|
|
Cerita gay seks ini fiktif. Meskipun memakai
karakter 'aku' tapi bukan mencerminkan pengalamanku! Aku suka memakai
karakter 'aku' untuk mempermudah proses penulisan cerita. Silahkan baca
habis sampai bagian 2 karena di bagian itulah puncak kenikmatan terjadi
saat sanga ayah dan anak memuncratkan pejuh bersamaan. Ccoott!!
Ccrroott!! Jadi, baca sampai habis, yach :)
http://www.angelfire.com/falcon/brycejlover/index.htm http://endy2004.blogspot.com Email Friendster.com: midnight_lantern2004@yahoo.com *****
Sepanjang aku dapat mengingat, sejak kecil aku sudah hidup dengan
papaku. Aku tak pernah merasa kehilangan seorang mama karena papaku
dapat memastikan bahwa semua kebutuhanku, baik jasmani maupun rohani,
tercukupi. Kini saya sudah berusia 20 tahun. Kata teman-teman kuliahku,
saya lumayan cakep. Tapi tak ada yang tahu bahwa saya gay. Saya haus
akan kasih sayang seorang pria. Saya tak tahu mengapa saya bisa tumbuh
menjadi seorang gay, mungkin karena dulu saya terlalu dekat dengan
papaku. Entahlah, tapi yang pasti, sejak masa puber, aku sering
memikirkan papaku. Seringkali, aku sengaja menunggunya mandi hanya
untuk dapat menyaksikannya keluar sambil bertelanjang dada.
Papaku memang bukan model ataupun atlit, dia hanyalah seorang pria
biasa. Usianya kini hampir mencapai 50 tahun. Karena sering bepergian
keluar, kulit tangan dan wajahnya gelap. Namun dada, perut, dan
punggungnya putih bersih. Dada papaku lebar dan berisi, sedikit
berlemak, namun tetap nampak seksi. Perutnya tidak buncit tapi jelas
terlihat berlemak. Papaku memang tidak memiliki tubuh seksi ala bintang
porno homoseksual, tapi aku sangat menyukainya.
Papa tak pernah tahu bahwa anak satu-satunya adalah seorang
homoseksual. Dia tak pernah mengacak-ngacak kamarku, maka dari itu
semua barang-barang pornoku yang berbau homo aman. Di bawah ranjangku
tergeletak bertumpuk-tumpuk majalah homo yang sering kupakai pada saat
aku ingin bermasturbasi. Komputer di kamarku juga sarat dengan
foto-foto pria macho. Tapi meskipun aku merasa bebas menjadi gay,
walaupun hanya di dalam kamarku saja, aku merasa kesepian.
Aku rindu akan belaian lembut papaku. Anehnya, aku kurang tertarik
dengan pemuda seusiaku. Aku lebih suka pria-pria dewasa seusia Papa.
Dulu saya pernah punya pacar yang seusia denganku namun kami sudah
putus karena saya tidak merasakan gairah apa-apa dengannya. Aku memang
sudah bukan perjaka lagi sebab mantanku sudah pernah mengentot
pantatku. Namun, aku belum pernah dientoti oleh papaku dan aku amat
sangat ingin merasakannya. Tapi bagaimana caranya?
Suatu malam, aku terbangun karena mendengar desahan dan erangan
dari kamar papaku. Kamar kami memang bersebelahan sehingga aku dapat
mendengar dengan jelas suara-suara tadi. Kutempelkan telingaku pada
dinding dan kudengar erangan papaku. Mulanya kukira papaku sedang
kesakitan, namun setelah kudengar baik-baik, ternyata dia sedang
berhubungan seks!
Penasaran, aku berjinjit keluar dan mengintip dari lubang kunci.
Benar dugaanku. Papaku membawa pulang seseorang, tapi aku tak dapat
melihatnya. Dari lubang kunci itu, aku hanya bisa melihat tubuh papaku.
