|
|
Dari Bagian 2 Aku segera memegang penis Mbah Karyo dan meremas-remasnya. Mbah Karyo
hanya diam dan tersenyum. Aku benar-benar tidak tahu apa yang
dipikirkan oleh Mbah Karyo saat ini. Tapi aku tidak peduli dengan apa
yang dipikirkannya. Aku hanya peduli bahwa apa yang aku lakukan dapat
membuat Mbah Karyo keenakan. Dan aku segera melakukan langkah
selanjutnya. Meskipun sebenarnya masih sedikit jijik, aku segera
mendekatkan mulutku ke kantung Mbah Karyo. Semakin dekat aku ke tempat
tersebut, semakin kuat aroma yang tercium oleh hidungku. Tampak bau
yang segar karena habis mandi, tapi juga bercampur dengan bau seks yang
cukup kuat yang keluar dari bagian selangkangan Mbah Karyo. Kepalaku
mulai sedikit berdenyut dengan bau yang aku terima tersebut. Dan
libidoku semakin memuncak dengan aroma yang aku dapatkan dari
selangkangan Mbah Karyo.
Segera aku membuka mulutku dan mulai menjilati kantung yang berada
di depanku. Rasanya ternyata tidak seperti yang aku bayangkan. Aku
berpikir bahwa akan terdapat banyak kotoran di tempat tersebut sehingga
akan terasa sedikit asin dan kotor. Tapi aku hanya merasakan kesegaran
dan memang sedikit asin. Tapi aku mulai menyukai rasa itu.
Setelah puas menjilati kantung itu, aku mulai mencoba menggigit
bola yang cukup besar, dan mencoba mengulum bola tersebut ke dalam
mulutku. Pertama kali aku merasa kesulitan untuk bisa benar-benar
mengulum bola tersebut, tapi setelah aku mencoba sekali lagi, aku bisa
memasukkannya ke dalam mulutku dan mulai menyedot dan terkadang
mengunyah bola tersebut.
Tampak nafas Mbah Karyo mulai sedikit memburu, dan dia juga mulai
mendesah dan mengerang. Mungkin Mbah Karyo suka dengan apa yang aku
lakukan, mungkin ini adalah bagian dari Mbah Karyo yang membuat dia
bisa menjadi lebih terangsang. Dan itu terbukti karena selain mendesah
dan mengerang, tampak dari panisnya keluar precum yang cukup banyak.
Aku baru menyadari kalau ternyata precum yang diproduksi oleh kantung
Mbah Karyo juga cukup banyak juga. Kalau orang yang melihat, mungkin
akan mengira kalau Mbah Karyo sedang kencing, tapi karena aku tahu apa
yang kami lakukan, maka aku juga tahu cairan apa sebenarnya yang keluar
dari penis Mbah Karyo tersebut.
Aku terus melakukan hal tersebut selama beberapa menit, dengan
melakukan pergantian antara bola yang kiri dan kanan. Setelah aku cukup
puas dengan apa yang kulakukan, aku mulai menjilati batang di atasku.
Tanganku yang dari tadi hanya terdiam di lutut Mbah Karyo mulai
bergerak mengelus-elus paha Mbah Karyo. Mbah Karyo mulai mendorongku
melakukan apa yang sedang aku lakukan dengan mendesah dan mengerang
lebih keras dan cepat.
Sambil terus menjilati penis Mbah Karyo, tanganku mulai bergerak
lebih jauh. Sementara tangan kiriku bergerak ke arah penis Mbah Karyo,
tangan kananku bergerak menuju perut Mbah Karyo. Aku mulai melakukan
apa yang tadi dilakukan oleh Mbah Karyo, jari telunjuk tangan kananku
melakukan gerakan melingkar di pusar Mbah Karyo dengan gerakan yang
lembut, sementara jari-jari yang lain mencoba mengelus-elus bagian
perut Mbah Karyo. Sedangkan tangan kiriku mulai mengelus-elus kantung
Mbah Karyo kemudian ke atas ke arah penisnya.
