|
|
Dari Bagian 1 Adi menciumiku dan meremas-remas kontolku. Saya sedikit frustrasi,
kenapa dia tak membiarkanku melepas celana dalamku saja? Sambil menepuk
pantatku yang padat, Adi berkata, "Tunggingin pantatmu."
Saya bingung tapi menurut saja. Saya yakin mereka takkan
menyakitiku. Mereka itu hanya ingin ngentot denganku saja. Lalu saya
merasakan benda tajam menggores celana dalamku, tepat di bagian pantat.
SRET! Angin dingin berhembus masuk, menggeletik anusku. Rupanya, Adi
sengaja melubangi celana dalamku agar dia bisa ngentotin saya tanpa
melepas celana dalamku. Saya kecewa sekali karena saya masih juga tak
diizinkan untuk bertelanjang bulat.
"Kamu akan menjadi piala bergilir kami, sayang," bisiknya sambil
mencubit putingku. AARGGH!! Tumben, Adi tidak lagi mmemanggilku 'Anda'.
Rudi cepat-cepat merentangkan sehelai selimut usang di atas lantai
yang kotor dan buru-buru berbaring dia atasnya. Kontolnya yang ngaceng
sengaja dikocok-kocoknya agar ereksinya terjaga. Saya kemudian didorong
ke arahnya. Saya mengerti bagaimana Rudi ingin mengentotinku. Maka saya
merayap ke arahnya dan memposisikan lubang duburku tepat di atas
kontolnya, wajahku menghadap wajahnya. Lalu pelan-pelan kontol itu pun
amblas masuk.
"AARRGGHH!!" eran Rudi saat kepala kontolnya dicekik oleh otot
anusku. Saya sendiri juga mengerang kesakitan saat kontol Rudi memaksa
masuk.
"UUGGHH!!" Adi dan Parjo mengelilingi kami dan menyaksikan
pertunjukkan kami sambil mengocok batang kontol mereka. Suara becek
kocokan kontol mereka bergema dalam ruangan itu.
"AARRGGHH!!" erangku ketika kontol Rudi akhirnya PLOP! masuk. Baru
kali ini anusku dientotin kontol. Tak pernah terpikir bahwa saya bakal
merasakan nikmatnya dingentotin kontol.
"AARRGGHH.." erangku lagi, memutar-mutar kepalaku.
Rasa sakit mendera anusku, Rudi sementara itu mendorong-dorong
kontolnya masuk, menginvasi anusku. Saya hanya meringis kesakitan
sambil berusaha untuk mengangkat tubuhku sedikit. Namun terasa sulit
sekali.
"AARRGGHH..!! UUGGHH!! Sakit, Mas.. AAHH..!!"
".. Hhhooh.. Hhohh.. Tahan saja.." Erang Rudi.
"Nanti juga.. Hhhoohh enak kok.. Aaahh.. Uuugghh.." Rudi meraih dadaku dan meremas-remasnya.
".. Hhhohh.. Saya paling suka.. Uuugghh.. Dada cowok.. Hhhososhh.. Putingnya kecil.. Hhhooh.. Merangsang sekali.. Hhhoosshh.."
Keringat mulai membasahi tubuh kami. Gaya negntot seperti itu
sungguh menguras tenaga. Sambil sibuk mengentotin pantat perjakaku,
Rudi menggenggam kontolku yang terbalut celana dalamku dan mulai
mengocoknya dengan kasar. Berdua kami saling mengerang dan
menggeliat-geliat.
"AARRGGHH..!!"
Saya membiarkan diriku dikuasai nafsu jahanam, nafsu antara sesama
lelaki. Namun sungguh nikmat sekali rasanya, tenggelam dalam nafsu
sejenis. Sayaa ingin Rudi menghabisi anusku, menghujamkan kontolnya
sedalam mungkin.
".. Hhhoohh.. Hhhoosshh.. Aaahh.."
"AARRGGHH..!!" erangku ketika tiba-tiba kontolku berkedut-kedut dan mulai berkontraksi.
Nafsuku yang kutahan sejak tadi akan meledak sekarang! Kepala
kontolku membesar dan memuntahkan pejuh. CCRROOTT!! CCRROOTT!!
CCRROTT!! Saya mengejang-ngejang dan menyebabkan kontol Rudi di dalam
pantatku ikut mengejang.
"AARRGGHH!! UUGGH!! OOHH!! AAHH..!!" erangku sat orgasme menguasai seluruh inderaku.
