|
|
Dari bagian 1 Kedua matanya bersinar penuh nafsu. Saya tidak tahu setan apa yang
sedang merasukinya. Mataku bergerak turun dan kulihat sebuah tonjolan
besar menghias celana panjangnya. Sebagai seorang pria, saya tahu benar
bahwa sekali nafsu hinggap dalam diri seorang pria, pria itu pasti akan
melakukan apa pun untuk memuaskan nafsunya itu. Tanpa malu, Adi meraih
benjolan celananya dan sibuk mengurutnya.
"Loe mau nyoba kontol gue?" "Omong apa sih loe?" tanyaku, berusaha terdengar galak.
Tapi nampaknya tak berhasil sebab suara yang keluar malah suara yang gemetaran.
"Gak usah pura-pura deh. Loe homo juga kan?" kata Adi lagi, mendekat.
Tangannya yang satu lagi dipakainya untuk meremas-remas dadanya yang bidang.
"Loe suka badan gue? Ngaku aja.. Gue tau, loe suka ngintipin badan
gue tiap pagi saat gue lagi cuci mobil Papa loe. Tadi pagi, gue liat
loe sedang coli dan berorgasme hanya dengan mengintip badan gue." Saya mulai bingung, apakah saya harus mengakui homoseksualitasku padanya. Di tengah kebingunganku, Adi menyambung.
"Kebetulan, nih. Gue lagi horny. Ayo, temenin gue di ranjang."
Dengan tangannya yang kuat, Adi memelintir tanganku ke belakang. Saya
kontan mengaduh kesakitan. Saya tak berdaya saat Adi menyeretku masuk
ke kamarnya. Dengan kasar, Adi membanting tubuhku ke ranjangnya. Aroma
tubuhnya yang jantan, bercampur dengan aroma parfum murahannya,
menyambutku. Namun kontolku yang tadi ngaceng sudah telanjur lemas
kembali. Saya ingin berteriak tapi Adi dengan sigap menyumpal mulutku
dengan celana dalam bekasnya! Aroma jantan yang sangat menyengat
langsung menyerang lidah dan hidungku. Bau kencing dan pejuh bercampur satu dan terasa asin di lidah. Untuk
sesaat, saya dibuat pusing olehnya. Badanku terasa lemas saat aroma
maskulinnya menusuk hidung dan ragaku. Saat itu segera dipergunakan Adi
untuk mengikat tanganku ke belakang dengan borgol! Entah dia dapat
darimana. Saya tentu saja kaget dan ingin meronta, tapi tak mampu.
Bagaikan boneka kain, saya tergolek di ranjangnya tak berdaya dan
pasrah. Dengan sebilah pisau lipat, Adi mulai melucuti pakaianku. Saya kaget
juga melihat pisau itu; takut akan dilukai oleh Adi. Maka dari itu,
saya tak berani memberontak. Dengan bunyi BRET! Kaos dan celana
pendekku tercabik-cabik. Malunya saya saat menyadari bahwa saya tidak
bercelana dalam. Begitu celanaku habis dipotong-potong, kontolku yang
lemas pun langsung terekspos. Puas melihatku lemas karena aroma
kejantanan dari celana dalamnya, Adi membebaskan mulutku, tapi tanganku
masih terborgol ke belakang. Adi mulai beraksi. Di atas ranjangnya, dia mulai menggerayangi tubuhku. Berbaring di atas
tubuhku, Adi memeluk tubuhku. Mula-mula, Adi sibuk menciumiku. Lidahnya
ingin memaksa masuk tapi saya berusaha menahannya. Alhasil, supir muda
yang ganteng itu cuma berhasil membasahi bibirku dengan ludahnya saja.
Tak puas, dia mencengkeram pipiku kuat-kuat. Secara refleks, saya
mengaduh kesakitan dan terbukalah mulutku. Kesempatan itu segera
dimanfaatkannya untuk memberiku ciuman french-kiss. Lidahnya langsung
menyerbu masuk Mula-mula saya merasa mual sekali; jijik dengan air liur
Adi yang bercampur denganku. Tapi Adi terus memaksa dan saya pun
akhirnya menyerah. Kubiarkan lidahnya menyapu lidahku dan gusiku.
