Gudang Lagu
Sumber Lainnya

Ini adalah salah satu gaya hidup dan pola pikir orang-orang yang hidup di belahan dunia sana. Mungkin terasa aneh bila dibandingkan dengan adat istiadat kita. But by the way, marilah kita selami pola pikir mereka tapi tidak usah diperdebatkan, suka atau tidak.

*****

"Cinta pertama seorang gadis adalah kepada ayahnya," terdengar pidato sang penasehat pelan.
"Dia memandang ke wajahnya dan ketika tubuhnya mulai membentuk dari seorang gadis menjadi wanita, ayahnya adalah orang pertama yang membuatnya bergairah," katanya kemudian."Kalian adalah ayah dan anak gadismu yang khusus datang kemari untuk minta nasehat masalah ini."

Kami bertemu disuatu ruang pertemuan hotel mewah di kota tempat kami tinggal. Ayahku di berada sini. Demikian juga gadis-gadis lain bersama ayah mereka. Kami semua berjumlah hampir selusin. Sebagian gadis tampak lebih muda dari aku, sedang lainnya sedikit lebih tua. Aku melihat ke arah mereka dan mempelajari ayah mereka. Sebagian dari ayah mereka tampak cukup tampan, tapi tidak ada yang seganteng ayahku. Aku benar-benar bangga dan sangat mencintainya.

Para pelayan membereskan meja setelah selesai jamuan makan malam yang mewah di ruang makan khusus. Kami duduk satu meja berdua dengan lilin dan lampu cristal. Suara kecapi yang lembut dan merdu terdengar dari sudut ruangan, tapi saat ini semua orang telah keluar kecuali para gadis yang masih tinggal. Ayahku bersama ayah mereka keluar bersama sang penasehat. Ayahku memberiku kesempatan minum anggur, meskipun sebenarnya aku belum cukup dewasa. Di satu sisi aku merasakan kehangatan dan relax, tapi aku juga mendengar detak jantungku berdebar seperti gendang besar.

Kamu tahu, ini adalah saat pertamaku. Aku masih perawan. Aku tahu tentang sex. Aku pernah berciuman dan melakukan kencan. Sangat menggairahkan ketika seorang pemuda menyentuh buah dadaku; putingku menjadi keras dan mencuat, tapi aku tidak membiarkan mereka melakukan lebih jauh.

Aku pernah orgasme! Kerry, teman baikku, dan aku tiduran bersama. Dia menunjukkan kepadaku bagaimana jari-jari tangannya mengosok-gosok bagian tubuhnya sampai dia orgasme. Itu benar-benar kelihatan menyenangkan, kemudian aku mencobanya. Wow! Sejak itu aku telah mendapatkannya.

Sang penasehat masih bercakap-cakap dengan kami.

"Bapak-bapak, malam ini ketika kalian membawa putri kalian ke kamar, ingat betapa pentingnya malam ini dan hubungan ini adalah untuk putri kalian. Bercintalah untuknya dengan penuh perasaan. Bantulah putri kalian untuk menyadari kejiwaannya dan menghadiahkannya kepada dua tubuh yang saling bersatu dan mengekpresikannya dalam bentuk hubungan sexual."
"Tunjukan kepada putri anda perasaan dimana seorang wanita akan berbahagia ketika memberikan dirinya kepada seorang laki-laki. Ajari dia tentang keajaiban yang ada pada tubuhnya dan bagaimana membawanya kedepan. Tunjukan kepadanya paduan antara kekuatan dan kelembutan, bagaimana gairah seorang wanita yang menyatakan cintanya."

Sang penasehat bernama Andy. Dia dari suatu perkumpulan rahasia yang mengorganisir pertemuan malam seperti ini untuk keluarga-keluarga yang menginginkan saat pertama anak gadisnya bersama mereka, dari pada membiarkannya diambil pemuda tidak bertanggung jawab di kursi jok belakang mobil. Ibu dan anak laki-lakinya juga makan malam bersama; kupikir kakakku juga hadir disana bersama ibuku.

