|
|
Cerita ini FIKTIF. Diilhami oleh tukang
bangunan yang sering nongkrong di depan rumahku. Jika Anda suka dengan
ceritaku, tolong berikan nilai A untuk ceritaku, oke :) Website: http://www.angelfire.com/falcon/brycejlover/profileindo.html *****
Judul yang sangat unik nan sederhana, '0'. Itulah bentuk anusku setelah
disodok kontol oleh seorang pekerja toko bangunan. Ceritanya begini:
Tepat di sebelah rumahku terdapat sebuah toko bangunan yang selalu
men-supply debu ke rumahku. Bayangkan saja, setiap hari pasti akan ada
kiriman debu. Tak heran sebab toko itu menjual pasir, batu bata, dan
semua bahan bangunan yang kotor.
Satu-satunya hal yang baik adalah banyaknya para kekerja toko
bangunan yang sering duduk di depan rumah ortu-ku. Seringkali saya
berpura-pura berdiri di depan pintu hanya untuk melihat tubuh telanjang
mereka yang berkilauan saat mereka sibuk menaikkan atau menurunkan
barang-barang bangunan ke truk. Kontolku sering ngaceng berat! Dari
antara semua pekerja hanya ada satu yang menarik perhatianku.
Tampangnya agak lebih tua dari yang lain. Tua di sini bukan berarti
tua renta dan keriputan, melainkan dewasa. Mungkin umurnya sekitar
tigapuluhan, terlihat macho sekali meskipun tubuhnya tidak kekar
berotot. Yang paling kusuka darinya adalah tatapan tajamnya dan juga
brewok tipis berumur 1 atau 2hari. Ah, seksi sekali!! Sungguh
mengobarkan nafsu birahiku! Biasanya dia memakai kemeja usangnya dan
topi (model topi sekolah) Di sekeliling topinya sering diselipkan
saputangan, agak seperti topi tentara Jepang. Abang itulah sasaran
utamaku! ;)
Pernah beberapa kali saya berpapasan dengannya saat hendak membeli
sesuatu di warung. Dia sering kali menatapku tajam-tajam, seakan-akan
ingin berkata, 'Awas loe. N'tar gue ngentotin pantat loe!' Tapi kami
tak pernah saling bertukar sapa karena kami tak saling mengenal. Saya
terus berusaha mencari kesempatan untuk mendekatinya. Akhirnya
kesempatan itu pun datang!
Ortu-ku sedang pergi, hanya ada saya saja di rumah. Kesempatan emas
untuk 'menembak' abang pekerja favoritku. Kebetulan dia juga sedang
sendirian, duduk tepat di depan rumahku. Benar-benar kesempatan. Saya
pun membuka pintu depan dan berpura-pura terkejut melihatnya. Untuk
pertama kalinya, saya menyapanya.
"Wah, sedang istirahat, yah?"
Abang itu tidak berkata apa-apa, sepertinya malah agak terganggu karena baru saja kusapa. Tapi saya bersabar dan mencoba lagi.
"Abang pasti haus. Mau minum gak? Kebetulan di dalam ada air
dingin. Kalau Abang mau, Abang boleh masuk kok. Kebetulan saya sedang
sendirian dan butuh teman bicara."
Mendengar bahwa saya sedang sendirian, matanya berbinar-binar.
Namun rupanya dia memang tak suka berbicara sebab dia hanya
mengeluarkan dehaman pendek yang berarti 'ya'. Saya senang sekali
sampai ingin melompat. Kupersilahkan abang ganteng itu untuk masuk.
"Sebaiknya kita ke kamarku saja. Lebih terasa enak daripada di
ruang tamu," alasanku. Abang itu menurut saja, matanya menatap ke
setiap sudut rumahku. Sesampainya di dalam kamarku, matanya langsung
tertuju pada layar komputerku yang masih menyala.
Memang sengaja kutinggalkan menyala agar dia bisa melihat koleksi
foto-foto pria telanjangku. Saya berpura-pura kaget dan salah tingkah,
agar dia tak curiga.
