|
|
Cerita ini adalah FIKTIF, jadi jika ada di
antara Anda yang merasa kurang menyukai dengan ide dari cerita ini,
saya mohon maaf. Karakter dari cerita ini adalah fiksi, sedangkan
tempat yang ada memang benar adanya, tapi tidak saya tulis secara detil
di mana letaknya. Cerita ini adalah pengalaman saya saat berada di
suatu tempat pemandian umum, meskipun tidak ada kegiatan seks di tempat
tersebut. Jadi ini hanyalah fantasi saya saja seandainya saja hal ini
bisa terjadi. Saya hanya bisa berharap bahwa Anda semua bisa menikmati
cerita dari saya.
*****
Sebelumnya aku perkenalkan dulu, namaku Rian. Tinggiku 170 cm
dengan berat badan 60 kg. Sejak dua hari yang lalu, umurku sudah 17
tahun. Menurutku, wajahku sih sebenarnya biasa saja, tapi banyak yang
bilang kalau aku imut, mungkin karena kulitku yang putih bersih dan
sifatku yang agak kekanakan hingga membuatku masih tampak seperti
anak-anak. Bahkan banyak yang masih menyangka kalau aku masih SMP. Tapi
aku cuek saja dengan anggapan itu, bahkan cenderung senang karena bisa
'menipu' orang dengan tampangku. Aku kira cukup itu saja tentang aku.
Selanjutnya aku akan bercerita tentang seseorang di tempat pemandian
umum.
Aku tinggal di sebuah desa. Kebetulan di desaku air cukup
berlimpah, sehingga ada beberapa tempat di desaku yang digunakan
sebagai tempat pemandian umum. Tapi aku paling suka dengan tempat
pemandian yang di dekat sawah. Bukan karena tempatnya lebih wah, tapi
karena kebanyakan yang mandi di sana adalah orang-orang tua yang
terkadang habis pulang dari sawah mereka.
O ya, aku adalah seorang gay, setidaknya itu anggapanku. Meskipun
sampai saat ini aku belum sekalipun melakukan kegiatan seksual dengan
laki-laki. Aku baru menyadari kalau aku gay saat aku dan kawan-kawanku
melihat film blue, kira-kira tiga tahun yang lalu. Saat itu aku baru
sadar kalau aku tidak tertarik dengan wanita di film tersebut, tapi aku
tertarik dengan pria yang bermain di film itu. Kebetulan pria yang ada
di film itu sudah cukup matang, maksudnya sudah berusia separuh baya
(mungkin sekitar 45-50 tahun). Dan saat itulah aku sadar kalau aku
ternyata menyukai laki-laki yang sudah matang.
Memang selama ini aku selalu mempunyai perasaan yang aneh kalau aku
melihat laki-laki dengan kriteria tersebut. Mungkin karena aku
merindukan sosok seorang ayah yang selama ini tidak pernah aku dapatkan
dari ayah kandungku yang pergi entah kemana. Tapi sebelumnya aku tidak
pernah memikirkannya secara seksual, soalnya karena lingkunganku yang
menyebabkan aku tidak pernah memikirkannya. Dalam lingkunganku adalah
hal yang tabu kalau kita memikirkan laki-laki yang lain secara seksual.
Namun sekarang, pikiran itu mulai ada dalam otakku. Aku mulai merasa
kalau aku tidak hanya memikirkan laki-laki karena figur seorang ayah,
tapi juga karena aku mulai menyukai hal-hal tentang seks dari mereka.
Dan itulah sebabnya aku mulai suka mandi di tempat pemandian yang dekat
sawah.
Suatu hari aku pergi ke tempat pemandian umum tersebut, kira-kira
pada jam 10 pagi. Sebenarnya pada jam-jam begini tempat pemandian
tersebut sepi pengunjung. Tapi memang aku sengaja, soalnya selain ingin
mandi aku juga ingin mencuci pakaian. Jadi sambil aku mencuci pakaian
aku bisa menunggu orang-orang yang akan mandi. Memang selain sebagai
tempat mandi, tempat tersebut juga merupakan tempat orang-orang mencuci
pakaian. Maklum tempat itu merupakan sebuah mata air yang cukup besar
yang airnya selalu mengalir, sehingga tempat tersebut selalu bersih
meskipun digunakan untuk mencuci pakaian sekalipun.