Andy menyambut kami ketika kami datang hari ini. Kami menghabiskan waktu siang hari di kolam renang sambil menunggu waktu makan malam. Aku bahagia menikmati suasana dengan bikiniku selagi ayahku memperhatikanku. Gadis-gadis lain juga mengenakan bikini. Banyak para ayah yang penisnya tegang menonjol menekan celana renangnya. Aku benar-benar bahagia dengan suasana sekitar.

Ibu pergi belanja bersamaku akhir minggu lalu untuk menhadapi makan malam ini. Aku mengenakan rok pendek dan baju sutera serta kaus stocking yang tinggi. Kami juga membeli anting-anting baru. Kami memilih celana pendek sutera dan Mama membujukku untuk tidak memakai bra. Biasanya aku menggunakan bra ukuran B-cup untuk berpergian, tapi tidak untuk malam ini.

Seperti yang disarankan Mama, aku membuka kancing bajuku lebih rendah dari pada biasanya kalau pergi ke sekolah. Bagian atas bukit dadaku terbuka, tapi ini untuk ayahku. Aku melihatnya memperhatikan bukit dadaku ketika makan malam.

Tepat sebelum kami turun untuk makan malam, ayah memberiku kalung emas dengan berlian kecil yang sangat indah. Dia memasangkannya melingkari leherku dan berlian itu di tempatkan tepat dibelahan buah dadaku. Kulihat beberapa orang ayah memperhatikan berlianku dalam pertemuan beberapa saat sebelum acara makan malam. Atau apakah kalian mengira mereka juga memperhatikan bagian lainnya juga?

"Gadis, malam ini adalah merupakan peristiwa yang paling bersejarah dalam kehidupan kalian. Ayah kalian akan mencintai kalian dengan cara special yang seistimewa mungkin. Jika kalian tidak pernah melakukan seperti ini sebelumnya.."
Aku menelan ludah; itu adalah aku.
".. Kalian mungkin mengalami perasaan gelisah saat pertama kali, tapi ini adalah bagian dari perubahan menjadi seorang wanita. Ayah kalian akan bertindak sangat baik kepadamu. Percayalah dan biarkan dia menunjukkan betapa cintanya kepadamu. Dan akhirnya, ingatlah untuk memakai handuk ibumu karena itu mengambil peran sangat penting di dalam pengalamanmu."

"Sekarang waktunya sudah tiba. Kita telah mendapatkan siang yang indah dan makan malam yang menyenangkan. Sebelum kita lanjutkan, aku ingin kalian mencium ayah kalian atau putri kecil kalian. Dan pergilah ke atas dan tunjukan kepada pasangan kalian cinta khusus dimana seorang ayah dan putrinya saling memiliki.

Kami berdiri dan ayah melangkah mendekat untuk menciumku. Dia letakkan tangannya melingkari tubuhku dan tubuhku sepertinya menyatu. Kurasakan denyutan-denyutan di daerah pangkal pahaku, sepertinya ada cairan yang meleleh disana. Bibir kami saling bertemu dan kubuka bibirku untuk ayahku. Ayahku tidak pernah menciumku seperti ini. Ketika dia merengkuh tubuhku, kurasakan sesuatu yang keras di bagian depan celananya. Aku tahu apa itu.

Aku hampir pingsan karena debaran hatiku ketika ayahku menciumku, begitu lama sampai akhirnya dia melepaskan ciumannya. Bersama ayah dan putri lainnya, kami bergerak pelahan menuju lift. Ayah tetap memeluk pinggangku. Kurasakan puting susuku kenekan keras ke bajuku.

Di dalam lift, ketika yang lain sedang melototi angka-angka di atas pintu, mereka tidak memperhatikan ketika tangan ayahku mengusap-usap pinggulku dengan lembut. Aku dapat merasakan betapa tangan ayahku bergetar. Sementara tiga orang pasangan ayah dan putrinya yang berdiri dibelakangku melihat kejadian itu. Kami semua memahami apa yang terjadi.

