|
|
Dari Bagian 1 "Aarrgghh.." desahku saat jarinya kembali menyiksaku dengan kenikmatan.
Kain seprei di bawah kontolku sudah basah, ternoda dengan cairan
pra-ejakulasiku.
"Enak ya?" tanyanya. Suaranya terdengar memabukkan, membuatku
semakin horny saja. Dokter itu malah semakin giat menyodomi anusku
dengan jarinya.
"Aarrgghh.. Oohh.. Aahh.." desahku, kepalaku berputar-putar dengan nafsu.
"Aahh.. Iya, dokter.. Oohh.. Enak banget.. Aahh.."
"Lebih enak mana? Jariku atau kontol cowok yang menyodomimu hingga begini?" tanyanya lagi, kali ini lebih menjurus.
Dalam hati, aku bertanya, 'Kok pertanyaannya begitu? Apa maksudnya?
Apa dia juga homo kayak gue?' Namun kuputuskan untuk menjawab saja
secara jujur.
"Aahh.. Jari dokter enak.. Oohh.. Kayak kontol.. Aahh.. Lebih enak
lagi kalo dokter bisa.. Aahh.. Sodomi aku ama.. Hhoohh.. Kontol
dokter.. Aahh.."
Urat maluku mendadak putus begitu saja. Aku tak peduli apakah
perkataanku bakal memancing masalah atau tidak. Yang kutahu adalah aku
terlalu bergairah akibat digoda si dokter itu dan aku harus memuaskan
gairahku.
"Kamu yang minta, loh," ujarnya.
Dan tiba-tiba saja jarinya mundur keluar. Lubangku seketika itu
juga terasa kosong dan menganga lebar. Aku mengerang dengan penuh rasa
putus asa, ingin dikerjai lagi. Namun saat aku menoleh ke belakang, aku
melihat dokter itu sudah bertelanjang bulat. Kontolnya ngaceng dan
panjang, mungkin sekitar 18 sentimeter, bersunat. Kepala kontolnya yang
berwarna kemerahan basah dengan precum. Rupanya dari tadi dia juga
sudah terangsang.
"Kaget, ya? Sebelum tadi aku memeriksa anusmu, aku sudah telanjang duluan. Kamu saja yang tidak sadar," katanya penuh senyum.
Mataku menjalari tubuhnya, dari puncak kepala sampai ke jempol
kaki. Badannya sungguh sempurna. Memang tidak sebesar binaragawan,
namun lumayan berotot seperti petinju. Lehernya kokoh menyangga
kepalanya. Di dasar lehernya, tersambung badan yang luar biasa seksi.
Bahunya lebar dan kekar. Dadanya bidang, padat, dan hampir bengkak
dengan otot. Di bawah dada seksi itu ada otot six-pack yang lumayan.
Sekilas dia sama sekali tak tampak seperti dokter jika sedang
bertelanjang bulat seperti itu. Sungguh, pria sempurna dengan badan
yang sempurna pula. Ketika dia mendekatiku, aku nyaris kehabisan napas
karena tegang! Selama ini aku hanya bisa mebayangkan bercinta dengan
pria atletis seperti dia di dalam benakku, namun tak pernah menyangka
bahwa fantasiku itu akan terwujud.
"Bagaimana? Suka dengan badanku?" tanyanya menggodaku. Aku hanya mengangguk-nganguk seperti orang bodoh.
"Kamu cakep sekali. Aku paling suka pemuda seusia kamu. Muda,
boyish, langsing, putih dan mulus. Aku tahu apa yang kamu pikirkan
sekarang. Aku bukan homo, kok. Tapi aku juga sangat doyan cowok." Aku
bingung mendengar penjelasannya. Bagaimana mungkin dia bukan homo jika
dia menyatakan bahwa dia suka cowok. Dokter itu membuatku pusing.
"Hampir semua pasien cowokku, kalau aku suka, telah kugagahi.
Tentu saja aku sengaja memilih pasien yang tak terlalu sakit dan masih
agak kuat. Kalau homo, mereka langsung jatuh berlutut di bawah kakiku.
Walaupun ada yang protes karena mereka hanya mau menyodomi dan tak mau
disodomi. Tapi akhirnya, dengan keseksianku, mereka jatuh juga.
Sedangkan, kalau yang straight, biasanya kuiming-imingi biaya berobat
gratis. Karena kamu homo, kamu mau 'kan kugagahi? Ditanggung puas,"
katanya.
