|
|
Pengantar: Cerita ini di ilhami oleh banyak
kisah dan curhat para sahabat selama penulis berada di negeri orang.
Namun seperti halnya kisah fiksi yang diilhami dari kejadian nyata maka
semua kisah ini adalah fiksi adanya, tidak ada kebenaran di dalamnya
dan hanya lah Fake/bohong belaka.
*****
Bangkok, Minggu Juli 2001 Bus antar kota nomer 38-08 yang kutumpangi baru saja memasuki
terminal bus Ekkamai-Tai, jam sudah menunjukan pukul 11.30 siang.
Segera saja kugegaskan kaki melangkah ke tangga stasiun BTS Skytrain di
Ekkamai. Segera kuisi ulang tiket berlangganan skytrain ku dengan nilai
200 Baht karena di dalam kartu hanya tersisa 30 Baht saja yang
merupakan deposit dasar penyewaan kartu.
Tidak berapa lama Skytrain dari arah On Nut datang dan berhenti di
hadapan ku. Segera kulangkahkan kaki masuk ke dalam setelah penumpang
dari dalam kereta turun. Tidak berapa lama handphone Siemens M35 ku
berbunyi, ternyata telepon dari teman wanita yang mengabarkan dia akan
tiba agak terlambat karena kesiangan bangun. Aku jadi agak tenang dan
tidak terlalu khawatir terburu-buru. Akhirnya setelah kereta tiba di
BTS Skytrain Phromphong aku turun dan keluar dari pintu elektronis
stasiun dan jalan ke dalam Emporium Mall sejenak untuk sekedar ke
toilet dan istirahat sejenak duduk-duduk di bangku.
Tiga puluh menit kemudian aku keluar menunggu Khun Sarunya kawan ku
di depan pintu keluar BTS Station. Lalu datanglah seorang gadis Thai
mungil imut berkulit putih mulus dengan baju you can see warna hitam
dan bercelana jeans biru dengan syal sweater yang di lilitkan di
pinggang. Lalu ia berjalan ke arahku dan menyapaku.
"Hi are you Dewa?"
"Yes I am" sahutku dengan bahasa Inggris.
Pada masa itu aku belum terlalu fasih berbahasa Thai walaupun sudah
bisa menyebutkan Bangkok dengan sebutan Khruengthaep yang merupakan
sebutan khas orang Thai untuk kota Bangkok, karena umumnya orang-orang
Thai tidak suka menyebut Bangkok dengan nama Bangkok yang di anggap
terlalu kebarat-baratan.
Lalu kita berdua berjalan masuk ke dalam mall sambil
berbincang-bincang banyak hal seperti sudah kawan akrab padahal baru
saja kopi darat beberapa waktu yang lalu. Lantas kita sepakat untuk
makan di salah satu restoran Italia dekat situ. Akhirnya kita kembali
keluar ke arah BTS Skytrain untk menyebrangi jalan raya Sukhumvit
karena restoran Italia yang di maksudkan terletak di seberang jalan.
Sepulang dari sana kita jalan-jalan sebentar di sepanjang Sukhumvit
dan kembali ke BTS Phrompong. Dari sana acara di lanjutkan dengan pergi
nonton di Bioskop EGV Gold Siam Discovery Mall. Pada waktu itu kita
memilih untuk menonton film Suriyothai edisi full yang durasinya 3.5
jam bukan yang 90 menit seperti yang telah di edit ulang oleh salah
satu sutradara asing. Karena pada waktu itu film yang bersangkutan baru
saja di grand launch oleh Ratu Sirikit dan belum masuk di peredaran
film asing.
Di dalam bioskop mata tertuju ke dalam pertunjukan film, tapi
tanganku diam-diam berjalan-jalan dan bermain di jemari tangannya.
Namun ia hanya diam saja. Ketika tanganku memegang jemari mungilnya dan
mengenggam mesra ia hanya memasrahkan jemari ku memasuki jemari nya dan
saling bergenggaman mesra, aku menoleh ke arahnya sambil tersenyum dan
ia pun balas melihatku dengan tersenyum mesra.
