|
|
Dari bagian 3 Seperti kejadian pertama, meskipun aku terpuaskan bukan main tapi
kejadian kedua bersama ayah menyisakan sesal dibathinku. Apalagi setiap
kali aku mendengar ceramah rohani, aku merasa dosa terhadap Mas Hamdi
suamiku. Selain itu aku juga merasa dosa melakukan hubungan intim
dengan ayah kandungku, bukankah kami sedarah dan tabu untuk melakukan
itu?
Tapi entahlah, dibalik rasa sesal itu, ada rasa ingin mengulangi
yang juga sama besarnya. Dua perasaan itu berkecamuk dibathinku
seminggu ini, selama itu aku ingin sekali ke rumah ayah tetapi batal
karena rasa sesal tadi. Pagi itu aku merasa perang bathin lagi, tapi
nampaknya rasa sesalku kalah kali ini dengan rasa ingin mengulangi
nikmat bersama ayahku. Apalagi semalam aku kembali kecewa dibuat Mas
Hamdi. Walaupun semalam Mas Hamdi sampai tiga kali menindih tubuhku
dengan nafsu, tetapi ia selalu selesai sebelum aku puncak.
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumahku, aku mengemasi makanan
untuk kubawa kerumah ayah yang sudah seminggu ini tak kukunjungi.
Kupikir aku bisa menghabiskan waktu disana karena Mas Hamdi baru subuh
tadi berangkat dan tentu pulang malam. Maklum arah angin berubah
sehingga hari itu Mas Hamdi melaut pagi.
Waktu aku sampai dirumah ayahku, rupanya pintu tak terkunci
sehingga aku bisa langsung masuk. Kulihat ayah tertidur di kursi bambu
ruang tamu, hanya pakai sarung dan telanjang dada. Kubiarkan ayah tidur
sementara aku kedapur memindahkan lauk dari rantang ke piring yang ada
dimeja dapur. Setelah itu aku kembali keruang tamu dan memperhatikan
ayahku yang tertidur dikursi panjang dari bambu. Dibanding Mas Hamdi,
ayah memang bertubuh lebih bagus walau sudah cukup tua. Dada bidangnya
masih menonjolkan otot semasa muda dulu membuat tubuh yang tingginya
mencapai 178 cm masih terlihat kokoh jika berdiri.
Mataku menjelajahi tubuh ayah yang terlentang, dari kaki sampai
wajah. Wajah ayah juga masih menawan untuk lelaki seusianya,
mirip-mirip aktor gaek Pit Pagauw yang mancung dan ganteng itu.
Kuyakin, sebenarnya banyak wanita yang tergila-gila pada ayah, hanya
saja ayah benar-benar sudah trauma dengan kegagalan perkawinannya
dengan ibuku. Huh.. seandainya aku lahir di zaman ayah dan bukan anak
ayah, ingin rasanya aku kukawini ayah dan menjadi istrinya. Tentusaja
kenikmatan dapat kuraih setiap saat darinya, tapi mungkin bukan itu
ukuran kebahagiaan tiap wanita, buktinya ibuku memilih meninggalkan
ayah dan kawin lagi dengan pria yang lebih kaya.
"Ngghh.." ayah menggeliat tetapi tetap tidur, kaki kanannya yang
terangkat membuat sarung yang dikenakan singkap hingga pangkal paha
ayah terlihat jelas.
Oh.. Kekarnya penis ayah langsung membayang dibenakku, apalagi saat
itu ujung penis tidurnya terlihat. Ayah tak menggunakan CD rupanya,
sehingga penisnya menggelayut keluar dari kain sarung ketika kaki
kanannya terangkat dan sarung itu tersingkap. Penis ayah yang tidur
saja sudah hampir sama besar dengan milik suamiku, dadaku langsung
berdesir saat itu, birahiku merambat naik.
Entah setan apa yang menguasaiku saat itu, aku mendekat dan
bersimpuh dilantai menghadap kursi tempat ayah tidur. Posisi wajahku
berada beberapa centimeter dari penis ayah yang keluar dari sarung.
