|
|
Pembaca yang terhormat, kali ini aku kembali
menuliskan pengalaman yang dialami salah satu pembacaku di Jakarta yang
mengirimkannya melalui email ke alamatku.
Kisah ini menurut penutur dialami oleh sahabatnya yang bekerja
sebagai houseman atau mungkin gardener di sebuah keluarga kaya mantan
pejabat di Republik ini. Biasalah namanya mantan pejabat pasti kaya!
Tidak usah heran apalagi iri. Semua sudah punya rejeki sendiri-sendiri.
Kalau orang-orang seperti kita ini memang hanya ditakdirkan jadi
"Balung Kere", jadi hidupnya selalu serba susah.., iya kan? Apalagi
jaman sekarang semua serba susah. Mau cari kerja susah, soalnya lagi
banyak PHK! Mau piara ayam susah juga, soalnya lagi musim flu burung.
Mau piara burung walet juga susah, habis banyak sekali penjarahan. Mau
piara ikan juga susah, habis lagi banyak polusi kayak di Buyat Pante
itu. Apalagi mau piara monyet, lebih susah lagi, soalnya monyetnya pada
suka baca cerita porno, terutama di sumbercerita.com, Ha.. Ha.. Ha..!
Monyetnya lebih suka yang porno-porno! Payah kan??
Okay pembaca, agar tidak bertele-tele segera saja kumulai kisah ini.
*****
Sebut saja namaku Hasan. Usiaku saat ini 57 tahun, pekerjaanku
adalah sebagai penjaga merangkap pembantu rumah tangga pada sebuah
keluarga mantan pejabat sebut saja namanya Pak Broto. Aku adalah mantan
tentara dengan pangkat rendahan. Aku ikut keluarga Pak Broto sudah 30
tahun. Saat itu Pak Broto masih menjadi seorang pegawai rendah di
sebuah instansi pemerintah. Namun karena kepandaiannya, karir Pak Broto
terus menanjak. Aku mengabdi pada keluarga ini telah cukup lama hingga
keluarga ini berhasil menjadi keluarga terpandang dan terhormat di
masyarakat.
Pak Broto memiliki 2 orang putri yang cantik cantik dan
masing-masing telah berkeluarga, namanya Shinta dan Siska. Di usianya
yang telah pensiun ini, Pak Broto menikmati sisa usianya dengan
melakukan usaha perkebunan yang dimilikinya di sebuah daerah di Jawa
Tengah. Pak Broto menghabiskan waktunya dengan kegiatan bisnis
perkebunan teh di daerah Tawangmangu di dekat Solo sana.
Dengan kegiatan barunya ini Pak Broto lebih banyak menghabiskan
waktunya bersama istrinya di perkebunan miliknya. Mereka memiliki
sebuah kebun Teh yang cukup luas di sana. Dan di perkebunan mereka itu
juga berdiri sebuah villa yang cukup megah. Aku sering diajak beliau
kesana dahulu saat beliau masih aktif di pemerintahan.
Sejak Pak Broto pensiun, jarang sekali beliau tinggal di Jakarta.
Beliau hanya sesekali datang ke Jakarta ini untuk meninjau rumahnya
yang aku jaga, juga melihat cucunya dari putri pertamanya Siska. Siska
tinggal dengan suaminya di daerah Kemang, sedangkan putri keduanya,
Shinta menempati rumah yang aku tinggali ini bersama suaminya, Andri.
Shinta belum memiliki anak, karena mereka menikah baru 6 bulan yang
lalu.
Neng Shinta dan suaminya Andri sama-sama bekerja di perusahaan
swasta yang berlainan, jadi pasangan suami istri ini selalu berangkat
pagi dan pulang malam harinya bersama sama, sehingga rumah megah yang
mereka tempati praktis dipercayakan padaku selama mereka bekerja di
siang hari dan berada di bawah pengawasanku selama malam hari. Tugasku
selain membersihkan rumah adalah menjaga keamanan rumah beserta isinya.
Aku telah dipercaya Pak Broto untuk menjaga rumahnya ini berikut
kedua putri dan menantunya itu. Jadi secara otomatis aku pun harus
menjaga majikanku Shinta yang memang menetap sama denganku. Shinta
usianya baru 23 tahun. Dahulu aku sempat melihat mereka berdua lahir,
jadi kedua putri mereka sudah tidak asing lagi bagiku, dan mereka pun
berdua telah menganggap aku dan istriku sebagai bagian dari keluarga
ini.
Dulu aku memang tinggal berdua dengan istriku di rumah ini. Namun
sejak istriku ikut dengan anakku satu-satunya yang menjadi polisi dan
berdinas di daerah Riau praktis hanya aku yang ikut dengan Neng Shinta.
