|
|
Dari bagian 1 Begini ya rasanya disodomi, kata hatiku. Lobang anusku terasa panas.
Ada protes dari tubuhku, anusku jadi mengecil dan susah untuk dimasuki.
Jangan kau sakiti diri, Yadi! otakku kembali berteriak. Itu daerah
saluran untuk 'keluar', jangan di masuki. Bisa jadi penyakit!
Aku tarik nafas dalam. Terdiam sebentar, kemudian tanganku kutarik,
dan aku mendekat ke arah jatuhnya air shower yang tadi aku jauhi.
Meluruhkan seluruh busa sabun yang tadi menempel di kulit tubuhku. Dan
meluruhkan nafsuku untuk menyelesaikan masturbasi ini. Jangan lakukan,
Yadi! kata hatiku memberontak. Aku membalik, membelakangi pancuran air
yang menyirami punggungku. Tubuhku terasa panas oleh nafsu yang
tertahan.
Aku hentikan mandiku, kemudian mengeringkan badan dengan handuk
yang terletak dekat meja washtafel. Setelah badanku kering, kugantung
handuk yang sudah kupakai di gantungannya. Kukenakan pakaianku yang
tadi kupakai. Menyisir rambutku dengan jari sekedarnya kemudian ke
luar.
Kulihat Bang Jay sudah rapi dengan celana pendek dan kaos
oblongnya. Dia sedang merapikan berkas dan foto-foto model yang masih
berantakan di ruang tamu yang belum sempat aku bereskan karena keburu
mau kencing tadi. Aku mendekatinya dan ikut membantunya membereskan
semuanya.
Kami harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk besok. Aku
berusaha membuyarkan ingatanku akan Bang Jay yang sedang mandi yang
selalu membayangi pikiranku. Setelah semua terasa sudah rapi, aku
menuju ke komputer. Sedang Bang Jay menyalakan TV. Aku cetak formulir
daftar hadir dan data diri untuk para model besok.
Kami makan malam dengan nasi bungkus yang dipesan lewat telepon.
Sebelum jam sepuluh malam, aku pamit untuk tidur duluan. Aku pesankan
pada Bang Jay untuk menelpon room boy agar besok bersih-bersih ruangan
lebih pagi.
Tengah malam aku terbangun. Agak meraba aku keluar kamar, karena
kamarku gelap. Ruang tamu yang menyatu dengan dapur juga gelap. Ada
cahaya dari layar komputer yang menerangi ruangan. Pelan aku melangkah
memperhatikan siapa yang sedang main komputer. Rupanya Bang Jay!
Dia sedang menonton slide foto dari komputer. Suara ac terasa
terdengar keras di malam ini. Jam berapa sekarang? Jam dekat TV tak
dapat kuperhatikan jelas karena gelap. Dari pantulan cahaya komputer di
depannya dapat kulihat Bang Jay yang sedang mempermainkan kontolnya.
Wah.. Tiada waktu tanpa masturbasi dia.
Ingin aku mendekatinya. Tapi kutahan, aku mau lihat apa yang
dilakukannya selanjutnya. Rupanya slide foto porno hardcore, ada yang
pasangan cowok-cewek dan pasangan gay, cowok-cowok dan cewek-cewek. Aku
yang tadi ngantuk, sekarang jadi terjaga lagi melihat apa yang
disaksikannya. Sebagian aku pernah lihat gambar-gambar itu dari
internet. Mungkin Bang Jay mengcopynya dari internet.
Lama aku perhatikan Bang Jay. Aku berharap dia melakukan hal yang
lebih seperti yang aku lihat tadi sore waktu mandi. Huh, ide maksiatku
timbul lagi. Aku kembali mengulangi kesalahan dengan tetap menyaksikan
yang tidak seharusnya aku lihat. Tubuhku juga kembali protes karena
tetap ingin kencing. Kantung kencingku sudah mau dikurangi isinya.
