|
|
Karena periode datang bulanku dan kepulangan
suamiku dari tempatnya bekerja, membuat hubunganku dengan Hasan agak
terganggu. Praktis selama dua minggu lebih kami tidak melakukan
pertemuan sejak hubungan seks pertama yang kami lakukan. Memang pernah
sekali dia datang ke rumahku tapi itu hanya untuk menemani Tita adikku
yang juga pacarnya.
Selama dua minggu itu, aku selalu terbayang-bayang bagaimana
perkasanya Hasan saat sedang mencumbuku malam itu, bahkan saat sedang
bercinta dengan suamiku, yang kubayangkan saat sedang memasukkan batang
kejantanannya ke liang senggamaku adalah Hasan.
Dan siang itu, setelah suamiku kembali ketempat dia bekerja, aku
mendapat SMS dari Hasan yang mengatakan bahwa dia sangat kangen padaku
dan ingin bertemu di sebuah mall yang cukup terkenal di kota kami. Aku
segera bersiap sambil mengkhayalkan apa yang akan kami lakukan siang
ini.
Setelah mengenakan celana kain ketat berwarna hitam lalu BH yang
juga berwarna hitam yang menjadi pilihanku untuk menopang sepasang
payudaraku yang menggantung indah. Dengan baju kaus warna putih yang
agak kekecilan sehingga memamerkan lekuk tubuhku yang tak kalah dengan
anak remaja. Aku segera bergegas pergi ke Mall dengan taksi yang
kupesan melalui telepon.
Setelah membayar ongkos taksi, aku segera melangkahkan kaki ke
dalam mall yang cukup megah itu. Lalu aku menunggu di suatu tempat yang
mana dari tempat itu kita akan bisa melihat hampir ke seluruh sudut
ruangan. Saat sedang asyik memperhatikan orang-orang yang
berlalu-lalang, ada tangan yang merangkul pinggangku dan disertai
sebuah ciuman di pipi.
"Halo Kak I'in.. Apa Kabar? Aku kangen loh.." sapanya sopan.
"Baik.. Kangen ketemu.. Atau kangen yang lain..?" godaku.
"Ah kakak.. Paham aja.." sahut Hasan sambil meremas pelan pantatku.
Kemudian kami berbincang-bincang sejenak untuk menghilangkan
kekakuan. Berkali-kali Hasan memuji penampilanku saat itu yang katanya
tidak seperti seorang ibu yang telah memiliki dua orang anak, tetapi
lebih mirip seorang perawan yang minta diperawani. Aku merasa malu dan
langsung mencubit pinggangnya sehingga dia berteriak dan membuat
beberapa orang yang lewat menoleh ke kami. Lalu Hasan menarik pinggulku
untuk segera beranjak pergi dari sana.
Dengan mesra kulingkarkan tanganku ke pinggang Hasan, sementara
tangan Hasan semakin sering meremas-remas sepasang pantatku yang
terlihat kencang dibalut celana kain yang ketat. Aku menunggu sebentar
di luar mall, tak berapa lama Hasan datang dengan motornya. Lalu aku
membonceng ke motor itu dan melingkarkan kedua tanganku ke pinggangnya
sementara sepasang payudaraku menempel di punggung Hasan yang lebar.
Sepanjang perjalanan, Hasan terus bercerita bagaimana dia sangat
ingin bertemu lagi denganku, sementara aku hanya berdiam menempelkan
dadaku ke punggungnya. Begitu sampai di tempat kostnya, Hasan memintaku
naik duluan karena ia masih harus memarkir motor. Beberapa mata
mengawasiku saat melangkahkan kaki ke kamar Hasan, entah karena
penampilanku atau karena aku pernah bermalam di sini. Setelah membuka
pintu aku melangkah masuk dan menutupnya lagi, kuperhatikan seisi kamar
masih rapi seperti terakhir kali saat aku berkunjung dan bercinta di
sini.
Tak lama aku mendengar suara pintu dibuka lalu ditutup lagi,
kemudian ada suara langkah kaki yang mendekat ke arahku. Kemudian
sepasang tangan yang kokoh merangkul pinggangku, dan sebuah kecupan
halus mendarat di leherku. Kuletakkan tanganku di kedua tangan Hasan
yang sedang merangkulku, kemudian kecupan bibirnya bergerak ke arah
sisi lain leherku. Perlahan tapi pasti rangsangan itu mulai merasuk ke
tubuhku, ini kurasakan dari payudaraku yang mulai mengencang dan liang
vaginaku yang mulai basah.
Lalu kecupan di leher itu mulai berubah menjadi jilatan di sekitar
leherku. Sementara tangan Hasan sudah mulai menelusup masuk ke dalam
bajuku dari arah depan. Aku memejamkan mataku saat tangan itu mulai
mengusap-usap perutku, jarinya berputar-putar di sekitar lubang pusarku
hingga menimbulkan sensasi geli tertahan. Kemudian tangan itu bergerak
ke atas sambil menyingkap bajuku, sementara kecupan dan lidah Hasan
menyerang telingaku sebelah kanan. Ini membuatku mendesah halus.