Pertengahan Maret 2003, Kamar 58 NS Tower Condominium, Bangna-Bangkok Nafasku terus memburu, jantung ku berdebar keras memacu bagaikan
seorang atlit lari marathon, sementara di atas ku seorang gadis cantik
berambut panjang berkulit putih mulus bak pualam dengan badan sexy
terengah-engah memacu tubuhnya dengan goyangan-goyangan yang liar dan
erotis naik turun serta memutar-mutar membuat batangan ku harus bekerja
keras sebisa mungkin menahan rasa nikmat yang semakin menjadi-jadi.
Matanya yang agak sipit terpejam seolah sangat menghayati
persetubuhan yang sedang terjadi sementara kulit putih mulus nya
berkilauan oleh keringat dan bias dari cahaya lampu neon di kamar ku.
Setelah kurang lebih selama hampir 20 menit aku mati-matian bertahan,
mengatur nafas dan mencoba merangsang dirinya habis-habisan dengan
segala rabaan ciuman, kuluman bibir dan lidah, akhirnya ketika
goyangannya berhenti mendadak dan kurasakan denyutan-denyutan hangat
dan kuat di sekujur batang kelamin ku, maka pertahanan ku pun bobol
tidak dapat di tahan lagi, akupun mengerang keras sembari kedua tangan
ku mencengkram erat pinggangnya seolah takut ia akan bangkit mencabut
posisi duduknya di atas selangkanganku. Ia sendiri melenguh panjang sementara jemari nya yang panjang dan
kukunya yang tajam mencengkram erat dada ku, menancap di daging dada ku
hingga terasa pedih namun nikmat. Bobolnya benteng pertahananku di
sertai oleh denyutan keras dari batang kemaluanku menyemburkan cairan
hangat kehidupan berkali-kali secara keras ke dalam kelaminnya.
Sesaat kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas tubuhku sementara
nafasnya masih terengah-engah naik turun. Dada dan payudaranya yang
empuk dan hangat menekan dadaku yang bidang. Ia mencium ku lidahnya
menjulur ke dalam memaksa ku untuk membuka mulut dan membiarkan
lidahnya bermain dan bertautan dengan lidahku memaksa ku melakukan
permainan penutup setelah usai bertempur habis-habisan di ranjang ku.
Kuulurkan tanganku membelai-belai dengan lembut rambutnya yang
panjang terurai, sambil menghayati sisa-sisa gelombang kenikmatan yang
masih menjalari sekujur tubuhku dan kelaminku. Usai melakukan deep
french kiss ia membisikan ke telingaku "Khob kun na kha, chan di cai"
sebagai tanda terima kasihnya atas kepuasan yang baru ia alami.
Sementara akupun membalasnya dengan tatapan hangat mesra dan senyuman
tulus. Kamipun akhirnya tertidur lelap dengan tubuh yang masih saling
bertautan sementara sayup-sayup deru kendaraan di jalan tol express way
Bangna Trad sudah lama menghilang pertanda malam semakin larut
menjelang subuh.
Pagi harinya kami terbangun oleh bising suara ojek yang berlalu
lalang di gang sempit sisi samping condominium ku. Bergegas kami bangun
dan pergi mandi berdua di bawah siraman air hangat yang mengucur di
shower ku. Kami saling menyabuni tubuh dengan menggunakan sabun cair
aroma therapy dan saling menggosokan cairan sabun tersebut di
bagian-bagian lembut dan sensitif lawan membuat kami berdua mengeliat
dan tersenyum hingga akhirnya berciuman mesra. Suasana yang romantis
kembali membangkitkan gelora birahi membuat kami berdua tidak tahan dan
melakukan quick sex di dalam kamar mandi dan sekali lagi aku
menyemburkan cairan kejantanan ku di dalam kelaminnya masuk ke dalam
rahimnya. Setelah usai bercinta kami saling membasuh diri dengan air
hangat dari shower dan bergegas mengeringkan tubuh dengan handuk.