Akhirnya aku masuk kamar mandi yang langsung pantulan cahayanya
menerangi ruangan sekitar.
Setelah kencing aku keluar dan melihat Bang Jay masih asyik di depan komputer.
"Belum tidur, bang?" tanyaku mendekatinya.
Dia menoleh ke arahku."Belum," jawabnya malas.
"Bagus banget koleksinya," kataku ikut menonton dengan menarik
kursi makan dan duduk disampingnya. Pelan-pelan aku mulai terangsang
lagi.
"Suka juga ya?" tanyanya sambil menarik bawah kaosnya menutupi bagian kontolnya yang sedang tegang.
Tadi sore dia bebas telanjang ketika terlihat olehku, sekarang kok malah ditutupi? tanya hatiku.
"Untuk memacu adrenalin, Yadi. Aku suka begini kalau sedang banyak
kerjaan. Rasanya kreatifitas kita menjadi gampang," katanya
menjelaskan.
Akupun katakan padanya kalau suka begitu, dulu waktu kuliah. Untuk
bersemangat belajar, aku suka menyelingi dengan nonton bf bersama
teman-teman. Tapi cara itu sering tidak efektif, karena memacu juga
nafsu birahi. Jadi semangat belajarnya sering kalah dengan nafsu
birahi.
Kutahan diri untuk tidak membahas yang berbau porno lagi. Untuk
menjaga agar tidak berbuat maksiat lebih jauh. Akhirnya kuputuskan
untuk kembali tidur, meninggalkan Bang Jay yang masih asyik di depan
komputer. Sebelum terlelap aku masih mempermainkan kontolku sambil
otakku memmbayangkan foto-foto di komputer tadi.
*****
Ketika mandi, kembali aku mengulangi apa yang Bang Jay lakukan. Aku
mandi di shower sambil masturbasi dengan sabun. Getaran rangsangan
begitu menyentak di kepalaku. Tapi aku tidak mencoba untuk merangsang
anusku lagi. Aku berusaha agar air tidak menyiram bagian kontolku yang
bersabun.
Kujepit pangkal kontol dengan lingkaran jari jempol dan telunjuk
dan menariknya ke arah kepala kontolku. Kulakukan beberapa kali
kegiatan seperti memerah susu sapi itu. Bergantian dengan tangan kanan
dan kiri. Aku hentikan tanganku ketika pintu terbuka dan aku kaget
ketika Ran masuk sambil tersenyum. Dia kembali menutup pintu kamar
mandi.
"Aku mau lihat kau mandi. Kata Bang Jay aku boleh masuk." kata Ran
langsung mendekatiku di bawah pancuran. Pakaiannya jadi basah.
Aku tidak sempat berkomentar apa-apa. Kami berpelukan dan berciuman
seperti yang pernah kami lakukan. Sekarang malah lebih mudah karena
kami berdiri saling berhadapan di bawah siraman air mancur. Lama kami
lakukan di bawah pancuran air ini. Saling melumat. Kadang menjalar ke
telingaku, pipi turun ke leher. Naik lagi ke bibirku. Deru nafas kami
saling berpacu. Aku juga balik menelusuri wajahnya dengan ciumanku. Ada
air yang ikut terhirup. Tangannya menyelusuri punggungku, turun ke
pinggang terus naik lagi ke bahu. Kulitku terasa licin karena sabun
masih ada menempel. Sedangkan tanganku menyelusuri tubuhnya yang
berbalut kaos yang sudah sangat basah menempel di kulit tubuhnya.
Barangku menekan barangnya yang dibalik celana jeansnya yang basah.
Aku berusaha menekan kontolku ke kontolnya, menggosoknya ke kiri kanan.
Tanganku masuk ke kaos oblongnya sehingga sebagian perutnya terbuka.
