|
|
Dari Bagian 2 Ternyata sosok itu adalah sang asisten. Jantungku yang tadi berdegup
kencang kini normal kembali. Namun, gara-gara peristiwa tadi, orgasmeku
terhambat sehingga aku harus mulai dari nol lagi. Asisten itu hanya
tersenyum mesum melihatku disodomi dokter itu. Tonjolan besar di balik
celana panjangnya seakan menantangku. Begitu pintu ditutup, dia
berjalan menghampiri kami.
"Ruang praktek sudah kukunci. Saya juga sudah memasang tanda
'TUTUP' di depan pintu. Takkan ada yang mengganggu kita, dok," katanya.
Dokter itu hanya menggeramkan isyarat 'ya', tak mau aktifitas sodominya
terganggu.
"Halo manis," sapa sang asisten padaku. Daguku dibelai seperti membelai dagu anjing.
"Suka dientot ya? Nanti saya ngentot kamu juga, ya?"
Di hadapanku, dia mulai melepaskan pakaiannya satu persatu. Kemeja
putih dan celana panjangnya jatuh ke atas lantai, berikut celana
dalamnya. Aku terpana melihat ukuran kontolnya. Besar sekali. Ukuran
kepala kontolnya sungguh besar, bahkan lebih besar daripada semua
kontol yang pernah kulihat. Bentuknya agak pipih dan panjang sehingga
tampak seperti kepala ular gemuk. Seperti kebanyakan pria pribumi
lainnya, asisten itu memiliki kontol yang bersunat. Untuk ukuran
panjang batang kontol, saya mengira-ngira mungkin mencapai 18 cm. Jika
digabung dengan panjang kepala kontolnya, panjang total kontol sang
asisten bisa mencapai sekitar 22 cm. Sungguh sebuah kontol yang unik.
Ketika asisten itu mendekatkan kontolnya padaku, aroma pejuh kering
yang sangat menusuk hinggap di dalam hidungku. Noda basah precum tampak
menyelimuti kepala penisnya. Rupanya dari tadi dia sudah terangsang.
"Buka donk, say. Hisap kontolku, ya," bujuknya seraya membelai-belai punggungku.
"Tau nggak? Saat kamu duduk di ruang tunggu tadi, saya lagi mencoli
kontolku, loh. Kamu pasti nggak sadar melihat lenganku yang
bergerak-gerak di bawah meja," tambahnya sambil tertawa mesum.
Sang asisten memberi isyarat pada dokter itu untuk berganti posisi.
Setelah mendapat anggukan, dokter itu menarik tubuhku ke belakang
menjauhi ranjang sementara kontolnya masih tertanam di dalam anusku.
Asisten itu kemudian buru-buru duduk di atas ranjang dengan kaki
terkangkang lebar. Kontolnya yang menegang berdiri tanpa malu. Tubuhku
lalu diarahkan maju ke depan sehingga kontol sang asisten berada tepat
di depan hidungku. Aroma kejantanan menusuk-nusuk hidungku, membuatku
semakin bernafsu.
Tanpa diminta dua kali, aku membuka mulutku dengan patuh dan
menelan kontol itu. Aamm.. Rasa asin langsung menyambutku. Asisten itu
langsung bermain kasar. Dia menggunakan mulutku seperti pantat dan
langsung menyodomiku. Kontolnya bergerak-gerak dengan kecepatan tinggi,
menyodok-nyodok tenggorokanku. Berkali-kali aku tersedak. Air mataku
mengalir keluar secara refleks. Seringkali aku kehabisan napas.
Kontol sebesar itu hampir merombak ulang anatomi dalam mulutku.
Berhubung mulutku sempit dan sementara kontolnya besar, pergesekan
dengan gigiku tak terhindarkan lagi. Tiap kali gigiku mengenai kepala
kontolnya, asisten itu akan melolong seperti serigala. Namun hal itu
justru malah membuatnya semakin bernafsu. Gawat sekali, bagaimana aku
dapat menangani pria bernafsu besar seperti dia? Air liurku mengalir
keluar dari sisi mulutku, bercampur dengan precum dari kontolnya.