"Aduh, maafkan saya. Saya cuma iseng kok melihat gambar gituan. Biasa, penasaran."
Tapi tiba-tiba Abang itu menutup pintu dan menguncinya. Tentu saja
saya keheranan. Belum sempat saya bertanya, abang itu membalikkan
tubuhnya dan langsung merobek kemejanya sendiri. Kancing-kancing
kemejanya pun putus dan jatuh berserakan di lantai. Dadanya yang agak
bidang terekspos, untuk kepuasan mata homoseksualku. Selanjutnya kemeja
itu dia lepas dan banting ke lantai.
Saya kesulitan menelan air liurku, terangsang melihat tubuhnya yang
indah. Memang dia tidak sekekar atlit, namun masih punya otot. Yang
paling kugilai dari tubuhnya adalah sepasang putingnya yang keras dan
berwarna coklat. Dan lagipula, dada bidangnya itu agak ditumbuhi
bulu-bulu halus! Saya paling suka pria berdada berbulu. Aahh.. Jantan
sekali. Sangat macho dan maskulin! Tak puas hanya dengan melepas
kemejanya dan mempertontonkan dadanya, abang itu meraih celana
panjangnya yang berdebu dan mulai melepasnya.
SROT! Celana itu terjatuh ke lantai. Dengan sensual, abang itu
menarik-narik karet celana dalamnya. Beberapa detik kemudian, celana
dalam itu juga dilepaskannya. Mataku terpaku pada kontolnya yang mulai
hidup. Kontol bersunat itu mulai bangun dan menatapku balik. Lubang
kontolnya serasa menantangku. Kini, berdiri bertelanjang bulat, abang
itu mengelus-ngelus dadanya sendiri.
Bagai tersihir, saya pun segera melepaskan pakaianku. Mudah bagiku
untuk melakukannya sebab saya hanya memakai kaus dan celana pendek saja
(tanpa celana dalam). Kontolku yang dari tadi ngaceng melompat keluar
dan memperkenalkan dirinya. Abang itu nampaknya puas melihat tubuh
telanjangku. Tanpa bicara, dia langsung memelukku dan mulai menciumiku.
Tingkah lakunya agak kasar dan sama sekali tidak romantis, tapi saya
suka. Saya suka menyerahkan diriku padanya. Memang saya sudah bukan
perjaka lagi; saya pernah dingentot cowok lain. Namun, pantatku masih
perjaka dari kontolnya ;.
"HHOOH.. AAHH.. HHOHH.." Kudengar napasnya menderu-deru di
telingaku ketika dia sibuk menciumi dan menjilati mukaku. Kontolnya
mulai melelehkan precum dan mengenai tubuh bagian bawahku. Kontol kami
saling beradu saat kami saling mencium dengan liar. AAahah.. Belum
pernah saya bertemu dengan pria yang bernafsu sekali seperti abang itu.
SLURP! SLURP! Bunyi suara mulutnya saat dia menyedot-nyedot lidahku. Kemudian, di antara deru napasnya, dia pun berbicara.
"OOHH.. Gue doyan cowok Cina.. HHOOHH.. Putih, halus, mulus..
HHOOSSHH.. Kayak loe.. AAHH.. Gue ngaceng berat nih.. AAHH.. Mau
ngentotin loe.. HHOOHH.."
Tangannya yang kuat meremas-remas dada, perut, dan putingku. Dia
benar-benar sangat menikmati tubuhku, dan saya pun lega dia suka. Tak
lupa kuremas balik dadanya seraya memegang-megang putingnya. Aahh..
Keras sekali. Ingin rasanya kujilati puting itu.
"AAHH.. OOHH.. UUHH.." erangnya.
"Hhohh.. Aahh.." desahku saat kubiarkan dia memelukku lagi. Lalu kini gantian saya yang berbicara.
