|
|
Cerita ini FIKTIF! Dan merupakan sekuel dari
Proyek Biologi. Jika Anda suka dengan ceritaku, tolong berikan nilai A
untuk ceritaku, oke :) Website: http://www.angelfire.com/falcon/brycejlover/profileindo.html *****
Eddy dan saya tegang sekali ketika kami diundang untuk mempresentasikan
proyek kami. Berhubung Eddy lebih mantap dalam berbicara dan tidak
gugup, maka dia akan menjadi pembicara, sementara saya akan menjadi
asistennya saja. Kami berdua agak gugup karena banyak orang yang
menyaksikan kami. Entah kenapa, proyek kami memenangkan juara pertama,
dan kami harus memperagakan penelitian kami di depan mereka. Anehnya,
yang hadir di tempat itu adalah pria semua. Tempat pertemuannya pun
tertutup, berlokasi di sebuah hotel terkenal.
"Baiklah, akan saya jelaskan tentang penelitian kami," kata Eddy, berdiri di mimbar, sementara saya bersiap di sampingnya.
Selama hampir setengah jam, Eddy menjelaskan panjang lebar tentang
penelitian kami. Ketika sesi tanya-jawab dimulai, kami baru menyadari
kenapa tidak ada perempuan yang hadir dalam acara itu. Seorang pria
berusia 40-an berdiri dan mengajukan pertanyaan.
"Bagaimana cara kalian mengambil sperma? Apakah kalian saling
mencoli kontol atau saling fellatio?" Tanpa malu, pria itu menggunakan
kata 'kontol' dan 'coli'.
Eddy dan saya langsung terkejut dengan pertanyaan itu. Tapi dengan tenangnya, Eddy berkata.
"Kami saling bermasturbasi. Kami menemukan cara itu sangat santai dan menyenangkan. Ada pertanyaan lain?"
Seorang pria yang lain berdiri.
"Kalau kalian menganggap penelitian itu menyenangkan, itu berarti kalian berdua terangsang?"
"Ya, kami terangsang. Kalau tidak, kami takkan bisa menyemprotkan
sperma kami," jawab Eddy, berusaha nampak tenang menjawab
pertanyaan-pertanyaan aneh tersebut.
Diam-diam, kontolnya mulai ngaceng berat. Saya dapat melihat tonjolan di balik celananya dengan jelas dari tempatku berdiri.
"Kami menginginkan peragaan langsung saat kalian mengambil sampel sperma kalian," minta seorang pria.
"Peragakan bagaimana cara kalian saling bermasturbasi."
Mendadak, seluruh penonton menjadi antusias, memaksa kami untuk
memperagakannya. Eddy dan saya akhirnya menuruti permintaan mereka,
lagipula kami memang diharuskan untuk memperagakan sesuatu. Kami berdua
sangat gugup. Dengan agak gemetaran, kami bergerak ke tengah panggung.
Eddy mulai membuka celana panjangku. Saat celana panjangku merosot
turun ke lantai, para hadirin bersorak ramai.
Acara yang tadinya formal kini mulai berubah seperti acara
strip-tease homoseksual. Giliranku untuk melepas celana panjang Eddy,
juga diiringi sorak meriah penonton. Demikianlah, pelan-pelan, kami
menelanjangi tubuh kami. Entah kenapa, kami mulai berani dan percaya
diri. Saat itu, Eddy dan saya sudah benar-benar telanjang bulat dengan
kontol ngaceng. Kontol kami tertangkap kamera dan ditayangkan di dalam
monitor raksasa di belakang kami. Penonton berdecak kagum sambil
berbisik-bisik.
Beberapa di antara mereka mulai membuka pakaian mereka. Ada yang
bertelanjang dada, ada yang merosotkan celana panjangnya, ada yang
mengeluarkan kontol mereka, bahkan ada juga yang benar-benar bugil
seperti kami. Eddy dan saya kini yakin bahwa kami telah diundang hadir
dalam sebuah acara homoseksual berkedok penghargaan untuk penelitian
ilmiah. Kami sama sekali tidak merasa tertipu. Bahkan kami merasa
bangga sekali, dan sekaligus terangsang! ;) Beberapa pria mulai
menyemangati kami.
Rasa malu mulai meninggalkan kami. Saya sengaja meliuk-liukkan
tubuhku agar para pria yang menonton kami terangsang. Kubungkukkan
tubuhku dan memperlihatkan lubang anusku pada mereka. Serentak mereka
bersorak sambil berdecak kagum. Di layar monitor raksasa terpampang
jelas anusku yang berkedut-kedut. Eddy mendekatiku dan langsung
menciumiku dengan bernafsu. Kusambut ciumannya dan penonton pun
bersorak. Eddy sengaja memutar tubuhnya agar kamera dapat menangkap
gerakan liar lidah kami. Eddy menciumku dengan penuh hasrat dan nafsu.
