|
|
Kisahku berikut ini adalah tentang sebuah sisi
kehidupanku yang menjadi tempat perhentian sementara bagi wanita-wanita
bersuami yang dahaganya tidak terpuaskan dan gairahnya tidak
tersalurkan. Wanita-wanita tersebut hanya sekedar singgah untuk
melepaskan dahaganya. Tidak lebih tidak kurang. Tidak ada rasa asmara
atau melibatkan uang.
*****
Jam sepuluh malam seperti kebiasanku yang suka JJM, sebuah versi
lain dari JJS, aku masih keluyuran di sekitar Taman Topi Bogor. Aku
jalan ke Pasar Kebon Kembang cari makanan lewat depan Stasiun Bogor.
Stasiun telah sepi. Kereta terakhir masuk pukul 21.35 tadi.
Kulihat seorang wanita mondar-mandir di depan stasiun dan
melongokkan kepalanya ke dalam. Kelihatannya dia mencari atau menunggu
seseorang. Kuhampiri dia dan kutanya.
"Cari siapa, Teh?" Teteh adalah panggilan kakak perempuan dalam bahasa Sunda.
"Anu, .. Eh.. Saya cari Ibu Eti yang jualan di dalam kompleks stasiun," jawabnya.
"Oh. Stasiun sudah tutup. Kereta tadi sudah masuk jam setengah sepuluh" kataku.
"Aduh! Gimana ya? Tadi janjian dia nunggu sampai saya datang," katanya lagi.
"Teteh mau kemana sih?"
"Mau pulang ke Cianjur. Tapi kalau kemalaman nginap dulu di tempat Eti. Sekarang ia nggak ada. Gimana ya?" katanya gelisah.
Pikiran nakalku mulai muncul.
"Teh, jam segini mobil ke Cianjur sudah nggak ada. Paling besok
pagi-pagi baru ada. Begini saja, teteh nginep aja di penginepan, baru
besok pagi berangkat ke Cianjur".
"Saya nggak bawa uang cukup untuk nginep di hotel".
"Kalau teteh mau, kita nginep aja sama-sama. Nanti saya yang bayar.
Saya juga lagi males pulang. Teteh tidak akan saya apa-apakan kok",
kataku meyakinkannya.
"Dimana?" tanyanya.
"Sudahlah. Teteh percaya aja sama saya," kataku lagi. Mangsa sudah di depan mata, sayang kalau dilepas.
"Eee, tapi benar ya aku nggak akan diapa-apakan," akhirnya dia menyerah.
Kuajak dia untuk makan mie dulu. Sekedar menambah energi kalau
nanti diperlukan. Setelah makan, kami berangkat ke sebuah Wisma T di
sekitar pasar Kebon Kembang. Wanita tadi mengenakan celana panjang kain
dengan blus warna terang lengan panjang dan membawa tas pakaian kecil.
Singkat kata kami sudah berada di dalam kamar dan berbaring
berdampingan. Selangkah lagi maka aku akan menikmati tubuh di sampingku
ini.
Ia masih kelihatan gelisah. Kuhibur dia,"Sudahlah Teteh tenang
saja. Besok pagi saya antar ke Baranangsiang cari mobil ke Cianjur".
Dia agak terhibur dengan kata-kataku.
"Ngomong-ngomong Teteh ini tadi darimana sih?" tanyaku menyelidik.
"Dari Rangkas, tadinya mau langsung ke Cianjur tapi saya kemalaman".
Setelah ngobrol kesana kemari akhirnya saya tahu tentang dirinya.
Namanya Wiwik, suaminya seorang PNS berasal dari Tim-tim. Sudah
beberapa lama sedang tugas belajar ke luar kota. Aku semakin berani dan
kugeserkan badanku merapat ke badannya. Aku berpikir, kalau dia sudah
mau diajak menginap dengan seorang yang baru dikenal, apapun alasannya
pastilah dia mau untuk ditiduri. Setelah yakin bahwa keadaan sudah
terkendali kupeluk dia dan dengan cepat kucium bibirnya. Ternyata iapun
membalasku.
"Ouhh, kamu ternyata.. Ayo aku mau kita saling memuaskan malam ini.
Selama suamiku tugas belajar aku sangat merindukan sentuhan laki-laki.
Sebenarnya sejak dari stasiun tadi waktu kamu mengajakku nginap, aku
mau.."
Kuremas dadanya dan mulai kubuka kancing blusnya. Dipegangnya tanganku,"Kecil To. Kamu nanti kecewa," katanya.
"Ah, nggak," kataku sambil terus membuka kancing bajunya.