Anakku waktu sekolah dibantu oleh Pak Broto, sehingga aku sangat
berhutang budi pada beliau. Anakku kebetulan telah menikah dan tugas di
Riau. Aku memang sempat diajak ke Riau, namun karena aku merasa
berhutang budi dan diberi tanggung jawab dan telah diamanahi Pak Broto,
ajakan itu aku lewatkan saja sebab sangat sulit mencari orang yang
sebaik dan sebijaksana Pak Broto. Selama itu pun aku tinggal di rumah
Pak Broto bersama Shinta dan suaminya.
Semua pekerjaan rumah selalu aku selesaikan dengan baik dan lancar.
Hampir semua waktuku aku habiskan untuk merawat rumah dan mobil
majikanku ini. Neng Shinta pun sering memberiku uang lebih karena aku
memang nggak neko neko. Shinta adalah potret wanita masa kini yang
cukup cantik dan memiliki kulit yang putih bersih. Ia juga mempunyai
rambut sebahu dan menurut pendapatku wajah Shinta tidak beda jauh dari
artis-artis sinetron yang sering aku lihat di televisi.
Kalau tidak terlalu berlebihan, profil Neng Shinta agak-agak mirip
dengan artis yang sering muncul di TV saat ramai-ramainya kampanye
Pilpres kemarin yang mengiklankan mantan menteri yang desersi. Walaupun
iklan itu bagiku kayaknya cukup kampungan dan menurut kesanku begitu
bodoh, namun aku tak peduli.. Bagiku yang penting artis itu sangat
seksi. Persis sekali dengan Neng Shinta, apalagi kalau Neng Shinta juga
pakai kacamata hitam itu. Memang wajah Neng Shinta sangat cantik dan
penampilannya begitu oke! Aku maklum saja, sebab bagi mereka yang
memiliki uang lebih dan kehidupan yang mapan, untuk perawatan
kecantikan dan penampilan amat mudah. Beda jauh dari aku yang hanya
cuma seorang pembantunya.
Sebagai pembantu merangkap penjaga rumah, setiap malam aku wajib
memeriksa seluruh keadaan rumah! Aku harus memastikan pintu dan jendela
terkunci dengan aman dan kondisi keamanan rumah harus aman dan
terkendali. Soalnya jaman sekarang lagi banyak teroris. Salah-salah
nanti rumah majikanku bisa dijadikan sasaran pemboman! Kan bisa gawat..
Bisa-bisa aku kehilangan pekerjaan! Saat memeriksa kondisi rumah
kadang-kadang aku melewati kamar majikanku Shinta dan suaminya.
Sering aku mendengar dengus nafas dan rintihan kenikmatan yang
keluar dari mulut pasangan suami istri itu. Sebagai laki-laki aku tentu
saja penasaran ingin mengintip dan mengetahui apa yang terjadi dengan
pasangan itu. Untuk itu aku berniat untuk membuat celah di antara
lipatan horden yang menutupi jendela kamar mereka yang sangat lebar
seukuran 2 meter kali 4 meteran itu. Bagiku tidak terlalu sulit untuk
membuat celah di antara lipatan kain horden itu. Karena akulah yang
selalu menutup horden itu sebelum Neng Shinta dan suaminya pulang.
Siang itu aku mengakali jendela kamar Neng Shinta agar aku dapat
melihat dan memperhatikan tingkah laku kedua pasangan yang berlainan
jenis itu saat mereka bersenggama. Aku sangat penasaran ingin melihat
mereka bercinta, karena suara yang terdengar dari luar kamar sangat
menggairahkan bagi telinga tuaku. Suara rintihan Neng Shinta sangat
keras terdengar seperti suara kucing betina yang sedang dientot
jantannya!
Malam itu seperti saat yang kuperkirakan mereka mulai melakukan
aktivitas seksual, aku segera keluar dari kamarku yang terletak di
pojok belakang. Dengan langkah pelan kudekati kamar mereka dan
mengambil posisi dekat jendela dimana sengaja kubuat celah pada kain
hordennya. Keadaan di luar kamar yang gelap sangat membantuku dalam
menuntaskan tugas pengintaianku. Kudekatkan wajahku ke kaca dan melihat
ke dalam kamar yang terang dari celah yang kubuat. Benar saja
pemandangan yang kulihat sangat mendebarkan darah tuaku. Sebagai
pasangan muda tentu masa masa saat itu adalah masa yang penuh dengan
madu kenikmatan duniawi.
Apa yang kulihat benar-benar membuat jantungku berdebar dan
gairahku meningkat. Aku melihat kedua tubuh telanjang anak majikanku
dan menantunya sedang bergumul di atas kasur yang empuk. Tubuh putih
mulus Neng Shinta saat itu sedang menggelepar-gelepar saat lidah
suaminya, Andri menyusuri setiap jengkal kulitnya. Sungguh pemandangan
yang kontras! Seluruh tubuh Neng Shinta yang putih mulus tanpa cacat
sangat kontras dengan warna hitam rambut yang memenuhi gundukan
selangkangannya yang lebat! Ya.. Hanya daerah itulah yang tampak hitam
di tubuh Neng Shinta!
