|
|
Dari bagian 5 Segera disapunya permukaan lubang kenikmatan Gina. Otomatis,
'abdomen'nya diangkat ingin menegaskan lidah Dharma untuk segera
memasuki relung nikmatnya. Dharma menangkap perintah itu, segera
dimasukkannya lidah besar dan panjang itu ke dalam relung nikmat Gina,
yang telah menengadah menyambut kenikmatan yang bakal diciptakan lidah
Dharma; segera menarilah lidah Dharma didalam bejana relung nikmat
Gina. Alunan pekik dan racauan membaur dalam kenikmatannya.
"Dharma, aku mencapainya, Dharma kau memberiku kepuasan indah, Dharma jangan tinggalkan aku please.. "
"Sayang Dharma disini, ingin Dharma selalu memberi kepuasan untukmu disetiap tarikan nafasku sayang"
Maka secepat kilat Dharma mendekap Gina dengan erat, dalam tetegangan tubuh Gina yang sedang menikmati Orgasmenya.
"Sayang, nikmati ciptaan cinta kita berdua, kau akan aman dalam lindunganku"
Setelah reda, Gina dari ketegangannya, dia berkata, "Gina, maukah
kau menyambut 'adikku' ini, maukah kau menimangnya sebentar saja
sayang"
"Ya tentu Dharma, aku akan senang membelai dan mengecupnya"
Dengan serta merta Dharma merebahkan badannya disisi Gina, segera
Ginapun bangkit duduk didada Dharma menghadap ke'dudle' Dharma yang
telah mengacung kearah atap rumbia bedeng itu; segera didaratkannya
bibirnya pada 'dudle' hangat itu, digesekkan bibir itu pada kepala
dudlenya dikecup, dijilatnya, disapunya seluruh permukaan kepala itu
lalu merambat keseluruh batang yang penuh degan guratan urat-urat yang
kencang. Dharma pun mengerang mendapat sentuhan lembut dari mulut dan
lidah Gina.
"Gina, Ginaku sayang, sayangilah sayangilah aku Gina, I need you
Honey, I need you", sembari memeras meras pantat Gina yang bulat dan
padat.
Gina merangkak lebih maju lagi karena dia ingin menggapai buah
zakar Dharma yang mengecil tegang karena batang dudle itu menegang
maksimum. Diraihnya zakar itu dimainkannya dengan kedua tanggannya dan
dijilatinya buah kenikmatan; tiba-tiba Gina pindah kearah kaki dan
duduk diantara lutut Dharma menghadap ke kepala Dharma, segera
membungkuk dan mengulum buah zakar Dharma, tangan kirinya menelusup
masuk diantara selangkangannya, dan meraih anus Dharma; dibelainya
anusnya dengan lembut dan kemudian di tekan-tekan sedikit anus itu,
untuk sekedar membantu bertambahnya rangsangan yang dirasakan Dharma
dalam menikmati hisapan zakarnya.
Setelah puas dengan zakarnya Gina kembali kebatang 'dudle' Dharma
dan dijilatinya seluruh batang kembali, kemudian dikulumnya lalu
dihisapnya 'dudle' Dharma sambil kedua tangannya mengocoknya dengan
ritme tertentu. Dharma menggeliat dan kepalanya di hempaskan ke tilam
setelah mendongkak dongkak menikmati surga dunia bersama hisapan mulut
Gina. Kemudian Dharma segera bangun, dan direbahkannya Gina, dibukanya
pahanya lebar-lebar, sembari Dharma memposisikan dirinya bersimpuh
dihadapan "Pussy" segarnya Gina. Dharma segera menyeruakkan 'dudle'
gagah itu di permukaan lipatan 'pussy' Gina, digesek-gesekkannya
beberapa saat, sambil menunggu reaksi Gina.
"Dharma, kita main cinta, masukkanlah Dharma, aku ingin mengenalmu didalam sana darling"
"Ya Honey, terimalah aku sayang dengan nafsu dan cintamu.."
Maka dimasukkannya, 'dudle' Dharma dengan hati-hati didorongnya
pantatnya ke depan untuk menerobos relung nikmat Gina, namun rupanya
tak semudah yang Dharma sangka, karena memang relung nikmat Gina indah
sempit dibanding dengan gagah segar nya 'dudle' Dharma yang cukup
besar.
"Sabar sayang, aku sedang berusaha masuk relung nikmatmu",
"Releks saja jangan terlalu tegang ya sayang"
Lalu dihentakkannya kembali pantatnya, untuk mendorong 'dudle'nya
masuk kerelung nikmat itu, Ginapun memekik kembali, dan menegang.
Dharmapun berhenti sejenak sambil mengoyangkan dudlenya pelan-pelan
kekiri dan kanan, memberi kesempatan relung nikmat itu bisa menerima
kehadiran 'dudle'nya. Setelah relung itu bisa mengakomodasi kedatangan
dudle besar itu, mulailah ia mengeluarkan cairan yang melumasi batang
segar itu, dan sekali lagi Dharma menghentakkan kedalam dan bless,
masuklah semua 'dudle. itu, kemudian mulailah Dharma memompa maju mudur
dengan gaya nya tersendiri, untuk memberikan kenikmatan yang sempurna
untuk Gina dan juga dirinya sendiri.