"Hhoohh.. Enak banget.. Aahh.. Hampir ngecret.. Aahh.. Bersiaplah
homo.. Hhoohh.. Telan pejuhku.. Aahh.." racau asisten itu, matanya
terpejam.
Sementara itu, sang dokter juga hampir mencapai klimaks.
"Hhoohh.. Aahh.." Kontolnya benar-benar telah merombak ulang isi
duburku. Semua organ dalamku terkena hajaran kontolnya yang dahsyat.
"Aarrgghh.. Oohh.." erangnya.
"Aku kkeluuaarr.. Aarrgghh!!" ccrroott!! Ccrroott!! Ccrroott!!"
Semburan pejuh yang panas membanjiri duburku. Rasanya panas sekali.
"Aarrgghh!! Hhoohh!! Oohh!! Hhoosshh!!" erangnya sambil tetap
mengentot pantatku. Sodokan kontolnya yang menguat membuatku terpekik
kesakitan bercampur nikmat. Kontolku sendiri sudah basah sekali,
meneteskan precum ke atas lantai.
"Hhoohh.. Aahh.."
Pada saat yang hampir bersamaan, kontol sang asisten juga ikut
menyemburkan sperma. Hal itu sungguh sangat mengagumkan mengingat dia
baru saja bergabung namun dengan cepat sudah mencapai orgasme.
Ccrroott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Sperma yang menyemprot keluar terasa
hangat di mulutku. Begitu menyentuh lidahku, rasa pahit dari spermanya
memenuhi mulutku.
"Oohh!! Aahh!! Uugghh!!" erangnya.
Badannya mengejang-ngejang, menahan nikmat. Erangannya terdengar
keras sekali seakan dia sedang kesakitan. Tapi sebenarnya, dia sedang
dikuasai oleh rasa nikmat yang tak tertahankan. Ccrroott!! Ccrroott!!
Pejuhnya terus-menerus membanjiri mulutku sehingga sebagian mengalir
keluar. Terburu-buru, aku menelan semuanya. Mm.. Aku paling doyan minum
sperma. Dan sperma sang asisten ini sangatlah enak. Slurp!
"Ooh.. Yyeeaahh.. Telan semuanya, homo.. Aahh.. Telan.." desahnya sambil mengelus-ngelus kepalaku.
Aku mendesah dengan penuh kekecewaan saat kontol sang dokter
ditarik keluar dari anusku. Aku ingin dientot lagi namun dokter itu
tampaknya sudah terpuaskan. Saat kontolnya tercabut, spermanya meleleh
keluar dari anusku yang menganga. Lelehan sperma itu jatuh ke atas
lantai. Sementara sang dokter pergi ke toilet untuk mencuci kontolnya,
sang asisten sibuk bermain dengan tubuhku.
Saat itulah aku baru dapat meneliti bentuk tubuh si asisten ganteng
itu. Rupanya tubuhnya tak jauh berbeda daripada tubuh sang dokter.
Badan asisten itu juga atletis, dadanya bidang dan kencang. Kedua
putingnya berdiri menegang, di sekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu halus.
Bulu halus juga tumbuh di bagian tengah dada dan perut six-packnya.
Sungguh menggetarkan kontolku, apalagi aku belum ngecret. Nafsuku
kembali berkobar. Kontolnya kembali kuemut, menyedot habis sisa-sisa
pejuh yang belum sempat kujilat. Slurp! Enak sekali. Namun asisten itu
kemudian menghindar saat melihat sang dokter kembali. Aku agak kecewa
karena kontol yang enak itu terlepas dari mulutku.
"Kamu selalu haus sperma, yach?" tanya dokter itu sambil
menepuk-nepuk pantatku. Tangannya masih mengenakan sarung tangan
plastik.
"Mm.. Kontolmu masih tegang," komentarnya sambil mengocok-ngocok kontolku.
Dikocok seperti itu, kontolku hampir saja memuntahkan sperma namun
kocokan itu berhenti tepat di saat aku mau muncrat. Tentu saja aku
frustrasi sekali, aku hanya mau muncrat. Dengan bernafsu, jari-jari
dokter itu menembus masuk ke dalam lubang pantatku yang agak longgar.