Bibirku disedot-sedot dn lidahku dijilat-jilat. Air liur kami bercampur
dan kami tidak merasa jijik sekalipun.
Beberapa menit kemudian, adegan ciuman panas berakhir dan saya
mulai bergerak turun. Bagaikan penari erotis homoseksual, saya
meliuk-liukkan badanku seraya berjongkok. Pantatku menghadap ke arah
penonton, menggoda mereka untuk menyodomiku. Lidahku menjilat turun,
menyapu tubuh Eddy yang hangat. Eddy mendesah-desah nikmat dan suaranya
bergema keras di ruangan besar itu berkat mikropon besar yang
bergantung di atas kami. Penonton juga ikut mendesah-desah seraya
merangsang tubuh mereka sendiri. Bagi yang mempunyai partner, mereka
tidak segan-segan 'make love' di tempat itu. Ada yang berciuman dan ada
pula yang saling meraba-raba.
"Aahh.. Oohh.. Hhoohh.. Aahh.." desah Eddy.
Kembali suaranya dipantulkan ke setiap sudut ruangan oleh mikropon
itu. Para penonton mendesah mengikutinya. Kepala kontol Eddy sudah
telanjur basah dengan cairan precum. Beberapa tetes precum telah
berjatuhan ke atas lantai berkarpet. Buru-buru saya memposisikan
lidahku di bawah kepala kontol itu agar sisa precum dapat
terselamatkan. Mm.. Enak sekali. Lidahku menyapunyapu bagian bawah
kepala kontolnya, membuat Eddy kembali mendesahkan kenikmatan yang
dirasakannya.
"Oohh.. Hhoosshh.. Aahh.."
Saya terus saja menjilati kepala kontol itu dan kuperas cairan
kelelakiannya itu. Eddy mengerang-ngerang sambil menggenggam pundakku.
SLURP! SLURP! SLURP! Ah, nikmat sekali kontol Eddy. Precum-nya mengalir
masuk ke dalam mulutku seiring dengan hisapanku. SLURP! SLURP.
"Aahh.. Aahh.." erangnya, kontolnya semakin menegang.
"Aahh.. Oohh.." Eddy mulai giat menggenjot mulutku.
Dengan pasif, saya hanya berjongkok di hadapannya dan membiarkannya
memakai mulutku sebagai pelampiasan hasrat homoseksualnya. Precum yang
membanjiri mulutku terasa semakin banyak seiring dengan berjalannya
waktu.
Perubahan drastis pada tubuh Eddy mulai kurasakan. Napas yang
semakin memburu dan kepala kontolnya yang membengkak adalah
gejala-gejala dari orgasme. Eddy akan segera berejakulasi dan takkan
dapat dihentikan.
"Aahh.. Oohh.. Endy.. Aahh.. Gue mau.. Ngecret.. Aahh.. Bersiaplah.. Aahh.. Oohh.."
Dan CCRROOTT!! CRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!
"AARRGGHH!! AARRGGHH!! OOHH!! UUGGHH!! AARRGGHH!!"
Sperma Eddy ditembakkan bertubi-tubi tepat ke dalam kerongkonganku.
Saya tak perlu bersusah-susah untuk menelannya sebab pejuh hangat itu
langsung meluncur ke dalam perutku. Penonton bersorak-sorak ramai dan
menyemangati Eddy. Mereka senang sekali melihat Eddy ngecret di dalam
mulutku. Kepuasan mereka dapat disamakan dengan kepuasan para penonton
melihat bola ditendang masuk gawang dan gol. Eddy terus saja mengerang
dan mengejang-ngejang. Tubuhnya berkilat-kilat dengan keringat dan
dadanya bergerak naik-turun.
"Aahh.." Lalu Eddy menarik kontolnya keluar.
Saya merasa seperti pelacur dengan pejuh di mulut saya, tapi saya
suka. Tanpa malu, saya berbalik dan membiarkan kamera menyorot mulutku
yang belepotan pejuh. Para penonton berdecak-decak seraya
berbisik-bisik.
Untuk acara berikutnya, pihak panitia menyediakan sebuah meja
panjang yang kokoh. Sebuah kaemra tambahan juga di pasang di bagian
atas panggung. Saya tidak pernha bermimpi bakal menjadi bintang porno
homoseksual dan disaksikan banyak orang. Ketenaran itu memang
mengasyikkan. Dan tibalah untuk acara berikutnya. Eddy dan saya kembali
naik ke atas panggung.
Saya berjalan agak mengangkang sebab di dalam anusku telah dipasang
sebuah kamera mini. Kamera itu tersambung dengan monitor raksasa yang
dikendalikan jarak jauh. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran
close-up dari kontol Eddy yang akan sibuk menghajar lubang anusku.