"Buka matanya dong sayang.." bisiknya halus di telingaku.
Perlahan aku membuka kedua mataku, dan entah kapan ternyata Hasan
telah memindahkan posisiku yang kini menghadap ke arah cermin lemari
pakaiannya. Di cermin itu aku menyaksikan bahwa tangan Hasan telah
sampai ke buah payudaraku, sementara kaus yang kukenakan sudah
tersingkap setengahnya. Lalu kedua tangan Hasan mulai meremas lembut
sepasang payudaraku yang masih berbalut BH, mataku menyipit dan dari
bibirku keluar suara mendesah yang halus menikmati remasan tangannya
pada dadaku.
Lalu Hasan melepaskan baju kaus yang masih menggantung di leherku
sehingga kini tubuh atasku hanya mengenakan BH hitam yang kontras
dengan warna kulitku yang putih kekuning-kuningan. Aku merasakan di
punggungku ada benda hangat yang bergerak turun dengan perlahan. Dengan
giginya Hasan membuka kaitan pada bagian belakang BH-ku, dan dengan
gerakan yang lembut akhirnya BH hitam itu melayang jatuh ke lantai.
Seperti dikomando, semua aktivitas Hasan di tubuhku berhenti serempak.
"Kakak punya sepasang susu yang sangat indah.." bisiknya di
telingaku. Aku melihat ke arah cermin dan bola mata Hasan tampak sangat
bersinar terbakar oleh kobaran api birahi.
"Aku nggak bosan.. dan tak akan pernah bosan melihat..
menikmatinya.." bisik Hasan sambil mencium pipiku. Aku menjadi terharu
mendengar perkataannya hingga rasa sayang dan hasrat birahiku semakin
menjadi-jadi padanya.
Aku bisa merasakan nafasnya mulai memburu dan berat. Dengan pasti
bibir kami saling bertemu, pertama-tama hanya ciuman ringan. Kemudian
mulai menjadi liar tak terkendali lagi, mataku kembali terpejam
menikmati setiap sensasi yang kualami. Kusambut serangan lidah Hasan
yang bergerak-gerak liar di dalam rongga mulutku. Selama beberapa saat
lidahku dan lidah Hasan bergulat bagai dua naga langit yang sedang
bertarung. Secara tiba-tiba Hasan mencengkeram kedua payudaraku dengan
keras hingga membuatku melenguh keras dan kakiku limbung seolah tanpa
pijakan.
Entah mengapa ia melakukannya tapi itu memberikan sensasi luar
biasa pada diriku. Aku hanya bisa pasrah sambil tanganku meremas rambut
Hasan. Selama beberapa detik ia menahan posisi itu sehingga membuat
nafasku mulai menjadi sesak, lalu secara perlahan dia melepas
cengkeraman tangannya dan aku segera menghirup udara segar
sepuas-puasnya. Tangan Hasan kembali bekerja dengan lembut di kedua
buah payudaraku. Sesekali tangan nakal itu memilin-milin puting susuku
kemudian meremasnya lagi dengan lembut, lalu puting susuku ditekan dan
ditarik sampai membuatku menjerit pelan karena sensasi nikmat yang
ditimbulkannya.
Sambil duduk di tepi kasur Hasan memutar tubuhku hingga kini kami
saling berhadapan, sementara kepalanya tepat berada di depan payudaraku
yang telah mengeras dengan putingnya yang telah memerah. Sebuah senyum
simpul terlukis di wajahnya, lalu dia membenamkan wajahnya di belahan
kedua payudaraku. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat di
sana, kemudian seperti seekor anjing yang sedang mengendus bebauan,
hidung Hasan bergerak mengitari kedua payudaraku, ini menambah rasa
geli dan nikmat yang kurasakan.
Akhirnya mulutnya memangsa salah satu puting susuku yang telah
memerah dan mengeras. Di dalam mulutnya putingku mendapat serangan yang
teramat dahsyat, lidah itu bergerak melingkar-lingkar di putingku
sementara giginya menggigit-gigit halus buah dadaku. Hasan melakukannya
bergantian pada kedua payudaraku. Dan ini sangat menyiksa batinku
hingga kulampiaskan dengan menjambak rambut Hasan yang gondrong ikal
itu.
Kedua tangan Hasan mulai turun ke arah pantatku dan mulai
meremasnya dengan lembut. Hisapan, jilatan dan gigitan pada payudaraku,
dan remasan pada sepasang pantatku yang kencang membuatku semakin tak
dapat mengontrol diri. Aku bisa merasakan bagaimana selangkanganku
sudah sangat basah dan lembab, sementara belum ada tanda-tanda bahwa
Hasan akan segera menyelesaikan permainannya pada bagian-bagian
sensitif pada tubuhku. Tangannya tetap asyik bekerja di pantatku dan
mulutnya terus aktif memangsa sepasang payudaraku.
