|
|
Sudah beberapa pengalaman pribadi yang ku tulis
di situs ini. Semuanya nyata. Aku memang punya 'kelainan' yaitu Oedipus
Complex, senang dan terangsang bila melihat wanita lebih tua (STW) yang
cantik. Nafsuku akan menggebu-gebu. Semua itu berpengaruh di tempat
tidur karena akan lebih hot karena dasarnya aku suka sekali. Pengalaman
berikut adalah yang aku alamain saat remaja. Mungkin pula pengalaman
ini yang membekas di pikiranku secara psikologis sehingga aku menjadi
lelaki yang suka wanita lebih tua. Pengalaman dibawah ini nggak akan
pernah aku lupa.
*****
Saat usia 10 tahun, Papa dan Mama bercerai karena alasan tidak
cocok. Aku sebagai anak-anak sih nerima aja tanpa bisa protes. Saat aku
berusia 15 tahun, Papa kawin lagi. Papa yang saat itu berusia 37 tahun
kawin dengan Tante Nuna yang berusia 35 tahun. Tante Nuna orangnya
cantik, setidaknya pikiranku sebagai lelaki disuia ke 15 tahun yang
sudah mulai merasakan getaran terhadap wanita. Tubuhnya tinggi, putih,
pantatnya berisi dan buah dadanya padat. Saat menikah dengan Papa,
Tante Nuna juga seorang janda tapi nggak punya anak.
Sejak kawin, Papa jadi semangat hidup berimbas ke kerjanya yang
gila-gilaan. Sebagai pengusaha, Papa sering keluar kota. Tinggallah aku
dan ibu tiriku dirumah. Lama-lama aku jadi deket dengan Tante Nuna yang
sejak bersama Papa aku panggil Mama Nuna. Aku jadi akrab dengan Mama
Nuna karena kemana-mana Mama minta tolong aku temenin. DirumaHPun kalo
Papa nggak ada aku yang nemenin nonton TV atau nonton film VCD. Aku
senang sekali dimanja sama Mama baruku ini.
Setahun sudah Papa kawin dengan Mama Nuna tapi belom ada
tanda-tanda kalo aku bakalan punya adik baru. Bahkan Papa semakin getol
cari duit dan sering banget keluar kota. Aku dan Mama Nuna semakin
akrab aja. Sampai-sampai kami seperti tidak ada batasan sebagai anak
tiri dan ibu tiri. Kami mulai sering tidur disatu tempat tidur bersama.
Mama Nuna mulai nggak risih untuk mengganti pakaian didepanku walaupun
tidak bener-bener telanjang. Tapi terkadang aku suka menangkap basah
Mama Nuna lagi berpolos ria mematut didepan kaca sehabis mandi.
Beberapa kali kejadian aku jadi apal kalo setiap habis mandi Mama pasti
masuk kamarnya dengan hanya melilitkan handuk dan sesampai dikamar
handuk pasti ditanggalkan.
Beberapa kali kejadian aku membuka kamar Mama yang nggak dikunci
aku kepergok Mama Nuna masih dalam keadaan tanpa sehelai benang sedang
bengong didepan cermin. Lama-lama aku sengajain aja setiap selesai Mama
mandi beberapa menit kemudian aku pasti pura-pura nggak sengaja buka
pintu dan pemandangan indah terhampar dimata mudaku. Sampai suatu
ketika, mungkin karena terdorong nafsu laki-laki yang mulai menggeliat
diusia 16 tahun, aku menjadi bernafsu besar ketika melihat Mama sedang
tiduran dikasur tanpa pakaian. Matanya terpejam sementara tangannya
menggerayang tubuhnya sendiri sambil sedikit merintih. Aku terpana
didepan pintu yang sedikit terbuka dan menikmati pemandangan itu. Lama
aku menikmati pemandangan itu. Kemaluanku berdiri tegak dibalik celana
pendekku. Ah, inikah pertanda kalo anak laki-laki sedang birahi?
Batinku. Aku terlena dengan pemandangan Mama Nuna yang semakin hot
menggeliat-geliat dan melolong. Tanpa sadar tanganku memegang dan
memijit-mijit si otong kecil yang sedari tadi tegang. Tiba-tiba aku
seperti pengen pipis dan ahh koq pipisnya enak ya. Akupun bergegas
kekamar mandi seiring Mama Nuna yang lemas tertidur.
Kejadian seperti jadi pemandanganku setiap hari. Lama-lama aku jadi
bertanya-tanya. Mungkinkah ini disengaja sama Mama? Dari keseringan
melihat pemandangan ini rupanya terekam diotakku kalau wanita cantik
itu adalah wanita yang lebih dewasa. Wanita berumur yang cantik
dimataku terlihat sangat sexi dan sangat menggairahkan.
Suatu siang sepulang aku dari sekolah aku langsung ke kamarku.