Ayah dan aku berhenti di lantai 14. Kamar kami menghadap ke arah kota dan teluk. Aku berdiri di jendela melihat cahaya lampu kota yang indah. Ayahku berdiri dibelakangku dan meletakkan tangannya di atas pundakku. Aku menyandarkan tubuhku dan kurasakan lagi ketegangannya yang menekan pinggulku. Dia mengusap-usap pundak dan tanganku, kupikir betapa lembutnya dia.
Tangannya merayap kebawah dan memegang bukit dadaku. Ohh, Tuhan! Ini seperti aliran listrik yang mengaliri tubuhku mulai dari bukit dadaku sampai vaginaku.

Lututku bergetar lemas.

"Daddy, aku lemas sekali, aku tidak kuat berdiri lagi."
"Nggak apa-apa sayang. Kamu ingin berbaring?"
"Ya."

Dia membimbingku ke tempat tidur. Semua lampu di kamar sudah padam kecuali cahaya sinar lampu dari kota yang masuk lewat jendela, membuat kami secara samar-samar bisa saling melihat tubuh kami. Kuperhatikan senyuman lembutnya yang membuat hatiku terasa hangat. Aku berbaring tanpa kasur. Dia melepaskan sepatuku.

Ayah mulai meraih dan membuka kancing bajuku. Dia buka dan bukit dadaku pun mencuat bangun. Putting-putingku begitu keras menegang. Kulihat tangannya yang besar diletakkan di sama dan mengusapnya pelan-pelan. Jari-jari tangannya menyentuh puting-putingku, membuatku mendesah. Dengan lembut diusap-usapnya bukit dadaku sambil membaringkan tubuh dan mencium bibirku.

Bibirku kubuka dan bibir ayah yang basah dan hangat menyentuhku. Lidahnya menggodaku dan memasuki mulutku. Aku pernah melakukan ini dengan pacarku tapi ayahku melakukan jauh lebih baik dan kujulurkan lidahku untuk menyentuhnya. Tangannya masih memijat bukit dadaku. Saat ini aku benar-benar ingin melakukan apa saja untuk ayahku.

Dia mencium pipiku kemudian bergeser ke telingaku. Ketika lidahnya menelusuri telingaku, terasa desiran aneh menyelimuti sekujur badanku. Aku belum pernah merasakan ini sebelumnya. Lidahnya menyentuh bagian belakang telingaku kemudian turun menyusuri leherku. Sambil tangannya meremasi dan mengusap-usap salah satu bukit dadaku, kubisiki agar dia menyentuh yang satunya lagi, dan kini ciumannya pun bergeser kesana.

Bibirnya menangkap puting susuku yang mencuat kaku. Putting itupun tenggelam dalam hisapan mulutnya dan kurasakan lidahnya membelai putingku. Kuangkat dadaku dan kutekan kemulutnya. Ketika ayahku menghisap-hisap puting susuku, getaran-getaran kenikmatan semakin menjadi-jadi diseluruh tubuhku. Tanpa sadar kubuka pahaku, kurasakan denyutan-denyutan di daerah pangkal pahaku. Kalau aku sedang sendirian merasakan seperti ini, tanganku segera menangani bagian itu. Tapi sekarang ada ayahku, maka kuserahkan kepadanya untuk menyelesaikan dengan caranya.

Dia mengangkat wajahnya dan memandang mataku dengan lembut.

"Bergulinglah sayang."

Aku mematuhi dengan berguling kesamping. Dia melepas bajuku dari lenganku dan tangannya meraba kebelakang pinggulku untuk menemukan resliting rokku dan menurunkannya. Kurasakan pelahan-lahan rokku ditarik lepas kebawah, kuangkat pinggulku untuk memudahkannya. Kulihat mimik wajahnya yang begitu bergairah melihat bagian bawah tubuhku.

Ayahku menarik lepas rokku melewati kakiku. Tangannya memegang lututku dan membuka pahaku kemudian mengusap-usap pahaku dan merayap ke atas sampai ke pangkal pahaku. Kurasakan tangan besar ayahku mengusap-usap bagian cembung di pangkal pahaku yang masih tertutup celana dalam sutera. Kurasakan bagian bawahku mulai lembab.

