|
|
Dari Bagian 1 Ting.. tong.., Kubuka pintu kamar.
"Hai", salamnya.
"Hai juga, sendiri apa dianter?", kutanya basa basi.
"Dianter demit apa, hehehe", cair sekali suasananya.
Semoga semuanya berjalan lancar. Ini semua demi kepentinganku, menyalurkan hasrat seksualku yang lagi menuntut.
Kuamati dandanannya cukup berkelas, bahkan tidak nampak norak bak
pelacur kelas jalanan, maklum eks model. Memang yang kupilih adalah eks
model untuk memastikan kualitas kecantikannya. Sebenarnya banyak juga
yang cantik-cantik yang bukan model, tetapi daripada seperti memilih
kucing dalam karung mendingan cari kepastian aja deh. Kulit putih
mulus, tinggi langsing dengan dada menjulang, hidung mancung dan wajah
oval. Klop sebagai the beauty.
Dia sempat agak kaget ketika ada orang lain di situ, Bapak itu,
yang duduk di kursi pojok ruangan. Bapak itu anteng saja dan tidak
menatap sama sekali sang aktris.
"Della, ehm sori ya kita perlu bicara sebentar", aku mulai
menceritakan semuanya sejak masalahku sampai hasratku yang dapat
dipenuhi melalui cara ini.
"Tenang aja Mas, no problem, it's all about money, Dear. But it's better when he could make me satisfied. Who knows."
Aku lega sekali, malah dia mulai menatap bapak itu dengan tatapan
tajam dan mengundang. Kudekati si bapak dan memberitahukan bahwa
wanitanya oke-oke saja malah penasaran ingin menikmati tubuhnya. Si
Bapak mulai bangkit dan berani menatap Si Wanita.
Aku duduk di pojok dan mempersilakan keduanya melakukan adegan
sesuai dengan inovasi mereka sendiri. Keduanya duduk di tepian ranjang.
Sengaja tadi si Bapak tidak kusuruh mandi dulu, badannya masih
berkilau-kilau berkeringat meskipun sudah agak lama terkena AC kamar
hotel. Biarlah mereka yang memutuskan untuk mandi atau tidak.
Si Bapak masih canggung, Si Wanita yang membimbing. Dipegangnya
tangan Si Bapak lalu ditimpakan di pangkuannya sambil diiringi dengan
lembut tatapan merayu seorang wanita. Badannya mencondong sehingga
tetek sebelahnya yang gede itu telah berkenalan dengan lengan Si Bapak
yang kokoh.
Nah, Harimau sudah menggeliat mulai terpancing dari tidurnya.
Direngkuhnya pundak Della. Dibelai-belai, dan tangan satunya mulai
mengusap-usap paha. Della menggelinjang karena tangan kasar itu sangat
efektif meraba ujung-ujung sarafnya.
Della sedang mencoba dunia baru. Dunia bawah tanah yang tidak
pernah ditengok sebelumnya. Rasa penasaran membangkitkan gairahnya.
Roknya berbelah tinggi, hingga ketika duduk pahanya sudah terpampang
telanjang sampai pangkal. Si Bapak yang bibirnya hitam kasar mendekat
menuju pipi. Nafas nampak mulai memburu dan bertekanan, otot-otot
mukanya mulai bangkit menonjol dan mengeras.
Pemandangan erotis yang luar biasa ini ditangkap oleh mata Della
sangat mengkilik-kilik nurani kewanitaannya. Ingin ia melayani dan
memuaskannya. Naluri bawaan setiap wanita. Aku ikut mulai menghangat.
Ketika Della mulai membuka kancing baju batik lusuh Si Bapak
satu-persatu dari ujung atas, bibir hitam dan tebal Si Bapak sedang
mulai menyapu-nyapu pipi mulus Della. Pipi Della merona hangat dialiri
darah yang terpacu oleh jantung yang meningkat detaknya.