"Oohh.. Yaa.. Gue pengen dingentot.. Aahh.. Gue pengen berhomoseks
ama abang.. Oohh.. Tolong ngentotin gue, Bang.. Hhoosshh.. Kontol
abang.. Aahh.. Gede sekali.. Gue suka kontol.. Aahh.."
Sengaja kujilati leher dan telinganya. Reaksinya, sekujur tubuhnya seakan-akan tersengat listrik.
"Oohh.. Gue suka badan abang.. Oohh.. Gue mau menyepong kontol abang.. Aahh.. Boleh kan?"
Tanpa bicara, abang itu mendorong tubuhku turun. Dengan senang
hati, saya berlutut dan menyembah kontolnya. Bagiku kontolnya sangat
indah sekali. Kepalanya besar dan mengkilat bagaikan buah ceri.
Batangnya yang panjang nampak kokoh, menyatu dengan tubuhnya. Sedangkan
kedua bola pelernya menggantung-gantung dengan sensual. Ah, saya tidak
tahan lagi. Saya harus mencicipi kontolnya! Tanpa takut ataupun ragu,
kupegangi bola pelernya dan mulai kuperas-peras seraya kutarik-tarik.
Saya bayangkan bahwa bola pelernya seperti pegangan pompa air. Jika
saya menarik bolanya, maka kontolnya akan menyemburkan pejuh segar
untukku.
Abang itu mendesah-desah keenakkan saat kuremas-remas bola
pelernya. Kepalanya ditengadahkan dan matanya terpejam rapat-rapat,
menikmati sentuhan tanganku yang hangat. Berhubung kepala kontolnya
nampak sangat menggoda dan indah, sebelum kusedot, saya mencium-cium
kepala kontol itu terlebih dahulu. Baru kemudian, kutelan kontolnya,
seluruhnya.
"AAMM.."
SLURP! SLURP! Rasa precumnya langsung menyerang lidahku, asin-asin
nikmat. Saya berusaha menjilat-jilati bagian bawah kepala kontolnya dan
memastikan bahwa dia mengerang lagi. Kemudian, kumain-mainkan lubang
kontolnya. Kontolnya terangsang dan lebih banyak precum dikeluarkan.
"Aahh.. Oohh.. Yyeess.. Sedot terus.. Aahh.. Sedot kontol gue..
Aahh.,.. Hhoosshh.. Sedot terus.. Aahh.. Jangan stop.. Aahh.. Loe hebat
banget.. Aahh.."
Menyedot kontol memang bukan masalah sebab saya sudah sering
menyedot kontol cowok. Saya memang sangat memuja kontol. Bahkan di
laciku ada sebuah dildo (kontol palsu) yang sering kucium sebelum saya
tidur. Dari semua kontol yang pernah kusedot, kontol abang itulah yang
paling enak! Kepalanya pun terasa licin dan enak di lidah. Apalagi dia
baik sekali, menghadiahkanku precum banyak sekali. Saya sampai
kewalahan menyedot precumnya. Enak banget.
"MMPPHH.. MMPPHH.. MM.." Saya hanya mampu bersuara seperti itu, dengan kontol abang itu menyumbat mulutku. SLURP! SLURP!
Abang itu mengerang semakin keras dan dia mulai ingin mengendalikan
permainan. Kini dialah yang pro-aktif. Kontolnya disodok-sodokkan ke
dalam mulutku seperti gerakan orang ngentot. Namun saya bersikeras
untuk menyedotnya, maka pertarungan pun terjadi. Mulutku sering kali
bertabrakkan dengan kontolnya. Dia ingin mengentot mulutku dan saya
ingin menyedot kontolnya. Sampai akhirnya dia pun tiba pada puncak
kenikmatannya.
Dengan melenguh panjang bak kerbau, kontol abang itu mengembang dan
mulai menembak-nembakkan pejuh ke dalam mulutku. CCRROOTT!! CCRROOTT!!
CCRROOTT!! CCRROOTT!! Langsung saja kusedot dan kutelan semua pejuhnya
itu. Mm.. Sungguh nikmat! Pejuh terlezat yang pernah kutelan. Rasa
asin, pahit, dan manisnya bercampur dan terasa pas di lidah. CCRROTT!!
