|
|
Dari bagian 1 Didit tampaknya tahu kalau aku mulai terangsang maka kedua tangannya saat ini sedang meremas-remas lembut kedua tetekku.
"Sebentar lagi enak kok Tante"
Lidah dan bibir tidak ada henti-hentinya mempermainkan ketiak kanan
plus pinggiran tetek kananku sehingga kepalanya terjepit di sela-sela
ketiak kananku yang memegang bahunya sambil meremas-remas kaos yang
dipakainya karena menahan geli. Saat itu aku ingin tahu kelanjutan
keberanian Didit untuk menikmati tubuhku yang mulus ini dengan berusaha
bangkit berdiri.
"Udah stopp!!"
Ternyata Didit menahan tubuhku untuk berdiri, kedua tangannya
semakin liar meremas-remasnya dikedua tetekku yang masih terbungkus
gaun satinku. Kemudian mulutnya pun mulai mengarah ke tetek kananku.
Tangan kiriku mendorong kepalanya dan tangan kananku menampar pipi
kanannya.
"Plakk!!"
"Apa yang Didit lakukan hah!!"
Aku mencoba berpura-pura, dan menunggu keberaniannya untuk
menikmati wanita chinese yang selama ini tidak pernah diperlakukan atau
disentuh oleh laki-laki pribumi apalagi seperti Didit yang hanyalah
seorang teknisi. Ternyata tindakanku tadi membuatnya semakin garang.
Kedua tangannya kembali hinggap dan meremas-remas tetekku dua-duanya,
terkadang memainkan puting dari luar gaun satinku.
"Oohh Ditt.. Ampunn jangan terusinn Tante mau ke pestaa"
kata-kataku mulai terbata-terbata menahan rasa tegangan yang mulai
mengalir ke ubun-ubun.
"Kita pesta sendiri saja Tante"
Tangan Didit masih memainkan kedua putingku, dan mulutnya bergerak
semakin mendekat ke tetek kananku. Didit mulai membuka ikatan gaun
satinku yang berada dibelakang leher agar mulutnya dapat melahap bebas
kedua tetekku yang tidak memakai BH. Setelah gaunku merosot hingga ke
perut mulutnya langsung mengulum habis tetek kananku yang terlihat
putingnya berwarna merah kecoklatan.
"Sshh bajingan kamu Ditt.."
Aku mulai mendesah keenakan. Lidahnya bergerak dengan lincah
memainkan puting tetek kananku itu. Sedangkan tangannya yang satunya
meremas-remas lembut tetekku yang sebelah kiri.
"Bajunya jangan diberantakin Dit.. Sshh.. Nanti Tante harus pergii.. Oohh"
Setelah puas dengan tetekku yang kanan mulutnya pindah ke tetek
kiriku. Sedangkan tetekku yang kanan dimainkan dengan tangan kirinya.
"Suka ngisep tetek cina Ditt sshh" kupancing Didit dengan kata-kata yang menggairahkan sambil kedua mataku terpejam.
"Suka banget Tante" Didit semakin kuat menyedot-nyedot tetek kiriku.
"Pernah ngentotin wanita cina nggak Ditt aahh"
"Belum Tante.."
Kedua tanganku meremas-remas rambut Didit yang terasa sangat licin
karena sarung tangan satin yang kupakai. Tangannya berpindah meraba
dari perut sampai bagian bawah gaunku yang sudah tersingkap
kemana-mana. Didit mengelus-elus terus paha kananku bagian dalam.
Sedangkan mulutnya pun tidak pernah diam untuk memainkan tetek kiriku.
"Kalau mau ngentotin cina, Tante kasih waktu 10 menit Dit.. Mmhh" aku meregangkan kedua pahaku sehingga terbuka lebar.
"Nggak cukup Tante.."
Tangannya mulai semakin keatas paha bagian dalam, hingga tangannya
menyentuh CD g-string ku. Jari tengahnya mencoba bermain diatas CD
g-string ku.
"Harus cukup Ditt.. Sshh oohh.. Besok bisa dilanjutin lagi.. Mmhh" sambil terpejam nikmat.
"Maunya saya sekarang Tante"
Tangannya mulai mengelus-elus lembut diatas CD g-string ku yang
mulai basah. Kadang mengelus-elus kadang Didit menekan-menekan sedikit
pas diatas memekku yang berjembut lebat sehingga CD g-string ku tidak
dapat menutupi lebatnya jembutku ini. Jembutku yang tidak tertutup CD
g-string ku juga sesekali terkena usapan.
