|
|
Dari Bagian 1 Aku mengangkat kaki Bu Juliet ke atas dan kembali menjilati anusnya
karena ia tahu aku menjilati anusnya ia menahan nafasnya sehingga
kelihatan seperti sedang buang air, dan lubang anusnya perlahan
membuka. Tanpa membuang kesempatan lidah bermain lebih dalam ke dalam
lubang anusnya dan terus dan kembali ke liang kemaluannya yang semakin
banjir oleh cairan kewanitaannya lalu kujilati dan sesaat kemudian ia
memekik dengan kuat.
"Ah.. Ahh.. Soonn.. Ibuu tidak tahan lagi, masukin sakarang yach.."
ujarnya di tengah desahannya semakin menjadi yang menambah semangatku.
Aku menyukai vaginanya, habis cairannya terasa sedikit asin dan
enak, mungkin gurih bagiku. Aku tak peduli dengan permintaannya,
lidahku semakin terus menjilati kemaluannya dan jari tengahku keluar
masuk di lubang anusnya, sampai akhirnya.
"Ahh.. Ohhmm.. Ibuu, maauu keluuaarr saayaanng.." erangnya dan..
"Croott.. Creett.. Croot.." tubuh Bu Juliet mengejang dan kaku dan
kemudian lemas setelah mengalami orgasme yang hebat, lidahku kubiarkan
di dalam dan terasa otot vaginanya menjepit dan meremas lidahku.
Terbayang olehku pasti enak sekali jika batang kemaluanku yang ada
di dalam liang kemaluannya ini. Lima menit kemudian kujilati dan
kubersihkan kemaluannya dengan lidah, cairan maninya kujilati dan
kutelan semua, habis rasanya enak dan aku suka sekali. Ia kembali
terangsang dan aku kemudian berbisik kepadanya untuk pindah di tempat
tidur. Aku menggendongnya dan menghempaskannya di tempat tidur, kakinya
kubiarkan terjuntai ke bawah dan aku kembali mengangkang kakinya
lebar-lebar dan kembali kujilati kemaluannya tapi lima menit kujilati
ia duduk dan mendorong tubuhku.
"Sayang.. Sini Ibu pingin ngisep penismu.." katanya seranya
memegang dan mengocok batang kemaluanku yang tegangnya sudah maksimal.
Ia berusaha memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya yang mungil.
Pertama ia menjilati kepala kemaluanku, rasanya badanku terasa kesetrum
keenakan, seluruh syarafku rasanya tegang, dan detik kemudian ia
berusaha memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Baru sampai
setengahnya aku menekan pantat ke depan, tanganku memegang kepala Bu
Juliet.
"Ehk.. Akhh.." mulutnya tercekat tapi ia tak berusaha mengeluarkan
kemaluanku dari mulutnya, akhirnya dengan usaha yang cukup lama
kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya hingga ke pangkalnya.
Terasa sedikit ngilu ketika giginya menyentuh kepala kemaluanku,
dan terasa benar olehku kepala kemaluanku sampai di tenggorokannya. Bu
Juliet menatapku dengan bangga dan kemudian mengeluarkan dari mulutnya,
dan setelah keluar ia menghisap dan mengocok serta mengeluar-masukkan
kemaluanku ke dalam mulutnya.
"Ahh.. Ehh.. Eeennaakkhh.." ujarku sambil memegang kepalanya seolah-olah aku sedang menyetubuhi mulutnya.
15 menit berlalu dengan posisi ini aku kemudian mengangkatnya, dan
menelentangkannya di atas spring bed mewah ini dan mengangkangkan
kakinya lebar-lebar dan mengarahkan kemaluanku ke lubang senggamanya,
kugosokkan kemaluanku pada klistorisnya, ia mendesah keenakan.
"Oohh.. Ennakhh Sayang ayo masukkan sekarang..!" pintanya.
