|
|
Dari Bagian 2 Tangannya membuat beberapa gerakan dan gaun tidur yang dikenakannya
sudah merosot ke pinggangnya. Tangannya kemudian membuka BH-nya dan
menyodorkan dadanya ke depan mukaku. Tanpa menunggu lagi aku langsung
meremas payudaranya dengan penuh nafsu. Payudaranya berbentuk bulat dan
terasa kencang seperti milik gadis dua puluh tahunan. Tangannya
kemudian membuka kausku. Aku menciumi payudaranya dan menghisap
putingnya yang berwarna coklat muda dan mulai mengeras. Tangan Lisa
membelai rambutku sambil sesekali mendekap kepalaku ke payudaranya.
Aku menggunakan jariku untuk membelai daerah selangkangannya, dan
jariku juga mulai menekan terutama di belahan vaginanya. Tangan Lisa
menggesek penisku yang semakin mengeras.
"Aah.. To.. Sss.. Enak.. Teruss.. Anto.. Ahh"
Mendengar erangan Lisa nafsuku sudah tidak dapat ditahan lagi. Aku
merebahkan diri sambil menciumi leher Lisa dan terus naik ke bibirnya.
Kubuka celana panjang dan kemudian celana dalamku. Aku terus menciumnya
dengan penuh nafsu, kutindih tubuhnya di atas ranjang yang empuk.
Badanku yang besar seolah-olah menenggelamkan badannya yang kecil
mungil. Sambil mendesah Lisa berkata.
"Ahh.. Awas kalau keluar duluan lagi.."
Kulepaskan gaun tidur dan sekaligus dengan celana dalamnya.
"Akhh.." ia meronta-ronta dengan pelan.
Kami saling mengulum bibir dengan penuh nafsu, nafas kami mulai
tidak teratur. Kaki Lisa menjepit pinggangku Aku menciumi leher
kemudian turun ke payudaranya, aku sedot putingnya sampai mengeluarkan
bunyi. Kemudian bibirku turun dan menggelitik pusarnya. Lisa tidak
tahan dengan perlakuanku, badannya bergerak-gerak tak teratur menahan
gel.
"Anto.. Akh.. Geli akh.. Basah..".
Aku terus menciumi perutnya, lalu turun dan saat sampai di depan
selangkangannya aku menurunkan kepalaku, menjilati paha dan sesekali
menggigitnya. Lisa mengganjal kepalanya dengan bantal dan mengamatiku.
Ketika mulutku mulai menyapu vaginanya ia menekan kepalaku dan menjepit
dengan pahanya.
Kuusap betisnya yang tertutup stocking hitam. Sudah lama aku
memiliki fantasi bercinta dengan wanita yang memakai stocking. Kini
obsesiku terpenuhi. Kugelitik klitorisnya dengan lidahku. Ia mengejang
lembut dan dinding vaginanya ikut berdenyut bereaksi menyambut aksi
lidahku. Jari tengah kananku kumasukkan ke dalam saluran vaginanya dan
ujungnya kugerak-gerakkan menggelitik dinding rahimnya. Ia semakin
keras mengerang. Tangannya meremas tepi spring bed di atas kepalanya.
"Anto.. Sudah To. Cukup.. Sudah, aku menyerah.. Ayo.. Cepat masukkan.. Lakukan sekarang.. Ouuhh,"
Kuhentikan rangsangan pada vaginanya dan aku bergerak menindihnya.
Penisku kuarahkan ke vaginanya yang basah, kutekan perlahan dan ketika
kepalanya sudah masuk seluruhnya maka aku menekan pantatku dengan
keras.
"Sshh.. Akhh.. Terus To.. Akh..", Lisa merintih
Bibir kami saling bertautan dengan kuat. Ketika kulepaskan ciumanku
maka justru bibirnya mencari-cari bibirku. Mulutnya setengah terbuka
sambil mendesis-desis. Aku menggerakkan penisku dengan perlahan dan
sesekali dengan tempo cepat. Rasanya penisku dijepit dan diremas-remas
oleh tangan yang kuat membuat penisku rasanya akan meledak.
Aku terus memompa penisku di vaginanya dengan tempo yang bertambah
cepat. Nafasku mulai memburu. Payudaranya kuremas dan kupencet sehingga
putingnya menonjol. Kujilati putingnya dan kugigit-gigit dengan
bibirku. Aku menghentak tubuh Lisa ke ranjang dengan kasar saat
pinggulnya membuat gerakan memutar.
