|
|
Dari Bagian 1 Aku mengayun pelan, kedua tanganku memegangi pinggulnya agar penisku
dapat lebih dalam masuk ke vaginanya saat tangan Thomas berada pada
kepala Della menggerakkan seperti keinginannya saat dia menyetubuhi
mulut Della. Dalam waktu yang bersamaan aku menyetubuhi Della dengan
lembut dari arah belakang. Thomas menggoyangnya dengan keras,
memasukkan batang penisnya sedalam-dalamnya ke mulutnya dengan
tangannya menahan gerakan kepala Della. Della tersedak sewaktu Thomas
berusaha merangsek semakin dalam. Aku dapat mendengar suara kekurangan
nafasnya itu, tapi seperti seorang 'jalang' yang baik, Della tak juga
berhenti dan aku mulai dapat mendengar lenguhannya di antara suara
nafasnya yang tersedak saat dia menggoyangkan pinggulnya mengimbangi
ayunanku.
Dengan semua yang tengah berlangsung ini dan pemandangan Thomas
yang sedang menyetubuhi mulut Della, membuatku tak memerlukan waktu
lama untuk berejakulasi di dalam tubuhnya, melumuri dinding vagina
Della dengan semburan spermaku. Rasanya seperti kudapatkan orgasme
terbesar dalam hidupku. Bisa kulihat orgasmeku dan oral yang diberikan
Della mendekatkan orgasme Thomas.
Aku ingin menyaksikan Thomas menyetubuhi Della dan keluar dalam
vaginanya, maka dengan cepat aku segera bangkit dan menyuruh Della naik
ke atas sofa, merangkak untuk beralih menghisap penisku, agar Thomas
dapat menyetubuhinya dari belakang. Akan selalu kuingat saat Thomas
menyelipkan penisnya ke vagina Della, seakan hal itu berhenti untuk
beberapa waktu. Ini adalah fantasi yang sudah lama kudambakan.
Yang membuatku kagum adalah betapa cepatnya gerakan Thomas yang
sudah berada di belakang Della dan langsung melesakkan penisnya ke
dalam vaginanya. Sepertinya dia hanya mengenal satu kecepatan, dan itu
adalah mendorong masuk dengan cepat dan keras. Aku tak tahu apa dia
pernah berpikir kalau kami akan menghentikannya menyetubuhi Della, atau
kami menyuruhnya untuk memakai kondom terlebih dulu. Sebelum kami
sempat bereaksi dengan apa yang dilakukannya, dia sudah berada di
belakang Della dengan sekejap. Dan seperti yang Della katakan padaku
kemudian, Thomas bukannya memasukkan penisnya tetapi dia menghentakkan
seluruh batang penisnya ke dalam vaginanya dengan hanya sebuah dorongan
saja.
Della juga mengungkapkan padaku bahwa dia belum pernah merasakan
sebuah penis yang begitu besar, begitu nikmat, dan belum pernah merasa
terisi penuh seperti yang dirasakannya akibat penis Thomas saat itu,
saat dia melesakkannya dari belakang. Itu membuat nafas Della terhenti
sejenak dan dia memutuskan untuk tak peduli apakah Thomas memakai
kondom atau tidak, atau kalau-kalau dia bisa jadi hamil karenanya.
Della hanya ingin dia menyetubuhinya dan merasakan bahwa dia menghantam
dinding vaginanya dengan penis besarnya tersebut (dan Della belakangan
juga menambahkan bahwa dia suka dengan bola zakarnya yang lebih besar
dan lebih berat daripada milikku dan lebih jauh menggantung hingga saat
dia sedang menyetubuhinya, kantung bola zakarnya itu akan menampar
kelentitnya hingga membuatnya menggelinjang kegelian).
Tak perlu dikatakan lagi, saat menyaksikan momen ini dan melihat
ekspresi wajah Della saat dia menghisapku, mendorongku dengan cepat ke
batas akhir untuk yang kedua kalinya. Sepertinya aku keluar lebih keras
dan lebih lama daripada yang pernah kualami sebelumnya, yang
menyebabkan Della membuka matanya dan menatapku dengan mimik yang lucu
menggemaskan. Aku terus mengisi mulutnya dengan berjuta sel sperma yang
segera dihisap dan ditelannya. Ini adalah sebuah pengalaman pertama
dalam hidupku yang sangat menguras staminaku hingga membuatku mengalami
dua kali orgasme dengan hebatnya.
