|
|
Dari Bagian 1 Lidahku kuusap-usapkan pada kepala penisnya yang sensitif. Air liurku
yang basah dan hangat mengolesi permukaan penisnya, bercampur dengan
precumnya. Sengaja kugoda lubang kencingnya untuk mendapatkan lebih
banyak precum. Kudengar Bang Veri mendesah..
"Hhoohh.. Aahh.. Teruskan, sayang.. Uuhh.. Yyeeaahh.. Enak sekali,
Dek.. Oohh.." Kuteruskan seranganku selama beberapa menit sampai
akhirnya Bang Veri memohon-mohon agar aku segera menyedot batang
cintanya.
"Aahh.. Sedot batangku, Dek.. Abang butuh kamu.. Hhoohh.. Ayo
donk.. Abang rindu mulut kamu, hisapanmu.. Aahh.." Bang Veri menatapku
dengan pandangan memohon sekaligus penuh nafsu. Aku tak dapat
menolaknya. Mulutku terbuka dan batang kejantanan Bang Veri melesat
masuk.
"Mmpphh.." gumamku.
Mulutku penuh dengan penisnya. Rasa asin menyambut lidahku begitu
kepala penisnya beristirahat di atas lidahku. Cairan pra ejakulasinya
membanjiri mulutku. Kutelan semuanya dengan penuh nikmat. Cairan itu
nikmat sekali, apalagi cairan itu dikeluarkan dari batang penis Bang
Veri. Mulutku mulai bekerja seperti mesin menghisap debu, menghisap
setiap tetes cairan precum yang masih tersisa di dalam lubang penisnya.
Slurp! Slurp! Bang Veri hanya bisa mengerang-ngerang nikmat. Kepala
penisnya berkedut-kedut di dalam mulutku yang hangat, sempit, dan
basah.
"Hhoohh.. Sedot terus, Say.. Aahh.. Yyeeaahh.. Ini baru nikmat..
Aahh.. Buat Abang muncrat.. Hhoosshh.. Abang mau ngecret buat Adek..
Aahh.. Hisap terus, Dek.. Aahh.."
Kata-katanya membuatku semakin bernafsu saja. Kukerahkan semua ilmu
oralku, kuberikan dia kepuasan yang takkan didapatnya dari pria mana
pun juga. Aku hanya ingin menyenangkannya, memuaskannya. Pria gay
lainnya pasti dapat menyedot penisnya dan membiarkannya menyodomi
mereka, tapi mereka tak memiliki cinta tulus untuknya. Seks akan terasa
lebih memuaskan bila ada cinta bersemi, karena masing-masing pihak akan
terdorong untuk saling memberikan yang terbaik. Bisa membuat Bang Veri
orgasme adalah kebahagiaanku, tak peduli apakah aku sendiri puas atau
tidak. Hanya Bang Veri yang berarti dalam hidupku saat ini.
"Oohh.. Abang sayang Adek.. Aahh.. Sedot terus, Dek.. Aahh sedot
terus.." Bang Veri memejamkan matanya agar dapat lebih menikmati
kulumanku. Sesekali perutnya yang seksi berkontraksi, menahan nikmat.
"Hhoosshh.. Oohh.."
Slurp! Slurp! Lubang penis Bang Veri membuka saat lebih banyak
precum mengalir keluar. Penis Bang Veri berusaha mencapai
tenggorokanku, sesekali membuatku tersedak. Aku terus menyedot,
menyedot, dan menyedot. Slurp! Kudengar desahan Bang Veri semakin
kencang saja, seperti dengusan banteng mengamuk. Itu pertanda bahwa
Bang Veri akan segera mencapai klimaks. Oh, saya ingin sekali Bang Veri
ngecret di dalam mulutku agar saya bisa menelan saripati dirinya.
"Mmpphh.. Mmpphh.." Aku ingin mengerangkan kenikmatanku namun mulutku terlalu penuh dnegan batang penisnya.
Lidahku menyerang kepala penis Bang Veri dengan liar, menyapu-nyapu
permukaannya yang sensitif. Lalu kuputuskan untuk membuatnya semakin
blingsatan. Aku sengaja mengeluarkan penisnya dari mulutku. Kebetulan,
aku juga perlu menarik nafas. Namun Bang Veri tampak panik.
"Jangan, Dek.. Aahh.. Hisap lagi.. Ayo.. Hhoohh.. Mau keluar, nih.. Hisap donk," bisiknya setengah memaksa.
