|
|
Dari Bagian 1 Tanganku mengelus kepala helm kejantanananku dan secara tiba-tiba, pada
saat dia sedang melihat kejantananku aku menyentakkan kedua kakinya
sehingga dia telentang dan berjongkok dan dengan secepat kilat
meletakkan bibirku pada bibir vaginanya. Sebelum tangannya sempat
mencapai kepalaku dan menolaknya lagi, lidahku sudah menjilat belahan
vaginanya dengan jilatan panjang.
Tubuhnya bergetar dan mulutnya melenguh panjang. Begitu mencapai
kelentitnya, aku langsung mengunyahnya secara halus dan panjang hingga
ruangan kamar ini dipenuhi oleh rintihan dan lenguhan birahi yang
membuatku kesetanan karena pada setiap rintihannya aku semakin terbakar
nafsu dan kejantananku semakin mengeras dan berdenyut mencari tempat
untuk menjepitnya.
Lidahku semakin lincah dan semakin rajin keluar masuk goa
kenikmatannya. Tangannya mencengkeram kepalaku dan menarik rambutku
sambil terus merintih keras. Lidahku bergerak cepat dan kadang lambat
tapi menggesek kasar di celah goa kenikmatannya.
"Stop.., ampun, aku mohon stop jangan buat aku jadi gila!!",
pintanya dengan setengah berteriak. Aku tidak mempedulikannya dan terus
mencengkram kedua pahanya yang melingkari leherku.
Beberapa detik kemudian aku merasa pinggulnya terangkat dan
mengejang. Aku tahu dia akan mencapai klimaksnya. Aku menahan
pinggulnya dan lidahku mencari kelentitnya dan kembali aku mengunyahnya
dengan lembut tapi bertenaga hingga aku merasa kepalaku dijepit oleh
kedua pahanya, rambutku dijambak sekeras-kerasnya olehnya dan keluarlah
rintihan panjangnya diikuti keluarnya suatu cairan yang amat aku sukai.
"Ahh, shit, shit kamu gilaa!!" Kemudian kusaksikan suatu
pemandangan yang membuat birahiku menggelora. Wajah yang penuh dengan
keringat, mata terpejam, rambut yang berantakan menutupi wajahnya dan
nafas yang tersengal-sengal.
Dalam beberapa detik setelah aku puas menjilati cairan
kenikmatannya, aku bangkit dan membuka pahanya dan menaikkan kedua
kakinya ke pundakku, dengan posisi demikian aku memiliki posisi yang
paling ideal untuk memasukkan kejantananku sedalam-dalamnya ke goa
kenikmatan yang telah bergelimang cairan birahinya. Aku mulai
meletakkan kepala penisku dan menggosoknya pelan-pelan. Setelah siap,
aku mendorong kepala penisku memasuki gerbang kenikmatan tersebut.
Pada saat kepala penisku yang cukup besar (semua wanita yang pernah
merasakan kejantananku selalu mengatakan kepala penisku lebih besar
dibandingkan ukuran normal) memasuki lubang tersebut, dia hanya bisa
merintih pelan. Aku menahan sebatas kepalanya tertelan oleh leher
vaginanya dan berdiam beberapa saat. Aku mulai mendorong sampai
setengah batangku menggesek pelan dan terasa nikmat sekali, sesudah itu
menarik kembali sebatas leher helm kejantananku dan mendorongnya pelan
kembali menembusnya sampai setengah panjang batangku.
Aku melakukannya selama lebih kurang sepuluh kali dan aku agak
menekan kedua kakinya mengangkang dan membukanya lebar sambil kutekan
sekuat tenaga tetapi lembut dan pada saat aku mencapai batas terdalam
dan menemukan daging kenikmatan yang menggesek kepala helm
kejantananku, detik itu pula tangannya menyambar kepalaku dan menarik
kepalaku untuk mencari bibirku dan menciumnya liar sekali.
