagihan nanti. Hati-hati, jangan lupa pulang lho, besok."
Mei dan Yen segera berpakaian dan meninggalkan ruangan. Tidak lama
berselang, terdengar derum mobil Mei meninggalkan halaman rumah. Aku
turun dan mengunci pagar dan pintu depan. Ketika aku kembali, Dewi dan
Fenny sudah menantiku di pintu ruang tengah. Keduanya langsung
menyerbuku dan mendaratkan ciuman-ciumannya yang panas dan penuh gairah
birahi terpendam. Aku sampai kewalahan dibuatnya. Malam ini, Dewi dan
Fenny sepenuhnya menjadi milikku. Aku akan mereguk kenikmatan
sepuas-puasnya dalam pelukan hangat keduanya.
Sambil merangkul keduanya, Fenny di kiri dan Dewi di kanan, kuajak
keduanya duduk di sofa ruang tengah. Di ruang inilah dulu aku berpesta
seks pertama kali dengan Mei dan Yen. Di ruang inilah pertama kali Mei
dan Yen melayaniku dan menjadi ketagihan sejak itu. Kini aku ingin agar
di ruang yang sama ini Fenny dan Dewi merasakan kejantananku dan
selanjutnya menjadi ketagihan.
Tanpa kuminta, kedua wanita Cina yang cantik montok nan bahenol ini
mulai membuka pakaianku. Satu persatu dilepaskannya sehingga yang
tertinggal hanya celana dalamku saja. Kemudian serentak keduanya
mendaratkan ciuman-ciuman di pipi dan leherku hingga akhirnya
mulut-mulut mungil dengan bibir-bibir sexy itu mulai mengulum puting
susuku, Fenny di sebelah kiri dan Dewi di sebelah kanan.
Aku mengerang-ngerang nikmat dan dengan segera tanganku bergerilya
di lekukan-lekukan tubuh keduanya. Kedua tanganku melingkar ke punggung
Dewi dan Fenny lalu melepaskan kaitan BH masing-masing. Terlepas dari
BH, buah dada keduanya yang memang besar dan montok mencuat keluar
dengan indahnya. Warnanya putih mulus dengan puting yang merah
kecoklatan. Buah dada keduanya sudah menegang sehingga terasa padat dan
empuk di telapak tanganku.
Ketika tanganku mulai mengelus buah dada keduanya yang montok itu,
desah nafas nikmat terdengar dari mulut keduanya. Geletar birahi sudah
melanda urat nadi seluruh tubuh mereka. Serentak tanga-tangan mungil
Dewi dan Fenny menerobos celana dalamku dan berebutan menggenggam
batang kemaluanku yang sudah menegang sekeras tank baja. Aku tidak
peduli tangan siapa yang mengelus batang kemaluanku dan yang lain
mengusap-usap buah pelirku. Yang kurasakan hanya geletar-geletar nikmat
yang menjalari seluruh bagian tubuhku dan meledak-ledak di denyutan
kemaluanku.
Melepaskan kuluman di kedua puting susuku, Fenny menyusuri perutku
dan mendekati selangkanganku. Dewi merayapi leherku dan
mengendus-ngendus di pangkal kupingku. Tangan kiriku menyelusuri
belahan buah dada Fenny dan sejalan dengan itu bibirku merambah
tonjolan buah dada Dewi yang ternyata lebih besar dan lebih montok dari
buah dada Fenny. Kuremas buah dada Fenny dan kuisap buah dada Dewi.
Kedua wanita Cina itu bersamaan mengerang dengan suara keras.
Sambil tetap mengisap-isapi buah dada Dewi, tanganku mulai
bergerilya ke balik celana dalam keduanya. Bongkahan-bongkahan pantat
keduanya yang montok dan padat itu kini menjadi sasaran remasan
tanganku. Telapak tanganku terasa empuk menelusuri halus kulit dan
montoknya bongkah-bongkah itu. Keduanya menggelinjang ketika
jari-jariku nakal menyelusuri belahan pantat yang menggairahkan itu.
Keduanya bereaksi menjawab gerak tanganku itu.
Celana dalamku diperosotkan Fenny sehingga aku telanjang. Sejalan
dengan mencuatnya kemaluanku tegak ke atas laksana menara, mulut mungil
Fenny langsung menyergapnya. Kemaluanku yang sudah tegang itu
berdenyut-denyut dalam mulutnya. Sedotannya sungguh membawa nikmat
tidak terkira. Aku menggeram, tetapi geramanku itu tertahan di buah
dada Dewi yang menekan kepalaku kuat-kuat ke dadanya. Kedua tanganku
dengan cepat menerobosi celana dalam keduanya dan bersarang di kemaluan
masing-masing. Tangan kiriku menggerayangi kemaluan Fenny dan tangan
kananku sibuk mencari-cari kemaluan Dewi. Ternyata keduanya telah basah
oleh lendir.