Nampaknya Bang Veri memang telah berada di ambang orgasme karena
penisnya berkedut-kedut tak karuan, hampir muncrat. Jika aku tidak
menyedotnya lagi, orgasmenya akan datang tanpa kenikmatan yang berarti.
Bang Veri bertekad untuk menuntaskan orgasmenya. Dengan meraih
kepalaku, Bang Veri mendesakku untuk kembali menghisapnya. Karena ingin
memuaskannya, aku kembali menghisapnya. Tak ingin melewatkan orgasme,
Bang Veri menyetubuhi mulutku dengan cepat. nafasnya menderu-deru.
"Hhoohh.. Hhoosshh.. Hhoohh.." Dan kemudian.. Ccrroott!! Ccrroott!!
Ccrroott!! Sperma kental nan hangat menyemprot keluar dari lubang
kencing Bang Veri berkali-kali. Semburannya bertenaga dan kencang.
Spermanya menyemprot sampai mengenai dinding tenggorokanku bagian
dalam.
"Aahh!! Hhoohh!! Uughh!! Hhoosshh!!"
Erangan nikmatnya terdengar begitu keras di telingaku, padahal Bang
Veri hanya mendesah. Tubuhnya yang indah terguncang orgasme. Setiap
otot dan persendiannya berkontraksi hebat. Aku kewalahan menelan
seluruh air mani yang dikeluarkan penisnya. Spermanya terasa agak asin
dan sedikit pahit, tapi aku suka. Saat aku menyukai seorang laki-laki,
aku akan menunjukkannya dengan cara menelan habis air maninya. Menelan
mani memang berbahaya, karena bibit penyakit seksual bersarang dalam
air mani. Itulah sebabnya para aktor porno jarang mau meminum sperma di
depan kamera. Namun, saat aku mencintai seorang pria, aku tak peduli
apapun juga. Aku hanya ingin hidup bersama dia, dan juga mati bersama
dia.
"Hhoohh.." Bang Veri mendesah panjang saat tetes sperma yang
terakhir mengalir keluar dari penisnya yang sudah mulai melemas.
Kusedot sekuatnya. Slurp!
Bang Veri menarik penisnya keluar dari mulutku. Lalu dia beralih ke
penisku yang masih tegang dan berdenyut. Seperti anak kecil yang
mendapat mainan baru, Bang Veri sibuk memainkan batang penisku. Dengan
cahaya remang-remang, Bang Veri berusaha melihat penisku. Belum pernah
ada seorang pria pun, selama saya berhubungan intim dengan mereka, yang
menaruh perhatian begitu besar pada penisku. Perlakuan Bang Veri
membuatku merasa istimewa. Kupejamkan mataku dan kurasakan betapa
hangat sentuhan tangannya. Penisku berdenyut-denyut bahagia. Cairan
precum mengalir dari lubang penisku dan jatuh mengenai genggaman
tangannya. Tangannya bergerak naik-turun, memasturbasi penisku. Aku
hanya bisa mendesah keenakan. Sungguh nikmat sekali.
Sambil aktif memainkan penisku, Bang Veri mencium bibirku. Lidah
kami bertautan sementara air liur kami berbaur. Gerakan kocokan
tangannya semakin cepat dan bertenaga. Penisku diperah-perah seperti
puting sapi. nafasku makin memburu, dadaku naik-turun menghela nafas,
badanku dilapisi keringat. Oh, aku tak dapat menahannya lagi. Tekanan
di dalam bola pelirku sudah mencapai puncaknya. Penisku berkedut-kedut
dan mengembang. Aku akan ngecret! Akhirnya.. Ccrroott!! Ccrroott!!
Ccrroott!! Spermaku bermuncratan, membasahi tangan Bang Veri dan bagian
bawah tubuhku. Aku mendesah-desah sementara tubuhku diguncang orgasme.
"Hhoohh!! Aahh!! Uugghh!!" erangku, suaraku kutahan seperti desahan agar keluargaku tak mendengarnya.
Ah, orgasme yang sungguh nikmat. Bang Veri tak mau melepas penisku
sampai tetes air mani yang terakhir. Saat semuanya usai, dengan lembut,
Bang Veri membaringkan tubuhku di atas ranjang. Noda mani yang berada
di tangannya dijilat-jilatinya. Sisanya dioleskan di tubuhku seperti
mengoleskan lotion. Aku masih berusaha mengendalikan nafasku dan
mengembalikan energiku. Ah, rasanya letih sekali, tapi juga sekaligus
sangat menyenangkan.