"Tante harus pergi.. Sshh.. Kalau tidak pergi.. Besok Didit nggak
bisa ngentotin Tante lagi.. Oohh.." rangsangan yang kudapat begitu
hebatnya.
"Besok yah besok Tante, sekarang kita ngentot aja" tangannya masih terus mengusap memekku dari luar CD.
Didit semakin memberanikan diri, bukan tangan saja, tetapi
jari-jarinya dimasukin ke CD g-string supaya menyentuh langsung ke
bibir memekku.
"Sshh Ditt.. Tante bisa digampar Om kalau nggak pergi sekarang..
Makanya tolong Tante.. Mmhh.. Kalau mau entotin Tante.. SEKARANG!!" aku
berteriak saking tidak dapat menahan rangsangan.
"Ok Tante"
Didit mulai menarik CD g-string ku hingga lepas, tapi aku tetap
mengenakan sepatu hak tinggiku. Posisiku saat itu masih bersandar
disofa dengan pakaian yang sudah tidak karuan lagi. Didit menatap kawah
yang sudah amat sangat basah itu dan tercium bau harum ciri khas memek.
"Bentar Tante aku mau bikin Tante semakin horney lagi.."
"CEPETAN BAJINGAN," teriakku semakin tidak sabar.
Mulutnya mulai menciumi dari paha dan akhirnya tertuju ke
terminalnya atau memekku. Lidahnya langsung menyentuh pinggiran
memekku.
"Aahh," aku berteriak sambil menggeliat.
Akhirnya Didit mulai menjilat memekku dari bagian pinggir. Tanganku
menarik kepalanya semakin dalam terbenam di selangkanganku. Sesekali
mulutnya menyedot-nyedot bagian dalam memekku.
"Aahhnjingg enakkhh"
Aku meremas rambutnya dengan dua tanganku yang memakai sarung
tangan. Lidahnya mulai bermain di itilku yang sudah membesar itu sambil
terkadang disedot-sedot.
"Bajingann.. Terussinn aahh cepett"
Badanku menggeliat-menggeliat tidak karuan ke sana kemari. Lidahnya
terus bermain didalam memekku, kedua tangannya juga mengangkat kedua
kakiku agar mudah lidahnya menjilati setiap bagian dari memekku. Dia
trus bermain di memekku dengan rakusnya. Tangan Tante kiriku akhirnya
memegang betis kiri dan tangan kanan memegang betis kanan sehingga
kedua kakiku saat itu terangkat keatas membentuk huruf V untuk
memudahkannya melahap habis memekku.
"Terusshh" aku semakin bernafsu karena selama ini aku belum pernah
merasakan dijilat memeknya. Didit terus menjilat memekku yang sudah
basah sekali dari bawah keatas, dari atas kebawah terus diulang-ulang.
Badanku tergetar-getar dan kepalaku menggeleng terus ke kiri dan
kekanan, sedangkan pinggulku berputar-putar.
"Tantee udahh nggaak tahaann oohh"
Lidahnya menerobos masuk ke dalam memekku lalu ditarik lagi, itu
terus dilakukannya berulang-ulang, dengan diselingi sedotan ke memekku.
Aku yang tidak kuat menahan kenikmatan ini akhirnya kedua kakiku
menjepit kepalanya dan tanganku menggapai langit-langit yang tidak bisa
diraih sedangkan badanku membusung kedepan. Aku lalui orgasme dengan
teramat sangat indahnya yang melambungkan diriku ke impian yang selama
ini tidak pernah kudapatkan. Semburan demi semburan terus keluar dengan
tubuhku yang berkelojotan.
Didit tahu kalau aku sudah orgasme, sehingga Didit semakin kuat menyedot-nyedot belahan memekku.
"Aahhnjingg bangsatt oohh enakk"
Memekku basah kuyup setelah orgasme yang begitu deras. Lidahnya
ternyata belumlah berhenti memainkan itilku, tangan kirinya
meremes-meremes tetek kananku. Tubuhku masih tersandar disofa dengan
gaun yang masih terpakai tapi sudah tersingkap kemana-mana. Karna
basahnya teramat sangat, gantian tangan dengan kedua jarinya bermain
dipinggiran memekku.