Kupeluk dia. Kemudian kurasakan tangannya meremas barangku, dan
mengocoknya. Syarafku rasanya menusuk ke ubun-ubunku. Kemudian dengan
pelan dia jongkok sambil menciumi dada, perutku dan lngasung mencaplok
kontolku ah.. Dia mengulum kontolku. Kubiarkan dia melakukannya. Aku
memang suka apa yang dilakukannya.
Dia memutar kepalanya, maju mundur memilin batang kontolku dengan
jepitan bibirnya. Kupegang kepalanya untuk mengontrol gerakannya. Tapi
dia memang lebih tahu, kurasakan kepala kontolku sudah masuk ke
kerongkongannya. Tekanan pangkal lidahnya membuat aku menggelinjang
keenakan.
Air yang mengguyur tubuh kami tidak membuat kami kedinginan. Malah
Ran makin bernafsu ketika kontolku berdenyut kencang dan akhirnya aku
menyemprotkan spermaku. Tumpah banyak sekali di dalam mulutnya dan
sebagian keluar dari samping bibirnya. Ran menelan sperma yang di
mulutnya. Tanganku masih memegang kepalanya, membuat gerakan maju
mundur.
Ketika Ran telah mencabut kontolku dari mulutnya, aku meraba.. Dan
aku baru sadar aku bermimpi! Celanaku basah sampai tembus mengenai
selimut dan alas kasur ketika kuperiksa dengan merabanya.
Yah, gawat! Cepat kubangun dan menyalakan lampu kamar. Kulihat
celanaku basah seperti habis ngompol. Segera kuambil kaos oblong
kotorku di kantong pakaian kotor untuk membersihkan selimut dan alas
kasur. Setelah cairan itu terasa sudah tidak kelihatan, kukembalikan
kaosku ke kantong plastik, aku keluar kamar. Pintu kamar Bang Jay
tertutup. Dia masih tidur. Aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kuputuskan untuk langsung mandi. Aku nggak tahu jam berapa
sekarang. Tapi cairan sperma yang menempel di pangkal pahaku sangat
mengganggu juga di perut bagian bawah. Sebagian menempel di bulu di
bagian pangkal batangku yang agak susah dibersihkan. Ah, kok jadi
begini sih.. Ini gara-gara aku tidak bisa menahan dari untuk tidak
melihat hal yang merangsang tadi sore.
Aku mencuci rambutku dengan shampo yang membuat segar kepalaku.
Terlalu banyak hal yang porno kusaksikan, membuat aku bermimpi tentang
yang porno. Malah sampai 'mimpi basah'. Kusikat gigiku agak lama juga
lidahku dan bibirku. Aku suka menyikat bibir karena efeknya ke tampilan
bibir kayaknya lebih baik.
Setelah mandi dan mengeringkan badan, kulilitkan handuk
kepinggangku dan keluar sambil membawa pakaian kotorku. Kalau saja Bang
Jay tahu..
Pintu kamar Bang Jay masih tertutup. Aku nggak tahu jam berapa dia
tidur semalam. Aku masuk kamar dan mengambil pakaianku di lemari. Di HP
kulihat sudah jam setengah enam. Tidak terlalu siang untuk bangun,
pikirku. Kemudian aku berpakaian. Kemeja dan celana jeans.
Keluar kamar aku menuju dapur, masak air. Kubuka jendela dan
membiarkan cahaya pagi menerangi ruangan. Perut laparku kuganjal dengan
pizza dingin dari kulkas, sisa dua hari yang lalu, sambil nonton siaran
berita pagi di TV. Pizza dingin ini masih enak saja. Cuma rotinya
keras. Karena lapar saja 'kali ya?
Room boy masuk minta izin untuk membersihkan ruangan. Dua anak muda
yang baik-baik itu dengan cekatan membersihkan seluruh ruangan. Ada
keinginan untuk menggoda mereka dengan memperlihatkan slide foto porno
yang semalam dilihat Bang Jay di komputer. Tapi dipihak lain, otakku
melarangnya. Aku bangun dari sofa dan tetap saja aku menyalakan
komputer kemudian membuka file document. Pesawat TV sudah kumatikan
dengan remote.