Aku mendesah saat jari-jari itu menerobos masuk. Tiga jari sudah berada
di dalam anusku. Aku mulai menggelinjang-gelinjang kesakitan bercampur
kenikmatan saat jari-jarinya mulai menyodomiku.
"Ah, kamu suka, yach? Homo seperti kamu memang tak pernah puas
dientot." ujarnya. Sambil menepuk punggung asistennya, dia berkata
padanya..
"Entoti dia. Biar dia tahu rasa. Buat dia kesakitan dengan kontolmu. Fuck him."
Mendapat lampu hijau dari bosnya, asisten itu langsung
menggerayangiku dengan penuh nafsu. Dengan kasar, tubuhku dibalikkan
sehingga aku kini berhadapan dengannya. Sorot matanya berkobar-kobar
dengan api birahi. Dan aku harus melayani kuda pejantan seperti dia.
Asisten itu memang sungguh seorang pejantan, mengingat asisten itu baru
saja muncrat. Dan sekarang kontolnya sudah bangkit kembali, siap untuk
menembakku dengan cairan spermanya.
Kehangatan tubuhnya membuatku terangsang. Apalagi saat otot dadanya
menempel di badanku, aku merasa bahwa aku hampir muncrat! Asisten itu
memelukku sambil mencium-cium leher dan wajahku. Oohh.. Bagaimana
mungkin dia bukan gay? Seorang pria heteroseksual murni takkan mau
mencumbu sesama pria sepanas itu. Dia pasti juga pria homoseksual yang
masih menyangkal jati dirinya sendiri. Desah napasnya terdengar begitu
kencang di telingaku. Saat bibirnya memaksakan ciuman pada bibirku, aku
tidak menolaknya. Kubalas ciumannya dengan sangat bernafsu. Gairahku
sudah sangat besar karena dari tadi aku belum juga sempat ngecret.
Aku digiring ke ranjang dan dibaringkan di situ. Seperti pria
pengentot sejati, asisten itu naik ke atas ranjang dan menggerayangiku.
Sambil mencium dan menjilat setiap jengkal tubuhku, dia berusaha
mendekatkan kontolnya pada lubang anusku. tampaknya dia masih ingin
menggodaku sebab dia sengaja mendekatkan kontolnya tapi menolak untuk
menyodomiku. Setiap kali napas panasnya berhembus di kulitku, aku
menjadi semakin terangsang. Ereksi kencang sekali sehingga aku hampir
merasa kesakitan. Aku mau dipuaskan, saat itu juga.
"Entoti pantatku.. Hhoohh.. Ayo, masukkan kontolmu.. Aahh.. Aku
butuh kontolmu.." desahku, menggeliat-geliat akibat disentuh-sentuh
oleh sang asisten.
"Hhoohh.. Fuck me.. Aahh.." desahku, sangat terangsang.
Tubuh telanjang sang asisten sangat menggoda birahiku. Dadanya yang
bidang itu kuremas-remas dengan kuat, membuatnya mendesah keenakan.
Jari-jariku sengaja memain-mainkan kedua putingnya. Puting sang asisten
itu agak kecil namun tegang melenting. Warnanya coklat tua, sangat
kontras dengan warna tubuhnya yang agak terang.
"Hhoohh.. Kamu suka puting, homo? Aahh.. Mainin putingku.. Oohh
yyeeaahh.." racaunya sembari berusaha mendekatkan dadanya ke mulutku.
Tentu saja aku tak menolaknya. Dengan lahap, kujilat-jilat
putingnya itu. Mm.. Enak sekali. SLURP! SLURP! Sapuan lidahku malah
membuat sang asisten semakin tegang. Kontolnya meneteskan cairan precum
ke atas paha dan perutku, sesekali beradu dengan kontolku yang juga
ngaceng.
"Hhoohh.. Mulutmu enak banget.. Yyeeaahh.. Jilat putingku.. Hhoosshh.."
Ke Bagian 4
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
454,827 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,280 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,251 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,786 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,660 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,255 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,231 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
97,403 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,046 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,500 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
78,981 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,383 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,655 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
74,454 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,843 |
|
|
|
|
|
|
|