Turun dari lift kami kembali berciuman mesra sebelum berpisah masuk
ke dalam kendaraan masing-masing. Aku masuk ke dalam Mercedes Benz 350
SL model lama, sementara ia masuk ke dalam Mercedes Benz C220 terbaru
yang di parkir persis di samping parkiran mobil ku sejak semalam ketika
ia mengantarkan diri ku pulang sehabis kami berdua menghabiskan makan
malam di restoran yang berada di dalam gedung hotel Banyan Tree
Bangkok. Kupersilakan Khun Anchelly pergi mengeluarkan kendaraannya
terlebih dahulu setelah sebelumnya ia melambaikan tangannya melalui
jendela mobil.
Segera setelah iring-iringan mobil kami berpisah, ia memutar-balik
di putaran layang u-turn sementara aku memacu terus mercedes milik ku
masuk ke jalur cepat Bangna Trad terus ke arah timur menuju ke arah
pintu masuk Express Way Bangna Trad Pattaya Chonburi yang berada di
daerah Lat Krabang.
The Beginning, Awal October 2002 Di hari perayaan tahun baru Korea (Lunar Day) yang di adakan di
salah satu restoran chinese di hotel yang terletak di antara jalan Rama
IX dengan jalan Ratchadaphisek terjadi kehebohan di kalangan owner
perusahaan dengan president group karena ketidakhadiran seseorang yang
semestinya datang. Kehebohan timbul karena tidak ada satupun perwakilan
dari orang Indonesia yang hadir di sana. Beberapa kali Mr Jones sang
president group menelefon ke dua nomer milik Mr Dewa yang di anggap
paling loyal sekaligus paling patuh kepada sang Chairman namun tidak di
angkat-angkat.
Kurang lebih dalam radius sepuluh kilometer dari lokasi tersebut
tepatnya di restoran Oishi yang terletak di lokasi Sathorn-Silom
terjadi ketegangan suasana. Mr Dewa yang tidak lain dan tidak bukan
adalah diriku sedang terdiam tidak berkata-kata sementara di hadapannya
Khun Sarunya, wanita yang telah lama di kenalnya sejak pertama kali
menginjakkan kaki di Thailand hanya diam mematung dengan mata
berkaca-kaca.
Aku tidak percaya dengan kata-kata yang baru saja di ucapkannya
beberapa saat yang lalu. Apa yang baru saja terjadi terasa bagaikan
sambaran petir di siang bolong. Rencana ku untuk mengutarakan isi
hatiku di dalam suasana dinner yang semestinya romantis apalagi di
tingkahi oleh hujan rintik-rintik di sore hari mendadak sontak terasa
begitu gerah dan memuakkan. Rasanya hampir tidak dapat ku percaya
wanita yang telah begitu lama baik dan penuh perhatian kepada ku mampu
setega itu mempermainkan perasaan ku. Aku sama sekali tidak percaya ketika ia mengatakan akan menikah dengan
pacarnya yang sudah lama sekolah di Amerika, bahwa kepulangan
kekasihnya kembali ke Bangkok adalah untuk melamar dirinya. Namun
Sarunya tidak menerima tuduhan ku telah mempermainkan perasaan ku, ia
malah balik berkata sejak pertama kali berkenalan ia hanya bermaksud
berteman saja dan tidak pernah ada keinginan darinya untuk menjadi
kekasihku. Ketika aku balik menuding ia berbohong dengan tidak
memberitahukan bahwa telah memiliki pacar ia malah berkata bahwa bukan
urusan ku untuk tahu ia memiliki pacar atau tidak, lagipula menurutnya
aku sama sekali tidak menanyakan apakah ia memiliki pacar atau tidak.