Dorongan untuk menciuminya mulai timbul. Kuberanikan diriku untuk menyambut lidahnya. Getaran nikmat mulai
mengisi jiwaku. Untuk pertama kalinya, saya benar-benar merasakan
diinginkan oleh pria lain. Kuciumi dia dengan penuh nafsu dan Adi
membalasnya dengan penuh nafsu juga. Selama bermenit-menit, kami
tenggelam dalam kenikmatan berciuman. Saat Adi melepaskan bibirku, saya
merasa kosong sekali. Hatiku berdebar kencang, masih takut akan
kemungkinan bahwa Adi cuma ingin menjebakku saja. Entah kenapa, Adi
malah membebaskan tanganku. Saya bisa saja melarikan diri tapi sebagian
dari diriku memang menginginkan untuk diperkosa oleh Adi.
"Kontol yang indah," gumam Adi, air liurnya hampir menetes keluar.
"Gue paling suka kontol Cina. Ah, belum disunat lagi."
Dengan bernafsu, Adi langsung membungkukkan badannya dan menyikat
kontolku. Secara refleks, saya ingin menendangnya, tapi melihat pisau
itu saya jadi tak berani. Tanpa jijik, Adi mengambil kontolku dan
memain-mainkannya agar kontolku cepat berdiri.
"Lihat aja, gue bakal bikin loe ngaceng. Kontol loe bakal jadi
milik gue. Badan loe juga. Loe bakal jadi pemuas birahi gue kapan pun
gue mau. Ngerti?" Tak berdaya, saya hanya bisa mengerang dengan penuh keputus-asaan saat
kurasakan bahwa kontolku mulai ngaceng. Saya kecewa sekali akan
pengkhianatan kontolku; tak percaya bahwa saya bisa dirangsang oleh
sesama pria. Tapi tangan Adi memang terasa nikmat dan hangat di
kontolku. Dengan bernafsu, Adi memompa kontolku naik-turun.
"Aarrgghh.." erangku tanpa daya.
Kulup kontolku bergeser ke bawah dan menampilkan kepala kontolku
yang sensitif. Ketika tangan Adi menyentuhnya, saya mengerang-ngerang
kesakitan. Sakit sekali rasanya, seperti terkena amplas saja.
"Wah, anak majikan rupanya bisa terangsang ama gue," ejek Adi, matanya menyorot tajam ke arahku.
Mengetahui rasa sakit yang kualami pada kontolku, Adi cukup berbaik
hati dengan meludahi kepala kontolku. Ludahnya yang licin itu memberi
kenikmatan tersendiri saat telapak tangannya yang kasar
menyentuh-nyentuh kontolku.
"Enak kan? Loe pasti bakal ketagihan kontol gue nanti. Sekarang,
gue emut dulu yach kontol loe. Pasti enak," celoteh Adi tanpa
mempedulikanku. Tanpa keraguan sedikit pun, Adi membuka mulutnya lebar-lebar lalu
berjongkok di tepi ranjang. Kontolku yang berdenyut-denyut di tangannya
itu dimasukkannya ke dalam mulutnya. Saya hanya dapat menyaksikannya
dengan rasa tak percaya.
"Aarrgghh.." erangku saat kehangatan yang basah membungkus kontolku.
"Oohh.. Uugghh.." Saya mengerang tak karuan, menahan nikmat yang
teramat sangat. Baru kali ini, kontolku disedot oleh seorang pria. Dan
rasanya memang beda banget.
"Aarrgghh.." erangku saat Adi mengemut kepala kontolku lebih keras.
Lidahnya yang panas dan basah menari-nari di atas kontolku.
Hisapannya pun kuat sekali sampai-sampai saya merasa pejuhku bakal
kesedot keluar. Saya berhenti melawan dan malah memegangi kepalanya
agar dia bisa menyedot lebih kuat lagi.
"Aarrgghh.. Sedot lagi, Adi.. Yahh.. Oohh.. Enak banget.. Aarrgghh.."
Tiba-tiba, Adi berhenti menyedot dan berdiri menjauh. Buru-buru,
dilepaskannya celana panjang hitamnya itu. Celana itu kemudian
ditendang ke pojok ruangan. Saya agak ketakutan saat melihat benjolan
besar di balik celana dalamnya. Noda basah menghiasi celana dalam itu;
Adi memang sudah sangat terangsang. Tanpa malu, Adi melepas celana
dalamnya. Kontolnya yang tegang langsung melompat keluar,
berdenyut-denyut seperti makhluk hidup. Kepala kontolnya yang bersunat
berkilauan di tertimpa cahaya matahari siang. Adi lalu naik ke ranjang
dan menyodorkan kontolnya ke mulutku.
