|
|
Dari bagian 5 Setelah beberapa jam aku tertidur menindih tubuh Didit dengan masih
berpakaian stelan kulit lengkap dan bersepatu boot, hanya CD g-string
ku yang sudah terlepas. Didit tertidur pula sambil memeluk tubuhku yang
berada diatasnya. Terasa tetekku yang montok mengganjal dadanya
sehingga tampaknya dia sulit untuk bernafas. Aku merasakan nyaman
sekali dalam pelukannya hingga tertidur lelap. Kedua kakinya melingkari kedua kakiku. Permainan sex sejak kemarin
bersama laki-laki pribumi seperti Didit rupanya membuatku menjadi
wanita yang mulai binal. Akhirnya aku mulai tersadar dari tidur
beberapa saat sesudahnya dan melihat Didit masih tertidur, aku enggan
untuk bergerak karena tidak ingin membangunkannya. Aku mulai berkhayal untuk mulai mencari kepuasan dengan laki-laki
pribumi dan ingin sekali menjadi wanita yang binal untuk membalaskan
dahaga yang aku dapat karena suamiku yang lemah itu. Aku mencium aroma
tubuhnya yang cukup bau tapi menggugah seleraku, karena aku belum
pernah berpelukan dengan laki-laki pribumi. Dalam pikiranku kenapa
tidak sejak dulu aku mencari laki-laki pribumi seperti Didit yang bisa
memuaskanku, memelukku di saat tidur.
Beberapa lamanya aku mengkhayal dan aku merasakan pantatku
dielus-dielus oleh kedua tangannya. Aku mulai berfikir kalau laki-laki
pribumi memang sangat memuaskan birahiku, nafsunya yang besar
seolah-olah tiada hari tanpa mengentot tubuhku. Dia mulai melakukan
remasan ke pantatku, dan kemudian tangannya dimasukkan kesela-sela
pantatku. Akhirnya kukecup keningnya dengan mesra.
"Sorry Tante membangungkan Didit.." bisikku dengan lemah.
"Nggak apa apa Tante.." jawabnya perlahan dengan suara agak parau.
Tangan kanannya berusaha memasukkan jarinya kesela-sela pantatku
dan dibelahnya pantatku yang montok itu. Aku mulai menggeliat kecil
kegelian karena selama ini aku tidak pernah dipermainkan belahan
pantatku.
"Dit nakal kamu.."
"Biarinn.. Tapi sukakan.." jawabnya sambil tersenyum.
Jari-jari tangan kanannya mulai menggosok dari lubang anusku sampai ke bibir memekku.
"Kalau nanti Tante jadi wanita binal gimana Dit?"
Kedua kakiku mulai menggesek-menggesek kakinya karena geli di sekitar pantatku.
"Nggak apa-apa asal binalnya sama Didit aja.."
Jari tengahnya bergoyang-bergoyang dibibir memekku sedangkan ibu
jarinya menekan-nekan anusku. Tangan kirinya sesekali meremas-remas
pantatku yang montok ini.
"Dit, jangan mainkan anus Tante, jijik Tante nggak suka"
Aku mulai merayap mendekati bibirnya dan mulai mengecup-mengecup
lembut. Setelah aku berbicara itu maka dihentikan kegiatan ibu jarinya
dan dilanjutkan jari telunjuk bermain dibibir memekku yang sebelah
kanan dan jari tengah dibibir memekku yang kiri. Karena aku mengecup
bibirnya langsung dia menyambar bibirku yang sexy itu. Jari-jari tangan
kanannya tetap bermain dibibir memekku dan digoyang-goyang
digosok-gosok terus memekku.
"Dit.. Saat ini Tante ingin sesuatu yang lembut dan soft.. Mmhh.." kedua tanganku memegang pipinya.
"Iya Tante Didit akan bikin apa maunya Tante.." jawabnya.
Jari tengahnya mulai menyentuh itilku dan sesekali itilku
dielus-elus dengan jari tengahnya walau dengan sedikit sulit. Aku
kembali mengulum bibirnya dengan pelan dan mesra sekali. Dia balas
mengulum bibirku, lidahnya dimainkan didalam mulutku, terkadang lidahku
disedotnya. Aku benar-benar menyukai cara permainan lidahnya karena aku
tergolong baru dalam hal-hal sex yang seperti ini. Akhirnya aku sambil
menekan-nekan pipinya dan terkadang meremas-remas rambutnya.
