|
|
Dari Bagian 1 Setelah beberapa saat kami berdua terdiam, aku menghampiri Mbak Elga dan duduk di sampingnya.
"Mbak.. Aku minta maaf atas kejadian tadi ya..?" Kataku.
"Kenapa tadi kamu menciumku Ris..?" Kata Mbak Elga.
"Maaf Mbak, saya tadi nggak sadar, itu terjadi begitu saja" kataku mencoba menghindar.
Mbak Elga hanya terdiam mendengar jawabanku sambil memandangku.
"Ris.." Katanya terpotong. Aku hanya diam sambil menunggu kelanjutan katanya.
"Ris.. Apa kamu ingin melanjutkan yang tadi?" tanya Mbak Elga.
Aku terkejut mendengar pertanyaannya. Tak tahu harus bilang apa,
sejujurnya aku ingin menjawab bahwa aku memang sangat menginginkannya,
tapi entah kenapa sepertinya kata-kata itu sulit keluar dari mulutku.
Beberapa saat lamanya kami hanya berpandangan. Aku bingung apa yang
harus aku lakukan, kupandang tajam matanya dan kusimpulkan lewat bahasa
matanya, bahwa dia juga menginginkanku seperti aku menginginkannya.
Tanpa menjawab pertanyaannya aku langsung melumat bibirnya
kuat-kuat dan ia juga membalasnya dengan penuh nafsu dan terjadilah
ciuman panas yang penuh dengan gairah. Tubuhnya kusandarkan di sofa.
Beberapa saat lamanya kami saling melumat bibir dan beradu lidah, nafas
kami mulai terengah-engah. Tanganku kuarahkan ke dadanya lalu kuremas
buah dadanya dari balik T-shirtnya.
Badannya mulai menggelinjang terbakar gairah. Ia melepas ciumannya,
lalu ia lepaskan T-shirt dan BH yang dikenakannya. Kulihat sepasang
buah dada yang sangat indah berukuran sedang yang masih kencang, putih
tetapi terlihat ada beberapa bekas cupang. Mungkin bekas cupang
suaminya. Langsung aku serang buah dada itu. Dengan penuh nafsu aku
jilati, kulumat, dan kuhisap kedua buah dadanya bergantian.
"Ooh.. Terus Ris.. Enak.. Sedot teruss.." kata Mbak Elga sambil menggelinjang kesana kemari.
Buah dada itu semakin keras dan kenyal sehingga membuatku semakin
gemas untuk menikmatinya. Tanganku mengelus-elus pahanya yang mulus,
lalu tanganku kuarahkan ke pangkal pahanya, kubuka resliting celananya,
kutelusupkan tanganku ke arah memeknya yang ternyata telah basah, aku
usap lembut memeknya di atas celana dalamnya.
"Ris.. Kita ke kamar aja yach.." kata Mbak Elga. Aku mengangguk kecil tanda setuju.
Aku lalu mengangkat tubuh Mbak Elga yang setengah telanjang menuju
ke kamar yang ditunjukkannya. Kamar itu cukup luas dengan spring bed
yang kelihatannya sangat nikmat untuk bercinta. Aku rebahkan tubuh
wanita cantik ini di atas ranjang lalu aku copot celana yang masih
menutupi sebagian tubuhnya dan kini ia telah benar-benar telanjang.
Aku terpana melihatnya. Bagiku Mbak Elga begitu sempurna sebagai
seorang wanita. Badannya sexy, putih, mulus, sepasang buah dadanya juga
indah, kakinya, pokoknya semuanya TOB deh. Apalagi posisinya sekarang
yang sangat menantang. Tubuh mulusnya telentang tanpa ditutupi sehelai
benang pun. Posisinya di ranjang agak mengangkang, memperlihatkan
miliknya tanpa malu-malu. Buah dadanya yang indah dengan putingnya yang
mengacung membuatku semakin tak kuasa untuk menahan nafsu. Kutelan
ludahku yang terasa mengental.
"Aris.. Kok malah bengong, ayo sini.." Kata Mbak Elga dengan genit.