Aku mengambil posisi lurus dan menekankan pantatku secara perlahan
dan ternyata sulit juga memasukkan kemaluanku ke dalam lubang
senggamanya, padahal kupikir pasti tidak terlalu sulit karena ia sudah
melahirkan 2 orang anak dari lubang ini, tapi ternyata masih sangat
sempit dan susah untuk dimasuki. Perlahan kumasukkan sedikit demi
sedikit batang kemaluanku ke dalam lubang senggama yang kelihatannya
sangat bersih dan lezat dijilati.
"Aahh.. Aoohh.. Terus.. Sayang.." rintihnya saat kemaluanku sudah
masukkan 1/2 ke dalam lubang senggamanya dan aku kemudian menekan
sedikit lebih kuat, ia memekik kesakitan.
"Auuwww.. Pelan-pelan Sayang.. Sakit.. " katanya.
"Maaf Bu, Sony bernafsu sekali.." kataku.
Aku kembali menekankan pantatku perlahan dan 3/4 sudah amblas di
dalam vaginanya yang kempot ke dalam. Aku kembali menyentakkan pantatku
dengan kuat dan ia kembali memekik kesakitan disertai lolongan panjang.
"Aaauuw.. Ahhwww.." desahnya.
"Maaf Bu.." jawabku.
Aku menghentikan dan aku mengatakan bahwa bagaimana kalau istrihat
saja dan berhenti saja dulu, tapi ia mencegahku dan malah ia menyuruhku
untuk mengocoknya. Aku menurun-naikkan pantatku dengan tempo yang
sangat lambat dan menekan kembali dengan sangat lambat, mungkin dengan
begini otot vaginanya akan terbiasa menerima kemaluanku.
"Aahh.. Ehhtt.. Ohmm.." desahan Bu Juliet semakin membuatku
bernafsu, aku merasakan seluruh kamaluanku dipijat sangat kuat oleh
otot vaginanya. Nikmat sekali rasanya.
"Buu.. Ennakh.. Bu, punya Ibuu.. Semppiit sekaali Buu.. Ohmm.."
Aku mendesah dengan kuatnya, aku mempercepat tempo goyangan
pinggulku. Keluar masuk dan sepertinya vaginanya sudah mulai terbiasa
dengan penisku yang semakin mengeras. Cairan pelicin vagina Bu Juliet
mengalir dengan derasnya sehingga menambah mudahnya pergesekan dinding
vaginanya dengan batang kemaluanku, hingga berbunyi, "Belbb.. Clebb..
Bleeb.. Clebb.."
Lalu, 15 menit kemudian Bu Juliet sepertinya sudah ngos-ngosan, ia
mendekatku erat. Aku semakin bersemangat menaik-turunkan pantatku
dengan cepat. Tanganku meremas payudara kanannya dengan kuat dan
putingnya kutekan dengan kuat hingga keluar air yang berwarna putih dan
ternyata itu air susu dan tanpa ampun aku menyedot puting berwarna
coklat muda itu dengan kuat kuremas payudara itu dengan kuat,
kedua-duanya tak luput dari hisapanku sehingga rangsangan pada Bu Lia
semakin bertambah ini ditandai dengan desahan yang semakin kuat.
Akhirnya 5 menit kemudian tubuh Bu Juliet menegang dan ia memeluk
dengan erat sekali dan ia berteriak.
"Soonn.. Benamkan yang dalam sayang.." pintanya sambil menggoyang
pinggulnya. Tanpa ampun aku menusuknya dengan sangat sehingga terasa
olehku pangkal rahimnya.
"Akkuu.. Keluuaarr Soonn.., oohhmm eenaakhh.." pekik Bu Juliet
dengan keras dan tubuhnya terasa bergetar hebat menandakan ia
benar-benar mengalami orgasmes yang hebat.
"Croott.. Ccreett.. Crooeett.." dan mani Bu Juliet terasa sangat
hangat dan banyak, mungkin sampai 7 kali semburan sehingga terasa
vagina Bu Juliet becek dan dipenuhi oleh maninya sendiri. Aku
membiarkan kemaluanku di dalam vaginanya beberapa saat, kubiarkan
dosenku yang cantik ini menikmati orgamesnya sambil memilin payudaranya
supaya ia merasa kesempurnaan dari orgasme. 10 menit aku membiarkan
kemaluan yang masih tegar dan belum merasakan akan adanya tanda akan
orgasme
Dan kemudian Bu Juliet yang bermandikan keringat dan begitu pun
tubuhku berkata, "Son.. Kamu hebat sekali, aku sudah 2 kali tapi kamu
belum apa-apa.. Sayang.." katanya.
