|
|
Dari bagian 4 Aku sedikit berteriak menerima serangan tiba-tiba dari Didit, posisi
kaki yang sudah diregangkan untuk memudahkan jari-jarinya. Dia mulai
beraksi dengan mulutnya menciumi leher jenjangku dan terus turun hingga
di depan memekku. Lalu dia mengangkat rok miniku dan melihat memekku
yang masih di mainkan dengan jarinya. Sedangkan lidahnya menjilat-jilat
di kedua pahaku.
"Oohhss terusshh.. Mmhh.."
Kepalaku menggeleng-menggeleng ke kiri kanan merasakan nikmat yang
diberikannya, lift terasa bergerak begitu lambat karena aku melirik ke
indikator yang menyala baru di lantai 13. Dan dia mulai merenggangkan
kedua kakiku dengan kedua tangannya supaya terlihat jelas memekku. Lalu
dia melebarkan bibir memekku dan lidahnya dijulurkan diatas itilku itu
dan mulai menggoyang-goyangkan lidahnya diitilku.
"Auugghhss.. Suka itil cina Dit.." dengan suaraku yang menggairahkan itu.
Posisi kakiku sudah terbuka lebar dan punggungku tersandar di
dinding lift. Langsung dia menjilat dengan kuat memekku. Sedangkan
tangan kananku meremas-remas rambutnya.
"Suka sekali Tante.."
"Kenapa suka Dit.. Mmhh" kata-katanya mulai membakar birahiku.
Kadang jari-jari kedua tangannya mengelus-elus bibir memekku.
"Enak Tante itil cina itu.."
Sesekali lidahnya memainkan itilku. Jari-jari tangannya tak
henti-hentinya bermainkan di bibir memekku yang sudah basah sekali. Dia
pun mulai menyedot-menyedot itilku.
"Terus Ditthh.. Sshh.." dia berulang-ulang menyedot-menyedot itilku. Kini tangan kiriku menekan-nekan kepalanya.
"Aahhooss.. Shh" aku mendesis keras sekali.
Kadang-kadang salah satu jarinya mencoba untuk masuk kelubang
memekku. Dan jarinya mendorong-dorong dilubang memekku sambil lidah
mengelus-elus itilku.
"Kyaa.. Mmsooshhgg.."
Aku merasakan jarinya Didit yang begitu enak dan membayangkan
apalagi kontolnya. Tak lama kemudian tingg.. Lift terbuka karena sudah
tiba di lantai 26. Karena lift terbuka dia menarik mulutnya dari lubang
memekku, namun sebelumnya itilku digigit-gigit kecil dan jarinya masuk
agak ke dalam.
"Aaww.. Ditt gilaa" aku berteriak sambil mencoba mencari kunci di dalam tas.
"Ayo cepet keluar Dit" dia langsung menyedot itilku dan kemudian dia berdiri.
"Mmhh Ditt.. Jarinya keluarin, Tante susah nih kalau mau melangkah.."
Aku mengeluarkan kunci dari tas. Dia tersenyum sambil mengeluarkan jarinya dari lubang memekku.
"Sorry Tante habis memeknya hangat puisann" sambil tersenyum.
Aku memberikan kunci ke tangannya sambil melangkah keluar dari lift
hingga ke depan pintu apartmentku. Dia pun menerima terus berjalan
menuju ke pintu mengikutiku. Setelah dibuka dia mempersilakan aku untuk
masuk terlebih dahulu.
"Silahkan Tante duluan" sambil senyum-senyum menatap mataku.
Kemudian dia menutup pintu dan mengikutiku. Aku berjalan terus
menuju ke tangga dan pantatku sengaja kugoyang-goyangkan melenggak
lenggok. Karena dia berjalan tepat dibelakangku, mukanya hampir
menyentuh pantatku yang lenggak-lenggok itu, tiba-tiba tangannya
memegang pantatku setengah mendorong sambil diremas-remas.
"Mmhh Dit.." sambil berjalan kedua tangannya meremas-remas pantatku.
