|
|
Cerita ini fiktif belaka dan tokoh-tokohnya
juga rekaan saja. Cerita ini memang agak panjang tapi sarat dengan
adegan gay seks yang panas dan merangsang! Bagian yang paling seru
adalah bagian belakang di mana para tokoh ceritaku memuncratkan
pejuhnya. Croott!! Croott!! Setelah seks panjang yang panas. Jadi, baca
sampai habis yach :)
http://www.angelfire.com/falcon/brycejlover/index.htm http://endy2004.blogspot.com Email Friendster.com: midnight_lantern2004@yahoo.com *****
Siang itu, aku berjalan tertatih-tatih dengan perasaan tak menentu
menuju ruang tunggu seorang dokter. Saya mendapatkan alamatnya dari
temanku. Katanya dokter ini hebat sekali dalam ilmu pengobatan. Dan
saat itu aku memang benar-benar membutuhkan dokter yang hebat. Anusku
berkedut-kedut agak nyeri. Semua gara-gara ulah salah satu teman gayku.
Kami bertemu, merasa cocok, dan berakhir dengan seks yang luar biasa.
Namun karena kontolnya besar, anusku dihajarnya habis-habisan sampai
berdarah-darah. Dia memang jago sekali dalam hal mengentot. Aku
dibuatnya kehabisan napas. Namun aku sangat menikmatinya. Sudah hampir
satu minggu berlalu namun anusku masih juga tetap sakit, terasa seperti
terbakar api. Karena takut infeksi, saya memberanikan diri untuk
menemui seorang dokter. Jadi itulah awal mulanya bagaimana saya bisa
sampai duduk di ruang tunggu itu.
Jumlah pasien pada siang itu sedikit sekali, hanya ada aku, pasien
satu-satunya di ruangan itu. Seorang pria muda yang seksi dan tampan
duduk di depan ruang praktek. Dia adalah asisten sang dokter dan
bertugas untuk mendaftar para calon pasien. Pakaiannya rapi dan
tampangnya oke. Sekilas wajahnya agak mirip dengan wajah Irgi, pembawa
acara Indonesian Idol. Tapi pemuda ini berambut cepak dan tampak ada
brewok tipis tumbuh di rahangnya. Sungguh tampak seksi dan maskulin.
Aku harus berjuang keras untuk menjaga agar kontolku tidak tegang.
Badannya memang tidak besar namun tampak kuat dan atletis. Tangannya
kokoh sekali dihiasi otot dan urat. Sambil menunggu giliranku,
diam-diam aku mencuri pandang ke arahnya.
"Nama Anda?" tanyanya, suaranya terdengar tegas namun seksi.
Aku hampir pingsan saat pemuda ganteng itu menatapku, matanya
seolah-olah memanggilku untuk mendekat. Aku bergegas bangun dari tempat
dudukku dan berjalan menghampirinya. Kukatakan padanya namaku dan juga
semua informasi lainnya yang dia minta. Pria muda itu segera
mencatatnya di buku daftar pasien. Dan tiba-tiba dia menanyakan
pertanyaan yang membuatku tidak nyaman.
"Keluhan Anda?" Wajahku memucat. Aku merasa malu sekali untuk
memberitahukannya bahwa anusku perih akibat disodomi. Tapi aku tak
punya pilihan lain.
"Mm.. Anu.. Pantat saya perih," jawabku pelan, kepalaku tertunduk malu.
"Kamu homo? Abis dientot ama cowok?" tanyanya kembali sambil tersenyum mesum.
Tiba-tiba saja gaya bicaranya berubah mesum. Kata-kata kotor keluar
begitu saja dari mulutnya. Ditanya seperti itu, aku hanya terdiam, tak
mampu berkata-kata. Dan tampaknya kebisuanku sudah merupakan jawaban
yang memuaskan baginya. Pemuda ganteng itu hanya tertawa saja.
"Tenang, saya cuma bercanda, kok. Gak perlu khawatir. Saya sangat
terbuka dengan para pria homoseksual. Sebenarnya banyak juga pria
homoseksual yang sering datang ke sini. Jadi, aku sudah terbiasa." Dia
tersenyum lebar, senang melihatku sempat kebingungan.
