|
|
Dari Bagian 1 Aku segera menggendongnya dan membantunya duduk di atas meja. Dengan
begini aku akan lebih leluasa mencumbunya. Bibir kami saling melumat.
Bergerak lincah saling berlomba memberi kenikmatan tiada tara. Tanganku
mulai bergerak ke arah payudaranya. Aku meraba payudaranya dari luar.
Memberi remasan ringan dan gerakan memutar yang membuat Tante Yeni
menggelinjang. Perlahan aku menyusupkan tanganku ke balik pakaiannya.
Kurasakan tanganku tertahan. Tante Yeni menolak. Rupanya dia hanya
ingin bercumbu denganku.
Dasar cowok, aku mana tahan? Sudah kepalang tanggung. Aku nekat
tetap memasukkan tanganku dan dengan cepat aku berhasil melepas kait
bra-nya. Payudaranya terasa utuh di tanganku, masih sangat kencang,
masih sangat peka dengan rangsangan. Buktinya Tante Yeni bergetar hebat
saat aku meremas payudaranya.
"Gila kamu, Boy. Aku tidak memerlukan ini semua.. Cukup peluk aku!" tegur Tante Yeni.
Aku tahu pikirannya memang menolak, tapi tubuhnya tidak. Aku tetap
merangsang payudaranya. Gerakan menolak tante Yeni melemah. Dan
akhirnya hanya desahan nafasnya yang memburu yang menandakan birahinya
telah bangkit. Dengan mulutku aku membuka kancing-kancing kemejanya.
Cukup sulit, karena ini baru pertama kali kulakukan. Tapi berhasil
juga. Tante Yeni tertawa melihat ulahku.
Kini aku bebas mencumbu payudaranya. Kujilat dan kuhisap puting
susunya. Tante Yeni melenguh panjang. Kedua tangannya mencengkeram
kepalaku. Wajahnya mencium rambutku. Sesekali dia menggigit telingaku,
sementara kepalaku, lidahku, bergerak bebas merangsang payudaranya.
Ugh, begitu enak dan nikmat. Payudaranya tidak terlalu besar namun
seksi sekali. Warnanya coklat kekuningan dengan puting yang cukup
besar.
Aku bermain cukup lama di putingnya. Menggigit ringan, menyapukan
lidahku, menghisapnya lembut sampai agak keras. Kadangkala hidungku
juga kumainkan di putingnya. Nafas Tante Yeni semakin memburu. Tentu
saja untuk masalah nafas, aku lebih kuat darinya karena aku rajin
berolahraga menjaga stamina.
Tak lama tanganku menyusup ke balik roknya untuk mencari vaginanya
dan membelainya dari luar. Kurasakan celana dalamnya telah basah. Tante
Yeni merapatkan kakinya. Itu adalah penolakan yang kedua. Kepalanya
menggeleng ketika kutatap matanya. Aku terus menatap matanya dan
kembali mencumbunya. Aku tidak akan memaksanya. Tetapi aku punya cara
lain. Aku akan membuatnya semakin terangsang dan semakin menginginkan
persetubuhan. Perlahan cumbuanku turun ke lehernya.
"Ergh," kudengar lenguhannya. Wah, lehernya sensitif nih, pikirku.
Dengan intensif aku mencumbunya di leher. Bergerak ke tengkuk hingga
membuatnya semakin erat memelukku dan mencumbu telinganya.
"Boy.." rintihnya. Telinganya juga sensitif.
Aku bersorak. Semakin banyak titik tubuhnya yang sensitif, semakin
bagus. Lalu tanganku meraba punggungnya. Membuat gerakan berputar-putar
dan seolah menuliskan sesuatu di punggungnya. Tante Yeni semakin
bergairah.
"Ka.. mu.. Na.. kal. Kamu pin.. Pintar sekali membuatku.. Bergairah.." jawabnya terputus-putus. Nafasnya semakin memburu.
"Cie Yeni cantik sekali. Aku sangat menginginkanmu, Cie.. Aku ingin
membuatmu merasakan kenikmatan tertinggi bersamaku.." bisikku sambil
terus mencium telinganya.
"Aku juga menginginkanmu Boy.. Tapi aku takut.." jawab tante Yeni.