Aku tersandung dan terjatuh di tangga sehingga posisi aku
menungging dengan kedua tanganku bertumpu di lantai tangga. Tangan
kirinya menerobos masuk ke rok mini kulitku dan menekan pas dimemekku.
Lalu dia menarik kembali.
"Aahh Didit nakal"
Aku mencoba menaiki tangga itu tapi dengan posisi merangkak karena
terburu-buru khawatir dia memainkan memekku lagi. Tangannya menahan
kakiku yang ingin merangkak dan diregangkan kakiku dengan paksa.
Kemudian dia langsung mencium pantatku dan tangannya membuka kedua
belah pantatku agar terlihat memekku. Langsung dia memulai lagi jilatan
ke memekku.
"Sshh Didditt nakall" aku berteriak keras sekali.
Jari kedua tangannya memainkan di kedua bibir memekku yang lebat
akan jembutnya. Aku semakin terangsang karena selama ini aku tidak
pernah diperlakukan seperti wanita binal ditangga.
"Oogghhss"
Jari-jarinya masih menahan kedua pantatku yang montok dan
mengelus-elus bibir memekku. Lidahnya dijulur-julurkan pas lubang
memekku.
"Mmhh"
Aku mencoba terus untuk naik menuju kamarku. Karena aku tetep
mencoba merangkak dia pun mengikutinya dan kegiatannya tidak
dihentikan. Namun kadang-kadang dia meremas-remas pantatku kuat-kuat
dan kadang digigit-gigit pantatku. Sedangkan ibu jarinya menekan-nekan
bibir memekku. Karena kakiku terus mencoba naik ke anak tangga, aku
merasakan gesekan yang teramat sangat nikmat di dalam memekku.
"Stopp Ditthh sshh"
Dia tidak mempedulikan perkataanku. Karena posisi ibu jari semakin
susah makanya dia menguatkan elusan-elusan yang di bibir memekku,
mulutnya kadang menggigit pantatku, kadang menjilat-jilat pantatku,
sambil terus mengikuti aku naik. Dan akhirnya karena sulit, satu tangan
kirinya yang mengelus-elus dimemekku, dengan jari tengah dan jari
telunjuknya bermain. Tangan kanannya kadang memukul-memukul pelan
dipantatku. Aku yang sudah benar-benar blingsatan gara-gara Didit
memainkan memekku terus berteriak-teriak.
"Diditt aanjinggss.."
Akhirnya aku sampai juga di depan kamarku yang pintunya terbuka
dengan AC yang selalu menyala. Aku mencoba untuk bangkit dengan
memegang kusen pintu kamarku. Dengan posisi sedikit membungkuk aku
menghadap ke dinding. Didit langsung menarik kedua kakiku dan
merenggangkannya, agar dengan leluasa mulutnya bisa beraksi lagi di
itilku. Lidahnya bermain di itilku, jari-jari tangannya memegang dan
meremas pantatku. Lidahnya juga sesekali menjilat bibir memekku.
Mungkin karena gemas melihat itilku itu, dia menyedot terlalu kuat
dan..
"Aahh Ditt, Tante nggak kuatthh.."
Aku hampir tidak kuat menahan tubuhku sendiri karena kenikmatan
yang diberikan Didit membuat kedua lutut Tante lemas hampir sedikit
lagi menyentuh lantai kamarku. Karena posisinya dibawah memekku,
lidahnya mencoba masuk ke lubang memekku dan digoyangkan kekanan dan
kekiri. Sesekali dia mengecup-mengecup itilku.
"Tantthhee keluaarr ss.. oohh.."
Tubuhku mengejat-mengejat dan aku berteriak nyaring sekali.
Kemudian aku jatuh ke lantai karena tidak kuat menahan tubuhku sendiri.
Tampaknya Didit tidak peduli dengan teriakkanku, justru dia semakin
menyedot kuat di lubang memekku. Arus gelombang orgasme yang begitu
nikmat aku rasakan hingga pipiku tergeletak di lantai.
"Aahh Ddiitt ss..."
