Badanku rasanya seperti dialiri listrik yang
bertegangan tinggi ketika lidahku dia hisap kayak ular sedang melahap
mangsanya dan pelukan tangannya semakin erat saja rasanya seakan kuatir
aku terlepas, sehingga buah dadanya yang besar padat itu terasa
mengganjal empuk didadaku menambah kenikmatan adegan peluk cium dan
hisap menghisap lidah yang sedang berlangsung seru.
Sesaat setelah adegan melumat dan menghisap lidah bersangsung aku
perhatikan ada perubahan dalam tubuh Tacik, mukanya kelihatan lebih
memerah dan matanya sayu sekali, dia kelihatan pasrah dan gejolak
birahinya seperti sudah tidak tertahankan untuk diperlakukan lebih
lanjut.
"Omm.. berbuatlah sesuka hatimu.. aku pasrah.. puaskan aku.. ahh..
sshh.. desahnya sambil menengadahkan mukanya agak keatas" Lalu tanpa
disuruh lagi aku jilati lehernya yang jenjang itu dengan pelan dan
penuh kemesraan, " Ahh..sshh aahh .. sshh.. erangnya sambil sedikit
menggeliat, dan aku teruskan jilatan-jilatan leher itu ke bagian bawah,
pada saat jilatan mengenai puting buah dadanya yang besar dan kenyal,
Tacik tersentak bagai tersengat listrik.. ahh.. ooh.. Omm.. terus..
om.. hisap terus Om.. dan putingnya aku permainkan dengan lidahku,
bergantian antara aku jilat dan hisap, kadang aku gigit kecil dan
akibatnya Tacik menjadi samkin liar antara menggeliat, mendongak dan
mengerang..eehhmm.. sshh.. aayyoo.. Omm.. lakukan semaumu.. hhmm..
uueennaak Omm.., erangnya sambil membelai-belai kepalaku disertai
remasan tanganya yang agak liar.
Setelah puas dengan isapan dan gigitan pada puting buah dadanya,
lalu aku telusuri bagian tubuhnya inci demi inci kebagian bawah, dan
aku berhenti saat jilatan lidahku sampai pada tali pusarnya yang agak
berlobang kedalam, dan lidahku aku julurkan untuk mengorek-orek lubang
tali pusarnya, akibatnya gerakan menggeliat dan meliuk tubuh Tacik
semakin menjadi-jadi. Mungkin ini juga merupakan daerah sensitive
Tacik, terbukti dia menikmati sambil merem melek matanya, dan akhirnya
kakinya sedikit demi sedikit mulai mengangkang akibat kegelian dan
rangsangan yang dia rasakan atas jilatan-jilatanku.
"Ayo Om.. lebih kebawah lagi.. sshh.. hhmm.." erangnya seperti
habis makan sambal yang terlalu pedas rasanya. Aku sengaja tidak
menuruti permintaannya, dan aku ingin tahu sejauh mana pertahanan Tacik
dalam mengendalikan emosi birahinya, malahan aku kembali berdiri dan
mulai menghisap lagi puting buah dadanya. Dan dia mendesah-desah.
"Ahh.. Omm.. aku tak tahan lagi.. setubuhi aku sepuasmu.. oohh..
sshh.. ahh" erangnya sambil mendesis-desis seperti ular yang sedang
mengincar mangsanya.
Mendengar erangan dan desisannya aku akhirnya juga jadi tidak tahan
lagi, pelan-pelan pahanya yang putih mulus itu aku renggangkan dengan
sebelah kakiku, pahaku aku gesek-gesekkan kememeknya yang tebal empuk
dan berbulu lebat, dan ternyata didaerah memeknya sudah terasa licin
berlendir, mungkin akibat rangsangan yang aku lakukan membuatnya hampir
bobol pertahanannya.
Saat pahaku aku gesek-gesek dimemeknya yang udah basah berlendir
itu, reflek yang dia tunjukkan merem melek keenakan, "Ohh.. sshh..
uuenak sekali Om.." Erangnya sambil kemudian mendekapku erat-erat dan
buah dadanya yang besar, padat dan kenyal itu semakin terasa mengganjal
empuk didadaku, seakan ingin menambah dan mengobarkan gemuruh birahiku,
dan rasanya tubuh kami seakan menyatu yang tak mungkin terpisahkan
lagi.
Penisku sendiri rasanya sudah nggak tahan untuk segera bersarang
kememeknya yang sudah licin berlendir itu, tetapi saat ini yang ada
dalam pikiranku bagaimana caranya untuk bisa membuat Tacik begitu
terkesan untuk menikmati kejadian ini, toh cepat atau lambat tubuh
telanjang yang ada didekapanku telah pasrah untuk disetubuhi dengan
sepuas-puasnya.
Maka untuk melaksanakan pemikiranku itu, aku dengan sedikit
kesabaranku berusaha untuk membuat Tacik begitu terkesan, dan akhirnya
tubuh telanjang Tacik aku angkat keatas bak mandi, dan kelihatannya
Tacik udah bener-bener pasrah atau mungkin sudah tidak kuasa lagi
membendung gejolak birahinya saat kedua kakinya aku buka lebar-lebar,
sehingga kelihatan mengangkang, dan pada belahan pahanya terpampang
memeknya yang menggunduk dan kelihatan merekah seperti bunga matahari
yang lagi mekar-mekarnya, sedang disekeliling memek ditumbuhi bulu-bulu
rambut yang begitu lebatnya, belahan memeknya telah basah, licin
berlendir dan diantara belahan memek terlihat daging sebesar biji
kacang berwarna merah mencuat dengan lancipnya, seakan menantangku
untuk bertarung mengadu keperkasaan.
Dan aku mulai membelai pahanya dengan halus dan perlahan mendekati
seputar memeknya, dan tubuh Tacik mulai menggeliat-geliat merasakan
sentuhan tanganku, setelah aku puas memainkan tanganku disekitar memek,
lalu aku mulai menjilati bibir memeknya dengan bibir dan lidahku,
akibatnya Tubuh telanjang Tacik tersentak tatkala jilatan lidahku
menyentuh klitorisnya.
"sshh.. sshh Om.. sshh uueenak.. sshh .. teruss Oomm.. sshh.. uuhh.." erangnya dengan mata yang membeliak penuh kenikmatan.
"Tenang Cik.. nikmati aja.."jawabku sekenanya.
"Sshh.. ayoo.. Oomm.. masukkan kontolmu Omm.. aku udah nggak tahann.." Pintanya sambil mencengkeram kran bak mandi.
"Ssshh.. eehh.. sshh.. oouuhh.." erangnya lagi sambil mengangkangkan kedua pahanya lebar-lebar.
"Aaauuhh.."
"Ssrrtt.. ssrruup.. srrup.." jilatan lidahku makin dalam
menjelajahi dan mengorek-ngorek rongga-rongga memeknya yang membusung
tebal penuh bulu-bulu yang lebat.
"Aauuhh.. aahh.."
Lendir-lendir yang keluar dari rongga memeknya semakin banyak
mengalir dan terasa asin sekali, apalagi bercampur dengan air ludahku,
sehingga seperti busa sabun layaknya.
Begitu erangan, lenguhan dan gerakan tubuh bugil Tacik semakin liar
tak terkendali, maka ritme jilatanku semakin kupercepat dan aku selingi
dengan hisapan pada bagian klitorisnya.
Akibatnya, "Aaauuhh.. aauuhh.. oouuhh.. Omm.. sshh.. eehh..
hheekk.. ss.. aahh.. hh" sambil mengerang dan melenguh histeris tubuh
telanjang Tacik mengejang dan keduanya pahanya menjepit kepalaku dengan
keras sedang tangannya mencengkeram dan membenamkan kepalaku
dalam-dalam kepermukaan memeknya yang sudah bersimbah lendir. Sesaat
setelah tubuh telanjangnya tersentak kejang, akhirnya terkulai lemas.
Sambil turun dari bak mandi Tacik merangkul dan menciumku dengan
mesra sambil berkata "Omm.. makasih ya, aku udah lama nggak melakukan
sex, aku rasanya udah bener-bener nggak tahan sejak lihat batang penis
Om menyembul tadi, sekarang giliranku untuk memuaskan Om.." pintanya
sambil tangannya yang lembut menggenggam batang penisku yang sudah
berdenyut-denyut seakan mau meledak rasanya.
Kemudian tubuh telanjang Tacik jongkok, sambil lidahnya dijulurkan untuk membelai dan menjilati kepala penisku.
"Aauuhh.. Ciikk.."?
"Mmck.. ffcckk.. ffcckk.."ritme jilatan Tacik semakin dipercepat.
"Ssshh.. oouuhh.. Cikk.., uueenakk.."
Kemudian Tacik dengan lahapnya mengocok-kocok batang penisku
kedalam mulutnya, dijilat, dihisap dan saat batang penisku dalam rongga
mulutnya, lidahnya dengan lincah membelai-belai kepala penisku.
"Ooouuhh.. sshh.. oouuhh..", badanku rasanya ringan melayang dan
disetiap jengkal tubuhku seakan ikut merasakan kenikmatan yang aku
alami saat ini.
Dan dalam sekejap, dari dalam tubuhku seakan ada aliran kenikmatan
yang mendesak-desak untuk keluar melalui batang penisku, walaupun
kucoba untuk menahannya, ternyata aliran kenikmatan yang terpusat
melalui batang penisku tak kuasa aku tahan, akhirnya, "Aaauuhh..
crreett.. ccrreett.. ccrrtt..", keluarlah cairan putih kental dari
batang penisku.
"Hhmm.. mmck.. mmck.. mmcckk.. sshh ."
Cairan sperma yang keluar dari batang penisku ditelan dengan
lahapnya oleh Tacik, seakan cairan putih kental itu merupakan sumber
air kehidupan baginya, setelah puas menelan cairan kental tadi, bahkan
mulut Tacik masih sempat menghisap-hisap kepala penisku seakan-akan
tidak ingin ada yang tersisa, dan sebagian yang tercecer dibatang
penisku dijilatinya sampai bersih.
"Uenak Om.. mmck.. mmck .. spermamu rasanya gurih sekali.."
katanya sambil berdiri dan memelukku serta menciumku dengan mesra
sekali, sedang tangan kanannya masih memegang erat batang penisku yang
masih kokoh berdiri walau sudah mengeluarkan sperma.
Kuakui dalam hal sex, aku memang sangat tangguh, biasanya kalau
berhubungan badan dengan isteriku, aku bisa bertahan lama walau
isteriku sudah dua kali, bahkan tiga kali mencapai kepuasan. Sedang
dalam pandangan Tacik mungkin hal ini dianggap luar biasa, melihat
keperkasaan dan kejantananku dalam melayani nafsunya. Selanjutnya dari
adegan peluk cium dan jilatan-jilatan lidahnya, birahiku yang nyaris
mau surut menjadi berkobar lagi, bahkan lebih menggelora.
Tubuh telanjang Tacik yang memeknya sudah basah berlendir itu, aku
bimbing pelan-pelan untuk bersandar kedinding kamar mandi, dan kakinya
yang sebelah aku angkat sedikit numpang clocet, sambil tetap berciuman
batang penis yang masih dalam genggamannya aku sorongkan mendekati
gundukan tebal memeknya yang berbulu hitam lebat, lalu kepala penisku
aku susupkan kebelahan memeknya, "Slleep.. oouuhh.. sstt .."
Batang penisku akhirnya dengan mudah amblas melesak kebelahan
memeknya, karena cairan lendir dalam memeknya begitu banyaknya setelah
mencapai klimaknya tadi.
"Aauuhh.. sstt.." teriaknya lagi sambil kedua tangannya menarik
pantatku, sehingga batang penisku menjadi melesak semakin dalam
memasuki lubang memeknya yang empuk dan berbulu lebat itu.