Kemudian aku bangkit dan mencabut penisku yang terasa licin,
kemudian kujilati lagi cairan vaginanya sampai bersih, yah
hitung-hitung membangkitkan lagi nafsu Bu Juliet. Aku mengambil posisi
69 dan kemudian setelah Bu Juliet kembali bernafsu aku meminta untuk
bertumpu pada tangan dan sikunya. Aku akan melakukan doggy style.
Aku memasukkan kemaluan dari belakang dan ternyata tanpa sulit lagi
kemaluanku amblas di dalam lubang kemaluannya. "Bless.." Kemudian aku
kembali mengocok Bu Juliet dengan penuh semangat, disertai desahan dan
pekikan dari Bu Juliet, begitu denganku berteriak dan mendesah dengan
kuat.
"Ahh.. Ohhmm.. Eeennaakkhh.. Koccookk yang keenccang sayyaangg.." rintih Bu Juliet.
Aku menjilati lehernya dan tanpa hentinya meremas payudara yang
mengeras dan pantatku maju mundur dengan sangat erotis dan beraturan.
15 menit kemudian Bu Juliet kembali mengejang, dan mencapai puncaknya.
"Ohhmm.. Akuu sampaii Soonn.. Sayaanngg.." desahnya dengan tubuh mengejang kaku.
Aku terus mengocoknya tanpa henti bahkan ruangan itu dipenuhi oleh
bunyi buah pelir yang basah yang beradu dengan pahanya. "Plok..
Plookk.." Dan bunyi lubang senggama Bu Juliet yang sedang beradu dengan
batang kemaluanku. "Bleb.. Bleeb.. Cleeb.." Aku tidak peduli.
"Oh sayaangg ibu capek nih.. Tooloong berhentii sebbeentarr ya," mohon Bu Juliet.
Aku tahu pasti rasanya ngilu dan geli sekali. Tapi aku tidak peduli
bahkan beberapa menit kemudian Bu Juliet kembali mencapai orgasmenya
yang keempat dan saat itu aku sudah merasakan aku sudah hampir keluar
dan aku mempercepat goyangan pinggulku dan merubah posisiku dengan cara
menidurkan Bu Juliet dan mengangkat sebelah kakinya dan memasukkannya
dari samping, dan 10 menit kemudian aku merasakan sesuatu yang sudah
terkumpul di ujung kemaluanku akan meledak.
"Aaahh.. Buu.. Soonnyy ssammpaii.." rintihku sampai mendekapnya dengan sangat erat.
"Buu kuukeluuarkan diimannaa.. Buu.." tanyaku dalam rintihan.
"Dii.. Dalam aajaa sayaanng.." pintanya sambil mendekapku kuat.
"Saayyaangg.. Iiibuu.. Juugaa sampaii ssaayyaanngg kitaa saammaa saajaa.. Ooohhmm.."
Tubuhku merasakan tegang dan kaku, begitupun Bu Juliet yang orgasme
yang kesekian kalinya, dan.. "Crreett.. Ccrrot.. Seerr.." Air maniku
dan air mani Bu Juliet keluar bersamaan, kemaluanku sampai ke dasar
rahim Bu Juliet. Rasanya penuh sekali dan otot Bu Juliet semakin kuat
menjepit kemaluanku. 15 menit aku terdiam menikmati sisa orgasmeku,
begitu juga Bu Juliet, kemudian masih dalam keadaan berpagutan Bu Lia
memujiku.
"Sayang, belum pernah Ibu merasakan orgasme sampai lima kali dalam
satu ronde sebelumnya, tapi baru sekarang, kamu begitu hebat, kamu
orang pertama bermain dengan Ibu selain dengan suamiku.." katanya
sambil mengecup bibirku.