"Sepong kontol gue. Ayo, jangan malu-malu. Sedot aja yang kuat.
Anggap aja kontolku ini permen lolipop yang enak, yang harus dijilat
dna diemut." Rasa takut merambat sekujur tubuhku. Namun dorongan
homoseksualku terasa begitu kuat. Tanpa kusadari, tanganku bergerak
maju dan menggenggam batang kejantanan Adi. Batang itu terasa hangat
dan hidup. Pelan-pelan, kudekatkan wajahku ke kontol itu. Aroma kontol yang menyengat langsung memenuhi lubang hidungku, dan
masuk ke dalam otakku. Aroma itu begitu kuat dan saya pun tersihir.
Saya harus mendapatkan kontol itu! Tanpa sadar, saya langsung
memasukkan kontol itu ke dalam mulutku. Lidahku langsung disambut
dengan rasa asin yang licin. Dan di luar dugaan, saya menyukainya!
Tiba-tiba, tembok pertahananku runtuh. Saya tak peduli akan apapun,
saya hanya ingin merasakan nikmatnya berhomoseks. Adi tersenyum mesum
saat melihatku menanggalkan topengku. Dia berkata, "Gue udah tau kalo loe pasti homo. Mata gue gak pernah
salah. Loe hanya butuh sedikit paksaan untuk menunjukkan warna asli
loe.. Aahh.." Omongannya terhenti saat saya menjilat-jilat lubang
kontolnya.
"Oohh.. Yyeeaahh.. Jilat terus, homo.. Hhoosshh.. Buat gue
ngecret.. Aahh.. Hisap yang kuat.. Mm.. Enak kan? Hhoohh.. Aarrgghh.." Saya terus menjilat seperti seorang pria murahan. Tak mudah loh
menjilat dalam keadaan terbaring. Walaupun saya belum pernah
berhomoseks, tapi saya sering melihat film porno gay. Dari situ, saya
tahu teknik menyedot kontol. Jujur kuakui, menonton lebih mudah
daripada melakukan sebab kontol Adi terasa menyumpal mulutku. SLURP!
SLURP! Lidahku menjalari dan membungkus kepala kontol itu. Precum pun
dikeluarkan sebagai penghargaan atas apa yang kulakukan. Saat lidahku
menyapu bagian bawah kepala kontol milik sang supir itu, badannya
bergetar dan erangan nikmat pun terdengar. Rupanya bagian itu adalah zona erotisnya. Tanpa ampun, kuserang bagian
itu dengan lidahku. Erangan nikmat Adi terdengar makin keras, bergema
di dalam kamar itu. Makin banyak precum yang keluar dari lubang
kontolnya. Mm.. Semua kujilat habis. Semakin kuat saya menyedot kontol
itu, semakin keras erangan nikmat yang keluar dari mulutnya. Saat
sedang asyik menghisap, tiba-tiba Adi mengerang. "Oohh.. Gw mo keluar.. Aarrhh.. Oohh.."
Secara refleks, saya ingin berhenti menyedot agar muncratan pejuh Adi
tidak mengenai mulutku, namun Adi malah memegangi kepalaku kuat-kuat.
Dengan kasar, kepalaku ditekan ke arah kontolnya sehingga kepala kontol
Adi bersarang di kerongkonganku. Tak biasa, saya mulai terbatuk-batuk
dan mual. Adi lalu mendorong mundur kepalaku, tapi kemudian menariknya
kembali. Rupanya Adi sedang mengentot mulutku! Sebelum saya sempat
menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya, tiba-tiba muntahan pejuh
panas membanjiri mulutku dan menuruni kerongkonganku. Ccrroott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Seiring dengan tiap muncratan pejuh, Adi melenguh panjang.
"Aargghh!! Oohh!! Aahh!! Uuhh!! Aahh!!" Tubuhnya yang atletis itu terguncang-guncang, dikuasai orgasme.