Dewi mengaduh keras ketika jemariku menerobosi liang nikmatnya itu.
Jeritan Fenny tertahan oleh kemaluanku yang telah memenuhi mulutnya.
Sambil tangan kirinya terus menekan kepalaku ke arah dadanya, tangan
kanannya memerosotkan celana dalamnya sendiri. Fenny
menggelinjang-gelinjang ketika tangan kiriku mencopot celana dalamnya.
Kini aku bersama kedua wanita cantik itu sudah dalam keadaan bugil
penuh tanpa ditutupi sehelai benang pun. Adakah sesuatu yang dapat
menghalangi aku untuk menikmati tubuh-tubuh bahenol ini sekarang?
"Kita ke kamar sekarang", kataku kepada Fenny dan Dewi.
Fenny melepaskan kulumannya atas kemaluanku. Bertiga kami bangkit
dan melangkah ke lantai atas. Kedua wanita itu bergayut di bahuku,
Fenny di sebelah kiri dan Dewi di sebelah kanan. Tangan kanan Dewi
menggenggam dan mengusap-usap kemaluanku sehingga tetap tegang dan
keras. Buah dada keduanya menempeli lengan kiri dan kananku sementara
kedua tanganku merayapi bongkah-bongkah pantat keduanya yang montok dan
padat. Kedua wanita cantik itu mengikik genit dan seksi. Aku tahu
persis, nafsu birahi keduanya telah menggelora, tidak sabar menantikan
pemuasan.
Kamar tidur Mei terasa sangat romantis dan berbau wangi. Ruangan
berpenyejuk itu terasa sangat lapang. Lampu yang redup membuat suasana
semakin indah. Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang. Kemaluanku tegak
menjulang dengan gagahnya, menantikan saat-saat mendebarkan, menyatu
dengan kedua wanita itu bergantian. Dewi dan Fenny berdiri sejajar
mempertontonkan tubuhnya yang molek padat kepadaku. Dewi lebih tinggi
dengan buah dada yang lebih besar dan padat.
Fenny lebih pendek, buah dadanya juga kalah besar dari Dewi, tetapi
pantatnya itu! Aduhai! Lebih besar dari pantat Dewi, bahkan lebih besar
dari pantat Mei dan Yen. Getaran pantatnya yang besar itu jelas-jelas
sangat mengungkit birahiku yang terpendam. Sambil tertawa-tawa keduanya
berputar-putar, mempertontonkan kemontokan dan kemolekan tubuh bugil
mereka. Kupandang buah dada keduanya yang montok, bongkahan-bongkahan
pantat yang bulat, padat dan besar. Rambut kemaluan yang hitam legam
itu memberi pemandangan yang sangat indah dan kontras di atas kulit
yang putih dan mulus itu.
"Udah puas lihatnya?" tanya Dewi.
"Udah", jawaku sekenanya.
Segera kedua wanita itu menerkamku di atas ranjang Mei yang lebar
dan empuk itu. Spring bed itu bergetar-getar menahan gempuran keduanya.
Jari-jari mungil mereka merambah dan mengelus seluruh bagian tubuhku,
sementara bibir-bibir mungil dan basah itu menjelajah seluruh bagian
sensitif tubuhku. Tubuh-tubuh bugil bahenol itu menghimpitku dengan
ketatnya. Kubiarkan keduanya menjelajahi tubuhku. Sentuhan-sentuhan
manis itu sungguh-sungguh membawa rasa nikmat yang tak terkira.
Dewi mendekatkan buah dadanya ke wajahku. Mulutku dengan segera
menangkap dan mengulum puting buah dadanya yang menegang itu. Ia
mengerang keras ketika lidahku mempermainkan putingnya. Sementara itu
bibir dan lidah Fenny leluasa menjelajahi sela-sela pahaku. Batang
kemaluanku yang sudah sekeras laras senapan itu terasa terpilin-pilih
dalam mulutnya. Lidahnya begitu lihai mempermainkan kemaluanku itu.
Pantatnya yang bulat lebar itu menjadi sasaran remasan tangan kiriku.
Ketika nafsu birahiku semakin menggila dan tak tertahankan lagi,
kupikir saatnya untuk menyetubuhi kedua wanita itu. Aku melepaskan diri
dan meminta keduanya berbaring berjajar.
"Dewi duluan", kata Fanny.
Ke Bagian 3
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,618 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,745 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,696 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,308 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,907 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,215 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,273 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,171 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,800 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,648 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,084 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,054 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,704 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,834 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,485 |
|
|
|
|
|
|
|