"Cepet Dit kalau mau ngentot.. Mmhh.. Sisa waktu Tante tinggal 5 menitt.. Sshh"
Kedua pahaku masih berada di bahunya kiri dan kanan. Tangannya
masih mengusap-mengusap memekku, kadang Didit memainkan itilku dengan
jari-jarinya. Aku mencoba berdiri sehingga kepalanya terjepit
diselangkanganku. Gaun bagian bawah turun menutupi wajahnya, sedangkan
gaun bagian atas kurapikan dengan mengikat kembali simpul dibelakang
leherku. Posisi seperti ini membuat mulutnya pas berada dibawah memekku, dan
Didit memberikan sedotan yang kuat. Aku mencondongkan tubuh Sedikit
kedepan karena tidak kuat menahan sedotan di memekku. Tangan kananku
menekan kepalanya yang tertutup bagian bawah gaun satinku. Didit
mengulangi lagi sedotan itu cuma sekarang yang jadi sasarannya adalah
itilku yang kena disedot.
"Ahhnnjingg.. Enakkhh.." aku tidak kuat akhirnya menahan tubuh
dengan kedua tangan diatas meja tamu sehingga posisiku jadi menungging.
Lidahnya bergoyang menikmati itilku kekanan kekiri, sedangkan tangannya
mengelus-elus pahaku.
"Entotin Tante Ditt.. Tante udah nggak tahannhh.." setengah
berteriak sambil mendesah kuat. Tangannya mengelus puserku, mulutnya
masih asik bermain dimemekku.
"Buka celananya Ditt.. Tante mau lihat kontol.. Sshh oohh"
Aku sudah tidak sabar ingin melihat kontol yang selama ini terbayang begitu besar dan kuat.
"Ok Tantee.."
Didit sambil mempermainkan memekku, kemudian dia berdiri untuk
membuka celana dan CD nya sendiri. Didit langsung mengacungkan
kontolnya yang sejak tadi ngaceng keras. Aku melihat kontol yang begitu
besar dengan nafsunya karena tidak seperti kontol biasa, memekku sudah
gatel sekali rasanya ingin dientot oleh kontol itu.
"Duduk Dit di sofa.. Please" aku mencoba untuk memohon.
"Yupss.." Didit langsung duduk di sofa dengan kontolnya berdiri tegak seperti monas.
"Baju Tante jangan dibuka ya dit.."
Aku masih berdiri dan meremas-remas kedua tetekku dengan tanganku yang terbungkus sarung tangan.
"Nggak apa-apa Tante.."
Tangannya kembali menerobos masuk dari bagian bawah gaun satinku
dan mulai mengelus-elus memekku lagi. Aku menampar pipi kanannya dengan
tangan kananku. Plakk!!
"Bajingan kamu Ditt sshh"
Aku langsung mengangkat gaun satin bagian bawah dan berlutut disofa
diatas kontolnya. Jari tengahnya berusaha masuk dan akhirnya bisa walau
sedikit menembus ke memekku. Didit langsung mengobok-obok isi memekku.
Serangan tiba-tiba membuatku tidak kuat dan dengan kedua tangan
bertumpu di bahunya.
"Aahhnjingg sshh" aku mendesah keenakan.
Tangan satunya membuka gaun satinku bagian atas, mulutnya langsung mengulum tetekku. Tangannya terus bermain di dalam memekku.
"Aahh" aku membekap kepalanya sehingga terbenam di tetekku.
Mulutnya terus menyedot-nyedot tetekku. Tangan kiriku menggapai
kontolnya lewat belakang pantatku. Memekku yang dimainkan dengan
jari-jarinya membuat memekku mulai basah kembali. Aku mencoba
meremas-remas kontol yang gede dan hitam itu.
"Achh pelan-pelan dong Tante" Didit keenakan dan semakin kuat mengobok-obok memekku sambil memainkan itilku.
"Sshh masukin Ditt.. Tante mau kontol.. Pleasee" aku semakin tidak sabar untuk dientot sama Didit.
"Ok Tantee" Didit mulai naik sedikit agar kontolnya bisa masuk ke memekku.
Ke bagian 3
| Title | Author | Views |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
318,359 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
166,343 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
140,140 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
123,711 |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
118,125 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
105,307 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
84,033 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
80,366 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
78,166 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
67,746 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
66,538 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
63,721 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
61,126 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
60,742 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
60,377 |
|
|
|
|
|
|
|