Lidahku mulai menjilati bagian kepala dari penis Mbah Karyo. Tampak
precum yang keluar dari penis Mbah Karyo semakin banyak. Lidahku dengan
rakus menjilati setiap tetes precum yang keluar dari lubang kencing
Mbah Karyo tersebut. Tak sedikitpun aku merasa risih dengan apa yang
aku lakukan. Sebaliknya aku sangat menyukai dengan apa yang aku lakukan
dan apa yang aku rasakan. Jelas sudah bahwa aku memang gay.
Tangan Mbah Karyo juga kini mulai agresif. Kedua tangannya kini
berada di kepalaku setelah sebelumnya tangannya berada di belakang
sambil menyangga tubuhnya yang sedikit miring ke belakang. Dengan duduk
lebih tegak, Mbah Karyo kini mulai memegangi kepalaku, memberikan
belaian pada rambutku sambil mulutnya terus mendesah dan mengerang
kenikmatan. Sensasi yang ditimbulkan dari apa yang dilakukan Mbah Karyo
dengan tangannya benar-benar membuatku menjadi semakin nyaman. Ada
banyak rasa bercampur dalam diriku saat ini. Di satu sisi aku merasa
sangat bergairah karena nafsu, di sisi lain aku merasa disayang seperti
anak yang disayangi oleh ayahnya.
Tangan kananku mulai bergerak lebih ke atas saat ini. Dan tangan
itu sampai juga ke tempat yang memang aku tuju. Setelah meraba-raba
dadanya yang sudah sedikit keriput, aku mulai memainkan puting susunya
dengan jari-jariku. Aku pilin dan aku tarik puting susu Mbah Karyo
dengan lembut beberapa kali, dan setelah itu aku memilinnya dengan
sedikit keras. Mbah Karyo menyetujui apa yang aku lakukan dengan
mengerang lebih keras dan tangannya menjambak rambutku dengan cukup
keras. Selain itu aku juga dihadiahi dengan semakin membanjirnya precum
yang diproduksi oleh kantung Mbah Karyo.
Aku semakin bernafsu untuk terus memuaskan Mbah Karyo. Dan aku
mulai membuka mulutku lebih lebar, dan aku mulai mengulum penis Mbah
Karyo. Tanpa kesulitan yang berarti, aku bisa langsung memasukkan
seluruh batang penis Mbah Karyo ke dalam mulutku. Bahkan aku tidak
merasa tersedak sama sekali. Semuanya begitu sempurna, untuk pertama
kali dalam hidupku aku mengulum penis laki-laki dan aku tidak mengalami
kesulitan.
Aku biarkan penis Mbah Karyo berada dalam mulutku sambil aku
menikmati sensansi yang diberikan oleh penis Mbah Karyo di dalam
mulutku. Selain denyut otot yang terasa sangat jelas di lidahku, precum
yang terus menerus mengalir, kekerasan penis Mbah Karyo yang luar biasa
tapi juga kelembutan dan kehangatan penis tersebut di mulutku. Hal itu
benar-benar membuatku tidak ingin melepas penis Mbah Karyo untuk
selamanya. Ingin rasanya aku terus berada dalam keadaan seperti ini
selama hidupku.
Mbah Karyo kembali mengerang ketika tangan kiriku mulai
meninggalkan selangkangannya dan mulai memilin puting susu yang satunya
lagi dengan keras, lebih keras dari apa yang telah tangan kananku
lakukan. Dan seiring dengan erangan tersebut, precum yang dihasilkan
oleh Mbah Karyo juga semakin berlimpah. Kemudian sambil menjambak
rambutku, Mbah Karyo mulai memaju mundurkan kepalaku. Aku mencoba untuk
tetap terus memberikan kepuasan kepada Mbah Karyo.
