|
|
Kalau ada usaha untuk berbuat baik, kenapa
mesti dilecehkan? Kadang memang tidak bisa konsisten soal kepatuhan
untuk tidak berbuat dosa, karena para syetan pengganggunya lebih
canggih dalam hal menggoda. Begitulah, ada teman yang berkomentar
mengejek terhadap apa yang kuceritakan. Tapi tidak begitu dengan Ran.
Kemarin Ran cerita kalau koleksi barang pornonya sudah dihibahkan kepada teman-teman kampusnya. Aku ucapkan selamat padanya.
"Ini langkah yang baik, Ran," tulisku pada HP dalam format SMS."
Semoga Tuhan membantu kita untuk selalu melangkah ke arah yang lebih
baik." Begitu balasku pada berita yang disampaikannya. Ada sedikit rasa
haru karena dia mau menanggapi positif terhadap usulku.
Konsep presentasiku diterima. Selanjutnya aku mesti tindak lanjuti
dengan pembuatan aplikasi dalam berbagai media. Aku mesti buat beberapa
contoh iklan untuk berbagai media. Untuk proyek ini, akulah yang
ditunjuk Bu Poppy sebagai pimpro-nya. Proyek dengan nilai hampir 400
juta ini memang jadi alat uji untuk diriku.
Rapat yang kuadakan dua hari lalu, dapat respon yang baik.
Teman-temanku di bagian produksi sangat banyak dukungannya, terutama
Bang Jay sang fotografer. Informasi yang diberikannya sangat mendukung
kelancaran proyek ini. Agensi model, ilustrator serta dubber yang
potensial untuk iklan radio kudapat alamat dari Bang Jay, cowok macho
yang tampilannya sedikit urakan.
Terus terang saja, aku lebih cocok kerja sama Bang Jay, dibanding
dengan teman-teman lain dalam satu tim, seperti Rina dan Sisy. Rina dan
Sisy kurasakan sangat cerewet dan terlalu kaku. Tapi sudahlah, mungkin
ini soal selera saja. Kedekatan aku dengan Bang Jay, memang jadi
omongan, tapi aku membela karena ini hubungan kerja saja. Aku suka Bang
Jay karena selera artistiknya cocok denganku.
Konsepku untuk iklan produk perawatan kecantikan kulit wanita,
semacam bedak lulur itu diterima oleh klien. Aku ingin menunjukkan
kualitas produk dilihat dari sudut pandang cowok, dan menonjolkan cowok
sebagai modelnya.
Agak berat dan aku mulanya tidak begitu yakin, tapi pihak klien
sebagi pemilik setuju dan data survey memang menunjukkan bahwa apa yang
dilakukan cewek sesungguhnya untuk cowok. Karena itu aku perkuat
'rekomendasi' produk konsumsi cewek oleh cowok. Dan ini ide memang
tidak orisinil sekali, karena produk bedak pemutih yang sudah ada juga
menggunakan cowok sebagai model pendamping.
Hari ini aku, Bang Jay, Rina dan Sisy sedang sibuk memilih foto
model cowok, yang mesti kami bawa ke rapat lusa. Kami sedang berada di
kantor agen model. Ada lima album foto yang kami bolak-balik. Kami
memang sudah langsung menyeleksi tampang cowok yang berusia sekitar dua
puluhan yang diperkirakan cocok dengan konsep kami. Akhirnya menjelang
siang, kami dapatkan 20 cowok yang kami bawa ke Bu Poppy untuk memilih
5 sampai 8 cowok model untuk dipanggil audisi.
Jadwal kami memang padat. Besok mesti periksa contoh storyboard,
setelah kemarin aku menyerahkan deskripsi-semacam skenario- film iklan
yang akan kami buat. Sedangkan lusa kami mesti produksi iklan radio
dalam berbagai versi.
Sudah seminggu ini aku tidak pulang ke tempat kostku. Aku nginap di
aparteman yang di sewa Bu Poppy khusus untuk proyek ini. Maklumlah ini
proyek mesti selasai untuk mengejar jadwal peluncuran yang akan
dilakukan bulan depan. Sebagian peralatan kantor memang kami boyong ke
sini. Dan aku ditemani Jay setiap harinya. Rina dan Sisy ikut kerja
lembur ketika pembuatan deskripsi untuk keseluruhan materi rencana
iklan kami. Rencananya ntar malam mereka mau pulang, dan tidak menginap
di sini.
Baru aku sadari sesungguhnya Jay memang cowok yang menarik. Cuma
aku belum singgung soal kehidupan seksualnya. Dengan umur tigapuluhan,
aku memang tidak tahu banyak kenapa dia masih sendiri, alias belum
nikah sampai sekarang. Pada saatnya mungkin dia mau cerita.
Sore hari kami dapatkan 8 model cowok yang akan diundang untuk
datang audisi di aparteman ini. Soal undangan tanggung jawab agensi.
Rina sudah mengirimkan fax daftar model pilihan kami. Belum begitu
malam, Rina, Sisy dan Bu Poppy sudah pulang, dan besok akan datang lagi
untuk acara audisi. Wuh, bakal seru. Membayangkan para cowok yang akan
datang besok saja, membuat kepalaku berdenyut. Fantasiku melayang entah
kemana.