Aku tersadar dari lamunanku dan segera kupereteli pakaianku dan
kini aku juga sudah telanjang. Kurasakan penisku sudah tegang dan
berdenyut-denyut, terasa lebih keras dari biasanya. Segera aku naik ke
atas ranjang, lalu aku berbaring di sebelah tubuhnya. Aku belai
rambutnya, ia tersenyum manja. Kupandangi wajahnya, betapa cantik
wanita ini, lalu aku kecup bibirnya. Mulutku mengecup dan mengulum
bibir Mbak Elga yang hangat dan basah. Ia meladeni dengan segenap
nafsu. Ia julurkan lidahnya, dengan segera aku kulum lidahnya, terasa
nikmat sekali.
"Ohh.. Riss.." desahnya dengan mata yang sayu.
Kulihat bibir merahnya yang indah penuh dengan air liurku. Setelah
puas melumat bibir merahnya aku ciumi lehernya lalu ke arah dadanya.
Sesaat aku pandangi buah dada milik wanita cantik ini. Benda ini yang
membuatku tak bisa melupakannya, dan kini tidak hanya bisa aku
bayangkan, tetapi aku juga bisa menikmatinya. Kuremas dengan gemas
kedua buah dadanya dengan kedua tanganku, terasa kenyal menggemaskan
dan tidak membosankan untuk mempermainkannya. Ukurannya memang sedang,
tetapi sangat indah bentuknya dan terlihat terawat.
"Oouuffss.. Ahh.. Auww.." erang Mbak Elga terus menerus.
Kini giliran mulutku yang akan melahap buah dada ini, aku kecup dan
kusedot puting buah dada sebelah kanan dan kiri secara bergantian
membuat Mbak Elga semakin terbakar gairahnya. Kuhisap kuat-kuat buah
dadanya sambil sesekali kugigit puting susunya. Ia mendesah-desah
erotis sambil meremas-remas rambutku, menikmati sensasi permainan
mulutku di dadanya.
"Auww.. Oh my god.. Ohh.. Auww..", Mbak Elga berteriak-teriak penuh
kenikmatan, membuatku semakin bersemangat untuk terus menghisap dan
mengulum buah dada wanita cantik ini.
Buah dadanya terus kukulum, kuhisap, kujilati, dan kupelintir
berulang kali membuatnya semakin terbakar gairah. Sejenak aku lepaskan
mulutku dari buah dadanya. Aku pandangi wajahnya yang terlihat sayu,
wajahnya penuh dengan peluh, bibir merahnya bergetar.
Aku kembali melahap buah dadanya sambil mempermainkan memeknya.
Jariku kumasukkan ke dalam lubang yang semakin licin karena cairan
kewanitaannya yang mengalir deras. Itilnya kugesek-gesek hingga membuat
tubuhnya menggelinjang tak karuan kesana kemari.
"Sayang.. Teruss.. Sedot terus Riss.. Aahh.. Auww.. Aahh.." erang
Mbak Elga penuh rasa nikmat sambil sesekali menelan ludahnya yang
mengental.
Kini kuarahkan kepalaku ke selangkangannya. Aku pandangi memek
merah yang mengkilat karena basah oleh cairan kewanitaannya. Rumput
hitam yang cukup tebal tampak tumbuh di sekitarnya, pemandangan yang
sangat menakjubkan. Kudekatkan mulutku dan tercium aroma khas wanita
yang membuatku semakin bernafsu. Aku mulai menjilati memek Mbak Elga,
kujulurkan lidahku dalam-dalam sambil sesekali kusedot kuat-kuat.
Setiap kali lidahku menggelitik clitorisnya, ia mengerang keras penuh
nikmat. Pinggulnya bergerak tak karuan sehingga membuatku harus
memegang pahanya agar aku tetap dapat menikmati memeknya. Cairannya
semakin deras mengalir, membuatku mau tak mau menghisapnya, terasa
hangat dan gurih.
"Oh my god.. Aahh.. Terus.. Enak Ris.. Aauuww.. Aaww.." Mbak Elga
menjerit tak karuan, apalagi ketika lidahku menyentuh klitorisnya, ia
menjerit keras sambil menggelinjang kuat.