Sementara Mbah Karyo terus memaju mundurkan kepalaku, penis Mbah
Karyo di dalam mulutku mulai aku permainkan dengan lidahku. Lidahku
terus bergerak, memijit setiap senti dari batang Mbah Karyo yang maju
mundur di dalam mulutku. Terkadang lidahku aku gerakkan melingkari
kepala penisnya dan menjilat lubang kencingnya sambil kusedot batang
penisnya dengan kencang.
Mbah Karyo semakin mengerang dan mendesah dengan keras dan cepat.
Sementara itu tangan kananku mulai bergerak meninggalkan dadanya untuk
sedikit mundur kebelakang. Aku ingin merasakan setiap bagian dari tubuh
Mbah Karyo di saat aku memiliki kesempatan untuk itu. Aku raba
punggungnya dan terus ke bawah ke bagian pinggannya. Sebenarnya aku
ingin sekali meremas-remas pantatnya, tapi sayang, dalam keadaan Mbah
Karyo duduk begini aku tidak bisa melakukan hal tersebut. Akhirnya
tangan kananku kembali lagi ke dada Mbah Karyo, sedangkan tangan kiriku
juga kembali ke bagian bawah.
Sambil terus menyedot penis Mbah Karyo, tangan kiriku mulai
meraba-raba paha Mbah Karyo. Sementara tangan Mbah Karyo digerakkan
semakin cepat dan tidak itu saja, kali ini pinggul Mbah Karyo juga
turut serta menikmati kenikmatan yang aku berikan kepada Mbah Karyo.
Dengan irama yang cepat tapi teratur, Mbah Karyo menggerak-gerakkan
kepalaku maju dan mundur sambil pinggulnya menyamai gerakan yang
dilakukan oleh kepalaku. Jika Mbah Karyo mendorongku semakin masuk,
maka pinggulnya akan bergerak maju, dan jika Mbah Karyo menarik
kepalaku menjauh, maka pinggulnya juga akan bergerak menjauh. Kami
terus melakukan hal tersebut selama beberapa menit. Sementara tangan
kananku masih tetap memilin puting Mbah Karyo, tangan kiriku sekarang
berada di kantung Mbah Karyo yang besar.
Mbah Karyo masih terus melakukan gerakan-gerakan teratur antara
ayunan tangannya di kepalaku dan pinggulnya. Dan saat itu tangan kiriku
mulai memijit buah pelir Mbah Karyo dengan lembut. Sambil terus
memijit, aku juga terkadang menggenggam dan menarik kantung tersebut
dengan lembut. Kami terus melakukan hal tersebut selama beberapa menit
ke depan. Aku sendiri sudah tidak tahu berapa lama kami melakukan
kegiatan ini. Tapi aku menyadari bahwa hari semakin siang, dan aku tahu
bahwa sebentar lagi tempat ini bakal ramai oleh orang-orang yang pulang
dari sawah, maka aku memutuskan bahwa untuk saat ini aku pikir sudah
waktunya menyudahi permainan ini.
Maka dengan tangan kananku memilin puting susu Mbah Karyo dengan
keras, tangan kiriku juga memijit kedua buah pelir Mbah Karyo dengan
keras sambil aku menarik kantung tersebut. Mbah Karyo mengerang dan
mendesah sangat keras karena apa yang aku lakukan. Sementara itu
mulutku mulai lebih agresif memperlakukan penis Mbah Karyo. Aku
menyedot, menjilati dan terkadang menggigit penis Mbah Karyo yang sudah
cukup lama berada di dalam mulutku.
Gila, untuk orang yang sudah cukup umur, Mbah Karyo cukup kuat juga
menahan miliknya agar tetap tegak berdiri. Sampai detik ini penis Mbah
Karyo tidak mengalami penurunan kualitas kekerasannya. Bahkan menurutku
semakin lama Mbah Karyo melakukannya aku merasa bahwa penis Mbah Karyo
justru semakin mengeras.
