|
|
Dari Bagian 1 Diperosotkannya sedikit celananya sehingga kontolnya yang sudah
menegang itu tersembul keluar. Gideon terpesona menyaksikan kontol
cowok macho di hadapannya itu: besar, panjang, berotot dan kepala
kontolnya yang bersunat itu berkilat-kilat. Pangkalnya rimbun oleh
bulu-bulu keriting yang tumbuh lebat. Kontol HL, seperti pemiliknya,
terlihat gagah dan berwibawa.
Sudah berapa cowok yang keperawanannya dijebol oleh kontol itu?
Apakah aku akan menambah deretan jumlah cowok yang diperawani oleh
kontol itu?, batin Gideon.
"Berlutut!" perintah HL tiba-tiba dengan garang.
Bagai tersihir, Gideon berlutut di hadapan HL mendengar
perintahnya. HL menggenggam batang kontolnya dan memukul-mukulkannya ke
wajah Gideon. Gideon menjulurkan lidahnya untuk menjilati kepala dan
batang kontol HL. Ditelusurinya lubang di ujung kepala kontol itu.
Precum mengalir keluar dari lubang tersebut hingga menimbulkan rasa
asin di lidah Gideon. Gideon terus menjilati kontol itu sampai ke
pangkalnya. Sama seperti yang dilakukannya terhadap bulu ketiak HL,
digigitinya pula bulu-bulu keriting yang tumbuh di pangkal kontol HL.
Diusap-usapkannya kedua pipinya pada batang kontol itu.
"Buka mulut!" terdengar perintah HL lagi.
Gideon tak mempunyai pilihan selain menuruti perintah HL. Dibukanya
mulutnya lebar-lebar. Dengan satu tangan HL menggenggam batang
kontolnya, dan dengan tangannya yang lain dia memegangi kepala Gideon
agar tetap berada di tempatnya, kemudian dengan perlahan namun pasti
pinggulnya melakukan gerakan mendorong sehingga melesaklah batang
kontol itu seutuhnya ke dalam mulut Gideon. Hampir saja Gideon tersedak
dibuatnya.
Setelah beberapa saat, Gideon mulai terbiasa dengan keberadaan
batang panjang itu dalam mulutnya. Kini kedua tangan HL berada di sisi
kanan-kiri kepalanya. Pinggulnya bergerak maju mundur, batang kontolnya
keluar masuk mulut Gideon.
"Yeah! Take it all down your deep throat," ujar HL.
Gideon menyedot batang kontol HL kuat-kuat sampai pipinya menejadi cekung. HL merasakan kontolnya seperti di-vaccum cleaner.
"Aargh!" erangnya.
"Jangan berhenti, Sayang! Isap kuat-kuat kontolku!"
Gideon menyedot semakin kuat kontol yang berada dalam mulutnya.
Tangannya meraba-raba dada HL. Semakin lama Gideon menyedot, semakin
besar kontol HL jadinya dan semakin kasar pula sikapnya. Semakin cepat
gerakan maju mundur pinggulnya, seperti aus saja rasanya lidah dan
langit-langit Gideon tergilas kontol HL. Biji pelirnya yang besar,
bulat, dan kencang ikut maju mundur menghantam dagu Gideon setiap kali
batangannya bergerak. HL baru berhenti bertindak demikian setelah
Gideon mencubit kedua teteknya.
Kini Gideon menciumi dan menjilati perut dan dada HL yang berkeringat. Diisapnya lagi tetek-tetek HL.
"Alangkah indah tubuhmu," puji Gideon sambil memeluk HL. Mereka berciuman lagi.
Dengan lembut HL membaringkan tubuh Gideon di atas lantai yang
berkarpet. Dia sendiri melepaskan celananya. Dalam keadaan tanpa busana
selembar pun melekat di tubuh, mereka bercumbu bagai sepasang kekasih
di atas karpet. HL menciumi dan meninggalkan cupangan pada leher
Gideon.