Dengan sangat lembut kusentuh penis ayah yang masih tidur, dan
pelan-pelan kugenggam penis itu dan kuusap-usap mengocok-kocok penis
ayah. Walau ayah hanya bergumam kecil dan tetap tidur, tetapi reaksi
penisnya positif, batang nikmat itu perlahan membesar dan menegang
seirama dengan kocokanku. Aku benar-benar blingsatan sendiri menyadari
penis ayah sudah on dan siap aksi, entahlah hari itu sebelum mendapat
foreplay dari ayah, aku justru sudah terbakar birahi.
"Ouhh.. Sayangg.." ayah mendadak terbangun, tangannya meremasi rambutku dan menuntun kepalaku mendekat ke penisnya.
"Tolong hisap sayang, seperti ayah menjilati vaginamu itu," ayah
memerintahku, dan perintah itu kulaksanakan tanpa keberatan, walau
sebenarnya baru kali itu aku menghisap penis lelaki.
"Mmmphh ssthh mmpphh.. Ahh, enak yah?, mmphh sshtt," kulakukan pekerjaanku dengan baik.
Tubuh ayah sampai menggelinjang beberapa kali menahan kenikmatan
oralku. Saat mulutku mengulum penisnya, ayah menggerakkan tangan yang
memegang rambutku maju-mundur ke arah penisnya, membuat mulutku secara
otomasi maju mundur pula menelan dan melumat penis ayah. Cairan bening
yang keluar dari penis ayah kutelan dengan penuh nafsu. Sambil mengulum
penis, kuperhatikan sensasi wajah ayah yang semakin tampan meringis
menahan buaianku itu. Ayah mencengkeram rambutku lebih kuat dan lebih
cepat menggerakan tangannya memaju mundurkan kepalaku.
"Hsstt ohh.. Nikmaattnyaa saayyhh.. Oghh.. Aahhgg.. Ayhh puass
Marr.. Ohh," tubuh ayah kejang dan penisnya menyemburkan sperma kental
yang cukup banyak, kutarik wajahku menjauh sehingga puncratan sperma
ayah tercecer ke lantai.
"Ohh.. Sayang sini sayang, duduk diatas sini ya,"
Setelah beberapa menit menarik nafas, ayah menyuruhku duduk di
kursi bambu itu sementara ia beralih berlutut dilantai dengan posisi
menghadap perutku. Ayah mengakat kedua kakiku dan menopangnya kemeja di
depan kursi, tubuh ayah seolah kujepit diantara kedua pahaku. Kini
gantian ayah yang mengoralku. CD yang kupakai tidak dilepaskan ayah,
tanganya mengamit CD bagian bawah dan dibawanya kekanan sehingga bibir
vaginaku tersembul lewat celah CD itu, lalu ayah merunduk dan kurasakan
sapuan nikmat di permukaan vaginaku.
"Ohh yaahh.. hhsstt," gantian juga, kini aku yang meremasi rambut
ayah dan menekan kepala ayah agar lebih terbenam menjilati vaginaku
yang membasah. Perlakuan ayah sungguh lelaki, jilatannya membuat aku
menggelinjang kenikmatan semakin memuncakkan nafsu birahiku.
"Enghh uhh.. Enak sekali yahh, disitu yahh, oh ya disitu.. Isap
yang kuat yah," desahanku semakin menjadi, sesak dadaku menahan rasa
ngilu nikmat disekitar vagina dan merambat hiingga boongkahan pantat
dan jari-jari kakiku. Aku berusaha bertahan cukup lama, tetapi setelah
lima belas menit diperlakukan begitu akhirnya pertahanku jebol.
"Duhh yahh.. Ohh Marr yahh.. Uhh, hsstt.. Enghh enakk.. Ahhsst,"
saat vaginaku mulai berkedut, kutekan kepala ayah agar lebih membenam
di vaginaku, cairan yang keluar dari liang nikmatku disedot ayah,
membuat sensasi nikmatnya orgasme bagiku. Saat kedutan itu selesai, aku
langsung terkulai dikursi bambu itu, dan ayah bangkit duduk disampingku
membelai kepalaku.
"Enak Mar?," ayah membelai pipiku dan menatapku.