Aku sangat jelas dapat melihat betapa selangkangan Neng Shinta
sangat tembam dan munjung ke atas seperti setangkup bakpao namun
warnanya hitam karena ditumbuhi rambut kemaluan yang lebat! Itulah
mungkin bedanya dengan bakpao! Kalau bakpao warnanya putih.. Tapi
selangkangan Neng Shinta penuh ditutupi rambut berwarna hitam! Namun
keduanya sama-sama enak dinikmati! Yang satu bikin merem melek
kekenyangan yang satunya lagi bikin merem melek karena ketagihan!
Tak lama kemudian aku melihat kedua tubuh manusia yang telanjang
itu saling berdempetan menyatu. Tubuh putih mulus Neng Shinta saat itu
berada di bawah tubuh suaminya yang juga tampan itu. Suaminya saat itu
sedang melakukan gerakan maju mundur dan Neng Shinta tampaknya dalam
keadaan kepayahan menahan bobot suaminya dan gairah nafsunya. Kedua
kaki majikanku yang panjang dan putih itu berada di atas bahu suaminya.
Sedang tangan suaminya saat menggenjot tubuh Shinta masih berada di
dada putih itu dan meremasnya dengan kasar. Kulihat pantat Neng Shinta
bergoyang dan berputar setiap kali pantat suaminya menghunjam
selangkangannya. Kedua tubuh telanjang itu saling berkutat satu sama
lain.
Tiba-tiba posisi menjadi terbalik. Kini tubuh Neng Shinta yang
telanjang sudah berada di atas tubuh suaminya. Ia bergerak liar seperti
seorang joki wanita yang sedang memacu kuda! Kedua bukit payudara itu
berguncang-guncang seiring dengan gerakannya. Dengan kedua tangan
bertumpu di atas dada suaminya, Neng Shinta menggerakkan pantatnya yang
bulat dan mulus maju mundur. Rambutnya sudah acak-acakan karena
gerakannya yang liar. Lalu kulihat tubuh telanjang Neng Shinta
terhentak-hentak dan gerakannya semakin liar dan beberapa saat kemudian
tubuhnya ambruk di atas dada suaminya.
Rupanya suaminya belum orgasme! Hal ini kuketahui karena setelah
menggulingkan tubuh telanjang Neng Shinta, Mas Andri suaminya segera
bangun dan menyeret tubuh telanjang istrinya hingga menungging di sisi
tempat tidurnya. Kedua kaki Neng Shinta menjuntai ke lantai. Pantatnya
yang indah semakin kelihatan jelas dari tempatku mengintip, karena
posisinya membelakangiku. Aku melihat betapa gundukan bukit kemaluan
Neng Shinta begitu indah saat menungging dalam posisi itu! Mas Andri
segera menempatkan diri di belakang pantat Neng Shinta dan kembali
mengayunkan pantatnya maju-mundur. Pandanganku kini tertutup tubuh Mas
Andri.
Entah berapa lama aku tak tahu. Yang jelas saat itu kulihat Mas
Andri semakin cepat mengayunkan pantatnya menghunjamkan ke arah pantat
Neng Shinta. Tubuh Mas Andri meliuk-liuk dan akhirnya ambruk dan
menindih tubuh Neng Shinta dengan ketat. Baru kali ini aku
memperhatikan kehalusan dan mulusnya tubuh majikan putriku ini. Selama
aku kerja pada orang tuanya aku tidak memperhatikan perkembangan tubuh
majikan putriku itu.
Aku sempat menahan nafas saat tubuh keduanya menyatu pada bagian
bawahnya juga diikuti oleh bagian atasnya. Sebagai laki-laki yang
normal aku merasa terpancing birahiku saat itu. Namun apalah dayaku
yang hanya seorang pembantu di keluarga ini. Aku yang sudah sangat
terangsang segera meremas batang kemaluanku sendiri dan melakukan onani
sambil mengintip. Setelah aku orgasme aku segera menuju kamarku sendiri
dan terus tidur.
Esok paginya saat aku bangun dan beres-beres aku melihat majikan
putri keluar dari kamarnya dengan wajah yang sedikit kusut dan tampak
agak layu. Aku biarkan saja kejadian itu. Mungkin dia ada masalah
dengan suaminya atau apalah aku tak mau tanya pada nya. Seperti
biasanyapun pagi itu aku menghidangkan makanan kesukaan majikanku itu
dimeja makan. Tidak lama kemudian mereka keluar kamar beiringan untuk
sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor.
Ke Bagian 2
| Title | Author | Views |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
981,503 |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
869,493 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
551,798 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
520,112 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
334,216 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
281,350 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
250,605 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
231,271 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
227,425 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
204,280 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
194,226 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
194,112 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
181,195 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
170,280 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
167,226 |
|
|
|
|
|
|
|