Seperti biasa aku melongok ke kamar Mama. Kulihat Mama Nuna dalam
keadaan telanjang bulat sedang tertidur pulas. Kuberanikan untuk
mendekat Mumpum perempuan cantik ini lagi tidur, batinku. Kalau selama
ini aku hanya berani melihat Mama dari balik pintu kali ini tubuh
cantik tanpa busana bener-bener berada didepanku. Kupelototi semua
lekuk liku tubuh Mama. Ahh, si otong bereaksi keras, menyentak-nyentak
ganas. Tanpa kusadari, mungkin terdorong nafsu yang nggak bisa
dibendung, kuberanikan tanganku mengusap paha Mama Nuna, pelan, pelan.
Mama diam aja, aku semakin berani. Kini kedua tanganku semakin nekad
menggerayang tubuh cantik Mama tiriku. Kuremas-remas buah dada ranum
dan dengan naluri plus pengetahuan dari film BF aku bertindak lebih
lanjut dengan mengisap puting susu Mama. Mama masih diam, aku makin
berani. Terispirasi film blue yang kutonton bersama temen-temen, aku
tanggalkan seluruh pakaianku dan si otong dengan marahnya
menunjuk-nujuk. Aku tiduran disamping Mama sambil memeluk erat.
Aku sedikit sadar dan ketakutan ketika Mama tiba-tiba bergerak dan membuka mata. Mama Nuna menatapku tajam.
"Ngapain Ndy? Koq kamu telanjang juga?" tanya Mama.
"Maaf ma, Andy khilaf, abis nafsu liat Mama telanjang gitu" jawabku takut-takut.
"Kamu mulai nakal ya" kata Mama sambil tangannya memelukku erat.
"Ya udah Mama juga pengen peluk kamu, udah lama Mama nggak dipeluk
papamu. Mama tadi kegerahan makanya Mama telanjang, e nggak taunya kamu
masuk" jelas Mama.
Yang nggak kusangka-sangka tiba-tiba Mama mencium bibirku. Dia
mengisap ujung lidahku, lama dan dalam, semakin dalam. Aku bereaksi.
Naluri laki-laki muda terpacu. Aku mebalas ciuman Mama tiriku yang
cantik.
Semuanya berjalan begitu saja tanpa direncanakan. Lidah Mama kemuidan berpindah menelusuri tubuhku.
"Kamu sudah dewasa ya Ndy, gak apa-apa kan kamu Mama perlakukan seperti papamu" gumam Mama disela telusuran lidahnya.
"Punya kamu juga sudah besar, belom sebesar punya papamu tapi lebih keras dan tegang", cerocos Mama lagi.
Aku hanya diam menahan geli dan nikmat. Mama lebih banyak aktif
menuntun (atau mengajariku). Si otong kemudian dijilatin Mama. Ini
membuat aku nggak tahan karena kegelian. Lalu, punyaku dikulum Mama. Oh
indah sekali rasanya. Lama aku dikerjain Mama cantik ini seperti ini.
Mama kemudian tidur telentang, mengangkangkan kaki dan menarik
tubuhku agar tiduran diatas tubuh indahnya. Mama kemudian memegang
punyaku, mengocoknya sebentar dan mengarahkan keselangkangan Mama. Aku
hanya diam saja. Terasa punyaku sepertinya masuk ke vagina Mama tapi
aku tetep diam aja sampai kemudian Mama menarik pantatku dan menekan.
Berasa banget punyaku masuk ke dalam punya Mama. Pergesekan itu membuat
merinding. Secara naluri aku kemudian melakukan gerakan maju mundur
biar terjadi lagi gesekan. Mama juga mengoyangkan pinggulnya. Mama yang
kulihat sangat menikmati bahkan mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya
sehingga aku seperti sedang naik kuda diatas pinggul Mama.
Tiba-tiba Mama berteriak kencang sambil memelukku erat-erat, "Andyy, Mama enak Ndy" teriak Mama.
"Ma, Andy juga enak nih mau muncrat" dan aku ngerasain sensasi yang lebih gila dari sekedar menonton Mama kemarin-kemarin.
Aku lemes banget, dan tersandar layu ditubuh mulus Mama tiriku. Aku
nggak tau berapa lama, rupanya aku tertidur, Mama juga. Aku tersadar
ketika Mama mengecup bibirku dan menggeser tubuhku dari atas tubuhnya.
Mama kemudian keluar kamar dengan melilitkan handuk, mungkin mau mandi.
Akupun menyusul Mama dalam keadaan telanjang. Kuraba punyaku, lengket
sekali, aku pengen mencucinya. Aku melihat Mama lagi mandi, pintu kamar
mandi terbuka lebar. Uhh, tubuh Mama tiriku itu memang indah sekali.
