|
|
Dari Bagian 1 Hangat tubuh adikku kurasakan begitu nikmat sekali. Yang ada dalam
pikiranku adalah betapa nikmatnya jika aku menikah nanti, pantas saja
di jaman sekarang banyak yang kawin entah itu sudah resmi atau belum.
Tanpa terasa aku pun sadar dan terbangun dari tidurku, dan kulihat jam
di kamar adikku telah menunjukkan jam 9 lewat dan adikku belum juga
bangun dari tidurnya. Wah gawat, berarti dia hari ini tidak sekolah,
pikirku.
"Ratih, bangun kamu nggak sekolah?" tanyaku membangunkannya.
Ratih pun mulai terbangun dan matanya langsung tertuju pada jam
dinding. Dia terkejut karena waktu telah berlalu begitu cepat, sehingga
dia sadar bahwa hari ini dia tidak mungkin lagi pergi ke sekolah.
"Aahh, Aa jahat kenapa nggak ngebangunin Ratih" rajuknya manja.
"Gimana mau ngebangunin, Aa juga baru bangun" kataku membela diri.
"Gimana dong kalo Ibu tahu, Ratih bisa dimarahin nih, ini semua gara-gara Aa"
"Loo kok Aa yang disalahin sih, lagian Ibu nggak bakalan tahu kalau Aa nggak ngomongin kan" jawabku untuk menghiburnya.
"Bener yah, Ratih jangan dibilangin kalau hari ini bolos"
"Iyaa, iyaa" jawabku.
Entah mengapa tiba-tiba terlintas di pikiranku untuk mandi bareng.
Wah ini kesempatan emas, alasan tidak memberitahu Ibu bahwa dia nggak
masuk sekolah bisa kujadikan senjata agar aku bisa mandi bersama
adikku.
"Eh, ada tapinya loh, Aa nggak bakalan bilang ama Ibu asal Ratih mau mandi bareng ama Aa" kataku sambil mengedipkan mata.
"Nggak mau. Aa jahat, lagian udah gede kan malu masak mau mandi aja musti barengan"
"Ya udah kalo nggak mau sih terserah" ancamku.
Singkat cerita karena aku paksa dan dia tidak ingin ketahuan oleh Ibu maka adikku menyetujuinya.
"Tapi Aa jangan macem-macem yah" pintanya.
"Emangnya kalo macem-macem gimana?" tanyaku.
"Pokoknya nggak mau, mendingan biarin ketahuan Ibu, lagian juga itu
kan gara-gara Aa, Ratih bilangin Aa udah ciumin Ratih" balasnya
mengancam balik.
Jika kupikir-pikir ternyata benar juga, bisa berabe urusannya,
seorang kakak bukannya menjaga adik dari ulah nakal laki-laki lain, eh
malah kakaknya sendiri yang nakal. Maka untuk melancarkan keinginanku
untuk bisa mandi dengannya, aku pun menyetujuinya. Kami berdua akhirnya
bangun dari tidur dan setelah berbenah kamar, kami berdua pun pergi
menuju kamar mandi. Sesampai di kamar mandi kami hanya saling diam dan
kulihat adikku agak ragu untuk melepaskan pakaiannya.
"Aa balik dulu ke belakang, Ratih malu nih" pintanya.
"Apa nggak sebaiknya Aa yang bukain punya Ratih, dan Ratih bukain punya Aa"
Tanpa pikir panjang aku menghampiri adikku dan aku cium bibirnya.
Agar dia tidak malu dan canggung untuk membuka pakaiannya, aku genggam
tangannya dan aku tuntun untuk membuka bajuku. Tanpa dikomando dia
membuka bajuku setelah itu kutuntun lagi untuk membuka celana basket
yang aku kenakan.
Setelah keadaanku bugil dan hanya memakai celana dalam saja kulihat
adikku tegang, sesekali dia melirik ke arah selangkanganku dimana
kontolku sudah dalam keadaan siaga satu. Kini giliranku menanggalkan
daster yang ia kenakan. Begitu aku buka, aku terbeliak dibuatnya karena
ternyata tubuh adikku begitu bohai (body aduhai). Dia lalu berusaha
menutupi selangkangannya. Lalu dengan sengaja kucolek payudaranya
hingga adikku melotot dan menutupinya. Kemudian aku pun balik mencolek
memeknya, hehehe..
"Idihh, Aa nggak jadi ah mandinya, malu", rajuknya.
Adikku lalu mengambil handuk dan melilitkan handuk tersebut
kemudian melangkah keluar kamar mandi, tetapi karena aku tidak mau
kesempatan emas ini kabur maka aku pegang tangannya dan terus aku peluk
sambil kukecup bibirnya, karena ternyata adikku sangat merasa nyaman
bila bibirnya aku cium.