Pura-pura aku menikmati gambar-gambar yang tampil di layar monitor.
Kulihat salah satu room boy mencuri pandang untuk melihat juga sambil
mengepel. Tapi bisa tahan diri juga dia rupanya untuk tidak ikut
bergabung dengan ku untuk melihat gambar maksiat ini. Mereka selesaikan
kerja bersih ruangan ini tidak begitu lama.
Aroma ruangan sekarang sudah segar karena cairan pel. Dua anak muda
itu sudah menyelesaikan pekerjaannya dan menuju ke arahku. Aku mesti
paraf pada form yang diajukannya.
"Kok cowok sama cowok?" komentar salah satu room boy itu ketika layar monitor memperlihatkan dua cowok sedang bermesraan.
"Wah, penyakit itu, mah. Itu yang bikin aids.." komentarnya lagi.
Aku tertawa saja. Temannya yang satu lagi, yang kulihat lebih muda, diam saja sambil senyum-senyum.
"Kalau masih mau lihat yang lain, boleh kok," kataku menawarkan.
Aku coba mengklik lagi untuk mengganti gambar. Kembali gambar
cowok. Mereka menggelengkan kepala, dan mengatakan tidak mau karena
masih banyak pekerjaan. Kemudian mereka pamit dengan membawa sampah
bekas dari apartemanku. Peralatan kebersihan mereka lumayan lengkap dan
termasuk canggih. Setelah kedua room boy itu keluar, aku matikan lagi
komputer. Godaanmu tidak berhasil, Yadi! kata hatiku.
Jam sudah hampir jam tujuh ketika Rina dan Sisy telepon untuk minta
bantuan membawakan bawaannya dari lobby aparteman. Makanan untuk acara
audisi. Ada enam karton makanan dan satu dus minuman kaleng. Belum lagi
piring dan satu kantong besar berisi permen dan kacang.
Banyak juga makanannya. Kata Rina lebih baik berlebih dari pada
kurang nantinya. Walau yang diundang cuma delapan orang, bisa saja yang
datang lebih dari itu. Siapa tahu ada yang mengantar.. Seperti mau
pesta saja! Bang Jay belum bangun. Aku bantu Rina dan Sisy merapikan
semuanya. Aku persiapkan meja tambahan untuk pendaftaran, dan
menempelkan kertas di pintu luar yang bertuliskan: Audisi Model Iklan.
Ke bagian 3
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Gay Pertama Johan |
brycejlover@yahoo.com |
132,509 |
| Kenikmatan dari Sang Polisi |
djpaijo@yahoo.com |
46,010 |
| Budak Seks Pekerja Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
42,595 |
| Nafsu Birahi Remaja |
doyancoli@lycos.com |
42,336 |
| Simpanan Mama - 1 |
zioputra@plasa.com |
37,711 |
| Minum Sperma Teman Sekantor - 5 |
haus_lelaki@yahoo.com |
34,565 |
| Di Tempat Pemandian Umum - 1 |
elmokenthos@yahoo.com |
32,747 |
| Pak Pardi dan Aku |
hayudian@telkom.net |
30,851 |
| Pesta Seks Gay |
gamabuk@yahoo.com |
29,872 |
| Dokter Mesum - 1 |
brycejlover@yahoo.com |
29,708 |
| Dokter Mesum - 4 |
brycejlover@yahoo.com |
26,340 |
| Kenapa Harus Om-Om |
rumput_merah17@yahoo.com |
26,153 |
| Montir-montir Nakal - 2 |
brycejlover@yahoo.com |
24,511 |
| Proyek Biologi Yang Sukses |
brycejlover@yahoo.com |
24,486 |
| 2 Abang Tukang Bangunan |
brycejlover@yahoo.com |
24,008 |
|
|
|
|
|
|
|