"Lisaa.. Lis.. Akh.. Ouch.. Akh..".
Kurasakan tubuh Lisa juga mulai bergetar dan bergerak-gerak dengan
irama yang liar. Matanya setengah terbeliak, bola matanya memutih.
Kakinya menjepit pinggangku tubuhnya beberapa kali mengejang lembut dan
kutekan tubuh Lisa hingga tubuh kami semakin merapat.
"Akh.. Anto.. Nikmat sekali.. Sss"
"Yeah Lissaa.. Akh. Kalau saja aku tahu dari dulu di camp.. Pasti aku.."
"Akh.. Tekan yang cepat dan kuat.. Akh.."
Mata Lisa kini terpejam menikmati sodokan penisku. Aku kemudian
mengangkat kedua kakinya dan memegangnya dengan tanganku. Aku dalam
posisi setengah berlutut, tanganku memegang pinggangnya dan penisku
menekan dengan irama yang semakin cepat. Vaginanya terasa basah dan
becek, namun penisku bagaikan dijepit tangan perkasa.
"Akgh Anto.. Aku hampir.. Aakkhhu.. Hampir keluarhh.. Ouchhgg.. Akhh".
Kurebahkan tubuhku di atas tubuhnya dan kupeluk dengan rapat. Aku
menikmati ekspresinya menunggu saat Lisa mencapai orgasmenya. Kudiamkan
sejenak gerakan penisku. Lisa meracau dan tangannya memegang pinggangku
serta menggerakkannya naik turun. Aku masih ingin menikmati permainan
dan kuharapkan dapat kucapai puncak bersama-sama.
Aku mengehentakkan pantatku naik turun dengan sedikit kasar.
Keringat kami sudah mulai bercucuran. Tangan Lisa meremas-remas
pantatku dan kadang menariknya seolah-oleh penisku kurang dalam masuk
dalam vaginanya. Saat aku merasakan hampir meledak aku melambatkan
gerakanku dan mengatur nafasku sambil menghisap putingnya, ketika
perasaan itu sedikit hilang aku mulai bergerak lagi.
Tangannya meremas rambutku dan dengan liar bibirnya mencari
bibirku. Dia mendesah dengan gerakan yang sangat liar. Kini saatnya
kami mencapai puncak kenikmatan bersama-sama.
"Yeah.. Anto.. Akhh. Ayo.. Kamu belum mau keluar juga.. Akhh ouchh.
Aku sudah.." Lisa mengejang. Ia mengangkat pantatnya dan kutekan
penisku sehingga rasanya mentok sampai di dasar rahimnya. Penisku
serasa disedot sebuah pusaran kuat. Tubuh Lisa melengkung dan tangannya
mengusap pipiku dengan kuat. Kutekan pantatku perlahan namun penuh
tenaga.
"Yeacchchh..".
Tubuh kami menggelinjang bersama dengan hebat, kami berteriak dan tidak perduli jika orang lain di luar kamar mendengarnya
"Akhh.. To.. Anto.. Aakkhh..".
"Lisa kamu hebathh.. Akh.. Ouchhakhh.. Akh.. Ouch.."
Kami mengelepar menikmati kenikmatan yang kami rasakan bersama.
Kakinya membelit betisku dan mengencang. Kurasakan gesekan kakiku
dengan stokingnya yang halus membuat kenikmatan yang ada menjadi lebih
lagi. Kucium bibirnya lagi dengan ganas. Tangannya terangkat dan berada
sejajar dengan kepalanya.
Aku mengangkat tubuhku dari atas tubuhnya saat penisku mulai
mengecil dan terlepas dari vaginanya. Tubuhnya merinding bergetar saat
aku mencabut penisku.
"Nikmat sekali To. Coba begini saat di camp dulu. Pasti aku tidak akan marah-marah".
"Ya, kamu kan maklum dengan situasi dan kondisi waktu itu".
Kulepas stokingnya perlahan dan kuletakkan begitu saja di dekat
perutnya. Kuangkat tubuh mungilnya dan kugendong ke kamar mandi. Aku di
belakangnya memeluk tubuhnya sambil menyabuni dada, perut dan
selangkangannya.