Saat aku berejakulasi di dalam mulut Della, Thomas menyetubuhinya
dengan keras dan cepat dari belakang. Aku bangkit dan menyingkir dari
medan pertempuran mereka. Dengan cepat Thomas langsung membalikkan
tubuh Della agar rebah pada punggungnya. Lalu Thomas kembali memasukkan
penisnya yang terlihat semakin bertambah besar saja, dan mereka mulai
berciuman dengan rapat. Kaki Della berada di bahu Thomas. Dengan kaki
Della yang berada di bahunya, Thomas mulai mengayun dengan tenaga yang
tak pernah kubayangkan sebelumnya. Lengan Della melingkari leher Thomas
saat dia menghentak tubuhnya.
Saat itu aku ingin menghentikan Thomas dan menyuruhnya agar memakai
kondom agar Della tidak hamil. Tapi saat kulihat mereka berdua, dapat
kulihat bahwa Della sudah terlalu jauh untuk dihentikan dan Thomas
tengah berada dalam iramanya hingga tak kutemukan celah untuk
menghentikannya barang sebentar. Setelah beberapa menit melihat mereka
berdua bergerak semakin keras, itu membuatku semakin terangsang hingga
tak mampu berkata apa pun, apalagi Della sendiri juga tak pernah
meminta Thomas untuk memakai kondom. Mungkin saat ini memang bukan masa
suburnya atau dia bahkan tak memusingkan hal itu. Di samping itu, hal
ini sangat liar dan seksi bercampur menjadi satu menyaksikan seorang
pria asing menyetubuhi istriku tepat di depan mataku sendiri.. Dan di
rumahku sendiri.. Juga dengan seijinku.
Kepala Della terlempar kesana kemari dan kedua kelopak matanya
terpejam rapat saat dia dengan rela membiarkan Thomas menyetubuhinya.
Yang membuatku sedikit terkejut adalah ternyata jika Della sedang
berada di puncak gairahnya, dia bisa juga mengumpat seperti seorang
wanita jalang dan bahkan saat Della tahu bahwa Thomas akan segera
orgasme, dia justru memintanya agar dikeluarkan jauh di dalam
vaginanya! Aku hanya duduk di samping mereka, melihat, tapi aku tahu
bahwa kalau aku mengingatkan Della tentang kondom, itu akan merusak
semuanya dan dia akan sangat marah.
Belakangan dia mengatakan bahwa terasa sangat aneh merasakan penis
Thomas mengisi penuh vaginanya dengan tanpa kondom. Setiap kali Thomas
mendorong, rasanya dia mendapatkan sebuah orgasme kecil. Saat akhirnya
Thomas orgasme, dia dapat merasakan penisnya berdenyut meledakkan
spermanya, dan spermanya menghantam jauh ke tempat yang belum pernah
dirasakannya sebelumnya.
Sewaktu Thomas mulai berejakulasi, Della mengerang keras. Dia dapat
merasakan penisnya menjadi bertambah besar, dan dia semakin keras
menjerit merasakan sperma Thomas menghantam jauh di dalam tubuhnya.
Della mendapatkan orgasmenya sendiri karenanya hingga tubuhnya bergetar
hebat, dia menyentakkan pinggulnya semakin merapat pada tubuh Thomas
agar dia semakin masuk ke dalam.
Hal ini membuatku terangsang sekaligus membuatku takut. Belakangan
Della meyakinkanku bahwa saat itu memang dia sedang tidak dalam masa
suburnya dan syukurlah bahwa ternyata dia memang benar. Ini adalah
permulaan dari serangkaian persetubuhan yang panas dan setiap kalinya
tak kurang dari empat jam non stop kecuali untuk mandi berendam dengan
air panas.
Saat Thomas telah orgasme, dia rebah pada punggungnya tapi Della
tak mengijinkannya beristirahat. Rambutnya terlihat basah oleh keringat
yang melekat pada wajah, leher, bahu dan dadanya hingga semuanya
terlihat bersemu merah setelah mendapatkan begitu banyak orgasme.
Setiap saat spermanya akan meledak, Della segera menghisap penisnya
jauh ke dalam tenggorokannya hingga penisnya mengeras kembali.
Dengan penis besarnya tersebut, Thomas tak banyak mendapatkan
wanita yang dapat menghisap penisnya hingga jauh ke dalam tenggorokan
hingga setiap kali Della berusaha memasukkan penisnya sampai ke dalam
tenggorokannya membuat Thomas bergairah dan segera ereksi kembali.
Della belakangan mengatakan padaku bahwa dia belum pernah merasakan
penis yang terasa begitu lembut dalam mulutnya.