Aku merapikan meja makan yang digunakan untuk rapat tadi. Masih ada
sisa makanan yang kemudian aku kumpulkan jadi satu dan menyimpannya ke
kulkas. Berkas yang ada kukumpulkan jadi satu. Sesungguhnya pekerjaan
ini melelahkan, tapi karena aku menyukainya, rasa capek tidak begitu
dirasa. Kerja serabutan memang, tidak ada bagian kerja khusus.
Pokoknya, kalau bisa dikerjakan atau ditangani sendiri, ya sudah,
dikerjakan saja. Proyek besar dengan tim kecil, memang menguntungkan.
Deg! Jantungku kembali berdebar. Ketika masuk kamar mandi, akan
kencing, kulihat Bang Jay sudah di dalam sedang mandi. Aku tidak dengar
suara air showernya karena dimatikan dan dia sedang menyabuni seluruh
tubuhnya. Jay sedang membelakangi pintu. Keindahan tubuh lelaki,
punggung yang bidang, pinggul yang padat dan pantat yang tidak begitu
besar menahanku tetap di pintu untuk terus menyaksikannya. Entah
bagaimana dia memelihara tubuh tetap indah seperti itu.
Kontolku bereaksi. Mestinya aku tutup pintu dan keluar, namun entah
kenapa, aku tetap saja di pintu memeperhatikannya menyabuni keseluruhan
tubuhnya. Syetan yang terkutuk telah menguasai diriku. Tubuhnya sudah
berbusa dan paling banyak busanya di daerah pantatnya. Telapak
tangannya meratakan sabun keseluruhan tubuhnya dengan gerakan seperti
menari. Ketika dia menyabuni kakinya, dapat kulihat busa yang lebih
banyak lagi di sekitar kontolnya. Dia sedang masturbasi! Kuusahakan
untuk tidak menimbulkan suara, agar apa yang kulakukan tidak
diketahuinya. Kamar mandi yang agak luas ini, memungkinkan aku bebas
memperhatikannya. Jarakku dengan ruang shower sekitar tiga meter.
Kembali kulihat tangan kanannya bergerak-gerak, mengocok kontolnya
sedangkan tangan kirinya merapat di pantatnya, ke pangkal anusnya. Aku
hanya dapat melihat jari jempol dan kelingkingnya yang melebar. Gerakan
tangan kirinya itu membuat jantungku memompa darah sampai ke kepala.
Dia sedang menusuk anusnya dengan jari tengahnya sedang tangan kanannya
mengocok barangnya. Aku baru sekali melihat hal begini. Dia sodomi
dirinya dengan jarinya sendiri!
Aku dengar suara penuh nafsu dari mulut Bang Jay. Pinggulnya
bergerak kiri kanan, memutar pelan, kadang kakinya tertekuk dan
badannya terbungkuk karena tak sanggup menahan rangsangan yang
dilakukannya. Kepalanya mendongak ke atas, mencari udara karena susah
untuk bernafas.
Akhirnya Bang Jay membungkukkan badannya lagi. Kedua tangannya
masih tetap bergerak di anus dan kontolnya. Malah makin kencang.
Tubuhnya mengejang, bahunya bergerak cepat dan pantatnya mengencang.
Dia ejakulasi. Spermanya tumpah ke lantai ruang shower, sebagian
menyemprot ke dinding. Dia seperti sedang menguras habis spermanya
dengan kembali mengocok kencang kontolnya yang sudah penuh busa sabun.
Ah.. Aku gosok dari luar kontolku yang sangat tegang, sedikit
meremasnya. Kembali meremasnya, rasa mau kencing jadi tertahan.
Aku perhatikan dia membuka keran shower yang mengguyur seluruh
tubuhnya. Dapat kembali kulihat keseluruhan tubuh yang mengkilat itu.
Dia membalikkan tubuhnya agar air dapat menyiram daerah punggung. Busa
sabun sudah larut oleh siraman air. Tubuh yang tidak begitu putih tapi
bersih dapat kulihat bebas..
Dadanya yang padat dengan sedikit bulu di situ, perutnya yang tidak
begitu rata, tapi lumayanlah, tidak jelek amat dapat kulihat bebas.
"Yadi, mau mandi juga ya?" tanyanya. Dia tidak begitu kaget. Terus
saja dia mengelus seluruh tubuhnya agar air dapat membilas bekas sabun.
Apa dia tahu sejak tadi aku perhatikan?
Aku sedikit gugup ketangkap basah sedang memperhatikannya seperti
ini. Kontolnya sudah menjuntai walau tetap bengkak mengucurkan air dari
atas tubuhnya. Ukurannya itu yang membuat aku betah memperhatikannya.
Nyaris melebihi setengah pahanya. Dan ketika dia menyentuh kontolnya
dan menggerakkannya ke atas, juga hampir menyentuh pusarnya. Bulu
kelaminnya yang lebat itu kuyup kena air yang menutupi sebagian batang
kontolnya. Helm kontolnya masih kelihatan memerah dan sangat besar
kukira. Aku menelan liurku karena terasa kerongkonganku jadi kering.
