|
|
Ami dalam keadaan terjepit. Dia bekerja
sebagai.., well Donna sendiri bingung menyebutnya, dia berkerja sebagai
stripper untuk pesta-pesta pribadi orang-orang khusus. Dia bukan
seorang pelacur, ia tidak pernah mau ditiduri lalu dibayar oleh
orang-orang itu, ia hanya menari telajang di hadapan orang-orang yang
menyewanya. Donna sendiri baru mengetahui ini beberapa bulan yang lalu,
dan Donna sudah berjanji untuk tutup mulut mengenai hal itu. Bagi Donna
itu bukan masalah, karena paling tidak Ami tidak serendah pelacur yang
mau ditiduri oleh setiap orang, lagipula bagi Donna dia adalah temannya
yang paling berharga.
Orang-orang yang akan menyewa Ami di akhir minggu ini meminta ia
dan seorang pelayan wanita yang mau bertelanjang dada untuk menyuguhkan
bir pada mereka. Ami menawari Donna sebanyak 1 juta untuk bekerja sama
dengan dia. Tawaran Ami sebenarnya menarik bagi Donna, tapi Donna sama
sekali tidak berniat bertelanjang dada di hadapan laki-laki yang sedang
berpesta. Donna lalu menawarkan diri untuk membantu menjadi pelayan
tapi dengan mengenakan pakaian. Ami lalu menawari Donna hanya 250 ribu
tapi karena ia sangat butuh uang maka ia juga setuju dengan tawaran
Donna. Ami lalu mengatakan kapan waktu dan tempatnya dan semuanya sudah
disiapkan.
Walaupun Donna tidak ingin melepaskan pakaiannya, tapi ia ingin
membuat pekerjaan Ami memuaskan pelanggannya. Donna kemudian memutuskan
untuk mengenakan bikini berwarna biru sebelum ia memakai t-shirt putih
ketat dan celana hitamnya. Kalau pesta kali ini berjalan lancar mungkin
Ami mau memakainya lagi dilain waktu pikir Donna. Donna sama sekali
tidak berharap perhatian orang-orang itu akan tertuju kepadanya,
apalagi Ami ada di sana, karena Ani yang akan telanjang dan tubuh Ami
jauh lebih bagus dari tubuh Donna. Donna sama sekali tidak berharap
bahwa buah dadanya yang berukuran 32B akan menarik perhatian orang bila
dibandingkan dengan milik Ami yang 38C itu.
Setelah Donna berpakaian, Ami menelepon Donna dan mengatakan ia
masih bisa mengantar Donna pulang ke rumahnya nanti tapi ia tidak bisa
menjemput Donna. Donna mengatakan itu bukan masalah, ia akan naik
taksi. Ami memberikan alamat vila tempat pesta itu dan berkata akan
menemui Donna di sana. Donna sama sekali salah memperkirakan jarak dan
waktu, dan ia sampai sejam sebelum waktu yang dikatakan oleh Ami. Malam
itu dingin sekali, dan Donna sama sekali tidak ingin berdiri sendirian
di luar, jadi ia menuju pintu dan mengetuk pintu. Seorang yang tampan
dan kekar membuka pintu.
"Halo! Saya Freddy! Silakan masuk! Hei temen-temen! Penarinya udah dateng nih!"
"Tunggu, bukan, bukan, tunggu dulu", Donna memerah, dan berbicara cepat-cepat. "Saya pelayannya! Ami akan datang sejam lagi!".
"Oh, oke, ayo sekarang biar saya bantu lepasin mantel dan kaos kamu, dan kamu bisa mulai menyuguhkan minuman."
Wajah Donna memerah lagi.
"Saya pikir Ami sudah bilang kalau saya tidak akan telanjang dada di sini, maaf."
Freddy tampak kecewa sekali. Donna mengambil nafas dalam-dalam.
"Begini saja, saya buka kaos saya dan saya pakai bikini di bagian
atas bagaimana?" Donna melepaskan kaosnya, puting susunya langsung
mecuat karena udara dingin. Ia merasa jengah pada saat itu.
"Yah, okelah, paling tidak si Ami nanti akan telanjang juga. Saya simpan kaos dan mantel kamu di lemari ini ya."
Di sana ada gentong dari kayu yang berisi bir dengan keran di
bawahnya, juga ada cangkir-cangkir plastik. Pekerjaan Donna hanya
mengisi cangkir itu dan menyuguhkannya pada orang yang memintanya. Ada
sekitar tiga puluh laki-laki di ruangan itu, dan itu membuat Donna
sibuk sekali. Dan percakapan mereka ternyata mereka adalah
mandor-mandor yang akan berpesta setelah pekerjaan mereka membangun
gedung pencakar langit selesai. Donna sendiri tidak tahu berapa bayaran
Ami tapi ia sedikit heran bagaimana mandor-mandor bangunan itu dapat
membayar tarif Ami yang Donna kira bisa diatas dua juta semalam.