Cerita ini dan tokohnya fiktif alias karangan saja. Silahkan kirim saran, ide, kritik ke penulis. Webpage: http://www.angelfire.com/falcon/brycejlover/profileindo.html *****
Papaku baru saja menyewa seorang supir baru karena supir yang lama
berhenti. Supir baru ini lebih muda, bernama Adi. Badannya masih tegap
dan umurnya 28, empat tahun lebih tua dibanding saya. Adi dikenalkan
oleh teman ayahku yang hendak pindah ke Singapur. Karena tak ingin Adi
menganggur, maka ia merekomendasikan Adi pada ayahku. Rumah ayahku
memang tidak besar, hanya kami berdua yang menempatinya. Adi menempati
kamar supir lama. Dalam sekejab, kamar sempit itu disulapnya menjadi
kamar yang sangat bernuansa maskulin. Bahkan aroma cologne murahannya
tercium tajam di setiap sudut kamarnya. Ayahku percaya sekali pada Adi meski masih pegawai baru. Namun, saya
merasa ada sesuatu dalam dirinya yang misterius sekali, seakan-akan dia
menyembunyikan sesuatu. Untuk ukuran seorang supir, Adi memang melebihi
standar. Wajahnya tampan dan terkesan tangguh. Kehidupan masa lalunya
nampak sangat keras, tergambar jelas di wajahnya yang tampan itu.
Kulitnya tidak terlalu gelap, menyelimuti tubuhnya yang tegap dan
atletis. Sebagai seorang pria, saya diam-diam iri dengannya. Meskipun
penampilan fisik Adi memang luar biasa, namun nasibnya tidak begitu
bagus sebab dia terjebak di tangga karir sebagai seorang supir pribadi.
Tanpa ada yang tahu, saya sering mengintipnya mencuci mobil ayahku
karena dia selalu melakukannya sambil bertelanjang dada. Ah, betapa
saya ingin meremas dadanya itu. Tapi rasanya tak mungkin karena Adi
terlihat sangat heteroseksual. Tak mungkin dia mau ngentotin saya.
Sejak dulu, saya sudah sadar bahwa saya hanya tertarik pada pria, namun
saya mencoba untuk menekan sifat homoseksual-ku. Jika ayahku tahu, dia
pasti akan marah. Namun dengan kehadiran Adi, bebanku bertambah berat
karena saya harus menekan nafsuku terhadapnya. Pernah, di suatu malam, saya menyelinap kelaur rumah dan diam-diam
bersembunyi di luar jendela kamar Adi. Dari balik jendela itu, kulihat
Adi sedang berbaring di ranjang sambil bertelanjang bulat. Kontolnya
ngaceng sekali seperti baja. Mulut Adi agak membuka, nampaknya dia
sedang mendesah-desah akibat rangsangan yang dia berikan pada kontolnya
sendiri. Tanpa ampun, kontolnya dikocok-kocok dengan kecepatan tinggi.
Saya hanya bisa menelan ludah melihat dadanya yang sempurna dan juga
kontolnya yang besar. Adi terlalu larut dalam lamunan joroknya sehingga
dia tak menyadari keberadaanku. Kudengar dia mengerang, "Oohh.. Hhoohh.. Oohh.."
Kontolnya berdenyut-denyut di tangannya. Sesekali, Adi meludahi
kontolnya sebagai pelumas. Tidak tahan melihat adegan erotis itu, saya
buru-buru mengeluarkan kontolku sendiri dan mulai sibuk mengocoknya.
Napasku memburu-buru menyaksikan Adi membelai-belai dada bidangnya
sendiri dengan penuh sensualitas. Ingin rasanya kupeluk tubuhnya yang
atletis dan seksi itu.
"Aahh.." desahku saat kontolku mengeluarkan precum.
Sebutir cairan bening melepaskan dirinya dari lubang kontolku.
Cairan itu langsung kuambil dengan jariku, lalu kujilat. Mm.. enak
sekali. Udara malam yang dingin malah membuatku semakin terangsang.
Setelah bermenit-menit mengocok, akhirnya yang kutunggu-tunggu datang
juga. Kulihat Adi mulai gelisah, tubuhnya bergetar dna mengencang.
Seluruh ototnya berkontraksi seakan sednag menahan sesuatu. Wajah Adi
yang ganteng sedikit menyeringai menahan nikmat yang teramat sangat.