"Hei, ditanyain kok malah diam saja?," tanya Bang Jay mengagetkanku. Kukatupkan bibirku yang sejak tadi terbuka karena takjub.
"Maaf, tadi kupikir tidak ada orang. Aku masuk saja, mau kencing.." kataku. Suaraku seperti susah untuk diucapkan.
"Silahkan. Sama laki-laki nggak apa-apa kok.." katanya sambil
meretakan air yang jatuh di tubuhnya. Aku lihat bulu ketiaknya ketika
dia mengangkat kedua tangannya untuk menyapu air yang di rambut dan
wajahnya.
Aku melangkah masuk, mendekati kloset dan mengeluarkan kontolku. Kontolku yang sedang tegang itu jadi perhatian Bang Jay.
"Lagi terangsang ya..?" katanya tersenyum. Bang Jay telah
menyelesaikan mandinya. Dia mematikan keran shower dan mengambil handuk
yang tergantung dekat situ.
Aku tersenyum saja, tanpa komentar. Jantungku masih berdebar walau
tidak sekencang tadi. Lama aku berdiri sambil menunggu kontolku sedikit
melemas untuk dapat kencing. Akhirnya aku membungkukkan tubuhku agar
kontolku yang tegang ini dapat menyalurkan kencingnya. Lega..
Bang Jay sudah keluar ruangan sambil melilitkan handuk ke
pinggangnya, keluar kamar mandi dan masuk kamarnya. Kutarik nafas
panjang dan menghembuskannya. Kuulangi beberapa kali sampai otak dan
jantungkku kembali normal. Aku jadi ingat Ran ketika menunggui dan
melihat aku kencing, tidak seperti Bang Jay. Bang Jay melihat kontolku
sekilas saja.
Kuputuskan untuk juga mandi. Aku menuju pintu dan menguncinya. Aku
buka seluruh pakaian ditubuhku. Aku dapat lihat pantulan tubuhku di
kaca lebar di dekat washtafel. Kembali aku terangsang oleh tubuhku
sendiri. Kupermainkan kontolku dan mengelus tubuhku sambil
menggoyangkan tubuhku seperti menari. Aku nikmati bayangan itu, sampai
akhirnya aku hentikan. Jangan sampai berlanjut mencapai klimaks.
Aku melangkah ke temapt mandi. Ingin aku melakukan seperti apa yang
kulihat Bang Jay lakukan. Kubuka keran shower yang langsung mengguyur
tubuhku. Kukurangi air panasnya. Kubiarkan air mengguyur kepalaku,
sedang tanganku mempermainkan kontolku yang tegang. Jantungku kembali
bekerja kencang karena rangsangan yang kulakukan.
Kemudian aku mundur menjauhi pancuran air. Kuambil sabun dan mulai
menyabuni perutku, kemudian di sekitar kontolku kemudian kembali ke
dada, dan kembali kuremas kontolku yang sudah licin. Kontolku yang
sudah mengeras seperti kayu membuat tangan licinku bergerak maju mundur
dan memberi sensasi luar biasa. Kemudian aku meratakan sabun keseluruh
tubuhku, menggosoknya sehingga menimbulkan busa.. Suara air yang jatuh
dilantai memberi irama tersendiri mengiringi apa yang kulakukan.
Tangan kiriku mulai memberi rangsangan di sekitar anusku yang
sepertinya merekah. Kucoba masukkan jari tengahku dengan pelan, lewat
belakang, sampai batas kuku.. Kemudian masuk lagi sampai ruas kedua.
Kulakukan dengan pelan. Tangan kananku meremas dada kiriku. Permainkan
putingnya. Jariku yang msuk ke anus terasa dijepit. Nikmat yang aneh,
yang tak pernah kurasakan. Aku kembali masukkan jariku dan menariknya
keluar, seperti Bang Jay lakukan tadi. Terus aku lakukan beberapa kali.
Aku tak sadari, jariku sudah masuk sampai pangkalnya dan tekanan
jari telunjuk dan jari tengah di pantatku membuat aku terasa terbang.
Tangan kananku membiarkan kontolku mengacung sendiri. Kuraba dada dan
bahuku. Syarafku sudah menegang ke seluruh tubuh. Aku jadi kesulitan
bernafas dan kerongkongan terasa kering Ah..
Kucoba jari telunjuk dan jari tengahku masuk anusku dari depan
dengan sedikit menunduk.. Ah.. Ada rasa sakit. Kamu sudah tidak perawan
lagi, Yadi! Otakku protes. Tapi jariku berusaha untuk masuk.. Pelan..
Dapat kurasakan otot kontolku di dalam berdenyut kencang.
Ke bagian 2
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
454,999 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
167,316 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
164,275 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
158,883 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
155,710 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
110,269 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
103,277 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
97,427 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
90,075 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
80,518 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
78,985 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
76,396 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
75,676 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
74,463 |
| Tetanggaku Kekasih Baruku |
Adrian_i@telkom.net |
73,848 |
|
|
|
|
|
|
|