Semua orang-orang itu bertingkah sopan, kecuali seorang yang terus
berusaha menarik ikatan bikin Donna hingga hampir terlepas sampai lima
kali, Donna juga menikmati pekerjaannya. Donna menyukai musik yang
diputar dari CD Player, ia lama-kelamaan terhanyut dan menari-nari
kecil ketika menunggu seseorang yang meminta bir lagi. Freddy dan
teman-temannya bertepuk tangan ketika melihat Donna menari. Donna
sendiri sudah minum beberapa gelas bir, dan memutuskan untuk memberikan
hiburan sedikit, ia menendang sepatu yang dipakainya dan sambil menari
sensual ia menurunkan celananya, membuat ia hanya tinggal mengenakan
bikini. Donna sedang membereskan cangkir-cangkir di meja bar ketika ia
mendengar telepon berbunyi. Freddy mengangkatnya.
"Yep, ini gue.., Apa?, Waduh, masa kamu nggak bisa numpang temen
sih? Yah, ya udah deh, beginian kok terjadi sih? Oh ya, nanti gue kasih
tau. Oke, nggak pa-pa, kita oke di sini kok. Bye."
"Temen-temen! Penarinya baru telepon tadi, mobilnya rusak berat, dan dia nggak bisa dateng!".
Tiba-tiba Donna merasa sendiri. Donna kemudian meminta maaf untuk
Ami sekali lagi. Dan ia meminta agar mantel dan kaosnya diambilkan.
"Saya akan mengerti kalau kamu menolak tawaran ini, tapi saya dan
temen-temen akan bayar satu setengah juta kalau kamu mau tetap tinggal
dan telanjang dada."
Ia mengeluarkan ikatan uang dari saku celananya. Donna merasakan
angin dingin di seluruh tubuhnya, tapi ia menerima uang itu. Ia
memasukan uang itu ke cangkir yang ada di bar, dan menari di hadapan
mereka sembari melepaskan ikatan bikini bagian atasnya dan
membiarkannya jatuh ke lantai. Freddy mengambilnya dan membawanya
keluar menaruhnya bersama barang-barang Donna yang lain.
Selama beberapa menit berikutnya, Donna menari dengan kedua tangan
menyilang di depan dadanya, dan bergerak dengan kikuk. Mereka tertawa
geli dengan kekikukan Donna dan membuat Donna juga tertawa. Donna
kemudian mulai menari lebih cepat bergantian dengan pria yang satu ke
pria yang lain. Donna membiarkan mereka menyentuh puting susunya,
memegangnya dan menjilatinya. Donna menikmati semua itu hingga
tiba-tiba ia merasa bikini bawahnya ditarik turun hingga ke lututnya.
Ia menjerit dan cepat menariknya kembali ke atas hingga ia terjatuh ke
lantai. Seseorang yang gemuk dan kasar berdiri di hadapan Donna sambil
tertawa. Dua orang membantu Donna berdiri, Freddy berlari mendekat dan
menyuruh orang gendut tadi menjauh. Kemudian ia memandang Donna.
"Hei, ini satu setengah juta lagi, bisa kan kamu lepas bagian
bawah kamu juga?" Donna menggelengkan kepalanya, Freddy kemudian
mengeluarkan semua uang dari sakunya.
"Kami cuma punya ini, kamu dapet tiga setengah juta. Itu lebih banyak dari bayaran untuk Ami. Ayolah."
Tangan Donna gemetar ketika ia mengambil uang itu. Donna tidak tahu
ia gemetar karena ia akan telanjang bulat atau karena ia baru saja
menerima uang yang banyak, tapi Donna sangat gugup sekarang. Donna
menaruh uang tadi ke cangkir dan meminum secangkir penuh bir. Ia hampir
tersedak tapi ia hanya tertawa dan mulai menari lagi. Ketika Donna
menarik bikininya turun ia berbalik dan mengoyangkan pantatnya kepada
penonton. Kemudian ia berbalik lagi dan melemparkan bikiniya ke Freddy
dan mulai menari telanjang bulat, tangan Donna terbuka lebar
memperlihatkan seluruh tubuhnya, tak tertutup selembar benangpun.
Freddy menghilang sebentar dan kembali lagi.
Setelah satu lagi selesai, Donna kembali mengedarkan minuman, dan
ia duduk di pangkuan setiap laki-laki yang membutuhkan bir. Pantat
Donna berulang kali dipukul, dicubit dan diremas oleh mereka. Donna
juga sempat menari bersama mereka, tangan-tangan mereka biasanya
mendarat di kedua belahan pantat Donna ketika mereka menari bersama.