Kira-kira dari jarak sekitar 5 meter dari tempat pemandian
tersebut, aku mulai mendengar suara aneh. Dan semakin aku mendekat,
semakin jelas dalam telingaku kalau suara itu adalah suara orang yang
sedang mengerang dan mendesah. Ada sedikit perasaan yang menyenangkan
yang mulai muncul dalam diriku. Aku yakin sekali kalau ada orang yang
sedang mengadakan aktifitas seksual di tempat pemandian tersebut. Tapi
aku sendiri tidak begitu yakin apa, apakah hanya orang iseng yang
sedang onani, ataukah memang ada orang yang sedang melakukan hubungan
seksual dengan istrinya, atau mungkin dengan selingkuhannya.
Rasa penasaran begitu memenuhi otakku. Aku tidak tahu apa yang
harus aku lakukan, apakah aku hanya harus terus mendengarkan suara
tersebut dan hanya membayangkan apa yang terjadi di dalam tempat
pemandian tersebut, ataukah aku harus masuk ke tempat pemandian
tersebut. Yang jelas tempat pemandian tersebut mempunyai tembok yang
cukup tinggi, sehingga tidak mungkin kalau aku harus mengintip apa yang
dilakukan oleh orang tersebut. Konon ceritanya tempat ini dibangun oleh
pemiliknya karena digunakan sebagai tempat pemilik tersebut
berselingkuh dengan wanita lain. Tapi namanya juga isu, kebenarannya
masih perlu ditanyakan. Apapun alasannya, aku tidak tahu mengapa tembok
tempat ini begitu tinggi.
Akhirnya, dengan tekad yang bulat, aku mencoba memberanikan diri
untuk masuk saja ke tempat pemandian tersebut. Terserah apa yang akan
dikatakan oleh orang tersebut, salah sendiri kalau dia melakukannya di
tempat umum seperti ini. Lagian kalau nanti orang tersebut kesal atau
marah aku akan membuat alasan bahwa aku tidak begitu tahu kalau dia
sedang melakukan hal tersebut.
Dengan jantung yang berdegup begitu keras, aku mulai melangkahkan
kakiku memasuki tempat pemandian tersebut. Dan apa yang aku sangka
ternyata benar juga. Di depanku duduk Mbah Karyo. Mbah Karyo ini
orangnya sudah tua, mungkin sekitar 75 tahun. Tubuhnya juga sudah
banyak yang keriput, tapi tetap masih terlihat kalau Mbah Karyo
menjaganya dengan baik, tentu saja dengan bekerja di sawah. Wajah Mbah
Karyo menurutku sih menarik, mungkin waktu mudanya dulu Mbah Karyo ini
banyak disukai oleh gadis-gadis, soalnya di usianya yang sudah senja
saja, masih tampak garis-garis ketampanan di wajah Mbah karyo. Kulitnya
hitam karena terbakar matahari, tapi di sekitar selangkangannya
kulitnya tampak lebih muda warnanya. Mungkin karena terbiasa bekerja di
sawah, sehingga tubuh yang tidak tertutupi tampak hitam, sedang yang
biasa tertutupi menjadi lebih muda warnanya. Mungkin banyak dari kalian
yang tidak akan terangsang melihat Mbah Karyo dalam keadaan seperti
itu. Tapi aku lain, karena pada dasarnya aku memang menyukai pria yang
sudah matang (tua), maka apa yang terjadi di depanku benar-benar
membuat libidoku langsung menuju puncak. Aku menahan napas melihat apa
yang dilakukan oleh Mbah Karyo.
Mbah Karyo tampak begitu menikmati apa yang sedang dilakukannya.
Dengan mata terpejam dan tangan yang sudah penuh dengan busa sabun,
Mbah Karyo dengan perlahan dan ritme yang teratur sedang mengocok alat
kemaluannya. Begitu pelan, dan begitu teratur, beda dengan aku saat aku
melakukan onani, biasanya aku selalu melakukannya dengan tergesa-gesa,
bahkan seperti orang yang kesetanan. Mungkin karena usia Mbah Karyo
yang memang sudah cukup uzur yang membuatnya begitu menikmati onani
seperti itu, sedangkan aku yang masih muda begini selalu ingin cepat
orgasme untuk kemudian melakukan lagi sekian menit kemudian.