"Kapan-kapan mau nggak aku sodomi? Tapi aku bukan homo, loh," tambahnya lagi. Pria muda itu memang iseng!
"Silakan duduk dulu. Nanti kupanggil," sambungnya, masih tertawa.
Aku mendadak merasa sangat bodoh telah mengira bahwa dia juga gay. Tapi
dalam hati, saya berharap bahwa pemuda straight itu diam-diam menyukai
pria homo.
Rasanya lama sekali, harus duduk menunggu di bawah tatapan sang
asisten. Sesekali, dia menyuarakan siulan nakal seakan aku adalah obyek
seks yang panas. Aku hanya berani menatapnya secara sembunyi-sembunyi.
Pemuda itu memang sangat ganteng. Aku tak keberatan disodomi olehnya
jika dia memang mau. Lima menit kemudian, namaku dipanggil. Pemuda itu
membukakan pintu ruangan praktek sang dokter dan mempersilakanku untuk
masuk. Sambil menahan perih di anusku, aku berjalan masuk ke ruangan
itu. Dan tiba-tiba saja pemuda itu menepuk pantatku sambil mengedipkan
matanya ke arahku. Astaga, sebenarnya dia juga homo atau hanya iseng
saja? Namun aku tidak protes, malah aku sangat suka.
"Awas. Dokternya ganteng, loh," bisiknya, nakal. Setelah aku masuk,
pemuda kembali ke mejanya setelah menutup pintu. Tinggallah aku di sana
dengan sang dokter.
Begitu mataku melihat sang dokter itu, aku langsung terpesona. Usia
dokter itu masih lumayan muda, mungkin di awal 30-an. Rambutnya
terpotong pendek dan rapi, nyaris cepak. Wajahnya memancarkan aura
kejantanan dan keseksian seorang pria sejati. Badannya tampak tegap di
balik jubah dokternya. Saat dokter itu tersenyum padaku, aku nyaris
pingsan!
"Kata asistenku, anusmu perih karena disodomi, ya?" Aku hanya
mengangguk-ngangguk seperti orang bodoh. Namun keramahan dokter itu
menenangkan hatiku.
"Silahkan buka pakaian Anda. Saya ingin Anda bertelanjang bulat,
lalu duduk di ranjang pemeriksaan," katanya sambil sibuk mengambil
peralatan yang akan digunakannya untuk memeriksaku.
Aku sebenarnya malu sekali, apalagi kontolku sedang tegang.
Pakaianku mulai jatuh ke atas lantai, hanya tersisa celana dalam putih
yang masih melekat di tubuhku. Tonjolan kontolku tampak sangat jelas,
tercetak di bagian depan. Noda basah menghiasi bagian itu. Selain itu,
ada pula bekas noda sperma kering yang sudah menguning. Wajahku memerah
seperti tomat. Rupanya aku lupa mengganti celana dalamku dengan yang
baru. Aroma sperma kering dan air seni mulai menyebar dari celana
dalamku. Berhubung aku berdiri sambil membelakangi sang dokter, dia tak
melihat tonjolan kontolku.
Namun tiba-tiba sepasang tangan yang kekar memegang pundak
telanjangku dan kemudian memutar tubuhku. Semua terjadi sangat cepat
sehingga setelah aku menyadarinya aku telah berdiri di hadapan dokter
ganteng itu dengan tonjolan besar dan basah. Dia hanya tersenyum saja.
"Tegang ya? Gak pa-pa, kok. Itu tandanya kamu sehat. Sekarang, buka ya?"
Seperti boneka yang tak berdaya, aku membiarkan dia melucuti celana
dalamku. Kontolku yang tegang langsung terekspos. Tanpa malu, batang
kejantananku berdenyut-denyut dengan bangga di hadapan sang dokter.
"Wah, ukuran yang bagus," komentarnya.
Tiba-tiba saja tangannya melesat ke depan dan menggenggam kontolku
erat-erat. Genggaman itu segera berubah menjadi belaian. Jantungku
berdegup kencang, menahan gejolak nafsu birahi. Mataku terpejam agar
aku bisa merasakan kehangatan dari sentuhan tangannya. Aahh.. Hangat
sekali sentuhannya. Kontolku berdenyut-denyut dengan nikmat di bawah
kendali belaian tangannya.