CCROOTT!! Sementara itu, abang itu terus saja mengerang-ngerang sampai
pejuhnya habis terkuras di dalam mulutku.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! ARRGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Tubuhnya terkulai
lemas, namun masih sanggup berdiri. Setelah kontolnya bersih kujilati,
baru kulepaskan kontolnya dari mulutku. Setetes pejuhnya menempel di
bibirku namun langsung kujilat habis. SLURP!
"Abang masih kuat? Sebab gue masih belum dientot dan gue kepengen
banget dientot. Ayolah, Bang. Ngentot yach?" mohonku sambil
menunggingkan pantatku dan memain-mainkan lubang anusku dengan jariku.
Saya merasa sangat rendah seperti pelacur, namun saya tak dapat
menyangkal hasrat birahi homoseksualku untuk abang itu. Pokoknya abang
itu harus menancapkan kontolnya di anusku! Abang itu hanya tersenyum
mesum melihat kelakuanku. Lalu tanpa bicara, dia langsung menarik
tubuhku.
Sebelumnya saya sedang menungging dengan pantatku menghadap
wajahnya. Abang itu menarikku ke arahnya, tepat ke kontolnya! Kontol
abang itu besar sekali, tapi saya tidak takut. Malah saya mengharapkan
kontol itu untuk merusak anusku. Saya ingin disodomi! Saya ingin
dingentot! Saya ingin berhomoseks! Ngentotin saya! Dan abang itu pun
mengentotin pantatku.
Sambil memelukku dari belakang, abang itu menusuk-nusuk lubang
anusku dengan kontolnya. Butuh beberapa saat sampai kontolnya akhirnya
berhasil masuk dan membenamkan dirinya. PLOP! Aahh.. Hangat sekali
kontolnya. Abang itu meraba-raba tubuh bagian depanku, terutama dada
dan putingku. Tak lupa juga dia mengerjain kontolku yang sudah
belepotan precum. Kami terbakar nafsu dan kami akan segera terbakar
hangus.
"AARRGGHH!!" erangku saat dia mulai menggenjot pantatnya.
"AARRGGHH!! AAHH!! sakit sekali, Bang! AARRGGHH..!! Ayo, terus!
AARRGGHH!! ngentot yang keras.. AAHH.. OOHH!!" Meskipun sakit,
kupaksakan diriku karena saya memang butuh kontol.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!!"
Eranganku semakin menjadi-jadi saat abang itu semakin membabi-buta
dengan ngentotnya. Lubang anusku dipaksa untuk mengakomodasi kontolnya
yang gemuk. Belum pernah ada kontol sebesar itu masuk menginvasi
anusku.
"AARRGGHH!!" erangku lagi.
"Oohh.. Aahh.. Hhoohh.. Oohh.. Hhoosshh.." napas abang itu menderu-deru seperti banteng ngamuk.
Matanya tertuju pada punggungku, serius sekali. Wajahnya sedikit
meringis menahan rasa sakit akibat kontolnya harus dipaksakan masuk ke
lubang sesempit anusku. Namun dia juga puas dan memaksakan dirinya.
Kontolnya terus menerus memompa lubangku bagaikan kerja mesin yang
tiada henti. Seiring dengan sodokannya dia selalu menyuarakan
erangannya.
"AARGGH!! AARRGGHH!! AARGHH!! AARRGGHH!!" Cairan precum semakin
banyak dikeluarkan kontolnya, melumasi jalan masuk ke anusku. Kontolnya
kurasakan berkedut-kedut dengan gairah.
"Aahh.. Oohh.. BANGSAT! aahh.. Ketat banget pantat loe.. Aahh.."
Dengan memegangi pundakku, abang itu menyodomiku makin keras.
Semakin lama, tubuh kami saling terguncang akibat sodokan kontolnya
yang maha dahsyat.
"AAHH.."