Setiap kali tangannya bergerak naik dia mulai mengerang, dan di
saat tangannya bergerak turun dia mendesah. Tangan kirinya juga tidak
tinggal diam, dia mulai meraba-raba pahanya bagian dalam, terus diraba
sambil terus melakukan onani dengan tangan kanannya. Kemudian setelah
puas meraba-raba pahanya, tangan kirinya mulai bergerak ke arah perut.
Di sini dia memainkan jari-jarinya di sekitar pusarnya. Erangannya
semakin cepat saat dia melakukan kegiatan tersebut. Kemudian tangannya
bergerak lagi ke atas, dan mulai meraba-raba putingnya. Digerakkannya
jarinya melingkar beberapa kali di sekitar putingnya, dan erangan serta
desahannya pun terdengar semakin cepat mengikuti gerakan jari-jarinya.
Tampak Mbah Karyo menikmati sekali dengan apa yang dilakukannya.
Setelah itu dia mulai memilin putingnya, mungkin dia pilin dengan
keras, karena seiring dengan hal itu Mbah Karyo juga mulai mengerang
dengan lebih keras dan lebih cepat. Aku yakin dia benar-benar sudah
dalam keadaan yang sangat terangsang, soalnya gerakan tangan kanannya
juga dipercepat. Erangan dan desahannya semakin cepat dan semakin
keras. Aku pastikan bahwa sebentar lagi Mbah Karyo akan mengalami
orgasme. Tapi aku keliru, karena begitu dia mulai merasa bahwa dia akan
orgasme, secepatnya dia melepaskan tangan kanannya. Meskipun tangan
kirinya masih tetap bermain-main dengan putingnya, tapi tangan kanannya
hanya meraba-raba pahanya bagian dalam. Erangannya juga sudah mulai
melemah dan melambat, hanya erangan sekedar menikmati sensasi yang dia
buat sendiri dengan kedua tangannya.
Setelah meraba-raba pahanya, tangan kanannya mulai memainkan buah
pelirnya. Mbah Karyo mulai memijit-mijit buah pelirnya, dan terkadang
dia menggenggam kedua buah pelirnya dan menariknya menjauhi
selangkangannya sambil mengerang keenakan. Penisnya tampak
bergerak-gerak mengikuti setiap kali dia melakukan hal itu. Dan saat
itulah aku bisa melihat penis Mbah Karyo secara keseluruhan.
Aku cukup terkejut juga dengan penis yang dimiliki oleh Mbah Karyo.
Penisnya tampak lucu sekali. Tidak terlalu besar dan terlalu panjang
memang, bahkan kalau bisa aku katakan untuk ukuran laki-laki dewasa,
ukurannya tergolong cukup kecil. Kalau saya perkirakan panjangnya
mungkin sekitar 10 cm, dengan diameter tidak lebih dari 3 cm. Meskipun
begitu ukuran kantungnya cukup besar, kira-kira sebesar bola tenis, dan
tampak masih kencang dan mengkerut. Tapi justru itu yang membuat
penisnya terlihat lucu dan menarik. Apalagi dengan bentuk yang cukup
bagus, aku benar-benar ingin mengulum penis tersebut, yah hitung-hitung
sebagai latihan untuk pertama kali melakukannya. Kalau penisnya masih
kecil begitu kan aku tidak bakal kesulitan untuk melakukan oral sex.
Nafasku sudah mulai memburu karena terangsang dengan apa yang
kulihat, bahkan sepertinya aku sudah kesulitan untuk menelan ludahku
karena keinginan untuk mendekati Mbah Karyo. Tapi aku tidak punya
keberanian untuk melakukannya, sehingga aku hanya menikmati saja
pertunjukan itu dari tempatku berdiri. Sambil melakukan hal tersebut,
mata Mbah Karyo masih tetap terpejam.
Ke Bagian 2
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
455,142 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,339 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,291 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,957 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,760 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,285 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,320 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,130 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,531 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
79,000 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,401 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,689 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
74,477 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,858 |
| Proyek Biologi Yang Sukses |
brycejlover@yahoo.com |
60,176 |
|
|
|
|
|
|
|