Tubuhku agak menggigil. Bukan karena gugup, tapi karena AC ruangan itu
yang terasa semakin dingin. Apalagi saya 'kan telanjang bulat. Para
penonton menatap tubuhku dan Eddy dengan sorot bernafsu.
Kini hampir sebagian besar dari para penonton sudah bertelanjang
bulat. Sebagian mendapat partner kilat, sebagian lagi threesome atau
orgy, dan sisanya lebih memilih untuk solo. Beberapa pria telanjang
terlihat di antara bangku penonton sedang sibuk menghisap kontol
partner mereka masing-masing. Desahan-desahan cabul pun terdengar,
padahal acara utamanya masih belum dimulai.
Lampu di ruangan itu mulai diredupkan sementara lampu di panggung
utama dinyalakan. Semua mata tertuju pada Eddy dan saya. Eddy telah
membaringkan tubuh telanjangku di atas meja panjang yang telah
disediakan. Kedua kakiku direntangkan lebar-lebar. Monitor raksasa
langsung menayangkan posisis kami dari atas. Tampak wajahku tersenyum
mesum dengan penuh antusiasme. Eddy berbisik padaku bahwa dia akan
segera membor lubangku. Saya mengangguk dan bersiap untuk menerima
kontolnya. Dan acara pun dimulai.
Kontol Eddy yang menempel di lubang anusku mulai memaksa masuk.
Rasanya agak sakit saat kepala kontol itu bergerak masuk. Anusku
dipaksa untuk menelan kepala kontol itu. Rasa sakitku bertambah sebab
kami tidak memakai pelicin. Bibir anusku bergesekkan dengan kontol Eddy
dan saya pun mengerang.
"AARRGGHH.." Selama bermenit-menit, Eddy berjuang untuk mendorong
kontolnya masuk. Saya berusaha sekuatku untuk membuka anusku namun
tetap saja susah.
"AARRGGHH!!" Entah kenapa, kali ini terasa agak susah.
Eddy yang mulai frustrasi langsung saja menyodomiku kuat-kuat,
walaupun kontolnya belum masuk sepenuhnya. Jadi dia menyodomiku dengan
kepala kontolnya saja. Rasanya tetap saja sakit dan nikmat.
"AARRGGHH!! AARRGGHH!! AARRGGHH!!" Saya menjerit-jerit sekuat-kuat,
meronta-ronta. Kudengar para penonton mulai berkasak-kusuk dan
berkomnetar.
"Oohh.. Hhoohh.. Aahh.." desah Eddy, terus memaksakan kontolnya.
Sambil menyodomiku, kontol itu terus bergerak maju. Lubang anusku
ebrkedut-kedut, menahan sakit. Terasa sekali bahwa bibir anusku mulai
lecet. Meskipun tidak berdarah, sakitnya sangat terasa. Tapi saya malah
sangat menikmatinya. Bukannya saya sado-masochist, tapi saya merasa
nikmat sebab sakit itu ditimbulkan dari ngentotan kontol. Jadi tentu
saja saya terangsang:.
"AARRGGHH!!" Eddy berteriak saat lubangku akhirnya jebol. PLOP.
"Hhoohh.. Hhoohh.. Hhoohh.." Eddy terus mendesah-desah, menahan
kenikmatan yang tak terkira saat anusku menjepit batang kontolnya.
Cairan precum mulai membanjiri anusku untuk melumasi jalan kontolnya.
Di monitor raksasa, kini ditayangkan kontol Eddy yang sedang asyik
menyodomiku. Kamera mini did alam anusku telah dihidupkan dan menangkap
setiap gerakan kontol Eddy. Saya, terengah-engah, menyaksikan monitor
itu dan menjadi semakin terangsang.
"Aahh.. Aahh.. Fuck me! oohh.. Ngentot.. Aahh.. Kontol.. Aahh..
Ngentotin gue.. Aahh.." Saya melontarkan kata-kata jorok seperti cowok
murahan.
"Aahh.. Oohh.." Para penonton mendesah-desah melihat kontol Eddy
menghajar anusku. Cipratan precum menempel di lensa kamera mini itu
sehingga gambar di monitor menjadi agak kurang jelas.
Saat kutolehkan kepalaku ke arah penonton, saya disuguhkan
adegan-adegan panas yang membuat kontolku semakin ngaceng. Semua
penonton kini asyik terlibat dalam adgan seks mereka masing-masing. Ada
yang sibuk mengentot, ada yang dingentot, ada yang menghisap kontol,
ada yang dihisap kontol, ada yang coli, ada yang asyik meraba-raba
badannya. Semuanya sedang berhomoseks. Sungguh sangat erotis.
"Aahh.. Oohh.. Aahh.." Suara desahan mereka bergema di ruangan itu dan dikencangkan lewat speaker.