Aku benar-benar puas melihatnya seperti ini. Sesekali aku lepasku
mulutku dari jepitan selangkangannya untuk mengambil nafas sejenak,
lalu aku lakukan lagi hal yang sama. Mbak Elga semakin keras mendesah,
gerakan tubuhnya juga semakin tak terkendali. Dia akan segera mencapai
puncak. Aku percepat sedotan, kecupan, jilatan mulut dan lidahku di
memeknya.
"Ayo sayang.. Aku mo kel.. Luar nih.. Ahh.. Yang cepaat.. Oohh.. Sshh.. Oohh.." katanya sambil menjerit-jerit kenikmatan.
Aku percepat gerakan lidahku dan kemudian Mbak Elga orgasme, ia
mengangkat pinggulnya, kedua pahanya mengapit kuat kepalaku, dan
kurasakan cairan yang sangat banyak menyiram mulutku.
"Ohh.. Yess.. Oh my god.. Oohh.. Oohh.." Mbak Elga mendesah panjang ketika berhasil mencapai puncak kenikmatan.
Kuhisap cairan yang keluar. Badannya bergetar hebat beberapa saat.
Kubiarkan sejenak mulutku tetap di selangkangan pahanya, membiarkan ia
menikmati apa yang baru saja diraihnya. Kukecup lembut bibir vaginanya
yang masih berdenyut-denyut mengeluarkan sisa-sisa cairan.
Aku lalu berbaring di sebelahnya sambil membelai rambutnya. Kulihat
wajahnya penuh dengan keringat, telihat kepuasan terpancar dari wajah
cantiknya. Kukecup lembut bibirnya.
"Thanks Ris.. Aku puas banget.." kata Mbak Elga.
"Mau lagi kan Mbak? Kataku menggoda.
"Iya, tapi aku juga pengen menikmati punya kamu dulu" katanya sambil menggenggam penisku.
Aku mengerti apa yang diinginkannya, lalu telentang dan ia
mengarahkan mulutnya ke arah penisku. Tangannya menggenggam batang
penisku lalu dikecupnya ujung penisku, ia mulai menjilati kepala dan
batang penisku sambil dikocok-kocok dengan tangan lembutnya.
Dimasukkannya penisku ke dalam mulutnya dan kurasakan ia begitu pintar
memainkan lidahnya menggelitik penisku.
Disapunya semua permukaan penisku mulai dari bawah hingga ke atas,
permainan lidahnya dengan lincah menggelitik setiap mili bagian
penisku. Serasa aku melayang ke awang-awang, aku hanya bisa mendesah
meresapi betapa pintarnya Mbak Elga memberikan aku kepuasan. Kalau ini
diteruskan bisa jebol pertahananku. Setelah beberapa lama Mbak Elga
puas menikmati penisku, ia melepaskan mulutnya.
"Ris.. Puasin aku sekarang yach.." katanya sambil telentang di sampingku.
Aku segera mengarahkan penisku ke arah memeknya. Kini penisku telah
sampai di mulut vaginanya, kepala penisku menempel di bibir memeknya
yang merah basah. Aku mulai melesakkan penisku ke dalam memeknya dengan
perlahan sambil kunikmati nikmatnya gesekan batang penisku dengan
dinding vaginanya. Penisku tidak mengalami kesulitan membelah memeknya
yang sudah sangat basah. Kulihat Mbak Elga juga menikmati hal ini,
matanya terpejam meresapi sensasi gesekan alat kelamin kami sambil
menggigit-gigit sendiri bibirnya.
Aku mulai menggerakkan pinggulku pelan-pelan. Kurasakan gesekan
penisku dengan memeknya begitu nikmat, mungkin karena lama aku tidak
merasakannya. Mbak Elga seperti biasa, ia mendesah-desah, matanya merem
melek kenikmatan. Ia gerakkan pinggulnya mengimbangi permainanku.
Ke Bagian 3
| Title | Author | Views |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
981,587 |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
869,666 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
551,900 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
520,231 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
334,231 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
281,358 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
250,625 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
231,342 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
227,447 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
204,289 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
194,233 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
194,119 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
181,200 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
170,288 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
167,236 |
|
|
|
|
|
|
|