Donna melihat Freddy berdiri dan mengamati dirinya. Donna menjauh dari
pria yang sedang berdansa dengannya dan mendekat pada Freddy dengan
tangan terbuka. Sebelum tangan Freddy sempat menarik tangan Donna, pria
yang tadi menarik bikini Donna, tiba-tiba sudah berjalan di hadapan
Donna. Di bawah perutnya tampak tonjolan yang besar sekali.
"Sekarang lo musti kulum punya gue!" Ia mendorong Donna hingga
jatuh berlutut. Ketika Donna berusaha berdiri lagi, dua pria memegangi
tangannya dan menahannya gara tetap berlutut. Donna meronta-ronta, ia
melihat Freddy berlari mendekat, wajahnya tampak marah. Hati Donna
sedikit tenang, merasa akan ditolong. Donna menatap Freddy dan
menyadari ternyata ia marah terhadap dirinya.
"Denger, nona manis! Kita sudah bayar lo tiga juta lebih! Kita
mengharapkan servis lo dari duit sebanyak itu tau?!" Ia mengambil
cangkir berisi uang Donna dan memasukkannya lagi ke saku celananya.
"Lo tau, semenit yang lalu lo mungkin seperti cewek panggilan
kelas tinggi, tapi sekarang lo cuma cewek murahan! Yang dia mau cuma
masuk ke mulut lo, dan sekarang setiap orang akan dapet giliran paling
nggak satu kali!"
Pria gendut itu maju dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Donna.
Tubuhnya bau keringat. Donna tersedak karena ukuran penis itu dan juga
karena rasa dan bau dari penis pria itu. Testis orang itu yang berambut
dan besar memukul-mukul dagu Donna ketika pria itu bergerak keluar
masuk di mulut Donna. Dia kemudian menarik penisnya keluar dan
meyemburkan sperma kental ke dalam mulut Donna yang terbuka, kemudian
ke wajahnya. Semua orang bersorak, dan pria lain maju dan memasukan
penisnya ke mulut Donna. Penisnya tidak terlalu besar dan baunya tidak
menyengat seperti tadi. Dunia Donna seakan berputar-putar, ia tidak
bisa lagi memusatkan perhatiannya. Pria tadi menyeburkan spermanya
masuk ke mulut Donna dan pria lain maju menggantikannya.
Setelah sedikitnya tujuh orang melumuri wajah Donna dengan sperma
mereka, Donna didorong hingga jatuh di atas lutut dan tangannya. Freddy
mendekat dari belakang Donna. Ia juga berlutut dan memegang pinggul
Donna. Dengan satu dorongan kasar, ia memasukan penisnya ke vagina
Donna. Donna tersentak dan memohon Freddy untuk berhenti. Ia bahkan
menawarkan untuk melayani Freddy di tempat lain, di tempat yang lebih
tertutup, tapi ia hanya tertawa. Semua orang berkumpul dan menonton
Donna diperkosa tak berdaya.
Setelah beberapa lama, menjerit-jerit kesakitan dan melolong ketika
penis Freddy merobek selaput daranya, Freddy memuntahkan spermanya ke
dalam vagina Donna dan menariknya keluar. Pria lain maju dan memasukan
penisnya ke vagina Donna sementara yang lain masuk ke mulutnya.
Keduanya langsung bergerak sendiri-sendiri, tapi kemudian mulai
bergerak berirama, keluar masuk tubuh Donna dari depan dan belakang.
Mereka lebih cepat mencapai orgasme dalam vagina Donna, tapi Donna
tidak menyadari itu semua, karena ia terus menangis dan memohon mereka
untuk berhenti.
Kemudian Donna mendengar suara pria gendur tadi berbicara, tapi ia
tidak mendengar dengan jelas, tapi pria yang ada di belakangnya
langsung merebahkan dirinya hingga sekarang ia masuk dari bawah Donna
dengan Donna terbaring merangkak di atasnya, sementara pria di mulut
Donna menari penisnya tanpa sempat orgasme. Donna kemudian merasakan
sesuatu yang besar dan keras mendorong masuk anusnya. Donna tidak bisa
mengeluarkan jeritan, tapi ia langsung meronta tak terkendali, kakinya
menendang-nendang, tangannya mengibas-mengibas. Pria itu terus
mendorong, dan Donna langsung merasa perih dan nyeri dan sadar ia telah
berdarah-darah.
Pria itu terus mendorong lebih keras dan perlahan mulai masuk ke
anus Donna, sementara dua pria yang lain terus bergerak keluar masuk
tak peduli dengan kesakitan Donna. Pria gendut itu sudah setengah masuk
ketika ia berhenti dan memegang pinggul Donna. Donna menjerit-jerit tak
terkendali ketika pria itu dengan paksa mendorong penisnya masuk ke
anus Donna seluruhnya. Pria itu mulai bergerak, perlahan pada mulanya,
tapi lama kelamaan darah dari anus Donna membuat gerakannya makin cepat
dan lancar. Kedua pria itu mulai bergerak bersama-sama, dan ketika
jeritan Donna mulai lirih dan ia hanya merintih, kembali penis masuk ke
mulutnya. Tiga buah penis bergerak keluar masuk dari tubuh Donna, Donna
merasa dirinya lumpuh tak bisa bergerak dan kesakitan. Tangan Donna
juga dipaksa untuk mengocok dua buah penis lain. Dan hampir bersamaan,
semuanya berejakulasi, di mulut, vagina, anus dan kedua tangan Donna,
membuat tubuh Donna berlumuran sperma. Setelah mereka menarik penisnya
keluar dari tubuh Donna, Donna melihat Ami berdiri di depannya.
"Ami, tolong aku! Tolong! Lihat apa yang mereka lakukan!" Ami hanya tertawa.
"Oh Donna, lo naif sekali sih? Ini semua renca gue tau?! Gue benci
lo! Lo dan badan lo yang ramping itu, bikin seluruh mahasiswa tertarik
sama lo. Lo inget Johan? Dia tunangan gue waktu lo ketemu dia?".
"Johan? Tapi dia nggak bilang apa-apa waktu itu, dia..".
Sebelum sempat Donna menyelesaikan perkataanya, Freddy sudah mendekat dan mengangsurkan uang tadi ke Ami.
"Nih, Mi. Ini bener-bener memuaskan!".
"Sebenarnya nggak. Dengan begini aja gue udah puas, simpen aja uang lo. Tapi gue musti dapetin video yang lo rekam tadi ya."
"Nggak masalah, thanks ya!".
Setelah Ami pergi, setiap orang kembali mengambil gilirannya atas
Donna, setiap orang memperkosa Donna setidaknya dua kali. Freddy
kemudian mendekat dan mengumpulkan setiap orang.
"Kita musti berterima kasih pada Ami buat hadiah ini, dan jangan
lupa kita juga musti berterima kasih pada Donna atas pelayanannya. Dan
setiap orang berbaris bergantian meremas buah dada Donna hingga memar
keunguan.
"Pesta udah selesai sayang! Lo musti pergi dari sini." Kata Freddy di depan wajah Donna yang setengah sadar.
"Baju saya, mana baju saya, saya mohon kembalikan baju saya." Kata Donna lirih.
"Baju lo ada di halaman belakang, lo musti amblil sendiri soalnya kita semua mau pulang sekarang."
Donna merangkak menuju sebuah pintu yang menghubungkan ruangan itu
dengan halaman belakang villa itu. Freddy membukakan pintu bagi Donna,
dan ketika Donna merangkak keluar, Freddy menendang pantat Donna hingga
ia tersungkur ke halaman belakang. Kemudian Freddy menutup pintu dan
terdengar suara kunci diputar. Donna memandang sekelilingnya tapi ia
tidak melihat pakaiannya. Tubuh dan rambut Donna terasa lengket dan
tubuhnya menggigil kedinginan. Kemudian Donna melihat ke atas dan
melihat pakaiannya di atas digantungkan di atas kawat telepon yang
melintas, sama sekali tidak terjangkau oleh Donna.
Dan ketika Donna masih dalam keadaan merangkak, ia mendengar
sesuatu berlari medekatinya, Donna berusaha berbalik untuk melihat
siapa itu, tapi mahluk itu sudah melompat dan menyergap tubuh Donna
dari belakang, sebuah penis masuk dengan mudah ke dalam vagina Donna.
Donna meronta-ronta ditindih mahluk itu dari belakang, tapi ia terlalu
kuat bagi Donna yang telah lemas.
Tiba-tiba penis di dalam vagina Donna bergetar dan makin membesar.
Hingga seukuran pergelangan tangan Donna, penis itu terjepit di dalam
vagina Donna, tanpa bisa ditarik keluar. Dan mahluk itu lalu
mengonggong dan melolong, dan setelah sejam kemudian penisnya
menyemburkan sperma ke dalam vagina Donna, kemudian ditarik keluar.
Donna langsung tersungkur ke depan dan berbaring telentang. Satu hal
yang terlihat jelas oleh Donna adalah wajah seekor anjing besar
mendekat ke wajahnya dengan lidah terjulur.
Ketika lidah anjing itu menjilati mukanya, pandangan Donna kabur dan akhirnya ia tak sadarkan diri lagi.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,615 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,718 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,691 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,305 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,904 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,210 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,263 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,159 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,796 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,641 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,081 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,051 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,794 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,479 |
| Cemburu Membawa Sensasi - 1 |
Madfani2003@yahoo.com |
33,265 |
|
|
|
|
|
|
|