Kontolnya yang keras ditempelkan di bibir anusku yang bengkak. Aku
hanya bisa mendesah sebagai jawaban ya. Hanya satu yang kumau,
kontolnya! Dengan lembut namun bertenaga, dokter itu memposisikan
tubuhku sehingga kini aku berdiri di lantai dengan badan membungkuk di
atas ranjang. Pantatku terekspos untuk dia entot. Tanpa dapat ditahan,
anusku berkedut-kedut dengan tak sabar.
"Kamu yakin mau kontolku? Kontolku gede, loh. Kamu pasti akan
kesakitan. Sekarang saja anusmu sudah bengkak begitu. Setelah kuentot,
anusmu bakal lebih bengkak dan perih lagi."
"Gak 'pa-pa. Asal bisa merasakan hajaran kontol dokter, saya sudah
senang. Aahh.. Cepat, dok. Entot pantatku. Saya mau kontol dokter.
Ayo.." rengekku.
Tentu saja kata-kataku saat itu terlontar karena aku sedang di
bawah pengaruh nafsu birahi sesaat. Begitu aku mencapai klimaks, aku
yakin aku akan sangat menyesalinya karena anusku akan menjadi jauh
lebih perih lagi. Namun jika kontol sudah mengambil alih pikiran, apa
yang dapat kuperbuat?
"Oohh.. Fuck me.. entot pantatku.. Oohh.. Ayolah, dok.. Aahh.."
Kudorong pantatku ke belakang berharap agar kontol sang dokter akan
menyambutnya namun dokter itu rupanya masih mau mempermainkanku dulu.
Dokter itu hanya membenamkan kontolnya di dalam belahan pantatku
kemudian menggesek-gesekkannya, membuatku gila dengan nafsu. Aku terus
memohonnya untuk segera mengentot duburku namun dia hanya tertawa mesum
saja.
"Nanti dulu donk. Saya mau merasakan tubuhmu dulu."
Dia memelukku dari belakang dan langsung saja melarikan tangannya
di sekujur tubuhku. Dadaku dibelai-belai, diremas-remas dan
diraba-raba. Perlakuannya membuat kedua putingku berdiri menegang.
Dadaku sangat sensitif sehingga aku tak dapat menahan diri untuk tidak
menggeliat-geliat. Rasanya sungguh geli tapi juga nikmat.
"Oh, badanmu halus dan lembut. Saya suka banget.. Oohh.. Saya
plintir putingmu.. Aahh.. Kuremas dadamu.. Aahh.. Yyeaahh.. Kucumbu
kamu sampai kamu kehabisan napas.. Hhoohh.." Napasnya menderu-deru di
telingaku.
"Hhoohh.. Dok.. Fuck me.. Aahh.. Ngentot donk.. Aahh.. Aku butuh kontolmu, dokter.. Aahh.. Hhoohh.."
Aku mendesah-desah dan memohon-mohon seperti gigolo homo murahan.
Tapi aku memang sungguh tak dapat menahan gejolak birahiku. Dokter itu
terlalu menyiksaku. Rupanya dia senang mendengarku memohon kontolnya.
"Hhoohh.. Fuck me.. Aahh.."
Kuarahkan tanganku ke belakang, kuraba-raba badannya. Oh, setiap
lekuk otot atletisnya sungguh terasa. Seperti kataku tadi, badan si
dokter itu lebih mirip badan seorang petinju. Alangkah bahagianya aku
bisa menjadi pasien dokter yang seksi seperti itu.
Tiba-tiba, benda keras dan kenyal mulai menusuk masuk ke dalam
pantatku. Aku mengerang kesakitan saat anusku dipaksa membuka untuk
membiarkan benda itu masuk. Rasa sakit itu semakin bertambah
dikarenakan anusku masih terluka akibat disodomi teman gayku beberapa
waktu yang lalu. Saat kutolehkan kepalaku ke belakang, ternyata sang
dokter itu sedang menyodomiku! Kontolnya yang besar dan panjang itu
sedang memasuki diriku.
"Oohh.. Sempit banget.. Aahh.. Bagaimana kalau pantatmu nggak
perih.. Aahh.. Pasti lebih sempit lagi.. Uugghh.. Kamu suka kontolku?
Hhuuhh.." Sambil mengerang-ngerang keenakan, dokter itu akhirnya
berhasil juga menancapkan kontolnya masuk dalam-dalam.
"Aarrgghh.." bblleess..