Papaku sedang berdiri sambil mengentot seseorang. Kubayangkan orang
yang sedang bersama papaku itu pastilah seorang pelacur wanita murahan
yang dipungutnya dari jalan. Dan mereka sedang asyik bercinta! Tapi aku
merasa aneh sebab aku tak mendengar suara erangan wanita. Yang kudengar
hanyalah suara desahan pria. Desahan nikmat papaku. Mungkinkah pelacur
itu bisu?
Tak peduli siapa pun dia, aku sangat cemburu pada pelacur itu sebab
aku menginginkan papaku yang bercinta denganku. Hanya denganku saja!
Tiba-tiba papaku mengerang hebat. Tubuhnya kemudian berkelojotan.
Semuanya terjadi dengan begitu cepat, namun aku masih sempat melihat
papaku ngecret di dalam kondom. Kondom bening yang tadinya melapisi
kontol ayahku, langsung terisi cairan kental putih. Untuk pertama
kalinya dalam hidupku, aku berhasil mengintip kontol papaku. Lumayan
panjang dan gemuk.
Aku buru-buru kembali ke kamarku dengan kontol yang ngaceng. Jam
dinding menunjukkan hampir jam 1 pagi saat kudengar suara pintu depan
terbuka dan tertutup. Pelacur itu rupanya sudah pergi. Diam-diam, aku
berjalan keluar kamar. Aku hanya mengenakan celana pendek usang tanpa
celana dalam sehingga tonjolan kontolku terlihat sangat menantang.
Udara malam membuat kedua puting dadaku melancip.
Kucari papaku namun dia tak ada di mana-mana. Kamarnya juga kosong.
Kuduga papaku pasti sedang mengantar wanita pelacur itu pulang.
Kesempatan, pikirku. Aku langsung memeriksa kamar papaku. Mataku
memeriksa setiap sudut kamarnya dengan teliti, namun barang yang kucari
tak ada. Aku hanya menemukan celana dalam papaku yang masih basah
belepotan precum. Kuambil saja celana dalam itu sambil bergegas menuju
dapur. Semua sampah di rumah kami pasti dibuang ke dalam tong sampah
yang letaknya di dapur. Mataku bersinar-sinar saat kutemukan barang
yang kucari. Kondom papaku!
Sayang, sebagian spermanya sudah tumpah keluar, namun kondom itu
masih mengandung sedikit sperma papaku. Untung saja tong sampah itu
sudah dikosongkan dan hanya diisi dengan sampah kertas hingga aku tak
perlu dipusingkan dengan bau sampah. Segera kuambil kondom itu. Hhmm..
Aroma pejuh yang tajam masuk ke dalam hidungku dan naik ke dalam
otakku. Kontolku ngaceng berat dan mulai mengeluarkan precum. Berdiri
di depan tong sampah, aku mulai bermasturbasi. Celana pendekku
kutanggalkan dan kulempar ke pojok. Kontolku langsung kumainkan.
"Hhoohh.. Aahh.. Hhoosshh.." desahku keenakkan.
Celana dalam papaku kucium-cium. Aroma kelaki-lakiannya menusuk
hidungku. Jelas tercium bau pesing dari noda kencingnya dan juga bau
pejuh dari noda precumnya. Kudekatkan bagian yang ternoda oleh precum
papaku dan kujilati bagian itu. Samar-samar, kurasakan rasa asin precum
papaku. Mm.. Lezat sekali. Semakin kujilat, aku menjadi semakin
bersemangat. Seperti anjing, aku mengais-ngais sisa noda precum
tersebut dengan lidahku sampai aku puas. Kontolku sendiri sudah
mengalirkan precum hingga menetes ke lantai. Kocokan tanganku
kupercepat agar aku dapat segera ejakulasi.
Kurasakan spermaku mendesak-desak ingin keluar dari lubang
kontolku. Namun ketika hal itu akan terjadi, aku sengaja berhenti
mencoli dan kupaksa libidoku untuk turun kembali. Aku tak mau ngecret
duluan sebelum aku menikmati hidangan utama. Sperma papaku!
Kondom papaku nampak indah sekali, berkilauan di bawah sinar lampu.