Aku lalu menarik handuknya hingga terlepas dan jatuh ke lantai, dan
aku pepet tubuhnya ke arah bak air lalu gayung kuambil dan langsung
kusiramkan ke tubuh kami berdua. Merasakan tubuhnya telah basah oleh
siraman air, adikku berusaha untuk melepaskan ciuman dan desakan yang
aku lakukan, tapi usahanya sia-sia karena aku semakin bernafsu
menyirami tubuh kami sambil kontolku aku tekan-tekan ke arah
selangkangannya.
Setelah tubuh kami benar-benar basah, aku bagai kemasukan setan.
Selain menyedot bibirnya dengan ganas aku pun langsung mencoba untuk
melepaskan celananya. Setelah celana dalamnya terlepas dari sarangnya
hingga ke tepi lutut, aku pun menariknya ke bawah dengan kakiku hingga
benar-benar terlepas. Sadar bahwa aku akan berbuat nekat, Ratih semakin
berusaha untuk melepaskan tubuhnya. Sebelum usahanya membuahkan hasil
aku melepas pagutannya.
"Aa, stop please" rengeknya sambil menangis.
"Ratih, tolong Aa dong. Ratih tadi subuh kan udah ngalami orgasme, Aa belum.." pintaku.
Dan tanpa menunggu waktu lagi di saat tenaganya melemah, aku
kangkangkan pahanya sambil kukecup bibirnya kembali sehingga dia tidak
bisa menolaknya. Di saat itu aku meraih burungku dari CD-ku dan mencoba
mencari sarang yang sudah lama ini ingin kurasakan.
Dalam sekejap kontolku sudah berada tepat di celah pintu heunceut
adikku, dan siap untuk segera menjebol keperawanannya. Merasa telah
tepat sasaran maka aku pun menghentakkan pinggulku. Dan aku seperti
benar-benar merasakan sesuatu yang baru dan nikmat melanda seluruh
organ tubuhku dan kudengar adikku meringis kesakitan tapi tidak
berusaha untuk menjerit. Melihat hal itu aku mencoba untuk mengontrol
diriku dan mencoba menenangkan perasaan yang membuatku semakin tak
karuan, karena aku merasa diriku dalam keadaan kacau tetapi nikmat
hingga sulit untuk diuraikan dengan kata-kata.
Aku mencoba hanya membenamkan penisku untuk beberapa saat, karena
aku tak kuasa melihat penderitaan yang adikku rasakan. Kini pandangan
aku alihkan pada kedua payudara adikku yang masih diselimuti BH-nya.
Aku mencoba untuk melepaskannya tapi mendapat kesulitan karena belum
pernah sekalipun aku membukanya hingga aku hanya bisa menarik BH yang
menutupi payudara adikku dengan menariknya ke atas dan tiba-tiba dua
bongkah surabi daging yang kenyal menyembul setelah BH itu aku tarik.
Melihat keindahan payudara adikku yang mengkal dan putingnya yang
bersemu coklat kemerahan, aku pun tak kuasa untuk segera menjilat dan
menyedotnya senikmat mungkin.
"Aa, ahh, sakit" rintih adikku.
Seiring dengan kumainkannya kedua buah payudara adikku silih
berganti maka kini aku pun mencoba untuk menggerakkan pinggulku maju
mundur, walau aku juga merasakan perih karena begitu sempitnya lubang
heunceut adikku ini. Badan kami kini bergumul satu sama lain dan kini
adikku pun mulai menikmati apa yang aku lakukan. Itu dapat aku lihat
karena kini adikku tidak lagi meringis tetapi dia hanya mengeluarkan
suara mendesah.
"Eenngghh, acchh, enngg, aacchh"
"Gimana, enakk?" aku mencoba memastikan perasaan adikku.
Dia tidak menjawab bahkan kini justru tangannya meraih kepalaku dan
memapahnya kembali mencium mulutnya. Karena aku tidak ingin egois maka
aku pun menuruti kehendaknya. Aku kulum bibirnya dan lidah kami pun
ikut berpelukan menikmati sensasi yang tiada tara ini. Tanganku
kugunakan untuk meremas payudaranya. Gila, kenikmatan ini sungguh luar
biasa, kini aku pun mencoba untuk menirukan gaya-gaya di film BF yang
pernah kulihat. Adikku kuminta menungging dan tangannya memegang bak
mandi.
Aku berbalik arah dan mencoba untuk segera memasukan kembali
kontolku ke dalam memeknya, belum sempat niat ini terlaksana aku segera
mengurungkan niatku, karena kini aku dapat melihat dengan jelas bahwa
heunceut adikku merekah merah dan sangat indah. Karena gemas aku pun
lalu berjongkok dan mencoba mengamati bentuk heunceut adikku ini hingga
aku melongo dibuatnya.
Mengetahui aku sampai melongo karena melihat keindahan heunceutnya,
adikku berlagak sedikit genit, dia goyangkan pantatnya bak penyanyi
dangdut sambil terkikik cengengesan. Merasa dikerjai oleh adikku dan
juga karena malu, untuk mebalasnya aku langsung saja membenamkan
wajahku dan kuciumi heunceut adikku ini, hingga kembali dia hanya bisa
mendesah..