"Biar aku saja yang buka!" katanya sambil memegang tanganku.
Akhirnya ia membuka pakaiannya dan akupun membuka pakaianku
sendiri. Kini tinggal pakaian dalam saja yang melekat di tubuh kami.
Kupandangi sejenak wanita di sampingku ini. Kulitnya cukup putih,
tingginya dan perawakannya sedang dengan dada yang tidak terlalu besar,
34, tapi masih terlihat kencang.
Dalam keremangan kamar kulihat Wiwik menggerak-gerakkan bibirnya
untuk membersihkan lipstik. Aku mulai mendekatkan bibirku pada
bibirnya. Sedikit bau keringat di tubuhnya membuatku semakin penasaran.
Ditubruknya tubuhku dan ia sudah naik di atas tubuhku. Kemudian
tanpa ragu lagi kulumat bibir Wiwik dan ia mulai terbawa permainan
bibirku dan segera membalas lumatanku dengan penuh gairah. Kemudian
tanganku mulai bermain di dadanya, menyusup di balik bra-nya. Buah
dadanya masih kencang dan bulat, setelah itu langsung kuremas dan
kupilin putingnya. Nafas kami mulai berkejaran.
"Eehh, .. Ouhh." Lehernya kukecup dan kujilat.
Tanganku segera bergerak ke punggungnya dan membuka kancing
bra-nya. Dengan usapan lembut di bahunya tanganku dengan pelan melepas
tali branya. Buah dadanya yang bulat segera mencuat keluar. Putingnya
kecil berwarna coklat muda namun keras.
Kudorong lidahku masuk ke dalam rongga mulutnya. Kujelajahi seluruh
bagian di mulutnya dan kemudian lidahku menari di langit-langit
mulutnya. Wiwik kemudian menggelitik lidahku dan menyedotnya kuat-kuat
sampai pangkal lidahku agak sakit. Kemudian gantian ia yang mendorong
lidahnya ke dalam rongga mulutku. Bibirnya tipis dan lemas. Ia sangat
mahir dalam berciuman. Lidah kami saling bergantian memilin dan
menjelajahi mulut. Tangan kananku memijat dan memilin putingnya
kemudian meremas gundukan daging payudaranya.
Kuangkat bahunya agar badannya agak ke atas. Segera kuterkam
payudaranya dengan mulutku. Putingnya kuisap pelan dan kugigit kecil.
Ia melenguh dan mengerang. Kepalanya terangkat-angkat dan tangannya
meremas-remas bantal di bawah kepalaku.
"Ouhh.. Aaacchh, Ayo Anto lagi.. Teruskan lagi.. Teruskan".
Kejantananku yang masih di dalam celana dalam mulai menggeliat.
Puting dan payudaranya semakin keras. Kukulum semua gundukan daging
payudara kirinya sehingga masuk ke dalam mulutku kemudian putingnya
kumainkan dengan lidahku, kemudian mulutku beralih ke payudara
kanannya. Napasnya terengah-engah menahan kenikmatan yang kuberikan.
Kulepaskan hisapanku pada dadanya. Tangannya mengusap dada,
menyusuri perut dan pinggang, kemudian menyusup di balik celana
dalamku, kemudian mengelus dan mengocok kejantananku. Mulutnya kemudian
ikut bermain di dadaku, menjilati dan mengecup putingku. Kepalanya
semakin ke bawah dan menjilati perut dan pahaku. Ditariknya celana
dalamku ke bawah. Kini aku sudah dalam keadaan telanjang.
Wiwik kembali menggerakkan kepalanya ke atas, bibirnya mengecup,
menjilati leher dan menggigit kecil daun telingaku. Ia mendesis tepat
di lubang telingaku sehingga badankupun jadi merinding. Napasnya
dihembuskan dengan kuat. Dia mulai menjilati lubang telingaku. Aku
merasakan geli dan sekaligus rangsangan yang kuat. Kugigit bibir
bawahku untuk menahan rangsangan ini. Kupeluk dan kuusap pinggangnya
kuat-kuat.
Tanganku menarik celana dalamnya dan dengan bantuan pahanya yang
bergerak naik maka dengan mudah kulepaskan celana dalamnya. Telunjuk
tangan kiriku bermain di selangkangannya. Rambut kemaluannya jarang dan
pendek. Kubuka bibir vaginanya dengan jari tengah dan ibu jari.
Telunjukku hanya bergerak masuk sedikit dan setelah menemukan tonjolan
daging kecil, maka kubuat gerakan menggaruk di atas permukaannya.