"Bu, baru sekali ini aku bersetubuh Bu, Ibu yang mengambil
keperjakaanku, rasanya enak sekali Bu.. Memek Ibu enak sekali
sedotannya asyik," balasku pada Bu Juliet.
"Kemaluanmu enak sekali.. Sayang, dan rasanya manimu kental sekali Sayang, sampai sekarang rahim Ibu terasa hangat," ujarnya.
"Boleh tidak Sony ulangi lagi..?" pintaku menatap matanya.
"Tentu saja boleh Sayang, tapi izinkan dulu Ibu istirahat sebentar yach.." katanya sambil memeluk tubuhku.
Aku hanya mengangguk kecil, dan dalam hitungan menit Bu Juliet
sudah terlelap, sedangkan aku setelah mencabut batang kemaluanku
kupandingi tubuh Bu Juliet dan aku berpikir dan seolah tak percaya aku
telah bersetubuh dengan dosenku yang tadinya kuhormati. 2 jam sudah Bu
Juliet terlelap dan ketika ia terbangun aku sedang asyik menjilati
lubang senggamanya dan lubang anusnya. Jam waktu itu menunjukkan pukul
12:10 karena aku sempat melirik jam dinding.
"Oh Sayang, kamu lagi cari apaan Son..?" tanyanya sedikit bercanda.
"Cari Biji kerang, Bu," balasku lagi dalam canda.
Kemudian tanpa buang waktu kusuruh ia menungging, aku mau merasakan
lubang anusnya. Lalu kuarahkan kemaluanku yang telah mengacung keras ke
lubang pantatnya itu.
"Ahh, sayaangg jangan dii situu donng.. " pintanya.
"Blebb.." Belum habis ia bicara, kudorong pantatku dengan kuat.
"Akhh.. Ehheekk.. " jeritnya.
"Buu, saya inngin rasakan lubang pantat Ibu.." pintaku sedikit memohon.
"Pelan-pelan yach.. Sakit Sonn.. " pintanya.
Aku mengocok lubang anusnya dengan penuh semangat, kupikir Bu
Juliet tidak akan menikmatinya tetapi malahan ia malah cepat keluar dan
bahkan lebih banyak dan lebih sering dari yang sebelumnya dan aku
mengeluarkan spermaku di dalam anusnya hingga aku kecapaian dan
tertidur dengan pulas, begitu pun dengan Bu Juliet.
Paginya kami mengulangi lagi hingga puas, pukul 11: 30 siang aku
pulang karena ada kuliah nanti jam 02:00. Di kampus aku bertemu dengan
Bu Juliet, ia hanya melirikku dan memberikan senyuman maut sekilas.
Kulihat jalannya agak lain, agak sedikit terangkat, katanya masih sakit
di bagian anusnya, habis memang aku memaksanya untuk bermain di situ
dan ternyata lebih nikmat. Kata Bu Juliet aku yang pertama mencicipi
lubang pantatnya dan menelan maninya.
*****
Sejak saat itu aku semakin sering bermain ke rumah Bu Juliet, yach
untuk membantu Bu Juliet menyelesaikan pekerjaannya (hee.. Hee..
Hee..). Tentu asal Bu Juliet tidak menolak, begitupun aku selain nilai
Kalkulusku A+ aku juga dikasih uang yang cukup banyak setiap bermain
dengan Bu Juliet yang cantik. Bahkan ia berjanji mau menukar mobil
tuaku dengan mobil Ferrari sport. Perlu pembaca ketahui kami tidak
melakukan di kamar saja, tapi juga di bathtub, di ruang tengah, ruang
tamu, garasi, di kolam renang (di saat malam), dan di dalam mobil
bahkan kami juga pernah melakukannya di dalam kelas dan aula di saat
mahasiswa telah bubar semua. Huh.. Memang dasar kalau udah jodoh
siapapun nggak bakal bisa memisahkan.
E N D
| Title | Author | Views |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
1,061,627 |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
1,051,404 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
667,162 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
659,858 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
356,439 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
300,090 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
296,939 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
278,591 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
247,372 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
216,243 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
211,229 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
205,829 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
192,201 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
184,157 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
178,159 |
|
|
|
|
|
|
|