Bang Veri kemudian merengkuh dan menciumiku. Kami berbaringan
sambil saling memeluk. Kehangatan tubuhnya melindungiku dari udara
malam yang dingin. Aku merasa aman sekali di dalam lindungannya. Ah,
aku sangat merindukan perasaan indah ini. Hanya ada cinta, dan cintaku
ini kekal adanya. Pria yang berhasil mendapatkan cintaku adalah pria
yang sangat beruntung. Dan dalam hal ini, Veri lah pria yang beruntung
itu.
"Bang Veri, aku cinta Abang," bisikku, bergelayutan mesra di dalam pelukannya.
"Abang juga," bisiknya sambil mengeratkan pelukannya.
"Abang juga.."
Dengan tenang, kupejamkan mataku sambil merasakan kehangatan tubuh
dan cinta Bang Veri. Bisa memiliki dan dimiliki Bang Veri seutuhnya
sudah cukup membuatku puas. Tak ada lagi yang kuinginkan di dunia ini,
selain Bang Veri. Cinta memang datang tak terduga. Aku sangat bersyukur
telah diberi kesempatan untuk dapat mengenal pria seistimewa Bang Veri.
Kuharap hubungan cinta kami takkan pernah berakhir karena aku tak
sanggup membayangkan bagaimana hidupku tanpa dirinya di sampingku..
*****
Aku tak percaya bahwa akhirnya impianku untuk menikah terwujud
juga. Bang Veri dan aku sedang berada di Holland, Belanda. Kami saat
itu sedang berada di dalam balai pernikahan gay. Balai itu didirikan
untuk melayani pernikahan sejenis dari seluruh dunia. Sebenarnya
istilah mereka bukanlah pernikahan, melainkan penyatuan (union).
Sertifikat yang dikeluarkan adalah sertifikat asli, resmi, dan formal,
namun sayangnya tidak diakui di negara-negara yang menentang hubungan
percintaan homoseksual.
Tak ada kemewahan dan hingar-bingar pesta meriah. Yang ada hanyalah
Bang Veri, aku, petugas pencatat pernikahan, dan beberapa saksi yang
disediakan balai itu. Setelah tanda tangan kami bubuhkan, kami resmi
menjadi pasangan. Bang Veri memberi sebuah ciuman mesra di bibirku
begitu petugas pencatat mengatakan, "Kalian kuresmikan sebagai
pasangan." Ciumannya terasa lebih menggelora, memabukkanku. Kubalas
ciumannya dengan gelora cinta yang tak kalah besarnya. Kubisikkan di
telinganya bahwa aku sangat mencintainya, dan Bang Veri
mengangguk-ngangguk. Sayup-sayup di kejauhan, aku mendengar bunyi
lonceng berdentang, seakan dibunyikan untuk menyambut 'pernikahan'
kami.
Malamnya, kami merayakan pernikahan kami dengan makan malam di
restoran hotel. Kebetulan hotel yang kami tempati adalah hotel gay
sehingga kami dapat bebas berpelukan dan berciuman. Di tempat itu
banyak pria-pria muda homoseksual mondar-mandir tapi aku tak pernah
mengkhawatirkan Bang Veri karena aku tahu bahwa dia orang yang setia
dan baik. Aku sendiri juga merasa sangat beruntung bisa menjadi
miliknya.
Aku benar-benar sangat mencintai Bang Veri. Tak dapat kubayangkan
apa yang akan terjadi padaku jika Bang Veri tak bersamaku. Makan malam
kami berjalan romantis sekali. Beberapa pasang mata menatap kami dengan
pandangan iri. Ada juga yang menatap dengan pandangan penuh nafsu. Tapi
mereka hanya bisa gigit jari karena Bang Veri adalah milikku dan aku
adalah miliknya seorang. Bang Veri tak henti-hentinya menatap wajahku.
Demi dia, aku sengaja melepaskan kacamataku. Meskipun pandanganku agak
buram, Bang Veri bersedia membimbingku.
Ke Bagian 3
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
454,908 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,291 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,264 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,830 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,685 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,262 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,254 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
97,419 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,063 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,509 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
78,984 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,389 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,663 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
74,458 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,845 |
|
|
|
|
|
|
|