Isinya nampak keputihan, setengah penuh dengan sperma papaku. Dengan
mendongakkan kepala, kuangkat kondom itu. Pelan-pelan kumiringkan
tanganku agar isi dari kondom itu mengalir keluar dan jatuh tepat di
atas mulutku yang terbuka lebar. Kontolku yang tadi sudah agak melemas,
kini bangun kembali. Oohh.. Kenikmatan yang kurasakan sangat berbeda
dibandingkan sesi-sesi masturbasiku. Biasanya, aku hanya menggunakan
foto dan video porno serta imajinasiku. Namun sekarang di tanganku
tergenggam kondom papaku. Jelas aku lebih terangsang.
Bagaikan adegan lambat, kulihat sperma papaku menetes keluar dari
kondom itu. Saat tetesan pertama itu menyentuh lidah, aku langung
terhenyak oleh rasanya. Sebelumnya, aku belum pernah meminum sperma,
baik itu spermaku sendiri maupun sperma mantanku. Maka dari itu, aku
agak terkejut saat merasakan betapa nikmatnya rasa sperma. Rasa yang
paling menonjol adalah asin kepahitan. Dan saat cairan itu menyentuh
lidahku, aku merasa lidahku kesat licin. Pasti itu dikarenakan oleh
kandungan basa yang terkandung dalam semua sperma laki-laki. Oleh
karena itu, sperma terasa kesat licin jika dimainkan dengan jari.
Mm.. Tetesan kedua membuatku semakin gila dengan nafsu. Aku menjadi
ketagihan. Kutuang saja langsung semuanya. Tetes demi tetes masuk ke
dalam mulutku. Kutelan semuanya tanpa sisa. Mm.. Enaknya. Aku semakin
mempercepat kocokanku sambil membayangkan betapa asyiknya jika papaku
sedang menyodomiku.
Terbayang di hadapanku, rupa papaku saat dia sedang bertelanjang
bulat. Oohh.. Rasa sperma papaku masih tersisa di mulutku. Kucoba
mengingat kembali adegan tadi saat aku baru pertama kali mencicipi
sperma papaku. Oh, semuanya sungguh merangsang kontolku. Birahiku
bergejolak, tak terkendalikan lagi. Aku mau ngecret! Aku mengerang saat
kontolku tiba-tiba melepaskan tembakan sperma. Ccrroott!! Ccrroott!!
Ccrroott!! Berkali-kali, pejuhku tersemprot keluar hingga menodai
lantai. Aku terus mengerang sambil sibuk meremas kontolku. Aku sangat
menyukai melihat spermaku saat menyemprot keluar. Sungguh pemandangan
yang indah. Aku mendesah saat berhasil memeras tetes pejuh yang
terakhir.
"Apa yang kamu lakukan?" sebuah suara mengejutkanku.
Bagai tersambar petir, aku hanya bisa berdiri tertegun dengan mata
melotot kaget. Di depanku telah berdiri papaku! Rupanya tadi Papa tidak
keluar rumah sebab dia kini berdiri di depanku dengan hanya mengenakan
celana pendek saja. Dadanya telanjang, terekspos untuk kenikmatan
mataku.
"Pp.. Paappa.." ucapku terbata-bata.
Aku merasa malu sekali, ingin rasanya bumi menelanku saja.
Bayangkan saja. Aku berdiri bertelanjang bulat dengan kontol ngaceng.
Dan aku tertangkap sedang menelan sperma papaku sendiri yang kucuri
dari kondom bekasnya. Belum lagi, Papa pasti tadi sempat menyaksikan
sesi masturbasiku. Sekujur tubuhku gemetaran, salah tingkah, malu
bercampur takut. Apalagi di bawah kakiku masih teronggok celana dalam
papaku. Papaku bukan orang bodoh. Dia pasti mengetahui bahwa putra
satu-satunya ternyata seorang homoseks. Kontolku yang tadi ngaceng
langsung menciut. Tetesan precum nampak masih menggantung di kepala
kontolku.
Ke Bagian 2
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
454,901 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,291 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,264 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,829 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,684 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,262 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,253 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
97,418 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,062 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,509 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
78,984 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,389 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,663 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
74,457 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,845 |
|
|
|
|
|
|
|