Badanku bergetar menahan sakit, kakiku hampir tak kuat menopang
berat badanku. Entah mengapa, aku menjadi lemas, seakan-akan kontol
dokter itu menyedot energiku. Tanganku berpegangan erat-erat pada
ranjang, takut terjatuh. Di dalam tubuhku, kurasakan kehangatan
menyebar dari batang kontol itu. Bibir anusku yang bengkak terasa
semakin sakit saja. Tak tahan menahan perih, aku menangis terisak-isak,
air mataku mengalir keluar. Namun rasa sakit itu malah menaikkan
libidoku. Kontolku menegang, berdenyut-denyut. Precum mulai mengalir
keluar dari lubang kontolku yang menganga.
"Hhoohh.. Sakit, dok.. Aahh.. Sakit.. Aarrgghh.."
Beberapa kali, secara refleks, aku berusaha menghindarkan diri dari
hajaran kontolnya. Namun dokter itu menahan pinggulku kuat-kuat
sehingga aku tak dapat kabur. Aku dipaksa untuk menerima kontolnya
tanpa protes.
"Aahh.. Fuck me.. Oohh.." Sakit bercampur nikmat mendera tubuhku bergantian.
Kontol yang hebat itu menghajar prostatku berkali-kali, membuatku
melonjak-lonjak. Di sela-sela acara ngentot itu, dokter itu berbisik..
"Aahh.. Enak 'kan kontolku? Aahh.. Aku bakal mengentot kamu sampai
pantatmu sobek.. Aahh.. Rasakan kontolku.. Uugghh.. Dasar homo.. Aahh..
Fuck you.. Aahh.."
Kontol itu keluar-masuk lubang anusku dengan kecepatan tinggi. Aku
hanya bisa mengerang-ngerang kesakitan. Keringat mmebanjiri tubuh kami.
Aroma kejantanannya menyebar di ruangan itu. Kepalaku pusing dengan
gairah yang tak tertahankan. Di satu sisi, aku ingin berhenti disodomi,
namun di sisi lain kontolnya memberikan begitu banyak kenikmatan. Aku
hanya bisa mengerangkan rasa nikmat dan sakitku.
"Aarrgghh!! Oohh!! Aahh!!"
Sambil tetap membor pantatku, dokter itu mengoleskan gel dingin di
bibir anusku. Gel itu terasa begitu dingin dan menyejukkan. Selama
sesaat, rasa sakit itu hilang. Gel itu juga berfungsi sebagai pelumas
sehingga mengurangi pergesekan. Kontol itu pun menjadi lebih mudah
menyodomiku. Precum sang dokter mengalir dalam jumlah banyak, melumasi
kanal duburku. Kurasakan bagian dalam pantatku menjadi lengket,
terlumuri gel dan precum.
"Aahh.. Pantatmu enak banget.. Hhoohh.. Aku suka negntot ama kamu..
Aahh.. Fuck you.. Aahh.. Aku bakal nge-fuck kamu terus.. Terus.. Dan
terus.. Hhoohh.."
Deraan kenikmatan demi kenikmatan menghujani tubuhku. Prostatku
serasa lembek, dihajar habis-habisan oleh kepala kontol dokter itu.
Tekanan dalam bola pelirku sudah hampir mencapai puncaknya. Sebentar
lagi, spermaku akan muncrat berhamburan.
"Hhoohh.. Dok.. Mau keluar.. Aarrgghh.." Kontolku sudah mengalirkan
precum seperti air ledeng dan kini sudah hampir akan menyemburkan
pejuh.
"Aarrgghh.."
"Hhoohh.. Aku juga hampir sampai.. Aarrgghh.. Fuck! Terima ini.. Aahh.. Spermaku.. Hhoohh.."
Gerakan ngentotnya menjadi semakin bertenaga dan cepat. Anusku
hampir sobek, disodomi dengan sekasar itu. Dokter itu mengerang-ngerang
dan badannya yang atletis itu terguncang-guncang. Sebentar lagi,
'gunung berapi' itu akan meletus! Namun tepat di saat kami berdua
sedang hampir berada di puncak kenikmatan, pintu ruangan praktek
tiba-tiba terbuka lebar. Dan sesosok pria berdiri di ambang pintu!
Ke Bagian 3
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
454,826 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,280 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,251 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,786 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,660 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,255 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,230 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
97,401 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,046 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,500 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
78,981 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,383 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,655 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
74,454 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,843 |
|
|
|
|
|
|
|