Ya, aku harus membuatnya merasa aman. Dengan gerakan cepat aku
melepaskan pelukanku, mengganjal pintu dengan kursi dan kembali
mencumbunya. Saat itu di pikiranku cuma satu. Mengunci pintu justru
tidak baik. Mengganjal pintu jauh lebih baik. Kulihat Tante Yeni
merespons ciumanku dengan lebih kuat. Tanganku kembali mencoba
merangsang vaginanya. Kali ini kakinya agak terbuka. Aku berhasil
memasukkan jariku dan menyentuh vaginanya.
"Aahh.." Tante Yeni semakin terangsang. Kakinya terbuka semakin
lebar. Kini aku sangat leluasa merangsang vaginanya. Jariku masuk
menemukan klitoris dan membuatnya makin hebat dilanda badai birahi.
Entahlah, aku sangat tenang dalam melakukannya. Semakin intensif
aku merangsang titik-titik lemah tubuhnya, aku semakin tenang. Aku
seperti maestro yang sangat ahli melakukan tugasnya. Wah, rupanya aku
berbakat dalam menyenangkan wanita, pikirku sampai tersenyum sendiri.
Tante Yeni semakin dilanda birahi. Tangannya kini tidak malu-malu
melepas kancing celanaku dan mencari penisku. Setelah menemukannya di
balik celana dalamku, dia meremas dan mengocoknya. Aku semakin
terbakar. Kami sama-sama terbakar hebat. Perlahan aku melepas turun
celana dalamnya. Tidak perlu dilepas. Aku menatap matanya meminta
persetujuannya. Mata Tante Yeni nanar. Dia sangat kehausan dan sudah
pasrah menerima apa pun perbuatanku.
Perlahan penisku menembus liang vaginanya tanpa kondom. Aku
merasakan kenikmatan yang dahsyat. Benar-benar jauh lebih nikmat
dibandingkan dengan memakai kondom. Aku berani tanpa kondom karena aku
yakin dengan kesehatan Tante Yeni.
Aku mulai melakukan tugasku. Mendorong masuk, menarik keluar,
memutar, memompa kembali dan kami bercinta dengan dahsyat. Suara
penisku yang mengocok vaginanya terdengar khas. Aku mengerahkan segenap
kekuatanku untuk menaklukkannya. Tetapi benar-benar tanpa kondom
membuatku penisku lebih sensitif hingga belum begitu lama, aku sudah
merasakan di ambang orgasme.
Segera kuhentikan aksiku. Kucabut penisku dan aku menenangkan diri.
Kami berciuman. Aku tak mau birahi Tante Yeni surut. Setelah agak
tenang aku kembali memasukkan penisku. Kali ini aku tidak menggebu
dalam memompa penisku. Aku memilih menikmatinya perlahan-lahan. Setiap
sodokan aku lakukan dengan segenap hati hingga menghasilkan desahan dan
rintihan nikmat Tante Yeni yang sudah dua bulan tidak merasakan
nikmatnya bercinta.
Gelombang badai birahi kembali melanda. Keringat kami bercucuran,
lumayan untuk membakar lemak. Kami memang sedang berolahraga, olahraga
paling nikmat sedunia. Making love. Bercinta sangat baik untuk tubuh.
Tidak hanya tubuh, tetapi pikiran juga jadi fresh. Secara teoretis, ada
semacam zat penenang yang dihasilkan tubuh saat kita bersenggama, dan
zat itu membuat kita sangat nyaman.
Aku heran juga dengan diriku yang ternyata cukup kuat bercinta
tanpa kondom. Penisku terasa agak panas. Aku belajar menahan nafas dan
sesekali saat kurasakan aku hendak mencapai puncak, aku menghentikan
kocokanku. Cukup sulit memang menahan orgasme. Aku berusaha seperti
menahan kencing. Dan usahaku berhasil. Setidaknya aku bisa bercinta
cukup lama mengimbangi Tante Yeni yang perlahan tapi pasti semakin
menuju puncak. Muka tante Yeni semakin kemerahan. Wajahnya yang mungil
tampak sangat cantik ketika sedang dilanda birahi.
"Cie Yeni cantik sekali.. Hebat juga ketika bercinta.." bisikku.
Lidahku kembali mencumbui payudaranya yang semakin penuh dengan
keringat.
"Arg.., kamu juga.. Enak sekali, Boy.." ceracaunya.
Tante Yeni bolak-balik memejamkan mata, membuka mata dan menggigit
bibirnya. Nafasnya sangat tidak teratur. Ngos-ngosan dan rambutnya
semakin acak-acakan terkena keringat. Wah, pemandangan yang seksi
sekali saat seorang wanita bercinta.