Dan lalu.. Ccrroott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Mataku hampir terbelalak saat kulihat
pejuh putih kentalnya muncrat ke atas dan jatuh kembali mendarat di
atas tubuhnya.
"Aarrgghh!! Hhoohh!! Oohh!! Uugghh!! Aahh!!" Adi terus-menerus mengerang dan mendesah.
Tubuhnya yang kekar atletis itu mengejang-ngejang seperti orang
kesurupan. Kontol perkasa itu terus menembakkan pejuhnya selama
beberapa kali sampai akhirnya berhenti sama sekali. Kulihat, tubuh Adi
basah kuyup dengan pejuh bercampur keringat. Kolam pejuh sudah
terbentuk di perutnya yang berkotak-kotak akibat ejakulasinya tadi.
Tanpa rasa jijik, Adi meraup pejuhnya dengan tangannya dan kemudian
mendekatkannya ke bibirnya. Dengan mata kepalaku sendiri, kusaksikan cairan kejantanannya menete ke
dalam mulutnya. Adi menelan pejuhnya sendiri! Dan dia nampak sangat
menyukainya. Saya tak sempat menyaksikan apa yang diperbuat Adi
selanjutnya sebab orgasmeku sendiri hampir datang. Sambil menahan
eranganku, saya membiarkan tubuhku dikejangkan oleh orgasmeku.
"Hhoohh!! Oohh!! Oohh!! Hhoohh!!" Pejuhku dimuntahkan ke atas
rerumputan. Tubuhku tak berdaya, diguncnag orgasme dan saya harus
berpegangan pada tembok jika saya tak mau terjatuh. Ccrroott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Hampir selama semenit, saya mendesah
dan mengejang. Rasanya nikmat sekali. Kubayangkan betapa nikmatnya
berejakulasi dalam pelukan Adi. Oh, saya berharap mimpiku dapat
terwujud suatu saat. Kemudian, saya buru-buru kembali masuk ke dalam
rumah, dan kembali memerankan peranku sebagai pria heteroseksual.
Setiap pagi, Adi bangun dan mencuci mobil, lalu mengantarkan ayahku ke
kantor. Adi kemudian pulang lagi sampai sore dan lalu menjemput ayahku.
Begitulah kegiatannya sehari-hari. Namun terkadang, saya merasa
seolah-olah Adi juga sering menatapku secara diam-diam. Misteri dalam
diri Adi semakin besar, hingga suatu ketika, saya mengetahui apa yang
disembunyikannya selama ini.. Suatu pagi, saya kembali mengintipnya dari balik jendelaku. Jendela
kamarku kebetulan menghadap keluar sehingga kapan pun Adi sedang sibuk
mencuci mobil, saya pasti berkesempatan untuk mengintip tubuhnya. Pagi
itu, entah kenapa, Adi hanya mengenakan celana dalamnya yang terlihat
usang. Dengan santai, dia mencuci mobil ayahku. Tentu saja air
terciprat dan membasahi celana dalamnya itu. Dalam sekejab mata, celana
itu basah kuyup. Berhubung celana itu agak tipis, pantatnya yang padat
itu tercetak dengan jelas. Kontolku langsung ngaceng. Birahiku
menyala-nyala. Tak kuat membendung nafsuku, saya buru-buru melepas
celanaku dan mengeluarkan kontolku.
"Aahh.." desahku melihat adegan erotis itu.
Adi nampak sengaja meliuk-liukkan pinggulnya, seakan menggodaku.
Tiba-tiba, Adi membalikan tubuhnya. Tentu saja saya kaget setengah
mati. Untung saja jendelaku diselimuti tirai sehingga tubuhku agak
tersamar. Dari balik tirai, kusaksikan cetakan kontolnya di balik
celana dalam basah itu.
"Aahh, besar sekali," gumamku, penuh nafsu.
Kontolku sendiri mulai bocor dengan precum. Kuperas-peras batang
kontolku dan semakin banyak precum yang keluar. Sambil ngocok, saya
memata-matai gerak-gerik Adi. Sesekali kulihat Adi sengaja
mengelus-ngelus kontolnya dari balik celananya.
"Oohh.. Hhoohh.. Hhoosshh.." Napasku makin berat dan tak beraturan.