Setiap aku menggaruknya Wiwik mengerang.
"Oouuhh.. Aaauhh.. Ngngnggnghhk"
Kulepaskan tanganku dari selangkangannya. Mulutnya kembali ke
bawah, menjilati bulu dada, puting dan perutku. Kini tangannya yang
bermain-main di kejantananku. Bibirnya terus menyusuri perut dan
pinggangku. Tangan kirinya memegang dan mengusap kejantananku yang
telah berdiri tegak.
Kugulingkan badannya sehingga aku berada di atasnya. Kembali kami
berciuman, Wiwik sangat pintar bermain dengan bibirnya sehingga ciuman
kami terasa nikmat sekali. Kupilin puting payudaranya dengan jariku
sehingga dia mendesis dan mengeluarkan suara yang tidak jelas.
"SShh.. Ssshh.. Ngghh.. Arrghhk..".
Perlahan lahan kuturunkan pantatku. Kepala penisku dijepit dengan
jarinya, dan digesek-gesekkan di mulut vaginanya. Terasa lembab, hangat
dan berair. Dia mengarahkan kejantananku agar masuk ke dalam vaginanya.
Wiwik merenggangkan kedua pahanya dan sedikit mengangkat pantatnya.
Kepala penisku sudah mulai menyusup di bibir vaginanya.
Kugesek-gesekkan di bibir dalamnya sampai penisku terasa keras sekali.
Keadaan lubang vaginanya semakin basah. Wiwik memintaku untuk segera
memasukkan penisku semuanya.
"Ayolah Anto, masukin.. Ayo.."
Aku mencoba untuk menusuk lagi dengan mengencangkan otot perutku langsung sekali tusuk Clleepp.. Blleessh.
"Ouhh.. Anto nikmatnya.. Ouhh!" erangnya setengah berteriak.
Aku bergerak naik turun. Wiwik mengimbangi dengan gerakan
pinggulnya. Tangannya meremas sisi atas bed sehingga semakin lama tubuh
kami bergeser semakin ke arah sisi ranjang bagian atas. Ketika
lendirnya sudah membasahi vaginanya sampai agak becek, maka kupercepat
gerakanku. Kucabut penisku sampai keluar dan dengan cepat kumasukkan
kembali sampai menyentuh dasar rahimnya.
Kugulingkan badannya dan kini ia diatasku. Ia menciumku dengan liar
kemudian dikecupnya leherku dan bibirnya terus kebawah menggigit puting
dan menarik bulu dadaku.
Wiwik kemudian berjongkok dan pantatnya bergerak naik turun,
memutar dan maju mundur seperti joki yang sedang memacu kudanya.
Payudaranya bergoyang-goyang dan segera kuremas-remas. Aku bergerak
menaikkan tubuhku sehingga kini posisiku duduk memangkunya. Payudaranya
bebas kupermainkan dengan tangan dan mulutku. Tangannya memegang
pahaku, dadanya semakin tegak dan kepalanya mendongak. Tidak ada bagian
tubuh atasnya yang kulewati. Gerakan maju mundur pantatnya dipercepat
sampai tubuhnya seakan meliuk-liuk erotis.
Aku menggeserkan tubuhku sampai aku duduk di bibir ranjang dan
kakiku menjuntai ke lantai. Ia masih bergerak-gerak memompa kenikmatan
di atasku. Kupegang buah pantatnya dan ia memeluk leherku. Kuangkat
badannya dan kugendong tubuhnya. Kupepetkan pada dinding dan kini
pantatku yang bergerak maju mundur. Ia mengimbangi dengan menghentakkna
pantatnya naik turun. Ternyata bersetubuh dengan posisi ini tidaklah
semudah seperti yang kulihat dalam film.
Kuturunkan tubuhnya sehingga peniskupun terlepas. Kuminta ia
nungging di atas ranjang. Pantatnya berada di atas bibir ranjang,
sehingga dalam posisi berdiri di lantai aku memasukkan penisku dari
belakang. Pahanya sedikit dilebarkan dan tak lama penisku masuk dan
pantatku menggenjotnya pelan. Kutarik dan kumasukkan lagi penisku
dengan pelan. Ia menggerakkan pantatnya berlawanan dengan gerakanku
sehingga ketika pantatku bergerak maju ia menggerakkan pantatnya ke
belakang sehingga tekanan pada kemaluan kami sangat terasa.
Kuraih buah dadanya dan kuremas. Kucium dan kukecup punggungnya. Ia
merintih-rintih keenakan,"Ouhh.. Teruskan. Kau benar-benar pandai
bermain cinta.. Oooakhh".
