|
|
Dari bagian 3 Setelah Gina puas dengan yang didapatnya, Rama mencabut 'dudle'nya yang
berlumur air kenikmatan Gina, seraya membalikkan badan Gina, lalu
mengendong Gina keluar dari shower, dan didudukkan nya di 'wash basin'
seraya membuka lebar kedua paha jenjangnya Gina, dirundukkannya
kepalanya tepat di 'pussy' Gina dan dijilati nya seluruh permukaan
memek nya, yang semerbak aroma kewanitaannya dimana aroma chas ini
membuat Rama menjadi lebih liar menjilat dan menghujam memek Gina
diatas "Wash basin". Tak ubahnya Rama seperti seekor kucing yang sedang
menikmati hidangan segar 'chunky meat' dari kaleng khusus untuk nya;
hingga Ginapun mengerang, sambil memaju mundurkan pantatnya menyambut
datangnya hujaman lidah Rama yang tak terlalu panjang dan besar.
Puas dengan menjilat yang mencumbu 'pussy' Gina, dikuakkannya
'dudle'nya yang keras kedalam relung kenikmatan Gina, serta merta,
Ginapun memekik menyambut tusukan kepala 'dudle' Rama yang besar.
"Haacck acchh Rama, tolong jangan terlalu keras, perlahan-lahan dulu Rama"
"Okey Gina, sebentar lagi kau segera akan menikmatinya lagi, tahan sebentar."
Dihentikannya sebentar oleh Rama, dan segera dipeluknya dan
dikulumnya bibirnya, supaya Gina releks dan merenggangkan rongga
nikmatnya untuk memudahkan masuknya kontol tegangnya Rama, dengan
sabar, digoyangkan nya lembut kesamping kiri kanan untuk
mengakomodasikan lagi di rongga nikmat tersebut.
Setelah Gina merasa agak nyaman, segera terasa rongga itu
memproduksi cairan mikmat, yang lama kelamaan membasahi seluruh ruang
serta 'dudle' Rama juga, dan dengan mudah Ramapun menghentakkannya
kembali jauh kedalam, digerakkannya maju mundur memburu kenikmatan.
Gerakan nya semakin intensif dan bervariasi, cara penetrasinya, kadang
dia tarik, dihentikan digantung bebeapa saat dan dimasukkannya kembali
beberapa kali, hal ini membuat penasaran dan rasa ingin disentuhnya
bagian terdalam dari 'pussy' Gina.
"Rama masukkan terus dong, Rama jangan kau gantung gitu, ingin digaruk-garuk dibagian dalam sana, please"
"Iya, Iya sayang kamu penasaran ya, ingin digaruk-garuk G-spotmu ya sayang"
"OK sayang, akan aku gelitik G-spotmu hingga kamu meraung menyambut nikmatmu"
"Coba kita konsentrasi sama-sama ya kita sambut nikmat kita berdua ya sayang"
"Hee eeh Rama, kita sama-sama"
Maka dihujamnya pussy nakal Gina dengan lebih liar dan diputarnya pantatnya dan kadang dihujamkan disamping kiri ataupun kanan.
sensasi yang diterima oleh Gina sangat luarbiasa dan denyutan
'pussy' nya semakin berjonjot-jonjot dan memeras kontol Rama dengan
sangat keras, Ramapun berteriak dan memberikan aba kepada Gina untuk
siap.
"Gina, gila kau kekasihku, relung nikmatmu memeras dan menghisap 'dudle'ku keras sekali"
"Kepala 'dudle'ku sekarang berdenyut kencang.., Gina, Regina, aku mau keluar, kamu sampai dimana Gina"
"Ya Rama, sama akupun mencapai puncakku lagi, aku juga mau keluar sekarang"
"OK kita sama sama ya kekasihku"
Sambil meneriakkan lengkingannya disemburkannya sperma Rama dalam
rahim Gina seolah meluncur, memancar tak terbendung lagi creett,
crreett, creett, ccreett.
Segera dia merobohkan badannya ditubuh Gina, sambil langsung
menyambar payudara Gina dan dienyotnya, dihisapnya lagi payudara itu
keras-keras, sedang Ginapun lemas, namun tangannya meraih rambut Rama
dan dielus-elusnya rambut itu dengan kasih sayang, karena getaran
listrik yang kuat beribu watt, mengalir dari putingnya keseluruh
tubuhnya, akibat dari hisapan mulut Rama yang sangat nikmat dan dan
syahdu.
Setelah mereka reda, Rama mengangkat kembali Gina kebawah "Shower",
dan dimandikannya badanya dengan penuh kasih, usapan dan kecupannya
membuat Gina semakin mencintainya. Selesai mandi mereka mengeringkan
badan dan berpakaian lagi, kemudian mereka makan pagi, dengan nasi
goreng special buatan Gina, lengkap dengan Ayam panggang bumbu rujak
dan timun sebagai penyegarnya.
Waktu telah menunjukkan jam 7:30 pagi, Rama terhenjak karena HP nya
bergetar, ternyata Adi diseberang sana, menayakan apakah dia sudah siap
untuk ber"Gantole" pagi itu, kehadirannya telah ditunggu untuk segera
memulai jam 8:30 pagi itu. Maka segera mereka berangkat kelapangan.
Benar juga, sesampai dilapangan orang-orang telah siap dan menunggu
kedatangannya. Segera semuanya disiapkan dan Ginapun membawa mobilnya
turun ke bawah untuk menyongsong Rama dibawah dipinggir pantai dimana
biasanya mereka mendaratkan dirinya.
Setelah beberapa orang dilepaskan dari pesawat, giliran Rama tiba,
Ginapun sangat bangga, senang menikmati, Rama tergantung,
melayang-layang di udara, seperti biasanya dia menyambutnya setelah
Rama dibawah, merangkulnya dan menciumnya tanda sayangnya kepada Rama.
Namun apa yang terjadi, kali ini diluar dugaannya, karena angin
tiba-tiba berganti arah dan meniup kencang, hingga Ramapun tak mampu
mengendalikan pesawat payungnya; dijarak yang tak cukup untuk
menghindar, karena dihadapanya berjalan beriringan beberapa buah truk
penggaruk pasir laut yang sedang bertugas hari itu untuk mengeduk dan
mengangkutnya ditempat lain, mereka sedang berjalan dengan kecepatan
maksimum, tiba-tiba berusaha memperlambat jalannya.
Namun Malang tak dapat dielakkan Rama, tak dapat mengelak terbawa
angin kencang, ia tertabrak alat berat menggaruk pasir laut itu dan
terjatuh. Melihat kejadian itu Ginapun berteriak kencang dan gugup,
hingga banyak orang membalik kepadanya dan kearah kejadian tabrakan
tersebut. Semua orang-orang berlari ingin menolong Rama, namun Rama tak
kuat lagi menahan loncatan nyawanya yang tak mampu lagi mencenkeram
kuat berpegangan pada tubuhnya.
Dibawanya Rama keRumah sakit dan Gina menelpon orang tua Rama dan
ternyata Dokterpun menyatakan Rama telah tiada. Esok harinya jam 11:00
siang, Rama dibawa pulang ke kotanya. Gina tak sadarkan diri selama 3
jam, setelah siuman dirawatnya Gina di rumah sakit itu, sambil
dihiburnya, 2 hari kemudian Gina dibawanya pulang ke bungalownya
kembali. Banyak saudaranya yang ikut menghiburnya selama 10 hari
menenangkan Gina, dan kemudian dibawanya Gina pulang ke kotanya kembali
setelah dirasa cukup kuat.
Gina sudah sehat kembali, namun kekosongan hatinya, tiada dapat
dibendung karena kehilangan Rama kekasihnya. Rama Lembut dalam bersikap
terhadapnya, namun wild dalam permainan cintanya, dan diapun bisa
mengimbangi permainan cinta yang diciptakan oleh Rama.
Tiga bulan Gina tinggal dirumah, kemudian disarankan oleh orang
tuanya untuk berlibur ke kota S. untuk berganti suasana, dan melupakan
kenangan lampaunya. Namun karena kenangan yang ditinggalkan Rama
terlalu indah, sangat susah bagi Gina untuk cepat dilupakan. Tak jarang
terlihat Gina merenung sendiri, dan melamun berlama-lama, baru akan
kembali normal, mau bicara, setelah seorang mengapai dan menegurnya.
Tujuh bulan setelah kejadian Rama, Gina ingin pergi kebungalownya
kembali; dengan diantar ibunya dan satu pembantu perempuannya yang
setia. Gina berangkat mobil dikendarai ibunya, namun hanya mengedrop
Gina dan esok sorenya kembali kekotanya, dijemput oleh Pak Ijan sopir
kantor suaminya.
Beberapa hari Gina hanya menghabiskan waktunya membaca dan menonton
televisi diruang keluarganya yang jendelanya lebar bertirai tipis. Dari
jendela itu kadang banyak hal-hal yang bisa dilihat akan kebiasan
kesibukan tetangga bungalow sebelah kanan depannya, yang tidak terlalu
jauh dijangkau dengan pandangan, terutama di week end, seolah seluruh
keluarga kumpul disitu, disuatu sore; mereka ada yang memainkan gitar
sambil membuat api unggun di belakang rumahnya yang berpagar besi
tembus pandang.
Ibunya selalu menelphone Gina mengajak ngobrol sebentar di pagi
hari sebelum dia memulai kegiatan routinenya, mereka kadang bisa
bercanda diline telephone, untuk meringankan beban jenuh kesehariannya;
menanyakan keadaannya, cerita pengalaman yang di dapat di suasana
pegunungan yang menarik; yang kiranya didapat oleh Gina dihari
sebelumnya. Hal ini ibunya lakukan dengan sabar, untuk menumbuhkan rasa
optimisme dari Gina akan hidup kembali, juga untuk melupakan deritanya
berat yang ia rasakan, kehilangan Rama. Ibunya sangat prihatin sekali
dengan kejadian anaknya ini, namun dia tidak pernah menunjukkan rasa
khawatirnya, dia usahakan untuk selalu menyatu dengan anaknya dan
didekatkannya hatinya kepada anaknya, sebisanya diajaknya selalu
berkomunikasi untuk selalu mengisi hati Gina yang sedang kosong,
kehilangan..
Dengan ketelatenan dan dukungan Ibunya dan seluruh keluarga itu,
ternyata memang ada hasilnya; walaupun tidak mencapai 60%, namun ibunya
yakin bahwa ini suatu perkembangan positive untuk kelanjutan hidup Gina
yang masih panjang. Seterusnya tentu akan meningkat dengan sendirinya,
bila lingkungan membantunya.
Di suatu siang jam 4:40 sore hari, Gina memburu kendaraannya menuju
kepantai, dengan kencangnya, dan segera memarkir kendaraannya dan
berjalan dipasir dengan duduk disuatu bedengan, seorang sendiri dibawah
payung pantai yang bergoyang diterpa angin, diingatnya semuanya selama
berkasih dengan Rama dari permulaan hingga dia menyerahkan kesucian
untuk Rama, terasa kembali rasa kangennya menyeliputi dirinya, dan
kembali Gina merasa 'down', terlihat Rama menari diatas riak gelombang
air laut dan tersenyum dan berkata, Ginapun menyambutnya dengan senyum
dan rintihan menyebut namanya dengan perlahan, "Rama.., Rama.. kusayang
kepadamu", tak puas dia memandang Rama yang sedang berkata dari
kejauhan, maka Gina lari mendekatkan dirinya pinggir pantai lebih dekat
lagi, dan terasa olehnya basah pasir pantai menyadarkan dia akan air
laut yang sangat dekat dan kadang menghempas telapak kakinya.
Selangkah, dua langkah Gina menapak mundur kepinggir pantai
berpasir putih yang kering itu; duduklah dia di pasir itu sambil
memeluh handuk yang dulu suka dipakai Rama. Gina kadang tersenyum,
merintih dan kadang ketawa berderai seolah dia sedang bercanda dengan
Rama kekasihnya. Disebutkannya lagi nama Rama dari mulutnya.
"Rama, Ramaa, Gina menyayangmu Rama, peluklah aku Rama dan ciumlah
aku sepuasmu, jangan kau menjauh dariku, kau selalu di atas air laut,
kembalilah Rama mendekat padaku"
"Rama, kau tahu bahwa aku tidak sepemberani sepertimu mandi dilaut, jangan kau paksakan aku mengejarmu"
Terasa oleh Gina sebuah sentuhan dikedua lengan atasnya dengan lembut dan katanya,
"Gina, aku Dharma, aku menyayangimu Gina, harum bahu rambutmu membuatku selalu terbayang olehmu"
Dengan sentuhan itu, Gina tak berontak, dan memejamkan matanya menikmati sentuhan itu.
Sekali lagi ia mengatakan, "Rama.. peluklah aku erat erat, jangan kau lepaskan"
"Aku Dharma Gina, aku Dharma, bolehkah aku memelukmu erat-erat, tak akan kulepaskan kau Gina, akan kusayangi kau seutuh jiwaku"
"Terimalah aku Gina di hatimu", sambil Dharma mencium lehernya dari
belakang, terus menelusuri belakang kupingnya, seraya tangannya
mengelus-elus lengan atas Gina dengan lembut.
Gina tetap memejamkan matanya sambil bibirnya yang sensual agak menganga terbuka sedikit, penuh birahi.
Ke bagian 5
| Title | Author | Views |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
35,594 |
| Murid Baru |
brian_suck@yahoo.com |
30,480 |
| Birahi Jalang - 1 |
kontiki@yahoo.com |
26,178 |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 2 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,952 |
| Antara Pekan Baru - Jakarta - 1 |
Omkusayang@yahoo.com |
16,676 |
| Birahi Jalang - 3 |
kontiki@yahoo.com |
15,884 |
| Pro Di Kelasnya |
dante_is_me@yahoo.co.uk |
15,103 |
| Misteri Akhir Pekan Mila |
ucd@toosexyforyou.com |
14,688 |
| Birahi Jalang - 2 |
kontiki@yahoo.com |
14,549 |
| Kisah X Satu |
Jeki Velani |
13,654 |
| Bumbu Rahasia 01 |
Bumbu Dapur |
12,283 |
| Tangisan Cintaku |
Gesby |
10,200 |
| Nina Temanku |
bowomdn@yahoo.com |
10,153 |
| Memori Dalam Tugas - 1 |
drinkmyjuice@hotmail.com |
10,139 |
| Kado Pernikahan - 1 |
Wisnu Wahyudi |
9,748 |
|
|
|
|
|
|
|