"Kamu benar-benar homo, ya?" tanyanya tiba-tiba.
Aku membuka mataku dan kutatap wajahnya. Kulihat sorot matanya
penuh dengan birahi. Saat dia melepaskan kontolku, aku merasa sangat
kecewa. Ingin rasanya memintanya untuk memegangnya kembali.
"Naik ke atas ranjang. Ambil posisi merangkak seperti bayi dan hadapkan pantatmu ke arahku. Aku akan memerika anusmu."
Dengan agak kikuk, aku menuruti perintahnya. Berada dalam posisi
seperti itu membuatku merasa sangat rawan untuk digagahi. Bayangkan
saja. Seorang pemuda seksi seperti saya menunggingkan pantatku di atas
ranjang agar dokter itu bisa memeriksa pantatku, seperti adegan di film
porno homoseksual. Kontolku masih saja tegang, bergantung di
selangkanganku. Di depanku adalah tembok putih, kutatap dengan
pandangan kosong seraya menanti sang dokter melakukan tugasnya.
Sayup-sayup kudengar suara sarung tangan karet dipakaikan pada kedua
tangan dokter itu. Kemudian tiba-tiba kurasakan gel kental yang dingin
dioleskan pada anusku. Aku meringis-ringis saat tangannya bersentuhan
dengan anusku yang perih. Dan tanpa peringatan, jari sang dokter
memaksa masuk ke dalam anusku.
"Aarrgghh!!" erangku. Sungguh sakit rasanya, seakan-akan aku kembali disodomi. Jari itu terasa gemuk dan panjang, mirip kontol!
"Oohh!!" erangku lagi. Namun, meskipun kesakitan, kontolku tetap
ngaceng dan malah semakin ngaceng. Precum mulai mengalir keluar dari
lubang kontolku, membasahi area kepala penisku.
"Aahh.." jeritku kali ini.
Dokter itu memutar jarinya hingga hal itu membuatku semakin
kesakitan. Aku hanya dapat mengerang kesakitan sambil tetap
mempertahankan posisiku. Sekujur tubuhku bergetar menahan sakit. Namun,
anehnya, rasa sakit itu malah membuatku semakin bergairah. Mungkin
karena sakit yang kurasakan masih ada hubungannya dengan anus, ditambah
lagi orang yang sedang memeriksa anusku adalah seorang dokter ganteng.
"Wah, anusmu bengkak. Pasti kontol yang masuk ke dalam pantatmu adalah kontol yang besar dan panjang," komentarnya.
Aku hanya meringis-ringis saja. Saat jarinya menyentuh prostatku,
aku hampir terlonjak. Gelombang kenikmatan mendera tubuhku, memaksaku
menuju jurang kenikmatan. Eranganku kembali terdengar saat jarinya
menabrak prostatku lagi.
"Aarrgghh.. Hhoohh.." erangku.
Gairahku naik. Api nafsu membakar diriku. Kontolku berdenyut
semakin keras, hampir saja memuncratkan pejuh keluar. Namun jari dokter
itu malah semakin mengerjai prostatku. Tak ayal lagi, aku harus
berjuang untuk menahan deraan kenikmatan. Memang nikmat sekali, namun
sekaligus terasa menderita sebab aku tak boleh merayu dokter itu. Lain
halnya jika dia juga homo. Tapi melihat tampangnya yang macho dan
berotot, mana mungkin jika dia gay? Memang, pria gay tidak harus lemah
lembut dan feminin. Di film-film porno homoseksual, diperlihatkan bahwa
banyak pria gay yang macho serta berbodi aduhai, kekar bagaikan pahatan
patung Yunani. Namun, aku sendiri belum pernah bertemu dengan pria gay
yang bertubuh kekar.
Ke Bagian 2
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
544,295 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
209,882 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
199,011 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
197,341 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
189,526 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
133,613 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
121,555 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
114,419 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
91,017 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
88,707 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
87,261 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
87,128 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
82,398 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
82,173 |
| Akhirnya Aku Menikmatinya |
perfectnot@rocketmail.com |
65,119 |
|
|
|
|
|
|
|