Kubayangkan bagaimana nikmatnya bercinta dengan supir itu,
merasakan tubuhnya, memegang kontolnya, dan dingentot. Semua
bayangan-bayangan erotis itu, ditambah dengan live-show yang sedang
digelar Adi di luar, memacu orgasme. Kontolku semakin ngaceng dan
basah, namun saya tetap memerasnya sampai..
"Oohh.. Oohh.. Aarrgghh!!"
Kontolku berdenyut keras tiap kali pejuh dimuntahkan keluar.
Tubuhku bergetar dan mengejang, seiring dengan gelombang orgasme yang
kurasakan. Ccrrott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Tirai tempat persembunyianku juga ikut
bergerak, terkena tubuhku. Tanpa kusadari, tirai itu tersibak, dan Adi
tak snegaja melihatnya. Dia menyaksikan bagaimana saya dikuasai
orgasme.
"Aarggh!! Oohh!! HhoH!! Aahh!!" erangku, terus saja memerah kontolku.
Pejuhku bermuncratan ke atas lantai, menciptakan genangan pejuh.
"Oohh.. Hhohh.. Hhsshh.."
Dan semuanya kembali seperti semula. Kontolku mengempis, napasku
kembali teratur, dan saya tersadar kembali. Saat kuintip Adi, ternyata
supir itu sudah tidak ada dan mobil ayahku sudah bersih mengkilap.
Tanpa sepengetahuan siapa pun, Adi sedang merencanakan aksi pemerkosaan
terhadapku! Siang itu setelah mengantarkan ayahku, Adi menghampiriku di
dapur. Saya baru saja selesai makan siang dan hendak mencuci piring
saat Adi tiba-tiba berdiri di belakangku. Dengan sensual, ditempelkannya tubuhnya ke punggungku. Sebuah benjolan
mendorong-dorong pantatku. Tentu saja saya jadi kaget tapi senang.
Namun di lain pihak, saya takut kalau itu hanyalah jebakan saja.
Bagaimana jika dia hanya ingin mengetesku saja? Maka kuputuskan untuk
tetap memainkan peran sebagai seorang pria 'straight'. Berpura-pura
tersinggung, kudorong tubuhnya dengan punggungku.
"Kenapa sih, Bang Adi? Salah minum obat yach?"
Saat kubalikkan badanku, saya baru sadar bahwa Adi sudah
bertelanjang dada. Pantas saja, saat dia menempelkan badannya ke
punggungku, saya dapat merasakan dengan jelas setiap kontur dadanya
yang berotot. Badan Adi yang atletis mengingatkanku pada badan Jason
Brooks, cowok ganteng yang berperan sebagai Sean Monroe di Baywatch
Hawaii. Puting Adi yang kecoklatan nampak menegang dan melenting,
menjaga otot pektoralnya yang aduhai. Di bawah dada bidang itu, nampak otot perut six-pack yang kotak-kotak
seperti papan cuci. Rambut-rambut halus tumbuh menyebar di dada Adi,
lalu turun ke belahan six-pack-nya, dan kemudian menghilang di balik
celana panjang hitamnya. Untuk sejenak, saya terhanyut dalam lamunanku,
membayangkan isi di balik celana itu. Keringat dingin mulai mengucur
saat saya menyadari apa yang sedang Adi lakukan. Dia sedang menggodaku! Dan celakanya, tak ada seorang pun di rumah
selain Adi dan saya. 'Astaga, jika Adi benar homoseksual, apakah dia
akan memperkosaku,' tanyaku panik pada diriku sendiri. Tak ada seorang
pun di dunia ini yang mau diperkosa, bahkan pria gay sekalipun, karena
pemerkosaan berkonotasi negatif dan kasar. Namun entah kenapa,
tiba-tiba saya terangsang sekali. Saya membayangkan diriku terbaring
bugil tak berdaya di lantai sementara Adi mengentotinku dengan kasar.
Kontolku mulai tegang dan tercetak di balik celanaku. Saya sama sekali
tak menyadarinya, namun Adi sadar dan telah melihatnya! "Tenang saja, gue gak bakal nyakitin loe. Gue cuma mau bersenang-senang saja, kok," kilahnya.
Ke bagian 3
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
544,060 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
209,687 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
198,884 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
197,243 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
189,479 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
133,532 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
122,991 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
121,520 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
114,337 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
90,993 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
88,671 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
87,235 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
87,098 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
82,380 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
82,152 |
|
|
|
|
|
|
|