Ada rasa lega saat Hasan mulai membuka resleting celanaku, dan saat
ia memerosotkannya ke bawah tampaklah pemandangan yang pasti akan
membuat setiap lelaki akan lupa diri jika melihatnya. CD putih yang
kukenakan sudah sangat basah sehingga mencetak jelas apa yang
ditampungnya di sana. Rambut vaginaku yang tebal karena belum sempat
dicukur sudah basah oleh lendir yang keluar dari liang senggamaku dan
mengeluarkan bau khusus yang merangsang.
"Wah sudah basah banget nih Kak.. Gimana dong..?" godanya nakal.
"Kamu sich nakal.. Bikin kakak terangsang hebat.. Pokoknya kamu harus tanggung jawab San" bentakku pura-pura dongkol.
Hasan hanya tersenyum mendengar jawabanku, dengan sekali sentak aku
merasa melayang dan saat tersadar, tubuhku sudah terbaring di kasur
tanpa ada benang yang melekat pada tubuhku. Lalu Hasan naik ke atas
kasur dan langsung menindih tubuhku. Dengan nakal dia mencium bibirku
lembut dan saat aku ingin membalasnya, bibirnya sudah bergerak turun ke
arah leher sampai akhirnya mendarat di dadaku. Di sini bibir itu
berhenti sejenak untuk menetek pada sepasang payudaraku, setelah puas
di sana bibir itu kembali bergerak turun. Dan ketika mulai menyentuh
rambut kemaluanku, bibir itu kembali berhenti dan menjulurkan lidahnya
untuk menjilat perbatasan antara bagian yang berambut dan yang tidak.
Aku yang benar-benar telah terbakar oleh birahi jadi tak sabar.
Kujambak rambut Hasan dan kuarahkan kepalanya ke arah pangkal pahaku.
Sebuah lenguhan panjang keluar dari sepasang bibirku saat lidah Hasan
menyentuh bibir vaginaku.
"Kakak cantik dan seksi sekali, Sayang.." katanya dngan suara parau pertanda bahwa dia juga sudah sangat terangsang.
Setelah itu Hasan membentangkan kedua belah pahaku lebih lebar,
kemudian kepalanya kembali tenggelam di selangkanganku. Tanpa membuang
waktu, bibir Hasan mulai melumat bibir kemaluanku yang sudah sangat
basah. Tubuhku menggelinjang hebat, sementara kedua tangannya merayap
ke atas dan langsung meremas-remas kedua buah payudaraku.
Bagaikan seekor singa buas ia menjilati liang kemaluanku dan
meremas buah dadaku yang kenyal dan putih ini. Lidahnya yang hangat
mulai menyusup ke dalam liang kemaluanku. Tubuhku terlonjak dan
pantatku terangkat ke atas saat lidahnya mulai mengais-ngais bibir
vaginaku. Diringi desahan dan erangan dari bibirku, tanganku menarik
kepala Hasan lebih ketat agar lebih kuat menekan selangkanganku,
sedangkan pantatku selalu terangkat seolah menyambut wajah Hasan yang
masih tenggelam di selangkanganku.
Aku semakin megap-megap dan mengerang karena kenikmatan yang amat
sangat dan sulit dilukiskan dengan kata-kata. Aku menggeliat-geliat
seperti cacing kepanasan karena rasa geli dan nikmat ketika bibir dan
lidah Hasan menjilat dan melumat bibir kemaluanku. Aku semakin melayang
dan seolah terhempas ke tempat yang kosong. Tubuhku bergetar dan
mengejang bagaikan tersengat aliran listrik. Aku mengejat-ngejat dan
menggelepar saat bibir Hasan menyedot klitorisku dan lidahnya
mengais-ngais dan menggelitik klitorisku.
"Akhh.. Akhh.. Ohh.."
Dengan diiringi jeritan panjang akhirnya aku merasakan orgasme yang
teramat nikmat. Benar-benar pandai memainkan lidah si Hasan ini,
pikirku, hingga pantatku secara otomatis terangkat dan wajah Hasan
semakin ketat membenam di antara selangkanganku yang terkangkang lebar.
Napasku tersengal-sengal setelah mengalami orgasme yang sangat hebat
tadi.
Ke Bagian 2
| Title | Author | Views |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
981,641 |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
869,774 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
551,960 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
520,306 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
334,238 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
281,364 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
250,638 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
231,386 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
227,461 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
204,296 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
194,236 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
194,127 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
181,207 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
170,295 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
167,241 |
|
|
|
|
|
|
|