"Gina, 'pussy'mu masih sangat sempit sayang, seolah aku menikmati
dan memdapatkan 'virginity' mu saat ini, aku bahagia mendapatkanmu
Gina, marilah kita daki birahi kita bersama"
"Ohh, thank God, you like it, let enjoy making love together",
Gina menjawab begitu sambil menggoyangkan pantatnya naik turun, kiri
kanan, diputarnya pantatnya mengimbangi pompaan dari dudle Dharma yang
semakin lama semakin kencang.
Keduanya melenguh, melengkingkan kenikmatan mereka dalam mendaki
birahi mereka; mata Gina terpejam menikmati, sedang Dharma mengamati
gelinjang dan geliatan Gina, sambil matanya sendiri redup sayu
menikmati setiap gesekan batang dudlenya mengenai dinding relung
nikmat, yang terasa bergerenjolan menjepit setiap titik syaraf batang
'dudle'nya.
Sambil terengah-engah memburu nafsunya, Dharma memegang kedua paha
Gina, gilu menerpa di seluruh batang 'dudle'nya, merambat getaran
setrum yang tinggi diseluruh tubuhnya, badannya menggigil menahan rasa
nikmatnya. Kemudian dia hentikan gerakannya, dan berkata, "Gina, akan
kulepas sebentar dudleku, berbaliklah dan menungginglah letakkan
kepalamu miring pada tilam, kau akan menikmati kutusukkan 'dudle'ku
dari belakang ya sayang"
Gina menurut, terlihat merekah segar 'pussy'nya dari belakang,
diciumnya pussy segar itu dan dijilatnya berulang-ulang. Pantat Gina
bergoyang menggoda, membuat hati Dharma tersirap kencang, dan nafsunya
sudah tak bisa dibendung lagi, untuk menusukkan 'dudle' tegangnya
kedalam relung nikmat yang memang telah didepan hidungnya.
Segera dia bangkit dan mengarahkan 'dudle' nya itu menusuk 'pussy'
merekah, walau tetap tidak mudah menembusnya, dengan dua kali hentakan,
segera masukkah 'dudle' Dharma menembus sasarannya, segera digoyangkan
dan dipompanya dengan penuh nafsu butanya, untuk mencapai klimas.
Jantung mereka semakin berpacu kencang, Gina mercau hebat, mendapat
pompaan yang wild seperti kuda jantan dibelakang pantatnya, nikmat
tiada tara.
"Dharma, kau benar gagah dan wild sekali, pompa terus Dharma, aku
menikmati, aku ingin orgasme sama-sama Dharma, tusuklah lebih dalam
lagi.. kau pejantanku"
"Iya, Gina mari kita nikmati permainan cinta yang kita ciptakan berdua."
"Memang sudah terasa berdenyut kencang dikepala 'dudle' marilah kita sama-sama keluar Gina"
"Iiya Dharma Gina keluaarr aaduuh nikmat sekali sayang"
Maka robohlah Dharma dipunggung Gina, dan achirnya mereka berdua roboh di tilam gubuk rumbia, pondok pinggir pantai itu.
Setelah mereka reda, Ginapun bangkit dan jongkok tepat diatas mulut Dharma.
"Dharma, tolong bersihkanlah yang ada didalam 'pussy'ku ini.",
segera Dharmapun melakukan dengan hati sayang dan cinta sambil
dielus-elus pantat Gina, disedotnya semua isi yang ada direlung nikmat
Gina; Ginapun berdesis dan mengaduh kegelian.
Seusai Dharma membersihkan 'pussy' Gina, segera Gina bangun,
membalik menuju ke 'dudle' Dharma, dan cepat dia jongkok dijilati nya
'dudle'segar basah itu sampai bersih sekali. Akhirnya mereka masih
rebahan sebentar, dan kemudian mereka mengenakan pakaian nya.
Tak terasakan, hari semakin sore, langit memerah lembayung, senja
telah dihadapannya padangannya. Mereka duduk, dengan kaki Gina ditekuk
ke atas kaki menapak di tilam itu, Dharma mendekap dari belakang
kakinya ditekuk diantara badan Gina. Matahari telah tinggal jarak 20 cm
dipermukaan air laut, menuju keperaduan.
Detik demi detik mereka mikmati keindahan matahari yang bergeser
lengser ke bumi. Sesekali dikecupnya leher belakang Gina dengan desahan
yang indah didengar, sesekali ditolehkannya muka Gina untuk menyambut
bibir Dharma yang hangat penuh gelora cinta. Terasa sangat indah dunia
ini untuk mereka yang sedang dirundung cinta asmara.
Tibalah saatnya 70% matahari terbenam seraya merayap masuk,
tinggallah ia meninggalkan semburat lembayung sambil mengerlingkan
matanya sebelah kepada sepasang insan, yang baru selesai memadu
cintanya di sudut lembayung senja itu, dan mengucapkan selamat malam
kepada mereka serta seluruh belahan bumi seutuhnya. Gelap telah mulai
merayap ke bumi, maka berdirilah Dharma, sambil mengulurkan tangannya
kepada Gina, mengharap Gina menikutinya, dan berajak pulang.
Gina sempat berpikir dalam hatinya, "Rama, adakah kau masuk dalam diri Dharmaku sayang"
Sambil berajak, Gina tersenyum menyambut tangan Dharma dan berjalan
menuju ke mobil. Dharma memutuskan mengendarai mobil Gina, sementara ia
meninggalkan mobilnya sendiri, diparkiran pinggir pantai itu, dengan
tujuan untuk menyuruh Pak Harjo, tukang jaga Bungalow ibunya membawanya
pulang nanti barang 1 jam lagi.
Dalam mobil, Gina memegangi tangan kiri Dharma.
"Dharma, tinggallah dihatiku, jangan tinggalkan daku lagi"
"Gina, aku berusaha untuk selalu melindungimu, tak akan kubiarkan kau sendiri sayang"
"Aku terimakasih sekali kau mau menerimaku Gina"
"Aku betul-betul mencintaimu, aku tak mau melihatmu menderita"
Di jalan lurus yang agak sepi, dirundukannya muka Dharma untuk mengecup bibir Gina, yang disambutnya dengan hangat.
Malam itu, Dharma tinggal di Bungalow Gina, mereka mandi sama-sama,
dan bermain cita lagi di kamar mandi, dalam bak Spa, dengan air yang
berjonjot-jonjot, Dharma duduk disandaran bak spa itu, Gina menduduki
dudle Dharma berhadapan, dan di pompanya 'dudle' Dharma dengan gairah
yang meluap, sedang Dharma mengerakkan naik turun pantatnya dengan agak
passive hanya mengimbangi gerakan Gina, diremasnya payudara Gina, di
kulumnya putingnya keras keras, membuat Gina semakin wild dan
mengerang.
"Terus Dharma, hisap susuku dan remaslah sepuasmu, enak sekali
rasanya, uuhchh, jiwaku mau lepas Dharma", segera Dharmapun meraih muka
Gina yang sedang Wild dan diciumnya kencang diselusupkan lidahnya serta
dihisapnya liur Gina kuat-kuat, lidah mereka menari bersama saling
dorong dan kait, mereka berpagutan seraya Gina mencengkeram tangannya
dipunggung Dharma, menikmati orgasmenya.
Beberapa saat kemudian gantian Gina yang duduk, dipanggulnya kedua
kakinya dan dimasukkannya 'Dudle' Dharma dalam relung nikmat Gina dan
dipompanya bertubi-tubi seraya nafasnya memburu birahi dan gairah cinta
mereka bersama, lenguhan dan erangan silih berganti, akhirnya mereka
berteriak bersama menyambut ejakulasinya Dharma, dan disusul
erangan-erangan Gina sambil menegang menjambut orgasmenya untuk yang
kesekian kalinya dihari indah itu.
Mereka membersihkan diri kembali dibawah shower, kemudian
dikeringkannya, badan Dharma mengunakan handuk yang biasa dipakai Rama,
kemudian Gina juga dikeringkannya oleh Dharma dengan haduk yang sama.
Sengaja Gina melakukan itu untuk selalu mengenang cintanya dan
hormatnya kepada Rama yang telah tiada, namun dia juga ingin Dharma
merasakan sentuhan Rama kepada dirinya.
Dharma mengetahui sekali, Dharma pun tak berkeberatan akan semuanya
ini untuk menghormati Rama serta melarut-leburkan perasaan Gina untuk
Rama menyatu dengan dirinya. Malam itu mereka merasa terlalu letih,
segera mereka aberanjak ke tempat tidur, cepat tertidurlah mereka dalam
damai sambil berpelukan semalaman.
E N D Hormat dan terima kasihku kepada teman mayaku, yang selalu membantu, sehingga cerita ini dapat anda nikmati bersama.
| Title | Author | Views |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
35,594 |
| Murid Baru |
brian_suck@yahoo.com |
30,480 |
| Birahi Jalang - 1 |
kontiki@yahoo.com |
26,178 |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 2 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,952 |
| Antara Pekan Baru - Jakarta - 1 |
Omkusayang@yahoo.com |
16,676 |
| Birahi Jalang - 3 |
kontiki@yahoo.com |
15,884 |
| Pro Di Kelasnya |
dante_is_me@yahoo.co.uk |
15,103 |
| Misteri Akhir Pekan Mila |
ucd@toosexyforyou.com |
14,688 |
| Birahi Jalang - 2 |
kontiki@yahoo.com |
14,549 |
| Kisah X Satu |
Jeki Velani |
13,654 |
| Bumbu Rahasia 01 |
Bumbu Dapur |
12,283 |
| Tangisan Cintaku |
Gesby |
10,200 |
| Nina Temanku |
bowomdn@yahoo.com |
10,153 |
| Memori Dalam Tugas - 1 |
drinkmyjuice@hotmail.com |
10,139 |
| Kado Pernikahan - 1 |
Wisnu Wahyudi |
9,748 |
|
|
|
|
|
|
|