|
|
Dari bagian 1 Segera Gina memposisikan dirinya seperti permintaan Rama, dan Ramapun
segera menerima abdomen Gina dengan 'pussy' tepat didepan mulutnya,
segera ia merenggangkan selangkangan lalu merekahkan 'pussy' yang ranum
untuk dinikmatinya; Rama menyeruakkan lidah garangnya langsung
ditempelkannya didalam belaha nikmat itu dan disapunya tanpa ada yang
tertinggal, didorongnya lidahnya dalam ronga gelap, relung nikmat Gina
dengan penuh antusias diiringi bara cintanya. Gina melenguh, menahan
nirwana dunia yang sedang melanda dirinya, namun dia juga ingin
menghantar Rama kenikmat nirwana yang bersamaan; maka terus
dilakukannya kegiatan menyepong, dan mengurut urut 'dudle' Rama.
Rama, mendorong dan tarik lidahnya berulang kali, jemari tangannya
mengelitik, menekan-nekan klitoris yang besar dan keras, terasa
perlakuan ini sangat membuat jiwa Gina melayang-layang hingga Ginapun
kelabakan dan mengejang total tubuhnya; magma mengucur, mengalir dari
relung nikmatnya keseluruh 'pussy'nya yang sedang berdenyutan; deburan
darahnya melaju cepat menghantar orgasmenya untuk kedua kalinya.
Terasa ada sesuatu yang mengalir hangat, cepat Rama menghisap semua
yang keluar dari relung nikmat Gina. Seolah ia mendapatkan surga
kenikmatan, suatu kepuasan tersendiri dapat memberikan layanan kepada
wanita pujaannya seindah nafsu yang diinginkan.
Segera ditariknya pinggang Gina, hingga muka mereka berhadapan dan
disambarnya bibirnya Gina dan dilumatnya sekali lagi, mengiringi Gina
dalam menikmati belai nirwana yang sedang melanda jiwa dan tubuhnya.
Setelah semuanya mereda gejolak-gejolak tubuhnya, dilepaskannya
pangutan mereka dibelainya kembali Gina. Rama bangkit segera memutar
Gina merebahkannya dihadapannya, sambil didekapnya erat, 'dudle'nya
yang masih kencang menempel mengganjal pantat Gina, sambil menggeser
memiringnya tubuh Gina, sedikit agak menjauh, diangkatnya paha kiri
Gina ditekuk kearah pantat Rama, kemudian dimasukkannya kemaluan Rama
yang kencang menegang itu ke 'pussy' Gina dari belakang.
"Gina aku tusukan dudleku ke V-mu dari belakang, dan nikmatilah ini tanda kasihku yang terdalam kepadamu sayang.. "
"Rama, acchh pelan-pelan ya, aku siap menyerahkan kesucianku
untukmu Rama", sambil mengigit bibir bawahnya dan memeras buah dadanya
sendiri, menanti kemaluan Rama masuk keliang nikmatnya,
Terasa sempit sekali liang senggama Gina untuk 'dudle'Rama yang
berkepala relative besar itu, Rama berusaha menerobosnya dengan susah
payah; walau dia berusaha santai melakukan penetrasi dengan tiduran
miring sembari memegangi kaki Gina yang kiri yang ditekuk kearah pantat
Rama sebelah kiri.
Dengan segala upaya diusahakannya untuk mengakomodasikan 'dudle'
nya dalam relung yang sempit itu, achirnya diapun dengan agak memaksa
mendorongkan pantatnya kuat dengan dua kali hentakan bleess masuklah
kepala besar itu dalam relung nikmat Gina yang sempit; terasa oleh Rama
bahwa dia merobek suatu hambatan didalam, ternyata hanya separo dari
batang menara 'balil' itu masuk kerelung nikmatnya Gina.