"Mari kita lepas celana ini sekarang," kata ayahku dan kembali kuangkat pinggulku untuk membantu ayahku melepas celana dalam sutra itu. Dan ayahku segera menurunkan celana dalam itu melewati kakiku. Sekarang semua bagian bawahku sudah terbuka di depan ayahku. Dia menggusap-usap dengan lembut sambil membuka pahaku lebih lebar.

Kurasakan ciuman ayahku di atas lututku, kemudian pelahan-lahan merayap ke atas ke pahaku. Jantungku terasa berdetak kencang. Kurasakan lidahnya menjilat lipatan lipatan pahaku, kemudian bergeser sedikit ketengah.. Aku tidak tahu harus berbuat apa, seluruh tubuhku gemetar, perasaan nikmat dan geli. Kurasakan cairan hangat keluar dari celah-celah pahaku.

Ayahku segera menyapu cairan tadi dengan lidahnya, dan lidahnya menyusup diantara celah-celah bibir vaginaku, menyentuh tonjolan clitorisku.. Semuanya, bahkan lubang pantatku. Aku tak tahan lagi untuk merintih keras,

"Ooohh.. AYAH!! Aaahh.. Aadduuhh!! Pleaassee."

Lidahnya terus menyusuri dan menjelajahi semua lorong-lorong tersembunyi di bagian bawahku. Aku tidak bisa lagi memembedakan lidahnya ada dimana, semuanya geli, semuanya nikmat.. Benar-benar nikmat sekali. Aku merintih dan mendesah semakin keras dan semakin keras. Pinggulku kuangkat-angkat.. Aku benar-benar tak rela jilatan lidahnya terlepas. Ayahku menekan-nekan celah vaginaku dengan ujung lidahnya untuk mengungkit-ungkit clitorisku.

Ini adalah untuk pertama kalinya semenjan aku masih anak-anak, ayahku melihat bagian pangkal pahaku. Aku begitu bangga untuk menunjukan kepadanya bahwa sekarang aku sudah menjadi seorang wanita. Rambut kemaluanku sudah mulai tumbuh, meskipun masih kecil-kecil, jarang dan berwarna pirang, sehingga tidak bisa menyembunyikan belahan vaginaku yang tebal montok. Kubuka pahaku untuk menunjukan kepadanya bagian yang paling rahasia dari tubuhku.

Ayahku menundukkan wajahnya dan menciumi cembungan vaginaku. Digesek-geseknya rambut-rambut halus kemaluanku. Kemudian kurasakan lidahnya menyusup dan membelai bagian dalam celah vaginaku. Aku sudah tidak mampu lagi menghitung, entah yang ke berapa puluh kali cairan vaginaku meleleh keluar malam ini.

Setiap kali ujung lidah ayahku menyentuh tonjolan kecil clitorisku, jantungku berdesir keras, perasaan geli-geli nikmat yang teramat sangat segera menyebar keseluruh tubuhku. Tubuhku sampai gemetaran menahan perasaan sensasi yang begitu dasyat.

"Ooohh, yes," desahku, "Ooohh.. Nikmat sekali. Terus yah, teruuss.. Enak buanget."

Akhirnya aku tidak mampu mengendalikan lagi ketika kurasakan denyutan-denyutan tekanan kuat tiba-tiba muncul dari dalam vaginaku, seluruh otot-otot tubuhku mengejang dan bergetar, seperti gelombang air bah yang mengalir begitu cepatnya menghantam pintu bendungan. Akhirnya meledak bagaikan dinamit di dalam tubuhku. Aku menjerit kuat-kuat,

"Aaahh.. Aku.. Aku.. Aaahh.. Adduuhh!! Aaahh!!"

Pinggulku kuangkat tinggi-tinggi sambil kuremas kepala ayahku kuat-kuat dan kutekan ke vaginaku. Orgasmeku meledak begitu dasyatnya. Ini benar-benar sangat luar biasa, aku tidak pernah merasakan yang begitu dasyat selama hidupku. Orgasmeku itu benar-benar telah memeras habis seluruh tenagaku, sehingga kemudian aku terkulai lemas. Beberapa saat aku mungkin tidak sadarkan diri. Sepertinya nyawaku terbang melayang entah kemana.