Kedua tangannya menahan pantatku agar tetap diatas, agar supaya
mulutnya dapat menghisap cairan yang dikeluarkan oleh memekku. Dia juga
menggoyang-goyangkan mulutnya dimemekku. Kedua jari tanganku
mencengkram erat merasakan kenikmatan yang beda dari Didit dibanding
kemarin.
"Aahh Dittsshh"
Kedua mataku terpejam erat melambungkan angan-anganku ke dunia
impian lain. Tubuhku benar-benar dibuatnya lemas sekali hingga tidak
berdaya saat itu. Dia masih terus memainkan memekku sambil itilku
dijilat-dijilat dengan lidahnya. Kadang-kadang dia menyedot-nyedot
kecil itilku yang mungil itu. Pantatku akhirnya terjatuh juga ke lantai
dan tangan kiriku berusaha menggapai kepalanya yang ada hadapan di
memekku.
"Sini Dit.." suaraku begitu lemas.
Sebelum mencapai wajahku dia menyempatkan untuk mengecup kedua tetekku.
"Dit.." aku berbisik manja.
"Yahh Tante.."
"Bawa Tante ke ranjang ya.." sambil tersenyum melihat wajahku yang letih karena telah mencapai kenikmatan.
"Tante nggak kuat jalan nih.." jantungku berdebar-berdebar terus karena terlalu letihnya.
"Ok Tante.." dia pun mulai membungkukkan tubuhnya.
Tangan kirinya meraih leherku yang jenjang, sedangkan tangan
kanannya meraih kedua pahaku yang mulus. Sebelum dia meraih pahaku yang
mulus itu dia menyempatkan mengelus memekku sambil berkata, "Dasar
memek cina ini manja yah.."
Akhirnya dia mengangkat tubuhku yang lemas karena kenikmatan surga
dunia. Sambil berjalan dia mengecup pelan bibirku yang ranum itu.
"Tapi suka kan Dit sama memek cina.." aku yang masih berpakaian lengkap itu tersenyum lemah.
"Suka sekali Tante.." sambil memandangi wajahku lalu kebawah melihat tetekku.
"Ayo Dit baringin Tante di ranjang"
Tak lama kemudian tubuhku terbaringkan lemas dan dibiarkan sejenak
untuk istirahat. Dia tetap berdiri terus sambil memperhatikan sekujur
tubuhku.
"Dit.. Jangan bengong dong.. Sini baring disebelah Tante.. Tante mau tidur dulu.. Temenin Tante ya Dit"
Tangan kiriku menepuk-nepuk ranjang bagian kiri yang kosong.
Kemudian dia langsung berbaring disebelah kiriku lalu memeluk tubuhku
dengan mesra. Tangan kanannya tidak sengaja berada pas diatas tetek ku.
Aku yang sudah lemah itu ingin tidur diatas tubuhnya. Akhirnya aku
berguling menindih tubuhnya sambil memeluknya erat sekali seakan-seakan
tidak ingin berpisah. Ini tidak pernah aku lakukan terhadap suamiku
sendiri. Posisi seperti itu membuat tetekku terjepit antara dadanya dan
dadaku.
"Dit.. Tubuh Tante nggak beratkan?" bisikku di telinga kanannya.
"Nggak Tante.. Nggak berat-berat amat kok.. Didit masih kuat nahan tubuh Tante yang sexy ini" jawabnya sambil tersenyum.
Dia kemudian mencari bibirku yang ranum tetapi aku menghindar dari bibirnya dan mengecup kening Didit cukup lama.
"Tante tidur dulu ya Dit.."
Akhirnya aku tertidur menindih tubuhnya sambil berpelukan erat
dengan pakaian yang masih membalut tubuhku serta sepatu boot yang baru
kali ini naik ke tempat tidurku.
Ke bagian 6
| Title | Author | Views |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
981,533 |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
869,556 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
551,828 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
520,164 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
334,223 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
281,354 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
250,614 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
231,300 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
227,435 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
204,282 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
194,229 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
194,118 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
181,197 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
170,281 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
167,230 |
|
|
|
|
|
|
|