"Berbaliklah, Sayang," pinta HL. Gideon menurut.
Punggung telanjang Gideon pun menjadi sasaran ciuman dan cupangan
HL. Ketika melihat gundukan pantat Gideon, HL tidak dapat menahan diri
untuk tidak menaboknya. Nyaring sekali bunyi tangan HL beradu dengan
pantat Gideon. Berulang-ulang ditaboknya pantat Gideon sampai berwarna
kemerahan. Gideon menggigit bibir menahan sakit, namun juga menikmati
sentuhan tangan HL. Kemudian, seolah untuk menebus kesalahannya, HL
menciumi bongkahan pantat Gideon, dijilatinya pula kedua gundukan
daging tersebut. Ketika lidah HL mulai menyusuri belahan pantat Gideon,
dia menghentikannya.
"Jangan!" cegahnya.
"Tidak boleh ya? Mengapa? Aku ingin mencicipi lubang keperawananmu
sebelum mengentotnya," HL menjelaskan sambil memainkan jarinya di
belahan pantat Gideon.
"Aku.. Aku takut.. Aku belum pernah melakukannya," Gideon memberikan alasan.
"Selalu ada saat pertama melakukannya, Sayang," rayu HL lagi.
Karena sebetulnya Gideon sendiri menginginkan hal tersebut ditambah
jari-jari HL telah merangsang celah pantatnya, akhirnya Gideon tidak
mencegah HL melanjutkan aksinya lebih jauh.
HL mementang gundukan pantat Gideon sehingga celahnya terbuka
lebar. HL membenamkan wajahnya pada belahan pantat itu dan menjilati
lubang serta dinding-dindingnya. Gideon mendesah-desah menikmati
perlakuan tersebut. Dia tidak menyangka ada seorang pria yang
menyukainya sedemikian rupa sampai menganggap lubang pantatnya sebagai
suatu kenikmatan. HL sendiri bagai lupa diri menjilati lubang serta
kadang-kadang menggigit dinding pantat Gideon. Lama kelamaan pantat
Gideon menjadi basah oleh ludah HL dan cairan anal yang mengalir keluar
dari dalam karena rangsangan yang hebat. Lidah HL semakin gencar
menembusi lubang anus Gideon untuk menikmati cairan tersebut.
Setelah puas, HL memposisikan kontolnya pada mulut lubang anus
Gideon dan bersiap untuk mengentotnya. Dia menyuruh Gideon mengangkat
sedikit pantatnya. Gideon menurut.
"Bersiaplah jadi istriku dan kehilangan keperawananmu," kata HL
sambil menghunjamkan kontolnya menembus lubang anus Gideon dengan
bertenaga.
Bles! Kontol itu pun amblas masuk ke dalam lubang yang sempit.
Gideon mengerang hebat. Namun HL tidak memberinya kesempatan untuk
meredakan sakitnya, dia langsung menggerak-gerakkan pinggulnya maju
mundur. Seperti jebol rasanya pantat Gideon. Dia terus mengerang.
Tetapi HL tidak juga memperlambat gerakannya, seolah ingin menunjukkan
siapa yang memegang kendali dalam persenggamaan itu.
Lama-lama rasa sakit yang dirasakan Gideon mereda. Sekarang justru
sensasi yang luar biasa nikmat yang belum pernah dialaminya yang
dirasakannya. Kepala dan lehernya terangkat seolah meminta HL
menciumnya. HL mengerti keinginan Gideon, lalu menciumi pipi, leher,
dan bahunya. Ketika Gideon menolehkan kepalanya ke belakang, bibirnya
langsung dilumat oleh HL.
HL terus melakukan gerakan memompa pantat Gideon. Kontolnya keluar
masuk lubang anus Gideon. Sesekali dipukulnya pantat Gideon sehingga
otot-ototnya berkontraksi menjepit kontol HL. Gideon membayangkan
dirinya bagaikan kuda betina putih yang sedang disetubuhi kuda jantan
hitam.