Permainan semakin meningkat dengan mulai naiknya usapan telapak
lebar dan kasar Si Bapak menuju pangkal paha. Della meremang. Tubuhnya
menjadi makin merapat, teteknya ingin mendapatkan tekanan-tekanan yang
lebih kuat dari tubuh si laki-laki perkasa. Setengah kesadarannya mulai
meninggalkan dirinya. Ia ingin semua tubuhnya dirajam tangan-tangan
kasar itu.
Dibelai-belainya lengan-lengan Si Bapak, menyelami betapa
perkasanya lelaki ini. Darahnya berpacu kencang. Mukanya semakin merona
merah memberitakan tentang hasrat. Ciuman-ciuman menjilat berpindah ke
arah leher di belakang telinga Della, lenguhan-lenguhan kecil menjadi
tak terbendung. Semuanya dari dalam dirinya ingin keluar bebas. Aku
spanning. Tak sedetikpun kulewatkan adegan real bokep di depan mataku.
Tangan kiri Della mulai menjemput pangkal paha Si Bapak dan mulai
mengusap-usap kelelakiannya. Kadang diselingi dengan menekan-nekan. Si
Bapak mulai melenguh-lenguh juga. Otot-otot wajahnya semakin tegas dan
menebal. Lalu menggulati dengan penuh tubuh Della, merengkuh kuat.
Yes, luar biasa. Kaki kiri Della sudah menumpang di atas paha kiri
Si Bapak. Mereka mulai berpagutan sambil duduk di tepian ranjang, bibir
hitam tebal berbau rokok lisong melawan bibir mungil mulus merah
merekah milik Della. Sensasional sekali.
Adegan ciuman dan saling melumat berlangsung, berpagut beradu
lidah. Dua kutub dunia sedang berpadu di kamar hotel ini. Karena
berasal dari dua kutub ekstrim maka tarikannya luar biasa kuat.
Sedotan-sedotan kuat mengiringi permainan pemanasan. Kuasa birahi mulai
menancapkan kukunya pada dua makhluk yang sedang bercumbu ini.
Della tidak tahan dan sekarang mulai penuh mengangkangi dengan
duduk di atas pangkuan Si Bapak. Punggungnya dijamah dan diusap-usap
sampai batas leher belakang dengan tangan-tangan tua namun masih kekar
dan berotot itu. Della merinding sehingga bulu kuduknya meremang.
Urat-urat tuanya yang menonjol yang sedang menggarap punggung Della
membangkitkan kesan visual yang luar biasa.
Adegan dilanjutkan dengan saling kulum kembali dan kedua lidah
berlawanan jenis itu saling menggenjot dan berpagut. Kecipak-kecipak
bunyi ludah menyemangati keduanya. Rasa jijik telah musnah dirontokkan
oleh birahi yang menyeruak paksa. Libido mengambil kendali.
Si Bapak mengamati Della yang telah mulai banyak memejamkan mata
dalam penghayatan. Della sudah dalam kekuasaannya. Si Bapak masih
memegang kendali. Belum terlarut, pengalaman dan usia membuatnya menang
angin.
Adu mulut disudahi dengan menurunnya serangan Si Bapak menuju
tetek-tetek Della. Kepala Della mulai terayun-ayun ke belakang dengan
mata yang sayu-sayu mengawang. Rambut ikalnya yang sepanjang bahu
terburai dari ikatannya. Kaki-kaki putih langsingnya kokoh mengapit dan
sudah nampak tegang.
Dari samping aku dapat melihat bagian depan Della telah
ditelanjangi, tetek-teteknya telah dikupas keluar dari Bra-nya sehingga
tetek-teteknya malah kelihatan tambah mencuat karena tersangga oleh
Bra-nya yang masih menggantung kencang. Tetek-teteknya luar biasa mulus
dan kencang, putingnya mengeras merah tua, dan sekarang sedang
disedot-sedot rakus oleh Si Bapak.
"Enak Neng?", pertanyaan yang tidak perlu diajukan.
Della sudah mulai menggelepar pasrah. Semua sarafnya telah bersedia untuk meneruskan penjelajahan.
