|
|
Dari bagian 1 Malam itu mungkin menjadi malam terindah bagiku dan mungkin juga bagi
Hera, di bawah terangnya sinar bulan purnama lama kami saling memandang
dan bertatapan tanpa ada kata-kata yang keluar sama sekali, pokoknya
kalau ada yang bilang bahasa cinta mungkin itulah bahasa yang sedang
kami lakukan, bahasa tanpa kata-kata he.. he.. he.. Malam itu Hera
menumpang tidur di tendaku untungnya aku punya persediaan sleeping bag
cadangan kalau tidak bisa mati beku doi he.. he.. he.. Terlihat manis
dirinya tertidur dengan nyaman dalam sleeping bag-ku yang besar dan
juga mengenakan jaket gunungku yang besar itu.
Pagi harinya kami bangun dan kudapati Hera sudah bangun terlebih
dahulu, ia pamit ke tendanya sebentar untuk mengambil barang-barang
keperluan mandi untuk mandi di pancuran air terjun yang berada tidak
jauh dari tendaku. Sebenarnya sih bukan air terjun hanya pancuran air
biasa namun air yang turun terlihat seperti air terjun karena
ketinggian mata airnya cukup jauh dan di bawahnya terdapat seperti
telaga kecil dengan ke dalaman sekitar 1,5 m tidak dalam sih namun buat
orang yang pendek (sorry) lumayan terasa seram juga. Kebanyakan anak-anak wanita mandi di kali kecil yang mengalir di bawah
perkemahan kami, hanya sedikit yang mengetahui pancuran air ini selain
aku dan Hera serta beberapa anak pencinta alam. Tapi kebanyakan tidak
mau mandi di sana karena letaknya agak tinggi dan mungkin agak berkesan
seram padahal menurutku sangat indah dan eksotis terutama karena
penduduk pun tidak ada yang pergi ke sana sebab letaknya cukup tinggi
dan di atasnya masih hutan belukar.
Aku sendiri sih sebenarnya kepingin mandi bareng juga tapi nggak
mungkin lah yauw he.. he.. he.. Lagian bisa-bisa baru jadian nantinya
malah jadi putus karena dianggap kurang ajar, jadi yach aku mandi di
aliran sungai kecil yang letaknya sedikit di bawah telaga tempat Hera
mandi tidak jauh dari tendaku. Untung letak sungainya agak tertutup
rerimbunan pohon dan kedalamnya sekitar 1 meter kalau tidak kan tengsin
juga kelihatan si Junior yang berukuran super jumbo lagi ngaceng
kedinginan he.. he.. he.. Jadi lah aku mandi sendirian di situ.
Ketika sedang asyik-asyiknya mandi tiba-tiba aku mendengar pekikan
kecil dari arah atas, kudengar seperti suara Hera, tanpa pikir panjang
aku langsung lompat keluar dari air dan berlari memanjat ke atas
kulihat Hera sedang mengigit jari-jari kukunya dan memandang ke arah
air terjun, langsung aku loncat ke dalam telaga dan berjalan
menghampirinya. Aku bertanya, "Ada apa Ra?"
"Itu.. Kodok" ujarnya dengan nada tertahan.
Aku hampir saja tertawa kalau tidak melihat ekspresi mukanya yang
pucat, untung saja aku bisa menahan diri. Tapi beberapa saat kemudian
Hera sepertinya sadar bahwa kami berdua sedang dalam keadaan bugil
berduaan di dalam telaga dan ia berbalik memandangku dan berkata, "Kamu
ngapain And?" "Loh kan kamu tadi teriak Ra.. Aku kirain kamu kenapa-kenapa jadi ya
aku langsung ke sini nggak sempat pakai pakaian lagi" ujarku agak panik
juga takut doi nantinya malah teriak nanti bisa-bisa di sangka aku mau
coba perkosa anak orang lagi he.. he.. he..