"Fuck me!" pintanya dengan suara parau.
"Make me your slut, fuck me, please!"
Sejenak kemudian HL mencabut kontolnya dari pantat Gideon dan
menyuruh Gideon membalikkan tubuhnya. Gideon berbaring telentang dan
baru saja hendak bernafas lega ketika HL segera kembali menghunjamkan
kontolnya ke dalam lubang pantatnya. Dengan kejam HL
menghunjam-hunjamkan batang pelirnya. Tubuhnya yang besar menindih
tubuh Gideon yang lebih kecil sampai Gideon merasa seluruh
tulang-tulangnya dilolosi dari tubuhnya. Keringat HL mengalir dari
leher turun ke dada menetes ke tubuh Gideon. Gideon memejamkan matanya.
Kepalanya bergoyang-goyang mengikuti irama persetubuhan mereka.
Bibirnya sedikit terbuka seperti minta dikecup. HL mendaratkan
ciuman hangat di bibir Gideon. Gideon membuka matanya. Tampak olehnya
wajah HL yang basah oleh keringat. Tiba-tiba terlintas suatu pikiran
liar dalam dirinya.
"Rape me!" pintanya.
"Rape me hard!" pintanya lagi.
HL hampir tak percaya mendengar perkataan Gideon. Namun ketika
Gideon mengulangi permintaannya, tanpa ragu-ragu lagi HL bertindak. Dia
berdiri dan mengangkat tubuh Gideon dari atas karpet sambil batang
kontolnya tetap menancap pada pantat Gideon. Tangannya menopang pantat
Gideon. Gideon melingkarkan kakinya pada pinggul HL sementara tangannya
diletakkan di bahu HL. Dalam keadaan berdiri seperti itu HL memperkosa
Gideon. Gideon megap-megap seperti kehabisan nafas diperkosa seperti
itu.
"Take this and that! Take it, take it all, you slut!" racau HL.
Tiba-tiba HL memeluk Gideon lebih erat lagi. Tubuhnya bergetar.
Gerakan memompanya tersendat. Gideon merasakan cairan yang hangat dan
kental menyemprot dari kontol HL memenuhi lubang pantatnya. Banyak
sekali sperma HL sampai mengalir keluar dari pantat Gideon.
HL membaringkan kembali tubuh Gideon. Dicabutnya kontolnya dari
lubang pantat Gideon. Kontol itu masih menyemburkan sperma yang muncrat
ke paha dan perut Gideon. Gideon sendiri mengalami orgasme meskipun
tanpa ejakulasi. Matanya nanar menatap langit-langit, pantatnya terasa
lega. Terkoyak namun lega. HL menjatuhkan tubuhnya ke atas tubuh
Gideon. Dikecupnya bibir, pipi, dan ujung hidung Gideon. Tangan Gideon
mengusap punggungnya yang berkeringat.
"Ambil poseku saat sedang orgasme seperti ini," pinta Gideon. Tanpa
membuang waktu lagi HL segera mengambil kameranya dan membidik pose
Gideon seperti itu beberapa kali. Setelah selesai, HL dan Gideon berpelukan.
"Kerja tim yang bagus, kita harus lebih sering melakukannya," kata HL.
"Kerja tim berikutnya akan lebih bagus lagi," timpal Gideon. Lalu mereka berciuman.
*****
Semenjak saat itu Gideon sering menjadi model dan berpose bagi HL. Dan
meskipun HL masih sering meniduri cowok modelnya yang lain, Gideon
tetap menjadi kekasih favoritnya.
E N D
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
454,906 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,291 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,264 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,830 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,684 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,262 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,254 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
97,419 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,063 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,509 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
78,984 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,389 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,663 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
74,457 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,845 |
|
|
|
|
|
|
|