"Mmhh"
Disaat kami masih berciuman, kedua kakiku itu direnggangkan dengan
kedua kakinya, agar tangan kanannya bermain dengan leluasa. Setelah
kedua kakiku terbuka lebar jari tengahnya menekan-nekan itilku sedang
jari telunjuknya berputar-putar dibibir memekku. Ciuman dibuatnya lebih panas lagi dan kadang disedot lidahku yang
mungil dengan agak kuat. Nafsu birahiku cukup terangsang dengan pola
permainan ini, sehingga aku hanya meremas-remas rambutnya dengan kedua
tanganku.
"Mmhhss"
Kini setelah agak basah memekku dia mengubah posisi jari
telunjuknya, kini jari itu dimasukkan kedalam memekku. Jarinya mencari
g-spot yang berada di dalam memekku, setelah ditemukan digosok
perlahan-slahan dan diimbangi dengan gerakan jari tengahnya yang
mengelus-elus itilku itu.
"Sshh.. Ditt.. Mmhh"
Tubuhku terasa mulai melayang menikmati permainan pada g-spot ku.
Kegiatan itu terus dilakukan sedangkan bibirnya masih menyatu dengan
bibirku dan terkadang lidahku disedot-sedot dan digigit-gigit kecil.
Tangan kirinya berusaha mengelus-elus punggungku yang masih berpakaian
itu. Rangsangan cukup hebat yang aku dapatkan membuat kedua tanganku
bergerak meremas bantal yang ditidurinya sehingga ketiakku berada
disisi kiri dan kanan kepalanya.
"Oohh.. Nikmat sekali Ditt... sshh.."
Tangan kirinya berusaha mencari tetekku, jari tangan kanannya masih
bermain dimemekku, kadang dimainkan cepet sekali, terkadang dimainkan
lambat. Tubuhku mencoba merayap semakin keatas sehingga tetekku berada
didepan wajahnya. Dengan satu tangan kirinya dia mencoba membuka
bajuku, setelah terbuka tangan kirinya langsung meremas-remas tetekku.
Sedangkan jari-jari tangan kanannya masih dimemekku kini jari-jari itu
dia goyangkan seperti langkah orang berjalan, kadang cepat kadang
lambat.
"Jangan dilepas Dit baju Tante mmhh.. Tante ingin terlihat sexy sama Didit"
"Aku cuma mau ngeluarin tetek Tante saja kok.."
Setelah dia bisa mengeluarkan tetekku langsung mulutnya menyambar
putingku dan langsung menyedot-menyedot putingku yang kecil itu. Tangan
kirinya meremas-remas tetekku yang kiri. Kini jari telunjuknya keluar
dari memekku dan ikutan bermain di itilku dengan kedua jari
berputar-putar diatas itilku itu. Aku terus merayap hingga kini kepalanya melihat rok mini kulitku membuat posisiku bertumpu dengan kedua tanganku di bantal.
"Sshh Dit.."
Setelah aku menaikkan posisi tubuhku dan posisi memekku diatas muka,
dia langsung menarik rok miniku keatas agar dia bisa melihat memekku
yang berjembut lebat. Setelah kelihatan dia langsung kecup pas diatas
itilku. Memekku itu dibelah dengan kedua tangannya, lidahnya langsung
begoyang-goyang di itilku dengan sesekali disedotnya.
"Aahh Ditt enakk... Hh.."
Aku mulai berkelojotan merasakan permainan lidah dan bibirnya di
memekku. Kedua tanganku meremas-remas rambutku sendiri. Aku tidak bisa
melihatnya karena wajahnya yang tertutup rok miniku seluruhnya. Kadang
itilku digigit-gigit kecil lalu disedot perlahan. Lidahnya pun kadang
menjilat-jilat bibir memekku dari kanan ke kiri.
"Lidah pribumi memang nakall hhss.." aku berteriak sambil kepalaku tergeleng-geleng kekiri dan kekanan.