Sebenarnya aku ingin mengubah posisi lagi. Aku ingin lebih lama
bercinta. Tetapi aku agak khawatir juga. Sudah cukup lama kami di dalam
ruangan ini. Aku khawatir Mbak Ning nanti tiba-tiba mengintip atau
mencuri dengar. Aku khawatir karena Mbak Ning cukup punya kecerdasan
untuk berpikir yang tidak-tidak.
Dari bahasa tubuh Tante Yeni, aku yakin orgasmenya sudah semakin
dekat. Gerakan tubuhnya semakin cepat. Cengkeraman tangannya di
punggungku kurasa telah melukai punggungku. Terkadang giginya
bergemeretak menahan nikmat. Dia tampak sekali berusaha untuk tidak
menjerit.
"Agh.. Arrhhk.. Aku sudah ham.. pir.." rintihnya.
Tanganku meraih bra Tante Yeni dan meletakkannya di mulutnya supaya
dia bisa menggigit bra itu. Daripada menjerit, lebih baik menggigit bra
sekuatnya. Penisku semakin gencar menghunjam vaginanya. Sodokanku
semakin kuat dan temponya kupercepat. Aku belajar untuk sama-sama
mencapai orgasme dengan Tante Yeni walaupun menurutku sangat sulit
untuk bisa orgasme bersamaan. Setidaknya, aku berencana membiarkannya
orgasme terlebih dulu, baru aku menyusul.
"Arghh.. Ya.. Terus.. Yah.. Dikit lagi.." erang Tante Yeni agak tidak jelas karena sambil menggigit bra.
Aku menjaga semangat dan menjaga penisku agar tetap kuat bertempur.
Kurasakan penisku juga semakin panas. Aku juga sudah mendekati puncak.
Aliran sperma dari bawah sudah merambat naik siap menyembur. Gerakan
Tante Yeni semakin menyentak-nyentak. Untung meja di ruangan itu adalah
meja kayu yang kosong. Kalau seandainya ada buku atau ballpoint pasti
sudah berantakan terlempar.
Beberapa saat kemudian aku merasakan tubuh Tante Yeni bergetar
hebat. Menghentak-hentak dan tangannya mencengkeram
sangat-sangat-sangat-kuat. Dia memelukku sangat erat. Dari mulutnya
keluar semacam raungan yang tertahan.. Seandainya ini di kamar hotel,
pasti dia sudah menjerit sepuasnya.
"Aargghh.. Sstt.."
Aku merasakan ada cairan hangat meleleh keluar. Tidak seberapa
banyak tetapi membuat penisku semakin panas. Tante Yeni orgasme
sementara aku juga sudah semakin dekat. Inilah saatnya. Aku mempercepat
kocokanku. Cepat.. Dan aku mencabut penisku.
Crot..!! Srr.. R.. Srr.. Srr.. Spermaku berhamburan muncrat di
perut dan dada Tante Yeni. Ah.., nikmat sekali mencapai puncak.
Perjuanganku tidak sia-sia. Aku yang selama ini rutin berlatih menahan
kencing, melatih otot-otot perut dan penisku, sukses mengantarkan Tante
Yeni menggapai orgasmenya. Dibandingkan ketika making love dengan Ria
dan Ita, kali ini lebih mendebarkan dan menantang. I did it.
Tante Yeni segera mencari tissue dan membersihkan ceceran spermaku.
Kurang dari semenit kemudian dia sudah memakai bra dan kemejanya
kembali. Celana dalam dan roknya tinggal merapikan saja. Aku pun
tinggal merapikan celanaku.
Beberapa saat kami berpandangan. Ada rona puas di wajah Tante Yeni.
Dia tersenyum manis. Sekarang dia bukan lagi sekedar clientku. Bukan
lagi sekedar orang tua muridku. Sekarang dia adalah partner sex-ku. Ada
rasa aneh menjalar di tubuhku. Aku tiba-tiba merasa begitu menghormati
wanita di hadapanku ini. Sinar matanya yang tegas, pembawaannya yang
mandiri, dikombinasi dengan senyum dan kelembutannya, sungguh
mempesona. Aku sangat bangga bisa memberinya kenikmatan.
"Maaf Cie.. Sudah melangkah jauh sekali.." kataku.
"Ya! Kamu tidak sopan sekali, tadi!" katanya bergurau tetapi dalam nada agak tegas.