Syaa terpaksa harus mengocok kontolku sendiri karena abang itu
telah berhenti mengerjai kontolku. Tanpa ampun, saya remas dan saya
kocok kontolku, memaksaku untuk ngecret secepat mungkin. Nafsu birahiku
semakin tinggi dan terlihat apd akontolku yang semakin ngaceng. Rasanya
nyaris sakit, sebab kontolku butuh pelepasan dengan ngecret.
"AARRGGHH!!" erangku.
"Ngentot terus.. AAHH.. OOHH.. Ngentot! aahh.. Negntot terus! oohh..!!"
Kontolku mulai berkedut-kedut, pertanda orgasmeku mendekat.
Demikian pula dengan kontol abang itu, juga mulai berkedut-kedut. Kami
akan ngecret!
"AARRGGHH!! BANGSAT! Gue bakal ngecret! AARRGGHH!! Terima pejuh
gue!! AARRGGHH!!" Dengan itu, abang itu pun mendorong kontolnya sedalam
mungkin dan terjepit di dalam tubuhku.
"AARRGGHH!!" Kontolnya akhirnya meledak, memuncratkan pejuh berliter-liter.
CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Sementara itu, dia terus-menerus
mengerang-ngerang dan menggeliat-geliat, mirip orang kesakitan.
"AARRGGH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!! UUGGHH!!"
Sungguh pria yang sangat jantan, pejuhnya terasa sangat penuh
sampai-sampai saya merasa seakan-akan pejuhnya akan keluar lewat
hidungku. Rasanya pun hangat; sekujur tubuhku menghangat dan rasanya
sungguh nyaman.
Lalu tibalah giliranku..
"AARGGHH!!" Tubuhku mengejang-ngejang seperti kuda liar lalu
kontolku memuntahkan isinya. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Pejuhku
muncrat banyak sekali, membasahi tubuhku dan juga lantai.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Orgasme menyiksa tubuhku dan saya harus menggeliat-geliat, menahan kenikmatan.
Abang itu lengah dan kontolnya pun terlepas. PLOP! Seiring dengan
itu, banjir pejuh langsung mengalir dari luabng anusku yang menganga.
Bayangkan saja tampangku pada saat itu. Pejuh keluar dari kontolku dan
lubang pantatku. Lantai kamarku kotor sekali. Saya lalu terjatuh ke
lantai, lemas sekali. Tubuhku bermandikan keringat dan pejuh. Sementara
itu abang ganteng itu menundukkan badannya dan menciumiku. Tangannya
menepuk pantatku. Kudengar dia bersiul.
"Wah, lobang pantat loe menganga terbuka, kayak angka nol." Dia pun tertawa dengan leluconnya sendiri.
"Abang suka ama lobang pantat gue?" tanyaku, membalikkan tubuhku dan memandangnya.
Astaga, saya berharap saya dapat menjadi kekasihnya. Tubuhnya,
wajahnya, suaranya, dan kontolnya, semuanya saya suka. Namun apakah dia
akan mencintai seorang cowok Cina seperti diriku? Kontolku kembali
berdiri dan berkedut-kedut saat pikiranku melayang membayangkan abang
itu dan saya naik ke atas ranjang pelaminan sebagai sepasang pengantin
homo.
"Ya, Abang suka banget ama loe. Dan kalo boleh, Abang pengen ngentotin loe lagi," katanya, menciumi leherku dengan bernafsu.
"Astaga? Lagi?", pikirku. Namun saya senang, akhirnya saya
menemukan pria yang bisa mengimbangi nafsu seks-ku. Kami berdua
sama-sama suka berhomoseks. Dan kami pun kembali ngentot. AARRGGHH!!
Kurasakan lubang pantaku semakin besar, di-bor oleh kontolnya. Kuharap
anusku bisa sembuh dan tidak menganga seperti angka 0 untuk selamanya
:)
E N D
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
454,756 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,265 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,247 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,768 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,642 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,247 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,211 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
97,394 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,028 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,496 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
78,974 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,376 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,653 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
74,449 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,840 |
|
|
|
|
|
|
|