Dan setelah beberapa saat aku melakukan hal di atas, terasa olehku
bahwa penis Mbah Karyo semakin mengeras, kepala penisnya sendiri
semakin mengembang. Erangan dan desahan Mbah Karyo makin keras.
Pegangan tangan Mbah Karyo di kepalaku semakin menguat, sehingga aku
merasa sedikit kesakitan karena rambutku dijambaknya, meskipun aku
sudah tidak mempedulikannya lagi. Gerakan pinggul Mbah Karyo juga
semakin kencang. Aku rasakan kalau kantungnya mulai mengerut.
Dan dengan sentakan terakhir, Mbah Karyo mulai mengerang dengan
sangat keras gerakan pinggulnya semakin kencang dan tiba-tiba aku
merasakan cairan yang lebih kental dan lebih panas yang keluar dari
penis Mbah Karyo. Banyak sekali sperma yang dikeluarkan oleh Mbah
Karyo, sampai-sampai aku tidak sanggup menampung semuanya ke dalam
mulutku. Beberapa bagian dari sperma tersebut langsung aku telan,
sementara beberapa yang lainnya menetes dari mulutku.
Akhirnya selesai sudah petualangan pertamaku dengan seorang
laki-laki, meskipun aku sendiri sebenarnya belum keluar. Penisku yang
sejak tadi sudah tegang terasa sangat sakit terperangkap dalam
celanaku. Sementara itu Mbah Karyo tampak tersenyum puas dengan apa
yang telah aku lakukan.
"Terima kasih," kata Mbah Karyo sambil tersenyum.
Hanya itulah kata-kata yang diucapkan oleh Mbah Karyo. Tapi aku
tidak peduli. Aku sudah cukup senang karena telah memberikan kepuasan
kepada Mbah Karyo, dan aku sendiri juga puas dengan apa yang telah aku
lakukan. Sebenarnya aku menunggu kata-kata selanjutnya yang akan
diucapkan oleh Mbah Karyo, tapi terlihat Mbah Karyo tidak ingin
mengatakan apa-apa lagi. Mbah Karyo hanya tersenyum sambil memandangiku
dan mengusap-usap rambutku. Aku sendiri tidak tahu apa yang
dipikirkannya, sementara dalam pikiranku ingin sekali aku mencium bibir
Mbah Karyo yang sedang tersenyum itu. Ingin rasanya aku meminta Mbah
Karyo untuk membantuku agar aku juga bisa keluar. Tapi semua tidak aku
lakukan, aku hanya terdiam di tempatku, sebelum akhirnya aku sadar
bahwa di sekitarku mulai terdengar beberapa orang yang sedang menuju
kemari. Aku akhirnya kembali ke cucianku yang kutinggalkan untuk
melayani Mbah Karyo, dan Mbah Karyo juga mulai menyelesaikan mandinya.
Dan petualangan ini pun akhirnya benar-benar berakhir.
*****
Demikian ceritaku, saya harap kalian menyukainya. Jika ada
komentar, saya dengan senang hati akan melayaninya, meskipun mungkin
tidak dengan cepat karena saya tidak terlalu sering main internet.
Sekali lagi ini hanyalah daya khayal saya, jadi apapun yang terjadi di
cerita ini belum tentu terjadi di kehidupan nyata. Jadi buat kalian
yang suka mandi di tempat umum, belum tentu orang yang mandi bersama
Anda juga menginginkan seperti apa yang terdapat di cerita ini.
Meskipun begitu, buat kalian yang suka berpetualang, happy hunting.
Salam dari saya, Elmo.
E N D
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
455,142 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,339 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,291 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,957 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,760 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,285 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,320 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
97,434 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,130 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,531 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
79,000 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,401 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,689 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
74,477 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,858 |
|
|
|
|
|
|
|