Kami pun tertawa bersama. Aku memeluknya. Mencium dahinya.
Merapikan rambutnya yang agak basah terkena keringat. AC di ruangan itu
sangat membantu tubuh kami cepat kering.
"Habis Cie Yeni, sudah tahu aku lagi horny malah diundang kemari.." kataku membela diri.
"Terus terang aku juga lagi pengen, Boy. Begitu tahu kamu ternyata
sudah pengalaman, aku jadi tergoda denganmu. Tapi memang tadi aku
sangat takut melangkah. Untung kamunya nekat.. Aku jadi terpuaskan,
deh. Makacih ya.."
Ya ampun.. Bisa-bisanya Tante Yeni bicara manja seperti ini. Aku
sampai merasa bagaimana.. gitu. Aneh. Wanita memang makhluk paling aneh
sedunia. Di balik penampilannya yang keras dan tegar, toh dia tetap
wanita juga. Sisi lembutnya tetap ada.
"Ya.. Aku juga senang sekali bisa memuaskan Cie Yeni. Aku juga
belajar banyak lho. Sepertinya tadi Cie Yeni kurang suka dengan
permainan tanganku di vagina ya?"
"Bukan begitu. Aku tidak tahu apakah tanganmu bersih atau tidak. Tapi lama kelamaan karena enak, ya sudah.. diteruskan saja.."
"Oh jangan kuatir.. Aku selalu sedia handy desinfectant kok. Biar
tanganku bebas kuman." Kataku menenangkannya. Aku tadi memang pakai
handy desinfectant, tapi kan tetap saja aku pegang setir mobil. Haha..
Yang ini tidak aku ceritakan. (Kalau Cie Yeni baca cerita ini, maafin
ya..)
"Yah baguslah. Aku juga suka karena kamu selalu terlihat bersih
dan harum.." tante Yeni mencium bibirku lagi. Kami kembali berpagutan.
Lidahku kembali menerobos mulutnya. Menekan lidahnya, saling bergelut.
Kami terus berciuman sambil berpelukan.
Banyak pria melupakan kenyataan bahwa ada hubungan yang harus
dibina setelah kita berhubungan sex. Setelah terjadi orgasme, wanita
tetap membutuhkan sentuhan, pelukan dan ciuman. Wanita sangat berharga.
Jangan sampai kita para pria, begitu mendapatkan orgasme, langsung
selesai begitu saja. Harus Ada after orgasm service. Ini adalah salah
satu kunci yang aku pegang untuk membuat wanita merasa nyaman
bersamaku. Kami berpelukan dan dengan jelas aku mendengar suara Tante
Yeni..
"Aku menyayangimu, Boy. Terima kasih buat semuanya. Aku merasa
dihargai dan dibutuhkan olehmu.." kata-kata ini tidak akan pernah aku
lupakan. Kalau Cie Yeni membaca cerita ini, Cie Yeni pasti ingat bahwa
kata-katanya sama persis dengan yang kutulis. (Kecuali namaku, yaa..
Hehe).
Sebetulnya aku harus menanyakan arti sex bagi Tante Yeni. Tapi aku
menundanya. Aku pikir aku bisa menanyakannya lain kali. Entah mengapa
aku tidak bertanya.
Lalu kami keluar dari ruangan itu. Aku tidak melihat Mbak Ning.
Sengaja aku ke kamar mandi dan kemudian aku mengintip ke kamar Mbak
Ning dari kaca nako kamarnya. Astaga, dia sedang berganti baju.
"Hayo.. Ngintip! Dasar cowok!" hardik Mbak Ning. Aku terkejut tapi tertawa.
"Maaf-maaf, kupikir dimana tadi kok tidak ada.. Aku pulang dulu ya.."
"Ya.. Ya.. Buka sendiri pagarnya yaa"
*****
Itulah kisah nyata yang kualami dengan tante Yeni. Jika ada saran
dan kritik, atau ingin berkenalan denganku, silakan kirim email. Pasti
kubalas. Sekali lagi tolong jangan menyertakan file attachment yang
berisi virus karena pasti akan langsung aku hapus.
E N D
| Title | Author | Views |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
981,532 |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
869,555 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
551,828 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
520,164 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
334,223 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
281,354 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
250,614 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
231,300 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
227,435 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
204,282 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
194,229 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
194,118 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
181,197 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
170,281 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
167,230 |
|
|
|
|
|
|
|