"Aahh, Aa mau ngapain.., ochh, enngghh" desahnya sambil mengambil nafas panjang.
Mmhh, ssrruupp, cupp, ceepp, suara mulutku menyedot dan menjilati
heunceut adikku ini, dan aku perhatikan ada bagian dari heunceut adikku
ini yang aneh, mirip kacang mungkin ini yang namanya itil, maka aku pun
mencoba untuk memainkan lidahku di sekitar benda tersebut.
"Acchh, Aa, nnggeehh, iihh, uuhh, gelii", erangnya saat aku memainkan itilnya tersebut.
Karena mendengar erangannya yang menggoda aku pun tak kuasa
menahannya dan segera bangkit untuk memeluk adikku dan memasukannya
kembali dengan cepat kontolku agar bersemayam pada heunceut adikku ini.
Baru beberapa kocokan kontolku di memeknya, adikku seakan blingsatan
menikmati kenikmatan ini hingga dia pun meracau tak karuan lalu..
"Aa, Ratihh, eenngghh, aahh.."
Rupanya adikku baru saja mengalami orgasme yang hebat karena aku
rasakan di dalam memeknya seperti banjir bandang karena ada semburan
lava hangat yang datang secara tiba-tiba. Kini aku merasakan kenikmatan
yang lain karena cairan tersebut bagai pelumas yang mempermudah
kocokanku dalam heunceutnya.
Setelah itu adikku kini lunglai tak bertenaga, yang ia rasakan
hanya menikmati sisa-sisa dari orgasmenya dan seperti pasrah membiarkan
tubuhnya aku entot terus dari belakang. Mengetahui hal itu aku pun kini
mengerayangi setiap lekuk tubuh adikku sambil terus mengentotnya, mulai
dari mencium rambutnya, menggarap payudaranya sampai-sampai aku seperti
merasakan ada yang lain dari tubuhku, ada perasaan seperti kontolku ini
ingin pipis tapi tubuh ini terasa sangat-sangat nikmat.
"Aa, udah.. Aa, Ratih udah lemess.." kata adikku.
"Tunggu Sayangg, Aa maauu nyampai nih, oohh"
Kurasakan seluruh tubuhku bagai tersengat listrik dan sesuatu
cairan yang cukup kental aku rasakan menyembur dengan cepat mengisi
rahim adikku ini. Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan yang luar biasa
ini aku memegang pantat adikku dan aku hentakkan pinggulku dengan keras
membantu kontolku untuk mencapai rongga rahim adikku lebih dalam.
Kami berdua kini hanya bisa bernafas seperti orang yang baru saja
berlari-lari mengejar bis kota. Setelah persetubuhan yang terlarang ini
kami pun akhirnya mandi, dan setelah itu karena tubuhku lemas maka aku
tiduran di sofa sambil menikmati acara televisi dan adikku kulihat
kembali melakukan aktifitasnya membereskan rumah meskipun tubuhnya jauh
lebih lemas.
*****
Sekian dulu cerita yang aku tulis untuk teman-teman maniak seks di
seluruh tanah air dan seluruh rekan tetangga kita di negeri jiran sana,
kumaha damang, tolong sampaikan juga salam saya buat para TKI baik yang
legal maupun yang pendatang haram ya, kalau para TKI stress suruh saja
browsing ke sumbercerita.com, OK friends.
E N D
| Title | Author | Views |
| Bersetubuh dengan Ibu Kandung 02 |
Ahmad Ibrahim |
836,571 |
| Mama, Oh Mama... |
kied_a@yahoo.com |
591,069 |
| Mulusnya Ibuku, Nikmatnya Kakakku |
cahyono7@hotmail.com |
513,097 |
| My Family Incest |
ozers78@gmail.com |
510,663 |
| Persetubuhan Yang Terlarang - 1 |
benget666@yahoo.com.sg |
501,172 |
| Ibuku Yang Tercinta |
corona_saints@hotmail.com |
479,424 |
| Tanteku yang Seksi Sekali |
ricky_junetri@yahoo.com |
409,132 |
| Kisah Cinta Ibu dan Anak - 1 |
rahasia_donk2003@yahoo.com |
372,968 |
| Aku, Mama, dan Tante Rina |
roy_takeshi@yahoo.com |
368,629 |
| Ibuku Istriku |
Agus Sumitro |
349,193 |
| Istriku Selingkuh dengan Keponakan |
wirata65@yahoo.com |
341,673 |
| Menantu Perempuan |
aishamaharani@yahoo.com |
314,516 |
| Seks Sekeluarga 01 |
rhysal19@yahoo.com |
304,177 |
| Family Education of Sex 01 |
Wika Erlangga |
292,388 |
| Mertuaku Sayang |
roy_takeshi@yahoo.com |
287,471 |
|
|
|
|
|
|
|