Bunyi paha beradu dan juga bunyi seperti tanah lumpur yang diinjak kaki memenuhi seluruh ruangan kamar.
Plok.. Plok plok plok.. Clop.. Cropp.. Cropp..
"Anto.. Ayo lebih cepat lagi.. Ayoo".
Kutarik rambutnya kasar dengan tangan kiriku sementara tangan
kananku memeluk pinggangnya. Ia semakin berteriak merintih-rintih.
Kucabut penisku dan kutelentangkan tubuhnya. Kini hampir tiba saatnya
bagiku untuk menuntaskan dan memuaskan gairahku. Kumasukkan kembali
penisku dengan perlahan dan dengan ketegangan yang penuh. Wiwik
memelukku erat. Kakinya membelit pahaku, matanya terbeliak dan kuku
tangannya mencengkeram erat punggungku.
Kuubah lagi gerakanku, ujung penisku saja yang masuk beberapa kali.
Dan kemudian kutusukkan sekali dengan cepat sampai seluruh batangnya
masuk ke vaginanya. Matanya semakin sayu dan gerakannya semakin ganas.
Aku menghentikan gerakanku dengan tiba-tiba. Payudaranya kuremas dan
sebelah lagi kuhisap kuat-kuat. Tubuh Wiwik menggelepar.
"Ayo.. Anto. Jangan berhenti, teruskan Anto.. Teruskan lagi.. Ouh," pintanya.
Aku tetap menghentikan gerakanku dan merebahkan tubuhku di atasnya.
Kini pantatku naik turun sedikit saja, namun penisku kukeraskan dengan
cara seolah-olah menahan kencing. Ia semakin terbeliak dan bola matanya
memutih setiap penisku berkontraksi. Beberapa saat pantatku hanya
bergerak naik turun sedikit tanpa tanpa menggerakkan anggota tubuh
lainnya, sambil berciuman dan saling memagut bagian tubuh yang
terjangkau.
"Anto, .. Sedap.. Nikmat.. Ooouuhh" desisnya sambil menciumi leherku.
Aku mengerti wanita ini hampir mencapai puncak yang dinginkannya.
Kugerakkan lagi pantatku dengan gerakan yang cepat dan dalam. Bunyi
seperti kaki yang berjalan di tanah lumpur makin keras bercampur dengan
bunyi desah napas yang memburu.
Crrok crok crok..
"Ayolah Anto, aku mau..". Gerakan pantatku semakin cepat dan akhirnya
"Ayo.. Anto sekarang.. Sayang.. Sekarang..!!"
Otot tubuhnya mengencang, vaginanya berdenyut kuat, napasnya
tertahan dan tangannya mencakar punggungku. Kukencangkan otot perut dan
kutahan dan kukocok vaginanya sampai terasa seperti ada aliran deras
yang akan keluar. Aku berhenti sejenak dalam posisi penisku menggantung
terlepas dari vaginanya, kemudian kuhunjamkan cepat dan penuh tenaga.
Crot Crott.. Crott, beberapa kali aku menyemprotkan spermaku. Kami
saling berteriak tertahan untuk menyalurkan puncak kenikmatan.
"Yess.. Aduhh.. Oochh.. Auuhhkk"
Pantatnya naik dan tubuhnya gemetar, pelukan tangan dan jepitan
kakinya semakin erat. Denyutan di dalam vaginanya terasa kuat sekali
meremas kejantananku yang juga membalas dengan berdenyut-denyut.
Setelah keadaan menjadi tenang, sambil tetap berpelukan kutanya
dia, "Wik, bukannya orang Timtim juga sangat kuat dalam bercinta?"
"Ya memang nafsunya gede, kadang dalam semalam aku harus
melayaninya sampai tiga kali, namun variasi dan tekniknya masih sangat
jauh dibandingkan kamu!"
Setelah mandi pagi, maka gairahku muncul kembali dan bersama-sama
kami menggapai titik tertinggi. Setelah itu barulah kuantar dia ke
Baranangsiang sampai naik mobil. Kami berjanji minggu depan untuk
bertemu di Terminal Baranangsiang dan bercinta di rumahnya yang lain di
dekat Situ Gunung, Cisaat. Dalam dua kali pertemuan itulah, aku sempat
memuaskan kehausannya.
E N D
| Title | Author | Views |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
981,609 |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
869,715 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
551,930 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
520,256 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
334,233 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
281,361 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
250,630 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
231,359 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
227,452 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
204,290 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
194,234 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
194,122 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
181,202 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
170,290 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
167,239 |
|
|
|
|
|
|
|