"Eehhm.. Ehh..", hanya lenguhan-lenguhan Della yang keluar sebagai tanda penerimaan yang tidak dibuat-buat.
Sensitivitas kewanitaannya telah terangsang sempurna. Pantatnya
ditekan-tekankan di atas gundukan kelelakian Si Bapak yang telah
menjulang karena vegynya kini telah ikut mulai gatal dan geli karena
dipengaruhi hormon syahwatnya.
Pergerakan olah asmara merangkak dengan irama yang mengalir alami.
Lalu tiba-tiba tangan kiri Si Bapak menyelinap dari belakang pantat
Della, masuk ke dalam CD-nya dan menjangkau liang kewanitaan Della. Si
Bapak ahli mengaparkan wanita agar semakin tenggelam dalam kuasa
nafsunya sendiri. Semua dirangsangnya maka wanita akan mabuk birahi.
Semakin liar Della menggolek-golekkan kepalanya.
"Oohh yess.. Arrgghh.. Fuck me.. Ooh my old man..", rintihan-rintihan erotis menggema di ruangan.
Si Bapak mengangkat Della dengan entengnya (biasanya mengangkat
beras sekwintal, Della paling 55 Kg). Lalu direbahkannya telentang di
ranjang. CD Della dilolosi. Rok dan bajunya masih dibiarkan belum
dilepas. Roknya disingkap. Nampak di depan matanya sebuah keindahan
dunia. Selangkangan yang bersih mulus dilengkapi dengan rambut-rambut
kemaluan yang dipotong rapi. Di tengah-tengahnya bersemayam lubang
kenikmatan berwarna merah dadu. Si Bapak terpana.
"Memek kayak Neng ini bagus benget ya, indah sekali dan wangi. Bapak ingin melahapnya Neng. Boleh ya Neng?".
Tanpa persetujuan Della lalu dengan rakusnya mulut Si Bapak mulai mencomot vegy Della.
"Bapak akan menjilati memek Neng sampai luber yaah..", Della mengangguk dan memohon.
Si Bapak menguakkan paha-paha putih Della lebar-lebar lalu
menenggelamkan kepalanya di antara keduanya. Bau wangi vegy yang
terawat Della menyergap hidungnya.
"Wangi sekali memek Neng, oohh sedapnya."
"Ooggh yess.. Fuckkerrh.. Ssucck mmee..", pantatnya terangkat-angkat ketika mulut Si Bapak mengulum bibir vegy Della.
Lidahnya mulai dimainkan keluar-masuk di liang kenikmatan Della.
Kadang melesak dalam-dalam dalam rangka memburu dan mencari itil, bila
ketemu terus disodok-sodokkan sampai membikin gila Della. Tangan Della
terbang kian kemari, mencengkeram kepala Si Bapak agar menekan lebih
kuat, menjambaki rambut sendiri, lalu lurus mencengkeram sprei
kuat-kuat. Begitu berulang-ulang dan bergantian. Kaki-kaki langsing
putihnya telah menumpang di atas pundak Si Bapak berkelojot-kelojot.
"Giillaa.. Ennaakkh.. Baanngeet.. Teruss.. Paakk.. Ayyoohh..",
hentakan-hentakan pantatnya naik turun menandakan nafsunya sedang
memuncak luar biasa. Dan yang lebih luar biasa permainan pemanasan
telah berlangsung setengah jam lebih. Aku menelan ludah dan melotot.
Kukeluarkan kontolku dan kukocok.
Lalu si Bapak menghentikan permainan lidahnya. Bajunya dilepas,
celananya, CD-nya, dan jreenng, kontol hitamnya telah mencuat tegak
berkilau-kilau, luar biasa besar dan panjang. Made in nature. Alam yang
menciptakannya. Aku iri hati.
Ke Bagian 3
| Title | Author | Views |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
981,508 |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
869,514 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
551,807 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
520,125 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
334,217 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
281,351 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
250,605 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
231,281 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
227,428 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
204,280 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
194,227 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
194,114 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
181,195 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
170,281 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
167,227 |
|
|
|
|
|
|
|