"Aku ingin babak berikutnya dengan variasi lainnya," katanya dengan
nada genitnya yang khas. Doggie style jelas merupakan variasi yang
menambah kenikmatan.
Selesai mandi kami kemudian saling mengeringkan tubuh. Ketika ia
mengeringkan selangkanganku, kenakalannya mulai timbul. Dikocoknya
penisku dan mulutnya lansung mengulum penisku yang masih kedinginan.
Penisku baru setengah berdiri dan Lisa menghentikan aksinya.
"Sekedar pemanasan. Extra show untuk ronde kedua, tapi kita
istirahat dulu sebentar khan? Aku masih lelah sekali. Kamu liar tanpa
aturan".
"Kalau lambat-lambat, nanti kamu marah lagi. Katanya kurang gelisah".
Kami berbaring sambil mengobrol.
"Anto aku mau tanya serius sekarang," katanya.
"Apaan?"
"Kalau misalnya aku cerai, kamu mau mengawiniku? Aku mau hidup tenang berkumpul dengan suami di rumah".
Alamak, lemas aku mendengarnya. Kuusap-usap bahunya.
"Bagaimana?" desaknya.
"Apanya?" tanyaku pura-pura bloon.
"Itu tadi. Aku bercerai dan kita kawin," katanya mantap.
"Tadi sudah dan sebentar lagi kita juga kawin," isengku mulai timbul.
"Kamu diajak ngomong serius, malahan bercanda terus. Tapi aku merasa kalau kamu hanya ingin untuk sekedar senang-senang saja".
"Kita lihat saja nanti," jawabku. Hanya sekedar untuk menghentikan segala omong kosong ini.
Ia menatapku dan merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Bibirnya mengecup
bibirku dengan lembut kemudian ke bawah sampai di leherku. Kuciumi
telinganya dan kuhembuskan napasku dekat telinganya. Ia menggelinjang
kegelian. Detak jantung mulai meningkat. Ia terus menciumi dadaku.
Kurasakan buah dadanya menekan lenganku. Kenyal dan padat.
Kugerakkan kepalaku ke punggungnya kuciumi punggungnya yang mulus.
Buah dadanya kuremas dengan tanganku. Kubalikkan tubuhnya dan ia segera
menindih tubuhku. Payudaranya terlihat sangat putih, kencang dan padat
dengan putingnya yang kecil berwarna coklat muda menggantung di atas
dadaku. Putingnya yang coklat muda tidak sabar menunggu untuk dikulum.
Payudara kiri kuisap dan kujilati, sementara sebelah kanannya kuremas
dengan tangan kiriku. Kulakukan demikian berganti-ganti. Tangan kiriku
mengusap-usap rambut dan tengkuknya dengan lembut.
Lisa mengerang dan merintih ketika putingnya kugigit.
"Upps.. Lagi Anto. Ououououhh.. Nghgghh, Anto ayo teruskan lagi.. Ouuhh.. Anto"
Payudaranya kukulum habis. Lisa menggoyangkan kepalanya dan mencium
leherku sampai ke dekat tengkuk. Akupun sudah tidak tahan. Senjataku
sudah siap untuk masuk dalam babak ke dua.
Mulutnya terus bergerak ke bawah dan kini Lisa mengisap-isap buah
zakarku dan menjilati batang penisku. Kupalingkan mukaku ke samping dan
kugigit ujung bantal.
Tiba-tiba penisku mengencang dengan sendirinya hingga condong
mendekati permukaan perutku ketika lidah Lisa mulai menjilat kepalanya.
Kukencangkan otot perutku sehingga penisku juga ikut bergerak dan
berdenyut-denyut.
"Hmm.. Luar biasa nikmat," komentar Lisa sambil terus melakukan
aktivitasnya. Kuangkat kepalaku dan kuperhatikan Lisa sedang asyik
menjilat, menghisap dan mengulum penisku. Kadang-kadang ia melihat ke
arahku dan tersenyum genit.
Ke Bagian 4
| Title | Author | Views |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
981,613 |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
869,726 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
551,931 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
520,265 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
334,234 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
281,361 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
250,634 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
231,361 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
227,452 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
204,290 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
194,235 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
194,123 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
181,202 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
170,290 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
167,239 |
|
|
|
|
|
|
|