Lidahnya semakin berputar-putar didalam lubang memekku yang basah,
kadang diselingi sedotan pas dilubang memekku. Dikala dia menyedot pas
dilubang memekku jari telunjuknya menekan-nekan itilku. Permainan
lidahnya dimemekku membuat aku berada diujung puncak kenikmatan. Mataku
terpejam rapat-rapat ingin merasakan kenikmatan yang akan segera
kuraih. Kedua tanganku meremas-remas tetekku sendiri yang seluruh kancing
bajunya telah terbuka. Jari telunjuknya yang kanan diposisi
menggoyang-goyangkan itilku terus dilakukan kadang ditekan-tekan itilku
itu. Sedangkan lidahnya terus menyapu bibir memekku. Permainan
dibuatnya dengan tempo cepat sekali. Sedotannya pun sering dilakukan
dilubang memekku. Terkadang lidahnya dimasukkan kedalam lubang memekku.
"Cukup Ditthh.. Sshh buka celananya Dit sekarang"
Aku berdiri diatas ranjang menginjak kasur dengan sepatu boot yang masih terpakai.
"Iya Tante.."
Diapun langsung membuka celana jeansnya dan cdnya langsung
dilepaskan. Aku terus meremas-remas tetekku dengan tangan kanan
sedangkan tangan kiriku memainkan itil yang tepat berada sekitar hampir
1 meter dari kepalanya. Tak lama kemudian keluarlah kontolnya yang
sudah berdiri, sesaat dia mengelus-elus kontolnya sendiri.
"Shhmm.."
Kedua matanya memandangiku. Aku berbalik badan untuk melihat kontol
pribumi yang sudah ngaceng itu sambil terus melakukan sedikit
gerakan-gerakan erotis seperti wanita binal, aku masih berdiri diatas
ranjang. Tangan kanannya masih mengelus-elus kontolnya yang tegang,
tangan kirinya meremas-remas pantatku yang montok itu. Sesekali jarinya
ada yang menelusup masuk kebibir memekku dan dielusnya.
"Oohh Ditt.."
Dengan masuknya jarinya ke memekku, tangan kiriku mengelus-elus
jembutku yang lebat sambil membayangkan jika kontol pribumi yang begitu
hitam dan besar itu masuk dalam mulutku karena aku tidak pernah
menghisap kontol sebelumnya hanya menyaksikan di film-film saja.
Jari telunjuknya dimasukkan ke memekku dan digosok-gosok ke bibir
memekku sambil terkadang dimasukkan ke lubang memekku. Sedang ibu
jarinya bergoyang-goyang pada tempat antara memekku dengan lubang
anusku. Tubuhku akhirnya terjatuh berlutut dikasur karena lemas menahan
serangan yang dilakukannya. Kini aku mulai memegang kontolnya dengan
kedua tanganku. Ingin sekali rasanya aku untuk mencoba menghisap kontol
pribumi yang membuat diriku menjadi binal.
"Aahhdiittsshh"
Ke bagian 7
| Title | Author | Views |
| Hangatnya Tubuh Bibiku |
Agus Sumitro |
1,064,237 |
| Kisah Ngentot Ananda - 1 |
Herman AB |
1,052,498 |
| Kisah Ngentot Bersama Ibu Muda |
Kuntilanak |
669,867 |
| Pengalaman Ngentot di Rumah Tante Yuni |
Jeki Velani |
661,883 |
| Kakak Kelasku Nina dan Ibu Kostnya |
Deny Doank |
357,099 |
| Sang Ibu Kepala Sekolah - 1 |
tyomarcel@eudoramail.com |
300,596 |
| Tante Yeni Yang Kuhormati - 1 |
fire_maker24@yahoo.com |
297,823 |
| Pengalaman Pertamaku Dengan Tante Lily |
ferina.acc@gmail.com |
279,170 |
| Sensasi Selingkuh |
cemox_76@yahoo.com |
247,791 |
| Tetanggaku Nakal - 1 |
SonKen@Lovemail.com |
216,511 |
| Oh, Tanteku |
birubmw@yahoo.com |
211,814 |
| Mbak Elga: Pengorbanan Seorang Ibu - 1 |
aris5885@yahoo.com |
206,144 |
| Rahasia Tante-Tanteku |
sundel98@yahoo.com |
192,428 |
| Mbok Inemku Yang Pemalu - 2 |
tiyo6996@yahoo.com |
184,442 |
| Bercinta di Rumah Orang Tuaku - 1 |
garistubuhku45@yahoo.com |
178,446 |
|
|
|
|
|
|
|