Akhirnya kami sama-sama terdiam. Hera memandangku agak lama sambil
menatap tajam sepertinya ingin menyelidiki kebenaran alasanku tapi
lama-kelamaan tatapan matanya berubah menjadi lembut dan kami kembali
bertatapan mesra seperti malam barusan, lalu entah siapa yang terlebih
dahulu memulai kami tahu-tahu sudah saling berdekatan dan detik
berikutnya tahu-tahu bibirku dan bibir Hera saling bersentuhan lembut,
lidah saling bertautan, mulut saling melumat dan selanjutnya bisa
ditebak deh kelanjutannya. Yang jelas acara mandi itu berubah menjadi acara percintaan kami dan
tanpa banyak cincong dari apa yang kami lakukan tampaknya baik aku
maupun Hera sudah sama-sama mafhum bahwa kami sudah sama-sama tidak
suci lagi jadi yach lancar-lancar aja tuh malah kami sampai
melakukannya sebanyak tiga kali hingga tak terasa mentari telah berada
di puncaknya dan perut kami berdua terasa lapar dan tubuh pun terasa
sangat lelah.
Akhirnya aku dan Hera sama-sama keluar dari telaga "asmara" itu dan
kami sama-sama mengepak pakaian kami yang tergeletak di pinggiran tentu
saja aku sambil hanya berbalut handuk Hera harus jalan ke bawah sedikit
untuk mengambil pakaianku yang tertinggal. Untungnya tidak ada satupun
yang naik-naik hingga ke atas sini dan bagusnya juga tidak semua orang
tahu tentang lokasi strategis ini.
Kami sesudahnya saling merapikan diri di tendaku lalu kami berdua
jalan turun ke bawah untuk mengikuti acara selanjutnya dan tentu saja
hal yang paling di tunggu oleh orang yang habis bercinta adalah makan
he.. he.. he.. Buat yang udah sering gituan pasti pada tau deh abis
bercinta pasti pada laper banget khan? Begitupula kami berdua, aku dan
Hera makannya bisa di bilang paling lahap deh sampai-sampai ada yang
ngeledekin "kalian berdua emang habis ngapain koq makannya kayak tukang
becak gitu" tapi terus terang baik aku dan Hera tidak peduli dan
lagipula tidak ada yang curiga karena sesuai komitment malam sebelumnya
bahwa aku dan Hera sepakat untuk merahasiakan jadiannya kami berdua
selama perkemahan dan baru akan mengumumkannya sekembalinya kuliah
nanti. Jadi saat menuruni bukit dari lokasi tendaku pun kami tidak
saling bergandengan tangan meskipun baru saja mengalami saat-saat
paling intim.
Sepulang dari acara kemping tersebut kurang lebih seminggu kemudian
kami kembali disibukkan oleh kegiatan rutin di kampus dari mulai
perkuliahan yang menjemukan hingga kegiatan senat, namun yang
menggembirakan hatiku adalah kenyataan bahwa aku berhasil mendapatkan
Hera, bidadari kampusku yang terkenal dengan pesona orientalnya yang
khas. Terus terang sesudah kami resmi sebagai sepasang kekasih
hari-hariku terasa sangat berbeda, terutama kegairahanku untuk
berangkat ke kampus dan mengikuti acara perkuliahan jauh lebih
termotivasi utamanya karena dorongan untuk segera bertemu dengan Hera
dan berduaan dengannya. Terus terang kesannya mungkin jadi agak norak
karena jadi kayak ABG yang baru pacaran saja, tapi memang begitulah
yang kualami dan kurasakan sendiri.
Namun rupanya kemesraan kami berdua bukan saja menimbulkan
kesirikan di sebagian besar cowok-cowok di kampus kami namun juga para
wanitanya. Bahkan Lie Chun pun terang-terangan secara demonstratif
menunjukkan sikap cemburunya terhadap Hera dengan tidak mau lagi pergi
bersama dengannya. Untungnya Hera adalah tipe wanita yang tidak terlalu
ambil peduli dengan itu semua jadi sikapnya biasa saja menghadapi
perubahan sifat Lie Chun. Hal ini semakin menambah rasa geer dalam
hatiku. Namun aku sedikit khawatir, takut-takut Lie Chun malah menjadi
membenci diriku dan akan berdampak buruk bagi semangat belajarnya.
Maklumlah namanya juga cewek perantauan, kalau sampai kenapa-kenapa
bisa-bisa aku dituduh membuat prestasinya jeblok.
Untuk itu aku segera mengambil inisiatif untuk menyapa Lie Chun
terlebih dahulu. Kupikir tidak ada salahnya bersikap ramah. Bukankah
wanita umumnya lebih bisa menerima penolakan yang bersifat halus. Jadi
kalau ada di antara kalian yang kebetulan ditaksir cewek and kebetulan
nggak mood ya harap hati-hati aja nolaknya jangan sampai si cewek sakit
hati.