Terdengar jeritan Gina menahan sakit dan buliran peluhnya merata diseluruh tubuhnya,
"Achh aduuh Rama sakit, 'dudle'mu terlalu besar untuk 'pussy'ku Rama"
"Maaf Gina kesakitan ya, tahan sebentar, nanti kau juga akan merasakan nikmatnya."
"Rileks saja, jangan menegang dan jangan kau jepit dulu 'dudleku, please."
Ramapun menghentikan kegiatannya dan mendekatkan tubuhnya pada
tubuh Gina dari belakang, lalu didekapnya Gina sambil diciumi dari
belakang, dan katanya,
"Sayang, aku mencintaimu, aku ingin hidup bersamamu selamanya sayang"
"Beri kesempatan aku bisa membahagiakan dirimu" dibelainya Gina
dengan lembut berulang dikecupnya punggung Gina dengan penuh kasih.
Setelah Gina berhasil merelekskan dirinya, badan dan 'pussy'nya
mengendor terasa di'dudle'Rama, kemudian Rama berusaha menjauhkan
dirinya lagi, digoyangkannya batang 'dudle' Rama kekiri dan kanan dan
maju mundur pelan untuk mengakomodasikan dudle besarnya didalam relung
nikmatnya kekasihnya yang beru pertama kali menerimanya.
Begitu terasa bahwa liang relung kenikmatan Gina mau menerima
kehadiaran 'dudle' Rama, tiba-tiba rama menghentakkan lagi 'dudle'nya
dengan sekali hentakah dan bleess, masuklah semua batang 'dudle' Rama
keliang relung kenikmatan Gina; kemudian didiamkan sekali lagi 'dudle'
Rama tersebut didalam liang itu, menunggu sebentar, sambil tangan Rama
mengelus elus pantat keras Gina.
"Gina sayang, masih sakitkah mekymu, aku tunggu sampai kau siap menerimanya sayang"
"Ya Rama, masih agak sakit, tapi kuusahakan sereleks mungkin" kata
Gina sambil menggigil menahan antara gejolak asmaranya dan rasa sakit
yang diterima nya.
Setelah selang beberapa saat, dicoba digoyangkannya pantat Rama
maju mundur, kiri kanan dan memutar, dengan pelan, sambil terus Rama
mengelus pantat Gina, dengan sabar.
Terdengar lenguhan dan rintihan Gina.
"Eechh, eesshhtt, eecchh"
"Gina, gimana, terasa enakan?"
"Bisa aku teruskan ya sayang, coba kamu konsentrasikan dulu."
"Bayangkan kenikmatan dalam relung nikmatmu dengan gesekan dudleku ini"
"Tak usah berusaha menjepit dudleku okey?"
"Ya darling, Gina mendengarmu, kucoba mengfokuskan rasa goyangan 'dudle'mu deh" jawab Gina.
Mulailah Rama lebih giat dan intensive menggoyangkan pantatnya maju
mundur, dan terasa oleh Rama kenikmatan relung nikmat Gina, terasa
adanya jonjot-jonjot sepanjang liang relung kenikmatan, yang seolah
bergerak memijat-mijat batang 'dudle'nya. Nikmat sekali rasanya;
sedikit demi sedikit air nikmat dari liang kenikmatan itu melumasi
batang 'dudle'nya dan memudahkan geakannya memompa vagina tersebut.
Erangan Gina mulai bebas bahkan dia mulai meracau keenakkan.
"Eecchh, enaak Rama, aduh ngilu-ngilu enak sayang, enak sekali 'dudle'mu sayang"
"Aku menyukainya sayang, serasa Gina melayang-layang, seolah jiwaku dibuai di angkasa raya, Rama"
"Masukkan truss dong Rama enak sekali rasanya ada suatu yang tergesek, yang membuatku melayang bila mengenai nya."
"Ya Gina, itu 'dudle'ku mengenai G-spotmu, dan katakanlah disekitar mana supaya aku bisa menggeseknya lebih tepat sayang"
"Sudah ngak kesakitan kan Ginaku sayang?", Gina hanya mendesah dan menggelangkan kepalanya, menjawab pertanyaan Rama.
Puas dengan style miring dari belakang ini, Rama mencabut
'dudle'nya dan menyandarkan Gina diatas tumpukan tas-tas bawaannya,
supaya Gina tiduran dengan setengah tegak, kemudian dia mengangkat,
kedua kaki Gina dan diletakkannya dipinggangnya satu disebelah kiri dan
yang satunya disebelah kanan.
Rama bersimpuh tepat didepan vagina Gina, dan berkata, "Gina,
nikmati ya permainan baru ini yang kita ciptakan untuk kita berdua"
"Coba pejamkam matamu dan rasakan disekitar 'pussy'mu ya, bayangkan aku sambil menciummu okey"
Maka dimasukkannya 'dudle' tegang dan basah itu kedalam 'pussy'Gina
lagi; reaksi Gina sangat kaget, walaupun telah diberitahu lebih dulu,
karena memang kepala 'dudle' Rama yang besar membendol, seolah tak
mungkin masuk dalam lubang 'pussy' yang sedemikian sempit.
"Hiik, acchh, Rama pelanan dikit dong Rama, muat nggak tuh 'dudle' besarmu masuk ke mekyku lagi."
"Iyalah Gin, kan tadi sudah aku ulek pakai kepala 'dudle'ku sayang"
Kenyataannya memang kelihatan seperti penuh dipermukaan liang
senggama Gina; bila 'dudle' Rama didorong masuk, kelihatan permukaan
'pussy' itu ikut masuk jauh kedalam dan bila ditariknya 'dudle' Rama,
kulit permukaan itu ikut tertarik, hal ini karena pelumasnya belum
bekerja sejara normal. Namun, selang beberapa kali dia lakukan
penetrasi di'pussy' Gina, mulailah cairan nikmat Gina mulai bekerja dan
membasahi batang 'dudle Rama sebagai pelumas, memepermudah gerakan
'dudle'Rama menunaikan tugasnya.
Rintihan Gina pun semakin hebat, "Heeiihh, heeiichh aacchh sshheett"
"Rama enak sekali, gina mau pipis nihh aachh ngak kuatt Rammaa"
"Okey sayang Gina boleh keluarkan itu sayang, itu kamu mencapai orgasme namanya"
Terasa dibatang 'dudle' Rama, 'pussy'dan relung kenikmatan Gina
berdenyut hebat, otomatis menjepit batang 'dudle' Rama dengan kuatnya.
Rama menghentikan kegiatan itu, lalu melepaskan pegangan kaki Gina,
segera merangkulnya kuat lalu menciumi bibir, pipi dan matanya dengan
penuh nafsu.
"Gina, nikmatilah orgasme ini seindah mungkin ya, syukurlah kamu menikmatinya"
"Gina, aku menicintaimu, sayang"
Terkulailah sekujur badan Gina, terasa olehnya seolah tulang dan ototnya tercabuti, lemas sekali.
Adapun Rama tetap mendekapnya sambil 'dudle' tetap menancap didalam
'pussy', sambil badan bawahnya dan pantatnya menggoyang pelan.
"Gina sayang, tolong bantu Rama, menyelesaikan ini ya sayang"
"Rama juga ingin keluar juga dengan bantuanmu sayang, will you do that for me please"
Bicara begitu sambil dia menggoyangkan kekiri ke kanan dan maju
mundur dengan lembut, di sambarnya juga payudara sebelah kanannya dan
dijilat dan diisapnya, sehingga Ginapun mengeliat, kelojotan lagi.
Melihat reaksi Gina yang hebat itu, dihunjamkanya 'dudle' nya
kembali dengan lebih kencang, tiba-tiba diangkatnya jauh kepermukaan,
berhenti, dan di hujamkan lagi. Begitu diulang berapa kali hingga
Ginapun menjerit.
"Rama jangan kau permainkan aku, kasukkanlah dan hujamkanlah 'dudle'mu dalam dalam, aku menikmatinya"
"Ya sayang, kepala 'dudle'ku pun sudah berdenyut hebat, siapkah kau menerimanya, dan dikeluarkan dimana"
"Rama tunggu sebentar aku lagi mendaki birahiku, kita sama-sama keluar ya"
Ramapun berfikir akan keamanan berdua, jangan sampai Gina hamil,
maka Rama tunggu sampai Gina orgasme lagi, dan setelah orgasme, dicabut
'dudle'basah, tegang dan berdenyut itu.
"Gina sepong lagi ini tolong 'dudleku akan keluarkan dimulutmu
saja, aku kuatir kau akan hamil bila kumasukkan dalam rahimmu sayang"
Maka, Ginapun menangkap 'dudle' Rama dan disedotnya ketika sperma
Rama muncrat langsung ke tenggorokan Gina.. creett creet, creett..
kira-kira delapan kali sperma kental Rama muncrat dimulut Gina, segera
Gina menelannya dengan tanpa dirasakan lagi. Sebagian tercecer di dagu
Gina, dan setelah selesai Gina menjilatin 'dudle' Rama, Rama mencabut
'dudle'nya dari mulut Gina dan diapun membungkuk menjilati dagu Gina
pelan-pelan, yang belepotan dengan spermanya sendiri, sampai achirnya
dagu Gina bersih kembali.
Lunglai keduanya bersimbah peluh, dan diciuminya Gina, dengan penuh
kasih sayang, sambil menggeser tubuhnya disebelah kanan dan miring,
tangannya senantiasa membelai rambut Gina.
"Gina, aku betul-betul terima kasih, kau berikan kegadisanmu kepadaku, kuharap kau tidak menyesal."
"Tak akan pernah kulupa sampai matiku nanti akan cintamu kepadaku, kuingin hidup bersamamu Gina"
Dielusnya tubuh Gina, yang masih telentang lemas menghadap kelangit-langit bedengan itu.
"Kau tak akan mati Rama, kau akan hidup selalu bersamaku, katakanlah kau akan hidup bersamaku sampai diakhir hayat kami"
"Ya Gina, kita akan hidup bersama sampai hayat kami"
Tertidurlah mereka dibedengan itu, dan anginpun meniup memberikan
kesegaran hingga terlelaplah mereka dalam keadaan telanjang. Tersentak
mereka, sewaktu mendengar sirene mendentang diatas bukit dibalik pantai
itu, dijalan yang menikuk terjal, suaranya seakan membahana di rongga
kepala mereka berdua, dan merekapun saling memandang, sadar akan
ketelajangan mereka.
Ke bagian 3
| Title | Author | Views |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
35,594 |
| Murid Baru |
brian_suck@yahoo.com |
30,480 |
| Birahi Jalang - 1 |
kontiki@yahoo.com |
26,178 |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 2 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,952 |
| Antara Pekan Baru - Jakarta - 1 |
Omkusayang@yahoo.com |
16,676 |
| Birahi Jalang - 3 |
kontiki@yahoo.com |
15,884 |
| Pro Di Kelasnya |
dante_is_me@yahoo.co.uk |
15,103 |
| Misteri Akhir Pekan Mila |
ucd@toosexyforyou.com |
14,688 |
| Birahi Jalang - 2 |
kontiki@yahoo.com |
14,549 |
| Kisah X Satu |
Jeki Velani |
13,654 |
| Bumbu Rahasia 01 |
Bumbu Dapur |
12,283 |
| Tangisan Cintaku |
Gesby |
10,200 |
| Nina Temanku |
bowomdn@yahoo.com |
10,153 |
| Memori Dalam Tugas - 1 |
drinkmyjuice@hotmail.com |
10,139 |
| Kado Pernikahan - 1 |
Wisnu Wahyudi |
9,748 |
|
|
|
|
|
|
|