Pelan-pelan batang penisku mulai memompa keluar masuk memeknya
dengan ritme yang slow, sedang tangan Tacik tetap berusaha membantu
memegangi pantatku seolah-olah takut aktivitas pompa memompa memeknya
yang licin basah berlendir itu terhenti.
Saat aktivitas pompa memompa memek berlangsung, tubuh telanjang
tacik mulai menggeliat kekanan dan kekiri merasakan kenikmatan yang
sedang dialaminya. Buah dadanya yang besar kenyal, menggelantung dan
menempel empuk didadaku saat aku merapatkan dadaku ketubuhnya.
"Aauuhh.. sstt.. oouuhh.." erangnya sambil mencengkeram erat pantatku.
"Ssstt.. oouuhh.. sstt.. oouuhh" desisku merasakan kenikmatan.
"Terus Omm.. yeeaahh.. sstt.. oouuhh.. cepat dikit Omm..", pintanya sambil makin erat menarik-narik pantatku.
"Ouuhh.. oouuhh.. sstt.." erangku lagi dan denyutan batang penisku makin meledak-ledak.
"sstt.. eehhmm.. sstt.. eehmm.. Omm, aku mau keluar.." desisnya
sambil menggeliat liar dan tanganya mulai terlepas dari pantatku lalu
mencengkeram pundakku.
"Cikk.. kita keluarkan bareng ya.. sstt.. Ooouuhh.. sstt.." kataku sambil mempercepat gerakanku.
Dan desakan yang mau keluar dari batang penisku mulai tidak kuasa
lagi aku tahan, akhirnya sambil memacu gerakan memompa memeknya lebih
cepat "Aaauuhh..", menyemburlah cairan hangatku menyemprot lubang memek
Tacik yang berdenyut-denyut itu.
"Ahh.. oomm.." teriaknya sambil mencengkeran dan memelukku
erat-erat, dari lubang memek Tacik yang juga terasa keluar cairan
hangat sehingga batang penisku terasa dipilin dan dikenyot-kenyot dari
dalam gundukan memeknya yang basah, hangat dan berdenyut-denyut keras
"Makasih Omm.. aku bener-bener merasa puas dan tubuhku walaupun
lelah tetapi hati dan pikiranku menjadi segar kembali" katanya sambil
tetap memelukku mesra sekali setelah dua kali mengalami puncak
kepuasan.
"Omm..kalau nanti aku kepingin melakukan lagi, maukah kamu
memberikan kontolmu yang gede ini untukku.."? tanyanya lagi sambil
mengenggam mesra batang penisku.
"Okelah bisa diatur.. yang penting kita harus tetap menjaga
kerahasiaan hubungan kita ini.. Ok!?!" jawabku sambil melumat bibirnya
yang kenyal.
"Well, kalau gitu kita mandi bareng yookk.., aku juga segera
berangkat kekantor, nanti kalau ada kesempatan lagi bolehlah kita ulang
lagi, Ok..?" kataku sambil menyiram air kearah tubuh telanjangnya yang
mulus.
Akhirnya kami berdua mandi bersama sambil bersenda gurau, sambil
saling menggosok dan menyabuni tubuh kamu bergantian, setelah selesai
mandi aku dibuatkan segelas air susu dan sehabis meminumnya kemudian
aku pamit pulang, tak lupa Tacik memberikan ciuman panjang dan hisapan
lembut dibibirku.
Demikianlah teman-teman kisah yang aku alami dipenghujung tahun
2001 dan pada kesempatan yang lain aku ceritakan kisah-kisah menarik
lainnya. Thank's.
| Title | Author | Views |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
46,718 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
18,528 |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
14,133 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
13,836 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
10,010 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
9,783 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
8,006 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
7,312 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
7,157 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
6,628 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
6,304 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
6,301 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
5,348 |
| Nikmatnya Ibu Kostku (2) |
marsissantoso@hotmail.com |
4,668 |
| Gairah Tante Vivi 04 |
Cerita Saru |
3,949 |
|
|
|
|
|
|