"Enghh ayah, iya enak sekali yahh.." aku lalu menyandarkan kepala
didada ayah. Kami duduk dengan posisi begitu hampir setengah jam, aku
dan ayah terlibat obrolan tentang kenangan indah ayah bersama ibuku,
dan juga tentang aku dan suamiku. Kepada ayah kuceritakan betapa irinya
aku terhadap hubungan ibu dengan ayah yang jauh lebih indah dibanding
dengan aku dan Mas Hamdi, tak terasa aku pun menangis dipelukan ayah.
"Kasihan kamu nak, pasti kamu menderita tak terpenuhi nafkah
bathinmu selama ini," ayah membelaiku lagi penuh kasih. Setelah
membelaiku, ayah memegang tanganku dan menuntunnya ke arah penisnya.
Astaga, penis ayah sudah tegak kembali dengan perkasa.
"Mari Mar.. ayah tuntaskan kenikmatan tadi untukmu," ayah
membimbingku lagi untuk berdiri menghadap kursi dan menopang tangan
pada sandaran kursi bambu itu.
Aku menurut tuntutan ayah, saat itu aku pun ingin segera menerima
penis ayah, aku ingin disetubuhi ayah dari belakang, doggy style. CD ku
yang basah dipelorotkan sampai lutut dan dasterku disingkap sehingga
bongkahan pantatku terlihat jelas. Ayah memelukku dari belakang,
tangannya mengusapi perut buncitku dan meremasi susuku. Ayah juga
mengecupi leher belakangku.
"Ouhh yaahh.. Marr nggak tahann yah.." aku mulai tak sabar disenggamai ayah, merasakan penis besarnya merangsek vaginaku.
"Iyahh sayangg.. Nihh ayahh berii.. Ouhh nikmatnyya pepekk inii,"
ayah menepatkan penisnya dibibir vaginaku dan menekan pinggulnya
kedepan, gerakan itu membuat penisnya langsung amblas diliang nikmatku
yang sudah banjir saat itu.
"Iya yahh begiituu yahh.. Enakk sekalliihh ohh," aku merintih menahan nikmat dibagian vitalku.
Ayah mulai menggerakkan pantatnya maju mundur, sehingga penis
kekarnya menerobos keluar masuk di vaginaku. Senggama doggy style
memang nikmat, apalagi baru kali itu aku mengalaminya, setelah beberapa
siang lalu gagal lantaran hampir kepergok Henny, adik iparku. Ayah
benar-benar memacu birahiku, vaginaku mulai berkedut menginjak menit ke
dua puluh kami bersenggama.
"Ahhsstt.. Hhngghh.. Duhh yaahh.. Enhaakkhh ouuhh, iyaa lebih
kerass yaahh.. Enaakkhh hngghh," aku kelabakan menerima sodokan ayah,
kedutan kecil divaginaku kutahan sebisa mungkin, aku belum mau secepat
itu orgasme, aku ingin lebih lama merasakan kenikmatan itu. Kugoyangkan
pinggulku berputar mengimbangi gerakan ayah, otot perut kutegangkan
sesekali agar ayah merasakan jepitan vaginaku dipenisnya.
"Ohh Marr.. Enakknyaa pepeekkmuu.. Ohh," ayah pun mulai merasakan
hal yang sama, celotehnya semakin menjadi sambil tangannya meremasi
bongkahan pantatku. Ayah menggenjotku lebih keras, penisnya menumbuki
vaginaku sampai menimbulkan keciplakan berpadunya kelamin kami.
Aku tak tahan lagi, otot-otot kakiku mengejang seiring denyutan
vagina yang semakin sering muncul. Nafasku dan nafas ayah berpacu
melenguh, mendesis, memndesah, dan berteriak kecil.
"Iya yahh.. Kuatin yahh.. Marr sampaii yahh.. Ouhh.. Aahhsstt
ighh.. Ammphuunn aahh," kurasakan seluruh ototku mengejang, kenikmatan
mengumpul dari kaki, pantat hingga vaginaku yang semakin keras
berkedut, aku hampir orgasme.
"OuuhHPp Marr.. Iinnii diaa.. Ohh.. Ohh ayah hampir juga Mar..
Ohh," ayah pun mengerang, tangannya menjambaki rambutku dan tubuhnya
semakin cepat menggenjot tubuhku.