Yang membuat Della begitu bergairah saat berhubungan seks dengan
Thomas adalah kenyataan bahwa Thomas mampu menyetubuhinya dengan sangat
keras. Dan juga paha Thomas selalu menampar bongkahan pantat Della
setiap kali dia mengayun sampai pantatnya merah dibuatnya serta
gigitannya pada puting Della yang sangat sensitif, yang bahkan hanya
dengan menggosoknya saja dapat memberinya orgasme hingga sangat
meningkatkan kenikmatannya. Della selalu menyuruhku agar berusaha lebih
keras lagi terhadapnya saat bercinta tanpa harus menjadi kejam.
Entah bagaimana, perlakuan Thomas itu membuatku khawatir sampai di
mana batas ketahanan yang dimiliki Della. Aku menyadari hal itu saat
melihat betapa sosok pria jalanan yang dimiliki Thomas selalu
membuatnya bergairah kembali dengan perlakuannya yang keras dan
cenderung kasar itu. Itu sangat kontras dengan gambaran percintaan kami
selama ini meskipun sejak kuminta Thomas untuk menyetubuhinya dengan
caranya sendiri dan itu memang membuat Della bergairah dan liar.
Della adalah satu-satunya wanita yang pernah kutemui yang
benar-benar menyukai menghisap penis hingga ke dalam tenggorokannya dan
menelan sperma seorang pria, dan dapat kulihat bahwa dia menginginkan
Thomas agar keluar jauh di dalam tenggorokannya. Saat menghisapnya,
Della mulai memasukkan jarinya ke dalam lubang anus Thomas diiringi
dengan remasan tangannya pada kantung bola zakarnya hingga membuat
Thomas mengerang keenakan. Setiap kali Della menambah dorongan jarinya
masuk ke dalam lubang anusnya, Thomas menggelinjang lalu mengerang.
Sangat erotis untukku, Della ingin merasakan spermanya seperti yang
dikatakannya padaku kemudian.
Aku terpesona menyaksikan pertarungan mereka berdua yang terlihat
sangat indah dan seksi serta tubuh Thomas yang selalu menggelinjang
karena perlakuan Della. Dan akhir dari pertahanannya, dia mengangkat
pantatnya naik dari atas karpet dan mengerang keras mengiringi ledakan
spermanya. Thomas menahan bagian belakang kepala Della agar tak
bergerak. Belum pernah kudengar suara yang seperti ini, Thomas
mengerang dengan nyaring, suaranya hampir menyerupai suara serigala.
Reaksi tubuh Thomas membakar gairah Della hingga dia tak akan
melepaskan Thomas saat dia menghisap habis sperma Thomas hingga tetesan
terakhir.
Della menceritakan padaku berulang kali setelahnya bahwa dia
menyukai rasa dari spermanya itu. Kupikir memang jelas bahwa Della
menyukai apa pun yang dimiliki Thomas. Setelah Thomas cukup pulih,
dengan bercanda dia mengatakan bahwa dia telah keluar dengam dahsyat
hingga dapat membuat langit-langit ruang keluarga ini jebol jika Della
tak menghisapnya tadi. Della suka dengan sikap antusiasnya dan
mengatakan bahwa tidak masalah sekeras apa pun dia akan keluar dalam
tenggorokannya.
Kami bertiga perlu istirahat dan pergi berendam dengan air panas
dalam bak mandi. Aku pikir mereka berdua sudah selesai, tapi mereka
mulai saling menyentuh, saat bibir mereka saling melumat, membuatku
ereksi keras untuk yang keempat kalinya. Rasanya aneh melihat mereka
tak merasakan kelelahan dalam berhubungan seks. Mereka memasuki sebuah
level yang baru. Della sedang bercinta dengan Thomas dan aku merasakan
cemburu dan terangsang dalam waktu yang sama.
Akhirnya, aku mengajak mereka keluar dari kamar mandi dan
meneruskan kesenangan ini. Kami keluar dari kamar mandi dan hisapan
Della membuat Thomas mengeras lagi hingga kemudian Della naik ke atas
tubuh Thomas yang duduk di atas sofa dan dia menyetubuhinya dengan liar
sampai kupikir sofa itu akan patah dibuatnya. Nafas Della terdengar
memburu saat dia berusaha meraih orgasmenya lagi dengan cepat. Jelas
Thomas tampak belum selesai dengan Della karena saat Della akhirnya
rebah dalam pelukannya dengan orgasme yang diraihnya, Thomas langsung
mendorong tubuh Della merangkak di atas karpet dan memposisikan dirinya
di belakang Della.
Ke Bagian 3
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,624 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,763 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,696 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,316 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,908 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,216 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,275 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,185 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,801 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,653 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,094 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,058 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,707 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,865 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,488 |
|
|
|
|
|
|
|