Ketika pelahan-lahan aku mulai sadar, kubuka mataku, bayangan wajah ganteng ayahku tersenyum manis memandangku.

"Ohh, ayah!! Aku mencitaimu."
"Aku juga sangat mencintaimu, bidadari kecilku."

Aku masih tergolek terlentang di hadapan ayahku yang berdiri masih dengan pakaian malam yang lengkap seperti ketika ketika makan malam. Aku melihat ayahku mulai membuka bajunya, celananya meluncur kebawah, dan penisnya tegang menonjol keluar di balik celana dalamnya. Aku tertawa genit ketika ayahku mengedipkan mata ke arahku.

Sekarang ayahku berdiri telanjang, hanya tinggal mengenakan celana dalam yang menutupi monsternya. Kemudian pelahan-lahan diturunkannya celana dalam itu. Aku menatap dengan takjub ketika pelahan-lahan penisnya yang besar sekali, tegang dan mencuat bagaikan pipa besi itu muncul di depan mataku. Untuk pertama kalinya dalam hidupku melihat penis seorang laki-laki dewasa.

Aku pernah melihat penis Kerry adikku beberapa tahun yang lalu ketika kami mandi bersama. Penis itu juga sedang tegang, tapi sangat jauh lebih kecil ukurannya. Dulu aku juga pernah melihat penis ayahku ketika secara tidak sengaja aku masuk kamarnya, ayah sedang ganti baju. Tapi saat itu penisnya tidak tegang seperti ini. Penis ini benar-benar besar sekali, jauh lebih besar dari yang kubayangkan sebelumnya.

Penis itu terayun-ayun ketika ayah berjalan mendekat ke ranjang dan kemudian merebahkan diri disampingku.

"Kemarilah bidadariku," katanya lembut, "Kau ingin menyentuhnya?"
"Ya, boleh?" suaraku jadi pelan sekali, aku tidak yakin ayahku bisa mendengarnya.
"Peganglah, ya seperti itu. Sekarang gerakkan naik turun pelan-pelan. Ya, seperti itu.. Ohh, nikmat sekali."

Jari-jari tanganku tidak tidak cukup untuk melingkari bulatan penis ayahku yang besar itu, tapi aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat ayahku.

"Ya betul sekali bidadariku. Pompa terus. Nikmat sekali kalau kau yang melakukannya, sayang."
"Aku senang sekali melakukannya buatmu Ayah. Anumu ini terasa hangat dan sepertinya jadi semakin keras."
"Kamu mau menciumnya?" bisik ayahku.
"Ya, aku senang bisa membuatmu nikmat, apu mau melakukan apa saja buatmu." kataku.

Ke bagian 2





Article Directory: http://www.sumbercerita.com


Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Cerita Dewasa --> Sedarah
TitleAuthorViews
Mulusnya Ibuku, Nikmatnya Kakakku cahyono7@hotmail.com 327,377
Bersetubuh dengan Ibu Kandung 02 Ahmad Ibrahim 302,507
Persetubuhan Yang Terlarang - 1 benget666@yahoo.com.sg 302,185
Ibuku Yang Tercinta corona_saints@hotmail.com 288,330
Mama, Oh Mama... kied_a@yahoo.com 285,638
My Family Incest ozers78@gmail.com 234,295
Ibuku Istriku Agus Sumitro 219,051
Aku, Mama, dan Tante Rina roy_takeshi@yahoo.com 218,943
Menantu Perempuan aishamaharani@yahoo.com 210,123
Anakku Tersayang roy_takeshi@yahoo.com 198,246
Anakku, Sarana Pelampiasanku putri.andien@eudoramail.com 195,627
Family Education of Sex 01 Wika Erlangga 184,456
Gairah Kakak Kandung 01 Pecinta Wanita 183,915
Mamaku Sayang 02 ichapunya@yahoo.com 178,537
Mertuaku Sayang roy_takeshi@yahoo.com 177,761

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker