|
|
Dari Bagian 1 Lalu dengan tenang Hasan membersihkan cairan kenikmatan yang masih
terus mengalir keluar dari liang senggamaku, sementara aku masih
menetralisir aliran nafasku yang tersengal-sengal setelah mencapai
puncak orgasme yang luar biasa. Rasanya seluruh tubuhku remuk dan
pegal, kemudian Hasan pamit ke kamar mandi untuk berkumur sebentar.
Beberapa saat kemudian dia kembali sudah dalam keadaan telanjang
bulat dan langsung berdiri di samping kepalaku dengan batang
kejantanannya berdiri tegak menantang ke arahku. Aku merinding melihat
besarnya batang pelir milik Hasan dan saat membayangkan bagaimana
rasanya saat batang kontol yang besar itu memasuki liang vaginaku.
Hasrat yang sempat turun itu mulai naik lagi. Saat tanganku hendak
memegangnya, Hasan bergerak mundur hingga membuatku menjadi bingung.
"Hari ini biarkan aku saja yang muasin Kakak ya.." ucap Hasan sambil duduk di tepi kasur.
"Maksud kamu..? Kakak nggak ngerti San..?" tanyaku bingung.
"Hari ini aku pengen sepuasnya menikmati setiap inci tubuh Kakak" katanya tersenyum sambil membelai rambutku yang awut-awutan.
"Hari ini aku pengen membuat kakak mencapai kenikmatan sampai mau pingsan.. Boleh ya Kak..?" pintanya memelas.
"Ya udah.. Terserah kamu aja.." jawabku, walaupun sebenarnya aku tidak begitu paham dengan apa yang dia inginkan.
Kemudian dengan tersenyum Hasan mencium keningku yang
dilanjutkannya dengan mencium kedua mataku, lalu bibirnya mengecup
hidung dan kedua pipiku. Setelah menggosok-gosokkan hidungnya dengan
hidungku, bibirnya mengecup pelan bibirku. Dengan mesra aku
melingkarkan kedua tanganku pada lehernya dan menariknya agar lebih
puas, aku ingin menikmati permainan lidahnya dalam mulutku karena tadi
aku merasa lidah itu terlalu cepat turun ke bawah.
Lidah Hasan mulai menari-nari di dalam rongga mulutku, dengan
lihainya lidah itu menelusuri setiap sudut rongga mulutku seolah
memiliki mata. Sementara gerakan lidahku tidak dapat mengimbangi
pergerakan lidah Hasan yang sangat liar. Dan itu menimbulkan sensasi
nikmat yang memabukkan. Apa lagi saat kedua tangan Hasan mulai
meremas-remas kedua buah payudaraku yang telah mengeras lagi. Payudara
berukuran 34B itu seakan tenggelam dalam genggaman tangannya yang
besar.
Hasan lalu memegang batang kemaluannya dan ditusukkannya ke
celah-celah bibir kemaluanku yang sudah sangat licin. Dengan lembut dia
mendorong pantatnya sampai akhirnya ujung kemaluan Hasan berhasil
menerobos bibir kemaluanku hingga membuat tubuhku menggeliat hebat
ketika ujung kemaluan yang besar itu mulai menyeruak masuk. Perlahan
namun pasti rasa nikmat mulai kurasakan dari arah selangkanganku.
Kenikmatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir berteriak
histeris. Sungguh batang kemaluan Hasan luar biasa nikmatnya. Liang
kemaluanku serasa berdenyut-denyut saat menjepit ujung topi batang
kemaluan Hasan yang bergerak maju mundur secara perlahan. Dia terus
menerus mengayunkan pantatnya, sementara keringat kami berdua semakin
deras mengalir dan mulut kami masih terus berpagutan.
"Akkhh.. Ssaann.." aku menjerit perlahan saat kurasakan betapa
batang kemaluan Hasan menyeruak semakin dalam dan serasa begitu sesak
memenuhi liang senggamaku. Batang penisnya terasa berdenyut-denyut
dalam jepitan liang vaginaku. Apa lagi lidah Hasan yang panas mulai
menyapu-nyapu seluruh leherku dengan ganasnya hingga bulu kudukku
serasa merinding di buatnya.
Aku tak sadar saat Hasan kembali mendorong pantatnya hingga batang
kemaluannya yang terjepit erat dalam liang kemaluanku semakin menyeruak
masuk. Aku yang sudah sangat terangsang menggoyangkan pantatku untuk
memperlancar gerakan batang kemaluan Hasan dalam liang kemaluanku.
Kepalaku bergerak-gerak liar merasakan sensasi hebat yang sedang
kualami. Liang kemaluanku semakin berdenyut-denyut dan ada semacam
gejolak yang meletup-letup hendak pecah dari dalam diriku.
Bless.., dengan perlahan tapi pasti batang kemaluan yang besar itu
melesak ke dalam lubang kenikmatanku. Vaginaku terasa penuh sesak oleh
batang kemaluan Hasan yang besar itu.
"Hebat Kak.. Gak terasa kalau lubang kakak ini sudah dua kali
ngeluarin anak.." puji Hasan. Ini membuatku semakin merasa bangga dan
bahagia.
Terasa kehangatan batang kemaluannya dalam jepitan liang
kemaluanku. Batang kemaluan Hasan mengedut-ngedut dalam jepitan lubang
kenikmatanku. Kemudian dengan perlahan sekali Hasan mulai mengayunkan
pantatnya hingga kurasakan batang kejantanannya menelusuri setiap inci
liang kenikmatanku. Ini menimbulkan sensasi yang teramat nikmat
untukku. Aku tak sempat mengerang karena tiba-tiba bibir Hasan sudah
melumat bibirku. Lidahnya menyeruak masuk ke dalam mulutku dan
mencari-cari lidahku. Aku pun membalasnya.
Hasan mendengus perlahan pertanda bahwa birahinya sudah mulai
meningkat sementara gerakan batang kemaluannya semakin mantap di dalam
liang kemaluanku. Aku dapat merasakan bagaimana batang kontolnya yang
keras menggesek-gesek dinding vaginaku. Aku pun mengerang dan tubuhku
bergerak liar menyambut gesekan batang kejantanannya. Pantatku
mengangkat ke atas seolah-olah mengikuti gerakan Hasan yang menarik
batang kejantanannya dengan cara menyentak seperti orang memancing
sehingga hanya ujung batang kejantanannya yang masih terjepit di dalam
lubang kenikmatanku.
Lalu ia mendorong batang kejantanannya secara perlahan hingga
ujungnya seolah menumbuk perutku. Hasan melakukannya berulang-ulang.
Aku merasa ada semacam sentakan dan kedutan hebat saat Hasan menarik
batang kemaluannya dengan cepat. Gerakannya ini membuat napasku semakin
terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang terus naik dan tak
tertahankan. Besarnya batang kejantanan Hasan membuat liang vaginaku
terasa sempit. Sangat terasa sekali bagaimana nikmatnya batang kemaluan
Hasan menggesek-gesek dinding liang vaginaku.
Secara refleks aku pun mengimbangi genjotan Hasan dengan menggoyang
pantatku. Semakin lama genjotan Hasan semakin cepat dan keras, sehingga
tubuhku tersentak-sentak dengan hebat. Slep.. slep.. slep.. demikian
bunyi gesekan batang kejantanan Hasan saat memompa liang kemaluanku.
"Akhh..! Akkhh..! Oohh..!" erangku berulang-ulang. Benar-benar luar
biasa sensasi yang kudapatkan. Hasan benar-benar menyeretku ke surga
kenikmatan, aku kembali merasa seperti gadis perawan yang sedang
melepaskan mahkotanya.
Tak berapa lama kemudian aku merasakan nikmat yang luar biasa dari
ujung kepala hingga ujung kemaluanku. Tubuhku menggelepar-gelepar di
bawah genjotan Hasan. Aku menjadi lebih liar dan menyedot-nyedot lidah
Hasan dan kupeluk tubuhnya erat-erat seolah takut terlepas.
"Ooh.. Oh.. Akhh..!" aku menjerit ketika hampir mencapai puncak
kenikmatan. Tahu bahwa aku hampir orgasme, Hasan semakin kencang
menggerakkan batang kemaluannya yang terjepit di liang kenikmatanku.
Saat itu tubuhku semakin menggelinjang liar di bawah tubuh Hasan yang
kekar. Tak lama kemudian aku benar-benar mencapai klimaks.
"Oohh.. Aauuhh.. Oohh..!" jeritku tanpa sadar. Secara refleks
jari-jariku mencengkrram punggung Hasan. Pantatku kunaikkan ke atas
menyongsong batang kemaluan Hasan agar bisa masuk sedalam-dalamnya.
Lalu kurasakan liang senggamaku berdenyut-denyut dan akhirnya aku
merasakan sedang melayang, tubuhku serasa ringan bagaikan kapas. Aku
benar-benar orgasme!! Gerakanku semakin melemah setelah mencapai puncak
kenikmatan itu. Hasan lalu menghentikan gerakannya.
"Enak kan Sayang.." bisik Hasan lembut sambil mengecup pipiku. Aku
hanya terdiam dan wajahku merona karena rasa malu dan nikmat. Hasan
yang belum mencapai klimaks membiarkan saja batang kejantanannya
terjepit dalam liang kemaluanku. Hasan sengaja membiarkan aku untuk
menikmati sisa-sisa kenikmatan itu. Aku kembali mengatur napasku,
sementara aku merasakan batang kemaluan Hasan mengedut-ngedut dalam
jepitan liang senggamaku. Tubuh kami berdua sudah mengkilat karena
peluh yang membanjiri tubuh kami berdua. Hanya kipas angin yang
membantu menyejukkan kamar kost mesum itu.
Setelah beberapa saat, Hasan yang belum mencapai klimaks kembali
menggerak-gerakkan batang kemaluannya maju mundur. Gerakannya yang
perlahan, lembut dan penuh perasaan itu kembali membangkitkan birahiku
yang telah sempat menurun. Kugoyangkan pinggulku seirama gerakan pantat
Hasan. Rasa nikmat kembali naik ke ubun-ubunku saat kedua tulang
kemaluan kami saling beradu. Gerakan batang kemaluan Hasan semakin
lancar dalam jepitan liang senggamaku.
Aku yang sudah cukup lelah hanya dapat bergerak mengimbangi ayunan
batang kemaluan Hasan yang terus memompaku. Hasan semakin lama semakin
kencang memompa batang kemaluannya. Sementara mulutnya tidak
henti-hentinya menciumi pipi dan leherku dan kedua tangannya meremas
sepasang payudaraku yang indah. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti
itu, nafsuku kembali merambat naik menuju puncak. Dapat kurasakan
bagaimana kenikmatan mulai kembali menjalari seluruh tubuhku.
Bermula dari selangkanganku, kenikmatan itu menjalari putingku dan
naik ke ubun-ubun. Aku balik membalas ciuman Hasan. Pantatku bergerak
memutar mengimbangi batang kemaluan Hasan yang dengan perkasanya
menusuk-nusuk lubang vaginaku. Gerakan Hasan semakin liar dengan napas
yang mendengus tak beraturan. Pantatku kuputar-putar, kiri-kanan
semakin liar untuk menggerus batang kejantanan Hasan yang terjepit erat
di dalam lubang kenikmatanku.
Aku pun semakin tak bisa mengontrol tubuhku hingga kusedot lidah
Hasan yang menelusup masuk ke dalam mulutku. Tubuh Hasan
mengejat-ngejat seperti orang yang terkena setrum karena rasa nikmat
yang luar biasa. Kemudian jeritan panjang memenuhi ruangan kost itu
saat aku mencapai orgasme untuk yang kesekian kalinya. Sementara
gerakan tubuh Hasan mulai mengejat-ngejat tak beraturan.
"Ough.. Ough.. Ughh..!" Dengan napas yang terengah-engah, Hasan
yang berada di atas tubuhku semakin cepat menghunjamkan batang
kejantanannya. Lalu.. Crrtt.. Crrtt.. Crrtt.. Crrtt.. Crrtt.. Aku bisa
merasakan bagaimana batang kejantanan Hasan menyemprotkan air maninya
dalam kehangatan liang senggamaku. Matanya membeliak dan tubuhnya
berguncang hebat. Batang kejantanan Hasan pun mengedut-ngedut dengan
kerasnya saat menyemburkan air maninya. Aku bisa merasakan ada
semprotan hangat di dalam sana, nikmat sekali rasanya. Kami mencapai
puncak kenikmatan secara bersamaan.
"Teruss.. Teruss.. Putarr.. Sayanghh..!" dengus Hasan. Aku
membantunya dengan semakin liar memutar pinggulku. Setelah beberapa
saat, tubuhnya ambruk menindih tubuhku dengan batang kemaluan yang
masih menancap pada liang vaginaku. Kurasakan ada cairan yang mengalir
keluar dari liang kemaluanku. Napas kami menderu selama beberapa saat
setelah pergumulan nikmat yang melelahkan itu. Lalu kupeluk tubuh Hasan
yang basah oleh keringat, kuciumi seluruh wajahnya.
"Thank's ya San.. Kamu memang sangat perkasa.. Tita sangat beruntung memilikimu.." bisikku di telinganya.
"Kak I'in juga.. Jangan menolak kalau lain kali aku pengen bercinta lagi dengan kakak ya.." balasnya. Aku mengangguk perlahan.
Lima belas menit kemudian aku membersihkan diri di kamar mandi
sementara Hasan masih berbaring mengatur napasnya. Saat mengenakan
pakaian dan celana, Hasan masih mencuri kesempatan untuk meremas kedua
dadaku dan mencium bagian belakang leherku. Atas permintaannya, BH dan
CD yang kupakai saat itu kuberikan pada Hasan sebagai tanda mata bahwa
hubungan kami tak akan berhenti sampai di sini saja.
E N D
| Title | Author | Views |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
981,638 |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
869,768 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
551,959 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
520,302 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
334,237 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
281,364 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
250,638 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
231,384 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
227,461 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
204,296 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
194,236 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
194,126 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
181,207 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
170,295 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
167,241 |
|
|
|
|
|
|
|