"Aahh.. Aahh.. Aahh.."
Suasananya terlalu 'panas'. Saya tidak tahan lagi. Rasa nikmatku
akibat disodomi kini bertambah berlipat ganda. Kurasakan anusku licin
dengan precum Eddy. Kontolku yang ngaceng bergesekkan dengan perut Eddy
yang rata. Kontolku berdenyut-denyut sambil melelehkan precum. Aahh..
Saya tak tahan lagi. Anusku sedang disodokin kontol, kontolku dicoli'in
perut Eddy, dan suasana di sekitarku penuh dengan kebejatan dan
kecabulan. Siapa yang tahan.
"Aahh.. Oohh.. Eddy.. Aahh.. Gue.. Ngecret.. Aahh.."
Dan kontolku pun menembakkan pejuhnya. CCRROTT!! CRROOTT!!
CRROOTT!! CCRROOTT!! Badanku mengejang-ngejang dan menggeliat-geliat.
Kontraksi otot anusku mencekik kontol Eddy dan membuatnya memuntahkan
pejuhnya.
"AARRGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!! AARRGGHH!!" erangku, terengah-engah.
CCROOTT!! CRROOTT!! Pejuhku menyembur ke atas dan mendarat kembali
di atas wajah dan tubuhku. Tubuh Eddy juga terkena cipratan pejuh saya.
Oh, pokoknya merangsang kontol, deh. Aahh.. CCRROOTT!! CRROOTT
CRROOTT!!
"AARRGGHH!!" Eddy mengerang keras sekali dengan kontolnya jauh di dalam badanku.
CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Dan Eddy-ku pun ngecret.
"AARRGGHH!! OOHH!! AARRGGHH OOHH!!"
Monitor raksasa menayangkan kontol Eddy yang memuncratkan pejuhnya
di dalam anusku. Namun, gambarnya langsung berubah putih sebab kamera
mini itu sudah dibanjiri pejuh Eddy yang putih dan hangat. Tayangannya
pun segera diubah untuk menangkap ekspresi wajah Eddy yang kesakitan
bercampur kenikmatan saat kontolnya berorgasme di dalam diriku.
"AARRGGHH!!" CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!!
Hampir pada saat yang bersamaan, dari barisan penonton terdengar erangan-erangan orgasme.
"AARRGGHH!! AARRGGHH!! AARRGGHH!!" Satu demi satu
menggeliat-geliat. Bahkan muncratan pejuh sesekali terlihat dengan
jelas. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!
"UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" CCRROOTT!! CCRROOTT!! Para penonton
berorgasme dan berejakulasi. Tanpa segan-segan, mereka menyuarakan
kenikmatan mereka dan memuncratkan pejuh mereka. Ah, sungguh tak
terbayangkan.
Pelan-pelan, suasana mulai menjadi tenang kembali. Eddy membantuku
bangun. Pejuhnya langsung meleleh keluar dari anusku yang menganga
seperti angka 0. Aahh.. Suasana di ruangan mewah itu masih berbau pejuh
dan keringat. Butuh hampir setengah jam sampai semua dari kami kembali
berpakaian rapi. Sisa-sisa pejuh pun sudah dibersihkan oleh tim
kebersihan yang sengaja diewa oleh tim panitia. Eddy mengakhiri acara
itu dengan berkata.
"Dan demikianlah penelitian kami tentang sperma. Saya harap Anda sekalian menikmatinya."
Dan para penonton menyambutmnya dengan tepuk tangan yang riuh. Satu
jam kemudian diisi dengan foto bersama dan salam-salaman. Eddy dan saya
capek sekali saat semua hadirin telah meninggalkan ruangan itu.
Tim panitia pun mendatangi kami. Kami diberitahu bahwa semua
rekaman yang mereka ambil pada hari itu akan dikompilasikan menjadi
sebuah video porno homoseksual dan akan dijual ke luar negeri. Kebayang
gak sih? Jadi bintang gay porn dalam semalam? Mimpi apa kami semalam?
;) Sayangnya video porno itu tak bisa dipasarkan di dalam negeri
dikarenakan KUHP anti homoseksual yang baru dan norma-norma kesusilaan
dalam masyarakat kita.
Beberapa bulan setelah video yang dinamakan Biology Project itu
dipasarkan di Amerika dan Eropa, kami meraup banyak uang:) Seperti
biasa, film yang sukses selalu diikuti dengan sekuel. Eddy dan saya
telah dipastikan untuk tampil kembali dalam Biology Project bagian
ke-2.
E N D
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
455,142 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,339 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,291 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,957 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,760 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,285 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,320 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
97,435 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,131 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,531 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
79,000 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,401 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,689 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
74,477 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,858 |
|
|
|
|
|
|
|