Aku mendiamkan keadaan ini beberapa saat dan aku merasa suatu
cairan nikmat hangat merembes dari dalam vaginanya, ia dua kali keluar,
pikirku. Sambil tetap berciuman aku menarik batangku sebatas helm yang
terjepit erat oleh otot cincin vaginanya dan mendorong kembali
sedalam-dalamnya sambil memberatkan seluruh tubuhku ke pinggangku dan
kembali menemukan kenikmatan gesekan seluruh batangku bergesekan dengan
dinding vaginanya yang mencengkeram erat sampai kepala penisku
menggesek kasar daging menonjol dalam vaginanya dan ia merintih panjang
dan menyedot lidahku kuat-kuat.
Tiba-tiba pada saat posisi terdalam itu dia menarik leherku dan
menaikkan pantatnya dan menggoyangnya pelan tapi ditekan
sedalam-dalamnya hingga aku terlontar ke sorga ketujuh. Putarannya
begitu pelan tapi menekan dalam sehingga kepala penisku terasa
digosokkan total dengan daging dalam vaginanya sambil seluruh batangku
diremas-remas oleh otot dinding vaginanya.
Dan tiba-tiba ia merintih keras sambil mencakarku keras dan
memedihkan punggungku. Dia terlontar melepaskan pelukannya pada leherku
sambil pahanya tetap tersangkut di pundakku. Lalu ia tergeletak
tersengal-sengal dan aku merasa kembali cairan hangat merembes keluar
dari vaginanya. Aku sudah sampai di ujung nafsuku dan aku mencabut
kejantananku sambil membalikkannya pada posisi telungkup. Aku menaikkan
pinggul dan pantatnya dalam posisi doggie style walaupun kulihat dia
sudah kehabisan tenaga.
Setelah posisinya pas, aku mendorong kejantananku amblas dalam
suatu sentakan keras dan ia merintih sambil tangannya meremas sprei di
bawahnya. Di kaca besar yang disediakan di kamar ini aku bisa melihat
kejantananku keluar masuk dengan suatu sentakan keras tapi dalam irama
lambat. Kepalanya yang menunduk disertai rambut yang terurai lebat
membuatku serasa berada di awan birahi dan tiba-tiba aku merasa dia
menggerakkan pinggulnya mendorong balik setiap gerakanku ditambah
gerakan memutar keras hingga kepala kejantananku seperti diremas-remas
hangat dan ketat dan digesekan sekerasnya dengan daging di dalam
vaginanya.
Agak lama kami melakukan ini sampai kepala penisku terasa agak
panas, denyut kenikamatan yang sangat luar biasa aku rasakan setiap aku
menggesek keluar dan masuk lubang itu. Aku makin dalam mendorong
ditingkahi rintihannya yang semakin keras dan aku merasa denyut batang
kejantananku merambat ke arah kepala penisku dan otot vaginanya
mengimbangi dengan denyutan lembut yang semakin cepat.
Tuhan, aku belum pernah mengalami kenikmatan seperti ini, begitu
lembut tapi sangat terasa dalam setiap gesekan dan tekanan, batinku
berbisik di ambang ledakan kenikmatan diriku. Dan pada tekanan terakhir
aku mencengkeram pinggulnya dan mendorong sekuat-kuatnya dibalas dengan
dorongan balik oleh pinggulnya, srett, srett, srett semburan demi
semburan aku menumpahkan semua birahi yang terkumpul sejak tadi dalam
lubang kenikmatannya dan disusul denyutan keras dinding vaginanya dan
tangannya mencari pahaku untuk dicakar sekeras-kerasnya.
Dalam beberapa saat aku merasa tulangku dilolosi semua dan mataku
terpejam menikmati detik-detik saat aku mengeluarkan seluruh cairan
kenikmatan di dalam lubang surgawi yang sedang aku masuki ini. Kepalaku
berdenyut keras seiring setiap semburan yang aku keluarkan. Setelah itu
badai itu mulai mereda walau dalam posisi diam tidak bergerak tapi
setiap otot kami berdua bekerja diluar kehendak dan berdenyut keras
sampai pelan-pelan melambat. Setelah aku membuka mata, perlahan-lahan
aku mencabut batangku yang masih mengeras dan tubuhnya langsung
tergeletak lemas seakan pingsan. Aku merebahkan tubuhku di sampingnya
dan memejamkan mata.
Aku melihat handphone yang tergeletak di samping ranjang dan
melirik jam, 1 jam 20 menit sejak aku menunggu dia keluar dari kamar
mandi dan memutuskan untuk pulang. Sejam lebih kami bergulat dalam
lautan birahi!! Aku mencoba melihat lagi dan memastikan bahwa aku tidak
salah melihat jam. Aku melirik ke arahnya dan melihat sepasang bola
mata yang menatapku tajam.
"Jam kamu pukul berapa sekarang?" aku bertanya.
"23.45", jawabnya sambil melihat kamnya.
Persis seperti jamku dan berarti benar kami telah berenang dalam
lautan asmara sejam lebih. Dia pun tersentak dan melirikku diam dan aku
mengangguk, lalu dia memejamkan mata sambil berkata..
"Oh tuhan, gila! Ini nggak mungkin selama ini"
Setelah beberapa saat, aku mengambil handuk bersih dan aku
selimutkan ke tubuhnya dan aku membuka dua botol minuman complimentary
untuk diminum bersama. Setelah beberapa saat dia bangkit menuju kamar
mandi dan aku memejamkan mataku lagi, tergolek memulihkan tenagaku yang
terkuras habis. Dalam beberapa saat aku membuka mata dan aku menemukan
dia sudah berpakaian rapi duduk di kursi dan memandangiku dengan seribu
arti. Aku melirik jam dan sudah lewat 40 menit, ternyata aku tertidur,
aku bertanya..
"Kenapa kamu nggak bangunkan aku?".
"Aku lihat kamu tidur nyenyak sekali, jadi aku nggak tega
membangunkan kamu". Nada yang lembut dan hangat terdengar berbeda pada
saat kami memasuki kamar ini.
Aku masuk ke kamar mandi dan mandi. Setelah rapi aku keluar dan
menyalakan rokok dan tetap tidak tahu harus berbicara apa dengan wanita
yang namanya pun belum aku kenal tapi merasakan percintaan terdahsyat
selama hidupku. Dia melihat jamnya dan berkata..
"Ayo kita pulang, aku harus kerja". Aku hanya terdiam dan beranjak pergi.
"Kamu mau pulang kemana?", tanyaku.
"Cukup kamu antar ke tempat kita bertemu", jawabnya.
"Aku mau tahu rumahmu", ujarku.
"Belum saatnya kamu tahu lebih lanjut tentang aku".
Lalu aku membawa mobilku membelah malam menuju ke tempat kami bertemu. Sampai pada tempat kami bertemu, aku bertanya..
"Boleh aku minta nomor teleponmu?" dia hanya tersenyum beberapa
saat dan itulah yang membuatku jatuh cinta di saat wajahnya tidak lagi
diliputi kesedihan dan berseri ceria.
"Kamu bahkan belum tanya namaku, sudah tanya teleponku". Aku tertawa malu.
"Boleh aku tahu namamu?"
"Natalie", dia menjulurkan tangannya dan berkata lembut.
"Justin", balasku. Setelah itu dia memberikan nomor HP-nya dan menghilang ke dalam gedung perjudian tersebut.
Aku menjalankan mobilku keluar dari gedung tersebut dan berusaha
melupakan semua itu yang terjadi seperti mimpi. Tapi ini adalah suatu
awal dari kejadian yang amat dalam menggores hatiku selanjutnya.
E N D
| Title | Author | Views |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
981,503 |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
869,496 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
551,798 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
520,115 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
334,216 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
281,350 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
250,605 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
231,271 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
227,425 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
204,280 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
194,226 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
194,113 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
181,195 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
170,280 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
167,226 |
|
|
|
|
|
|
|