Untuk itu seusai jam kuliah MKDU Kewiraan, aku sengaja menunggu Lie
Chun bergegas pulang melewati deretan bangkuku. Hal ini tentu saja
karena aku kebetulan memang satu kelas dengan Lie Chun untuk mata
kuliah MKDU. Ketika ia melewati diriku aku yang memang sengaja belum
beranjak berdiri segera memasang tampang seramah mungkin dan
menyapanya. Namun Lie Chun bersikap seolah tidak melihat kehadiranku
dan bergegas berlalu dengan sikap secuek mungkin. Terus terang aku agak kesal juga. Kupikir ini anak belagu amat sih, apa
lantaran anak orang kaya jadi sifatnya manja dan sombong begini? Tapi
tentu saja aku tidak menyerah begitu saja. Bukan karena ada maksud tapi
memang semata ingin berusaha mencairkan suasana perang dingin yang
mengkristal di antara kami bertiga. Lagipula apa enaknya bermusuhan.
Bukankah siapa tahu suatu saat bisa saja aku membutuhkan bantuannya?
Untuk itulah aku segera bergegas bangkit berdiri dan berjalan agak
cepat untuk memburu Lie Chun agar jangan sampai ia keluar dari gerbang
kampus. Lagipula kebetulan hari itu Hera tidak masuk kampus karena
memang sedang tidak ada kuliah. Jadi kupikir aku tidak perlu terlalu
khawatir akan ada kecurigaan macam-macam darinya. Tahu merasa dirinya
di buntuti Lie Chun malah semakin mempercepat langkahnya dan setengah
berlari langsung naik ke angkot yang kebetulan melintas di depan
gerbang kampus kami. Terus terang aku agak gondok, tapi biarlah buat apa siapa tahu ia
memang butuh waktu untuk cooling down. Jadi aku membiarkan angkot itu
berangkat disertai debu yang terbawa oleh angin. Aku kembali masuk ke
dalam kampus. Kebetulan memang sedang ada rapat senat yang akan di
gelar sejam lagi. Jadi aku mengambil kesempatan jeda waktu satu jam itu
untuk beristirahat sambil makan di kantin.
Seusai rapat senat kurang lebih menjelang jam lima sore, aku
bergegas ikut naik motor Bram sahabatku (nanti akan ada kisah mengenai
dirinya). Kebetulan pacar Bram sudah pulang duluan karena ada acara
bersama teman-temannya jadi aku bisa ikutan nebeng. Sembari duduk di
atas motor Bram yang melaju perlahan, ia sedikit menginterogasiku
dengan berbagai pertanyaan yang intinya mempertanyakan sifat Lie Chun
yang terlihat aneh saat berhadapan denganku di kelas saat kuliah pagi
tadi. Terus terang aku mengatakan tidak tahu karena memang aku tidak
merasa punya masalah dengannya. Untungnya Bram bukan tipe biang gosip
jadi pembicaraan pun beralih ke topik lainnya antara lain ke masalah
hubungan antara aku dengan Hera dan seputar dunia senat.
Ke bagian 3
| Title | Author | Views |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
35,595 |
| Murid Baru |
brian_suck@yahoo.com |
30,480 |
| Birahi Jalang - 1 |
kontiki@yahoo.com |
26,178 |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 2 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,952 |
| Antara Pekan Baru - Jakarta - 1 |
Omkusayang@yahoo.com |
16,678 |
| Birahi Jalang - 3 |
kontiki@yahoo.com |
15,884 |
| Pro Di Kelasnya |
dante_is_me@yahoo.co.uk |
15,104 |
| Misteri Akhir Pekan Mila |
ucd@toosexyforyou.com |
14,690 |
| Birahi Jalang - 2 |
kontiki@yahoo.com |
14,549 |
| Kisah X Satu |
Jeki Velani |
13,654 |
| Bumbu Rahasia 01 |
Bumbu Dapur |
12,283 |
| Tangisan Cintaku |
Gesby |
10,201 |
| Nina Temanku |
bowomdn@yahoo.com |
10,154 |
| Memori Dalam Tugas - 1 |
drinkmyjuice@hotmail.com |
10,139 |
| Kado Pernikahan - 1 |
Wisnu Wahyudi |
9,748 |
|
|
|
|
|
|
|