"Ouhh.. Ammphunn yahh.. Amphunn.. Aahhsstt.. Ohh.. Ampphunn.." aku sampai berteriak menerima orgasmeku, aku jebol.
"Iya Marr.. Inii.. Ayahh juggaa.. Aahh," ayah masih menggenjotku berkali-kali saat aku sudah puncak.
Tetapi, "braak.." pintu rumah ayah yang lupa kami kunci terbuka
lebar. Menyusul suara pintu itu, Mas Hamdi masuk dan berdiri terpaku
memandang ke arah kami.
"Ouhh Maarr.. aaghhkk.. Ohh.. Iyaahh.. Ohhggh," sangat tanggung
saat itu, meskipun kami tahu kehadiran Mas Hamdi tetapi puncak nikmat
yang datang tak mungkin lagi terhindar, ayah meneruskan memompaku
sampai ia sendiri kejang dan memeluk tubuhku dari belakang.
"Ohh ammphunn yaahh.." aku sangat kenikmatan saat itu.
Mas Hamdi terpaku memandang kami, tetapi setelah mendengar aku
berkata ampun, Mas Hamdi segera menuju ke arah kami dan menarik tubuh
ayah.
"Kurang ajar kau orangtua, anakmu sendiri kau perkosa.. Huh"
Sebuah pukulan menyasar kewajah ayah sampai ia terjerembab
kelantai. Rupanya Mas Hamdi berpikir kalau barusan tadi aku diperkosa,
ia lalu menghampiri ayah yang jatuh dan menendang tubuh tua ayah
beberapa kali. Aku tak tahu mesti bagaimana saat itu, selain mengenakan
kembali CD-ku dan membenahi pakaianku.
"Kamu nggak apa-apa sayang?," suamiku memelukku setelah ayah tak berdaya.
"Enggak Mas.. Nggakk apa-apa," aku pun memeluknya, sungguh aku takut sekali saat itu.
Takut ketahuan, dan takut ditinggalkan suami. Beberapa menit
kemudian suara ribut hardikan Mas Hamdi kepada ayah mengundang
masyarakat datang. Ayah kemudian diarak ke rumah Pak Rahmat, Kadus
dikampungku. Setelah sehari diamankan di rumah Kadus, Mas Hamdi
melaporkan perbuatan ayah kepolisi dan ayah diamankan di kantor polisi
sekaligus dijerat sebagai pemerkosa anak kandung. Aku ingin sekali
membela ayah, tetapi aku tak mampu.
Kini, sudah lima bulan berlalu. Ayah sudah melalui proses peradilan
dan meringkuk di LP sebagai terpidana tiga tahun penjara. Kisah kami
tetap kusimpan rapi, dan sebulan sekali aku masih mengunjungi ayah di
LP walaupun kulakukan tanpa setahu suamiku.
E N D
| Title | Author | Views |
| Bersetubuh dengan Ibu Kandung 02 |
Ahmad Ibrahim |
836,365 |
| Mama, Oh Mama... |
kied_a@yahoo.com |
590,940 |
| Mulusnya Ibuku, Nikmatnya Kakakku |
cahyono7@hotmail.com |
512,963 |
| My Family Incest |
ozers78@gmail.com |
510,570 |
| Persetubuhan Yang Terlarang - 1 |
benget666@yahoo.com.sg |
501,030 |
| Ibuku Yang Tercinta |
corona_saints@hotmail.com |
479,349 |
| Tanteku yang Seksi Sekali |
ricky_junetri@yahoo.com |
409,005 |
| Kisah Cinta Ibu dan Anak - 1 |
rahasia_donk2003@yahoo.com |
372,714 |
| Aku, Mama, dan Tante Rina |
roy_takeshi@yahoo.com |
368,416 |
| Ibuku Istriku |
Agus Sumitro |
349,103 |
| Istriku Selingkuh dengan Keponakan |
wirata65@yahoo.com |
341,499 |
| Menantu Perempuan |
aishamaharani@yahoo.com |
314,489 |
| Seks Sekeluarga 01 |
rhysal19@yahoo.com |
304,124 |
| Family Education of Sex 01 |
Wika Erlangga |
292,354 |
| Mertuaku Sayang |
roy_takeshi@yahoo.com |
287,432 |
|
|
|
|
|
|
|