|
|
Dari bagian 1 Siang itu aku baru saja mengantar Milla ke bandara, Milla sengaja
pulang ke Surabaya setelah mendapat kabar ayahnya masuk rumah sakit
karena serangan jantung. Sebenarnya aku ingin ikut tetapi Milla
melarangku dengan alasan besok aku harus masuk kantor.
"Sudahlah Mas Rey, aku rasa papa ga apa-apa kok"
"Kalo gitu salam aja ya sama keluarga disana, semoga papa kamu cepet baik"
"Iya Mas nanti aku sampaikan", setelah kulihat Milla memasuki ruang
tunggu keberangkatan akupun bergegas kembali kemobilku untuk kembali
kekantor. Ditengah perjalanan tiba-tiba saja terdengar HP ku berbunyi
tanda seseorang ingin bicara denganku.
"Ya..! hallo.. Anna ada apa? tumben nelpon?" ternyata Anna yang menelponku
"Anu Mas.. Aku pengen ketemu sama Mas Rey, Mas Rey lagi dimana?"
"Wah, penting banget nih kayaknya ada apa?, kebetulan Mas Rey lagi dijalan"
"Anna lagi di kantin kampus, Mas Rey mau kan jemput Anna, ada sesuatu yang ingin aku omongin Mas"
"Mm.. ya udah kalo gitu Mas langsung kesana deh, tunggu sebentar ya!"
"Baik Mas bye..!"
"Bye.." dengan penasaran ku arahkan mobilku menuju kampusnya Anna,
rasanya agak aneh Anna ingin membicarakan sesuatu karena selama ini
tempat curhat Anna hanyalah Milla dan Alfi.
Perlahan mobilku memasuki pelataran parkir universitas, baru saja
aku hendak memarkirkan mobilku kulihat Anna setengah berlari menuju
kearahku dan langsung masuk kemobil setelah aku berhenti didekatnya.
"Ayo Mas kita pergi dari sini"
"Kemana Ann? ada apa sebenarnya?" aku semakin penasaran dengan sikap Anna.
"Udah deh yang penting kita pergi dulu dari sini"
"Oke deh kalo gitu" tanpa bicara lagi kuputar mobilku meninggalkan pelataran parkir kampus itu.
Di dalam mobil kulihat Anna kembali dengan sikap diamnya.
"Ada apa Ann, mau kemana kita" tanyaku lagi.
"Terserah Mas Rey deh, yang jelas Anna pengen ngomuong penting sama
Mas Rey" Akhirnya kami sepakat menuju sebuah kafe untuk bicara lebih
rilex lagi.
Aku semakin penasaran, karena sesampanya di kafe tersebut dan
memesan minuman, Anna tidak langsung bercerita tetapi malah diam seakan
ragu mengatakan sesuatu.
"Nah sekarang kita cuma berdua dan udah minum, sekarang coba Anna
cerita ada apa sebenarnya" lagi-lagi aku memulai obrolan lebih dulu"
"Eng.. Mhh.. anu Mas.., Milla udah berangkat Mas?" Anna berusaha
mengalihkan perhatian, tapi aku tahu bukan maksudnya menanyakan
kepergian Milla.
"Udah.. Barusan Ma antar ke bandara.., sekarang coba kamu cerita..
kamu lagi ada masalah ya sama Milla" aku mencoba menebak masalah yang
ingin di bicarakan Anna.
"Enggak.. gak ada apa-apa kok Mas sama Milla"
"Atau sama Alfi, kamu beranter ya sama Alfi"
"Hh.. entahlah Mas." Anna menarik nafas panjang saat kusebut nama Alfi
"Anu Mas, sebenarnya Anna mau nanya sesuatu sama Mas Rey" sambung Anna lagi
"Soal apa?" aku semakin penasaran
"Anna pengen tahu, maksud kata-kata Mas Rey yang kemaren itu
sebenarnya apa?" betapa terkejutnya aku mendengar pertanyaan yang
terlontar dari mulut Anna.
"Kata-kata yang mana Ann?" aku pura-pura tidak mengerti dengan yang baru saja Anna tanyakan.
"Kemaren Mas Rey bilang kalau seandainya Mas Rey menggantikan Mas
Alfi duduk di pelaminan mendampingi Anna kan?, semalaman Anna gak bisa
tidur Mas, Anna mau tahu yang sebenarnya" sejenak aku terdiam dan
menatap Anna yang juga menatapku dengan penuh rasa penasaran. Aku ingin
tahu apa sebenarnya yang ada dalam pikiran gadis cantik ini bertanya
demikian.
Lama kutatap matanya, ada sesuatu yang tersimpan lain di dalam sana dan membuatku penasaran untuk dapat menyelaminya.
"Kalau Anna pengen tahu yang sebenarnya, kemarin Mas Rey ngomong
sama Anna hal yang sebenarnya" dengan sikap serius aku mulai
melontarkan kata-kata.
"Maksud Mas Rey.."
"Kalau saja kamu tidak menjadi tunangan Alfi dan Milla gak jadi
pacar Mas Rey, mungkin Mas Rey yang mendampingi kamu karena Mas Rey
akan terus mengejar kamu sampai kamu menerima cinta Mas Rey" kembali
aku mengeluarkan kata-kata gombal yang selama ini hampir kulupakan.
"Jadi..?" Anna semakin penasaran.
"Sebenarnya sudah lam Mas Rey, jatuh cinta sama kamu Ann, tapi sudahlah itu gak mungkin" sambungku lagi.
"Mas.. Mas Rey tahu gak, kadang Anna iri sama Milla, Milla sering
cerita tentang Mas Rey, kebaikan Mas Rey, sikap Mas rey dan itu Anna
gak bisa dapetin dari Alfi".
Rupanya pancingan kata-kataku mulai merasuki pikiran gadis ini dan
aku sendiri tidak menyangka ia akan berkata seperti itu. Anna terus
bercerita tentang perlakuan Alfi selama ini yang memang kaku selama
berpacaran dengannya. Alfi memang baik, tapi sebagai pacar Anna
membutuhkan kasih sayang dan hal-hal romantis yang selalu didambakan
setiap wanita. Milla ternyata sering bercerita ke sahabatnya ini
bagaimana kami menghabiskan akhir pekan dan malam-malam penuh cinta dan
romantis, sedangkan cara Anna berpacaran hanyalah sebatas berpegangan
tangan dan berciuman bibir saja dan Anna ingin lebih dari itu.
"Mas.. kalau boleh aku ingin merasakan semua itu Mas.."
"Gila! kamu kan bisa minta semua itu dari Alfi Ann.." Seakan tak percaya aku mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Anna.
"Sebentar lagi kalian akan menikah dan bersatu selamanya "
"Oleh karena itu Mas aku mau merasakan semua yang di ceritakan
Milla sebelum semuanya terikat ikatan perkawinan Mas, aku ga mau
mengkhianati suamiku"
"Tapi.." seakan tidak mau aku berpura-pura menolaknya, padahal
senang sekali rasanya aku mendengar gadis yang selama ini menjadi
idamanku meminta sesuatu yang pasti kuberikan.
"Mas Rey mau kan?" aku mengangguk pelan tanda setuju membantunya.
"Tapi ada syaratnya Mas"
"Apa itu..?"
"Mas Rey jangan sampai merusak kesucianku, karena aku mau memberikan yang satu ini hanya untuk suamiku kelak"
"Jadi.. kita.." Dengan agak kecewa aku ingin tahu apa maksud semuanya.
"Ya.. aku ingin Mas Rey mencumbuiku tapi tanpa penetrasi, Mas Rey mesti janji dulu"
"Tapi Mas boleh ngapain aja kan selain yang satu itu?"
"Mmh.. iya Mas.. janji ya!"
"Ya baiklah Mas Rey janji.." entah apa yang kujanjikan yang jelas
kesempatan emas untuk bercinta dengan gadis idamanku selama ini tak
mungkin aku lewatkan begitu saja.
Entah apa yang ada dalam pikiran Anna waktu itu yang jelas mana
mungkin aku menolak ajakannya untuk saling mencumbu. Setelah sepakat
akhirnya kami meluncur kesebuah hotel di pinggiran kota, sengaja kami
mencari tempat yang agak terpencil karwena tidak ingin siapapun tahu
hal ini apalagi kalau sampai Alfi atau Milla tahu semua akan jadi
berantakan. Akupun tak ingin mengganggu rencana pernikahan Anna dengan
alfi yang hanya beberapa hari lagi.
Jam digital di dashboard mobilku menubjukan pukul 16:24 ketika
mobil yang ku bawa memasuki garasi motel yang selanjutnya tertutup rapi
setelah mobilku masuk dan berhenti. Dengan cepat aku segera mengurus
administrasi ke bagian front office sedang Anna hanya menunggu di dalam
mobil dan bergegas aku kembali setelah segalanya beres.
"Ayo Ann, kita masuk!" tanpa berkata-kata Anna keluar dari mobil dan berjalan disampingku memasuki sebuah kamar yang tersedia.
Ketegangan terlihat di wajah Anna ketiak kami mulai memasuki kamar
dengan sebuah tempat tidur yang tertata rapi dan nyaman sekali
kelihatannya. Kemudian Anna duduk di sofa kamar dan memandang ke arahku
yang duduk bersandar di tempat tidur.
Lama kami saling diam seakan takut untuk memulai sesuatu.
"Ann, sebenarnya Mas Rey sangat memimpikan kesempatan seperti ini,
hanya berdua dengan kamu" aku mulai mencairkan suasana yang menegang
dari tadi.
"Kamu cantik Ann, bahagia sekali rasanya walaupun aku hanya dapat
memeluk erat tubuh kamu, tapi yakin Anna mau melakukan ini, dari tadi
kok diam aja?"
"Ma.. maaf.. Mas Anna gak tahu mesti ngapain?" perlahan kudekati
Anna yang masih duduk di sofa, kugenggam kedua tangannya, kurasakan
keringat dingin membasahi telapak tangan Anna, lalu kutarik sehingga
kini Anna berdiri dan ku bawa menuju tempat tidur.
"Sekarang kamu rilex ya, sayang!" Anna memejamkan matanya saat aku
mendekatkan wajahku ke wajahnya, tak ada penolakan dalam diri Anna.
Dengan lembut kukecup kening gadis ini, kurasakan remasan halus
menggenggam tanganku yang masih memegang tangan Anna, lalu bibirku
mulai berjalan mencium alis, matanya yang terpejam, dan kedua pipinya
danterakhir berhenti di kedua belahan bibir mungil gadis cantik ini.
Anna membalah kulumanku pada bibirnya dengan pagutan yang hangat pula
lalu aku mulai membuka bibirku dan mengeluarkan lidahku mencari lidah
yang lain disebrang sana. Tanganku mulai merayap menggerayangi tubuh
Anna, perlahan menyusup ke balik kaos ketat yang melekat ditubuhnya,
kini kurasakan halusnya kulit perut gadis ini.Ketika tanagnku mulai
memasuki daerah dada untuk segera merasakan lembutnya daging kenyal
yang menonjol, mendadak kedua tangan Anna menahan kedua tangan ku.
"Kenapa.. sayang..?" terpaksa aku menghentikan sejenak aksiku dan kutatap wajah sayu di hadapanku dengan tajam.
Kuberikan Anna kesempatan untuk berpikir sebelum semuanya terjadi,
kulihat keraguan di matanya, tapi aku tahu ia sangat menginginkannya.
"Buka ya, sayang!" Anna mengangguk pelan, lalu dengan sangat
hati-hati kutarik ujung T-shirt yang melekat di tubuh Anna dan
meloloskannya melalui kedua tangannya. Kulempar t-shirt itu kelantai,
kini di hadapanku terpampang tubuh padat ada yang setengah telanjang
dengan dada berisi dan terlindungi BH warna putih.Sejenak kutatap
gumpalan daging yang masih tertutup BH itu, perlahan ku rebahkan tubuh
Anna ke atas tempat tidur.Kembali ku cumbu Anna yang terlentang pasrah,
kukulum lagi bibir mungil itu lalu perlahan merayap menuju leher dan
terus kebawah menuju gumpalan payudara yang berisi itu. Kujulurkan
lidahku mengitari bukit itu sambil tanganku merayap menuju punggung
tempat dimana kaitan BH itu direkatkan, kutarik pelan BH itu dari tubuh
Anna dan ku lemparkan ke lantai.
"Mass..!"Anna berusaha menutup dadanya dengan kedua tangannya,
"Jangan sayang, Mas Rey ingin melihat keindahan bukit ini.."
Segera saja tanganku menahan kedua tangan Anna dan bawa keatas
kepalanya sambil kusapukan lidahku yang basah kearah ketiaknya yang
bersih dengan aroma yang menggugah hasrat lelaki.
"Akh.." Anna merintih kecil sambil terpejam, tanganku merayap lagi
menuju dada yang kini terbuka, sentuhan melingkar menambah sensasi lain
pada diri Anna dan akhirnya mulutku pun mendarat di belahan dada Anna.
"Oohh.. Maass.." mungkin baru kali ini Anna mendapat perlakuan
seperti itu, desahan demi desahan mengiringi sapuan lidahku di kedua
payudara yang masih keras ini, kurasa jarang sekali payudara indah ini
mendapat sentuhan lelaki. Puting yang merah kecoklatan seakan tenggelam
dan belumdapat muncul kepermukaan, kuhisap puting itu dengan penuh
perasaan cinta agar Anna dapat menikmati setiap sentuhanku.
Sambil terus mengulum payudara itu dengan cekatan aku menanggalkan
pakainku tanpa Anna menyadarinya, kini hanya celana dalam saja yang
melekat ditubuhku melindungi senjataku yang sudah menegang dari
tadi.Sekarang mulutku berada di atas pusar Anna yang dihiasi sebuah
anting kecil membuatnya semakin indah, kujilat dan terus merayap sambil
tanganku mulai menarik rok yang di kenakan Anna.Kali ini Anna
mengangkat pantatnya memudahkan aku melepaskan penutup bagian bawah
tubuhnya itu, kini aku dapat menikmati paha mulus yang dihiasi
bulu-bulu halus yang menantang untuk segera disentuh.
"Jangan Mas, jangan dibuka" Anna mencengkram tanganku yang hendak
menggusur kain tipis penutup daerah selangkangannya, sambil beringsut
Anna menjauh dan bersandar di tempat tidur.
"Kenapa sayang.."
"Jangan Mas Rey!, Mas Rey kan udah janji"
"Iya sayang, Mas Rey ingat janji Mas Rey, tapi membuka CD kan bukan
berarti mau dimasukin, iya kan?" aku berusaha tenang agar Anna merasa
aman dengan perlakuanku
"Kamu nikmatin aja ya sayang!" kubelai pipi Anna lalu kucium
keningnya, Anna menerimaku lagi dengan pagutan yang lebih membara saat
mendaratkan ciumanku di atas bibirnya.
Ke bagian 3
| Title | Author | Views |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
35,590 |
| Murid Baru |
brian_suck@yahoo.com |
30,480 |
| Birahi Jalang - 1 |
kontiki@yahoo.com |
26,177 |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 2 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,949 |
| Antara Pekan Baru - Jakarta - 1 |
Omkusayang@yahoo.com |
16,671 |
| Birahi Jalang - 3 |
kontiki@yahoo.com |
15,883 |
| Pro Di Kelasnya |
dante_is_me@yahoo.co.uk |
15,103 |
| Misteri Akhir Pekan Mila |
ucd@toosexyforyou.com |
14,688 |
| Birahi Jalang - 2 |
kontiki@yahoo.com |
14,548 |
| Kisah X Satu |
Jeki Velani |
13,654 |
| Bumbu Rahasia 01 |
Bumbu Dapur |
12,283 |
| Tangisan Cintaku |
Gesby |
10,200 |
| Nina Temanku |
bowomdn@yahoo.com |
10,153 |
| Memori Dalam Tugas - 1 |
drinkmyjuice@hotmail.com |
10,139 |
| Kado Pernikahan - 1 |
Wisnu Wahyudi |
9,746 |
|
|
|
|
|
|
|