Nggak terasa punyaku bergerak bangkit lagi. Dengan posisi punyaku
menunjuk aku berjalan ke kamar mandi menghampiri Mama.
"Ma, mau lagi dong kayak tadi, enak" kini aku yang meminta.
Mama memnandangku dan tersenyum manis, manis sekali. Kamuipun melanjutkan kejadian seperti dikamar.
Kali ini Mama berjongkok di kloset lalu punyaku yang sedari tadi
mengacung aku masukkan ke vagina Mama yang memerah. Kudorong keluar
masuk seperti tadi. Mama membantu dengan menarik pantatku dalam-dalam.
Nggak berapa lama Mama mengajak berdiri dan dalam posisi berdiri kami
saling memeluk dan punyaku menancap erat di vagina Mama. Aku menikmati
ini, karena punyaku seperti dijepit. Mama menciumku erat. Baru kusadari
kalau badanku ternyata sama tinggi dengan mamaku. Dlama posisi berdiri
aku kemudian merasakan kenikmatan ketika cairan kental kembali muncrat
dari punyaku sementara Mama mengerang dan mengejang sambil memelukku
erat. Kami samasama lunglai.
Setelah kejadian hari itu, kami selalu melakukan persetubuhan
dengan Mama tiriku. Hampir setiap hari sepluang sekolah, bahkan sebelum
berangkat sekolah. Lebih gila lagi kadang kami melakukan walaupun Papa
ada dirumah. Sudah tentu dengan curi-curi kesempatan kalo Papa lagi
tidur. Kehadiran Papa dirumah seperti siksaan buatku karena aku nggak
bisa melampiaskan nafsu terhadap Mama. Aku sangat menikmati. Aku senang
kalo Papa keluar kota untuk waktu lama, Mama juga seneng. Mama terus
melatih aku dalam beradegan sex. Banyak pelajaran yang dikasi Mama,
mulai dari cara menjilat vagina yang bener, cara mengisap buah dada,
cara mengenjot yang baik. Pokoknya aku diajarkan bagaimana
memperlakukan wanita dengan enak. Aku sadar kalo aku menjadi hebat
karena Mama tiriku.
Sekitar setahun lebih aku menjadi pemuas Mama tiriku menggantikan
posisi ayah. Aku bahkan jatuh cinta dengan Mama tiriku ini. Nggak
sedetikpun aku mau berpisah dengan mamaku, kecuali sekolah. Dikelaspun
aku selalu memikirkan Mama dirumah, pengen cepet pulang. Aku jadi nggak
pernah bergaul lagi sama temen-temen. Sebagai cowok yang ganteng,
banyak temen cewek yang suka mengajak aku jalan tapi aku nggak
tertarik. Aku selalu teringat Mama. Justru aku akan tertarik kalo
melihat Bu guru Ratna yang umurnya setua Mama tiriku atau aku tertarik
melihat Bu Henny tetanggaku dan temen Mama.
Tapi percintaan dengan Mama hanya bertahan setahun lebih karena
kejadian tragis menimpa Mama. Mama meninggal dalam kecelakaan. Ketika
itu seorang diri Mama tiriku mengajak aku nemenin tapi aku nggak bisa
karena aku ada les. Mama akhirnya pergi sendiri ke mal. Dijalan mobil
Mama tabrakan hebat dan Mama meminggal ditempat. Aku merasa sangat
berdosa nggak bisa nemenin Mama tiriku tercinta. Aku shock. Aku
ditenangkan Papa.
"Papa tau kamu deket sekali dengan Mama Nuna, tapi nggak usah sedih ya Ndy, Papa juga sedih tapi mau bilang apa" kata papaku.
Selama ini papaku tau kalo aku sangat deket dengan Mama. Papa
senang karena Papa mengira aku senang dengan Mama Nuna dan
menganggapnya sebagai Mama kandung. Padahal kalau Papa tau apa yang
terjadi selama ini. Aku merasa berdosa terhadap Papa yang dibohongi
selama ini.
Tapi semua apa yang diberikan Mama Nuna, kasih sayang, cinta dan
pelajaran sex sangat membekas dipikiranku. Sampai saat ini, aku
terobsesi dengan apa semua yang dimiliki Mama Nuna dulu. Aku
mendambakan wanita seumur Mama, secantik Mama, sebaik Mama dan hebat di
ranjang seperti Mama tiriku itu. Kusadari sekarang kalo aku sangat
senang bercinta dengan wanita STW semuanya berawal dari sana.
*****
Demikianlah pembaca, kisah laluku yang indah sekaligus pahit dan penuh aib.
E N D
| Title | Author | Views |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
1,061,684 |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
1,051,435 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
667,223 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
659,899 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
356,463 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
300,107 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
296,997 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
278,602 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
247,394 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
216,249 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
211,235 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
205,839 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
192,210 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
184,160 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
178,167 |
|
|
|
|
|
|
|