Akhirnya hidangan buffet yang baru saja satu piring ku santap aku
hentikan dan kita berdua pulang tanpa kata-kata, kubiarkan Sarunya
pulang mencegat taksi di tengah rintik hujan sore hari sementara aku
melangkah gontai ke lantai parkiran dan mengambil mobil ku. Suasana
bertambah memilukan bagi diriku ketika saat aku mengemudikan mobil di
tengah rintik hujan lagu yang terdengar dari sound system mobil ku
adalah lagu "Tears on the Rain". Rasanya seperti tamparan di sertai
lemparan kotoran ke wajahku, membuat luka di hati semakin menjadi-jadi.
Malam minggu itu aku singgah ke salah satu panti pijat terkemuka di
Bangkok yang terletak tidak jauh dari lokasi dinner acara Tahun Baru
Korea yang sedang berlangsung hingga larut malam. Aku langsung naik ke
lantai tiga tempat para model freelancer berada, kupilih yang paling
cantik dan ku booking untuk tiga jam. Selama tiga jam kulampiaskan
segala kebencian dan sakit hatiku kepada wanita, untung wanita malang
itu mampu bertahan dari kegilaan nafsu birahi ku yang merupakan
perwujudan kebencian terhadap wanita yang telah menyakiti hatiku, kalau
tidak mungkin ia bisa mati karena selama tiga jam ku setubuhi secara
gila-gilaan dan brutal seperti harimau yang sedang terluka. Setelah itu kulemparkan sejumlah uang ketubuh bugilnya plus tips dalam
jumlah yang sangat besar. Kubelai rambutnya dan minta maaf karena baru
saja menyakiti fisik dan harga dirinya sebagai wanita, ia menangis
terisak-isak bukan karena rasa sakit tapi lebih karena derita akibat
pemerkosaan brutal (ya pemerkosaan bukan lagi sekedar persetubuhan
seperti umumnya di tempat pelacuran) yang kulakukan, tapi aku tidak
peduli, sama sekali tidak peduli, aku benci wanita benar-benar benci
ingin rasanya aku bunuh dan bantai semua wanita di dunia ini.
Sepulang dari sana aku melanjutkan perjalanan dan singgah ke salah
satu pub yang terletak di lokasi Sukhumvit-Ekkamai dan minum sampai
mabok dengan di temani oleh dua orang wanita cantik sekaligus hingga
akhirnya aku tertidur di pub dan baru pulang pukul empat pagi setelah
lama di tunggui oleh kedua wanita malam itu beserta bodyguard pub yang
dengan sangat tabah menemani ku tertidur hingga pagi, setelah membayar
uang beserta tip kepada para hostess dan bodyguard pub, aku masuk ke
dalam mobil dan menyetir hingga ke pompa bensin terdekat yang memiliki
fasilitas parkiran dan tempat istirahat kemudian tertidur hingga hari
Minggu pagi jam 10.30 saat mentari mulai bersinar terik.
Ke bagian 2
| Title | Author | Views |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
35,594 |
| Murid Baru |
brian_suck@yahoo.com |
30,480 |
| Birahi Jalang - 1 |
kontiki@yahoo.com |
26,178 |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 2 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,952 |
| Antara Pekan Baru - Jakarta - 1 |
Omkusayang@yahoo.com |
16,678 |
| Birahi Jalang - 3 |
kontiki@yahoo.com |
15,884 |
| Pro Di Kelasnya |
dante_is_me@yahoo.co.uk |
15,104 |
| Misteri Akhir Pekan Mila |
ucd@toosexyforyou.com |
14,688 |
| Birahi Jalang - 2 |
kontiki@yahoo.com |
14,549 |
| Kisah X Satu |
Jeki Velani |
13,654 |
| Bumbu Rahasia 01 |
Bumbu Dapur |
12,283 |
| Tangisan Cintaku |
Gesby |
10,201 |
| Nina Temanku |
bowomdn@yahoo.com |
10,153 |
| Memori Dalam Tugas - 1 |
drinkmyjuice@hotmail.com |
10,139 |
| Kado Pernikahan - 1 |
Wisnu Wahyudi |
9,748 |
|
|
|
|
|
|
|