Saya hanya merasakan kenikmatan yang luar biasa sementara kontol
Rudi terus menyodomiku. Celana dalamku kontan basah semua dengan
sperma. Terpicu orgasmeku, Rudi pun akhirnya keluar lagi, untuk yang
kedua kalinya. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOT!! Tubuhnya
terguncang-guncang dan sodokan kontolnya menghajar duburku tanpa ampun.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! HHOOHH!! AAHH!!" Kami berdua benar-benar menikmati orgasme kami, sampai pada tetes terakhir.
"AARRGGhh.. "
Dengan lemas, saya mencoba untuk bangkit berdiri. Kontolku mulai
melemas dan bergelantungan, mengeluarkan sisa pejuh. Rudi berguling ke
samping lalu bangkit, masih terengah-engah. Kukira semuanya telah
selesai, namun tiba-tiba Parjo memelukku dari belakang, kontolnya yang
ngaceng terasa sekali bergesekkan dengan pantatku.
"Gantian gue ngentotin loe," serunya.
Tanpa membrikanku kesempatan untuk protes, Parjo langsung
menancapkan kontolnya sedalam-dalamnya dalam lubang duburku. Saya hanya
bisa berteriak, "AARRGGHH!!"
Bagaikan binatang buas, Parjo menguasai tubuhku. Gerakan ngentotnya
mula-mula cepat, lalu lambat. Kemudian dia kembali mempercepat
sodokannya, lalu melambat, begitu seterusnya. Saya hanya menjerit-jerit
saat tiba pada ritme cepat, sedangkan ketika measuki ritme lambat, saya
hanya mendesah saja. Parjo mmemang ahli mengendalikan ejakulasinya.
Gaya ngentotnya yang unik terbukti ampuh untuk menahan laju orgasmenya.
Dingentotin Parjo, membuat kontolku bangkit kembali.
".. Hhhoohh.. Aaahh.. Hhhoosshh.." desahku ketika Parjo
melingkarkan tangannya di sekitar batang kontolku dan
mengocok-ngocoknya. Benar-benar nikmat sekali dikocok sambil dientotin.
Kata-kata kasar keluar dari mulutnya, ".. Aaahh.. Ooohh.. Bangsat!
Ooohh fuck you! Hhohh.. Ngentot loe! Hhhohh.. Kontol! Aahh.. Pejuh!
Aaahh.. Enak banget.. Hhhoohh.. Gue suka ngentotin.. Aaahh.. Cowok Cina
kayak loe.. Hhhoohh.. Sudah putih, mulus lagi.. Hhohh.. Homo lagi..
Aahh.."
Selama bermenit-menit, dia terus meracau seperti itu. Suara yang
hampir mirip suara tamparan dihasilkan dari tertumbuknya pantatku
dengan tubuhnya, tiap kali Parjo menyodokkan kontolnya.
"AARRGGHH!!" teriaknya, dan tiba-tiba CCRROOTT!! CCRROOTT!!
CCRROOTT!! CCRROOTT!! Pejuhnya muncrat tak terkendali, membasahi
anusku. Rasanya di bagian dalam tubuhku sudah terlalu becek dengan
pejuh Rudi dan Parjo. Pejuh mereka saling bercampur di dalam sana.
"AARRGGHH..!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Parjo terus menggenjot pantatku hingga kontolnya berhenti muncrat.
Sementara itu, tangannya tak henti-hentinya mengocok dan meremas
kontolku dari balik celana dalamku yang basah itu. Meskipun saya baru
saja 'keluar', nampaknya pejuhku akan kembali dimuncratkan.
"AARRGGHH!!" erangku sambil mencengkeram pinggangnya.
CCRROOT!! CCRROOTT!! CRROOTT!! Saat pejuhku tertumpah, tubuhku
kejang-kejang dan bertumpu pada tubuh Parjo di belakangku. Dialah yang
dengan sabar memegangiku dan menahan gejolak orgasmeku.
"AAHH.. UUHH.. OOHH.. HHOOSSHH.. AAHH.." CRROTT! Dan usailah semuanya.
Celana dalamku berbau tajam dengan sperma, dan tentunya lebih basah
lagi. Begitu Parjo mencabut kontolnya, pejuhnya mengalir keluar dan
turun ke pahaku. Saya masih tersengal-sengal dan bahkan tak mampu
berbicara.
Tiba-tiba Adi mendekatiku dan mulai menciumiku dari belakang. Saya
tahu apa yang diinginkannya. Dia pun ingin menyodomiku. Meksipun agak
ogah berhubung saya sudah dua kali ngecret, namun saya kasihan juga
padanya sebab sorot matanya nampak memohon sekali. Mau tak mau, saya
biarkan Adi menyisipkan kontolnya masuk ke dalam anusku yang becek.
Mudah sekali baginya untuk masuk. Dan terus terang, saya hampir tak
merasakan rasa sakit apa-apa. Mungkin karena anusku sudah terbiasa, dan
mungkin juga karena banyaknya pejuh yang melumasi lubangku.
Kembali, saya mendaki sebuah perjalanan menuju puncak orgasme. Adi
pun ingin mengocok kontolku. Dia memaksa kontolku yang lemas itu untuk
bangun sekali lagi. Saya hanya memejamkan mataku sambil
menggeliat-geliat. Rasanya nikmat sekali merasakan tangannya
meremas-remas kontolku. Kembali saya memasrahkan diriku dan membiarkan
Adi mempermainkan kontolku. Sementara itu, pinggulnya sibuk
bergerak-gerak seperti piston kereta api, memompa kontol ke dalam
tubuhku. Kontol Adi merupakan kontol yang terbesar di antara mereka
semua. Berhubung pantatku sudah banjir pejuh, Adi merasa hangat dan
basah sekali menusukkan kontolnya di dalam tubuhku.
".. Hhhoohh.. Aaahh.. Aaahh.. Hhhoosshh.."
Waktu terus berlalu sampai akhirnya saya merasakan gejala ejakulasi
Adi. Tanpa dapat dicegah, Adi menggeram seperti hewan buas dan kepala
kontolnya mengembang. Sedetik kemudian CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!!
CCRROOTT!!
"AARRGGHH!! UUHH!! HHOOSSHH!! AARRGGHH..!!" Adi menumpahkan seluruh
pejuh yang dimilikinya, napasnya berat dan terengah-engah. Kurasakan
lubang anusku kaku dan menganga. Aliran pejuh masih terus saja mengalir
keluar. Tiba-tiba, tiba giliranku untuk ngecret. Astaga, mereka
benar-benar ingin menguras persediaan spermaku.
"AAGGHH!!"
Dan seperti biasa pejuh tersembur keluar dari lubang kontolku,
meskipun tidak sebanyak yang tadi. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOT!!
Namun orgasme yang kurasakan tetap nikmat.
"AAHH!! OOHH1!! UUHH!!" celana dalamku sudah tak sanggup lagi
menampung spermaku. Sperma itu pun akhirnya menyerap keluar dan jatuh
ke atas lantai, menciptakan genangan pejuh di sana-sini.
Setelah itu, tubuhku melemas dan Adi harus memapahku. Tak
terkatakan betapa letihnya saya. Anusku menganga lebar, dan menumpahkan
semua pejuh yang tersimpan di dalamnya. Tak ayal lagi, lantai bengkel
itu hampir banjir dengan sperma. Bau seks begitu terasa dan menusuk.
Kami semua berbaring di atas handuk saling berpelukkan. Saya menjadi
pusat perhatian dan berbaring diapit di antara Adi dan Parjo.
Adi nampaknya suka sekali padaku. Tak henti-hentinya dia menciumiku
dan meraba-raba sekujur tubuhku. Selama itu, celana dalamku masih juga
belum dilepaskan padahal celana dalam itu sudah basah sekali berlumuran
sperma. Tanpa perlu dijelaskan, kalian pasti sudah tahu bahwa tubuh
kami semua masih dipenuhi keringat dan pejuh. Namun, kami tak peduli
dna tetap saling berpelukkan. Adi menciumiku dan berbisik,
"Tahu enggak, sebenarnya Papamulah yang mengatur semua ini. "
"Apa?" tanyaku tak percaya. Namun saya masih lemas sekali.
"Benar. Papamu itu langganan setia kami dan kami sering berhomoseks
bareng-bareng. Dia hanya ingin kamu pun merasakannya agar kalain berdua
nanti bisa saling negntot," jelas Adi, tetap memelukku mesra.
Ternyata Papaku cabul sekali. Dia bahkan tega meminta 3montir seksi
ini untuk mengambil keperjakaanku. Tapi tak apa. Saya sendiri kini
sudah yakin akan homoseksualitasku. Nanti, setibanya saya di rumah,
Papaku akan merasakan akibatnya. Saya akan mengentotin pantatnya sampai
dia minta ampun. Aaahh.. Tunggu saja, Pa.
*****
Kunjungi homepage saya di http://www.angelfire.com/falcon/brycejlover/profileindo.html E N D
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
455,011 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,319 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,275 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,892 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,712 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,271 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,282 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
97,427 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,081 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,521 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
78,985 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,397 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,679 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,849 |
| Proyek Biologi Yang Sukses |
brycejlover@yahoo.com |
60,173 |
|
|
|
|
|
|
|