|
|
Dari bagian 3 Aku panik dan berusaha menyalakan mesin mobil agar bisa secepatnya
menyelamatkan diri, namun mobil ku hanya diam tidak bergerak. Kucoba
membuka pintu mobil, terasa pintu agak berat dan sulit di buka, namun
dengan sedikit kupaksakan pintu lantas terbuka. Begitu pintu terbuka
body mobil agak bergoyang sedikit ke kanan dan aku di sambut oleh hujan
lebat, setengah tertatih-tatih di tengah hujan lebat aku turun berusaha
melihat sekeliling, ternyata bagian depan mobil ku sudah ringsek, dan
ban depan sebelah kanan sudah tidak ada hanya tersisa velg nya saja
seperti baru saja meletus hebat.
Pantas saja mobil ku mengayun saat aku turun barusan, kulihat ke
bawah terlihat seluruh jalanan di bagian bawah kendaraanku dipenuhi
oleh genangan oli kental berwarna hitam, ternyata bak oli mesin jebol
akibat tabrakan hebat yang baru saja terjadi. Rupanya ini penyebab aku
tidak bisa menstarter mobilku, semua tampak begitu kacau, namun yang
membuatku takjub adalah cabin penumpang dan pengemudi utuh sama sekali
tidak ringsek hanya lekukan sedikit dari body di depan dekat mesin
menyebabkan pintu kanan depan agak tertahan dan sulit dibuka.
Sambil berjalan ke tepi jalan aku mengedarkan pandangan, ternyata
kurang lebih dua meter dari dekatku di jalur kiri sebuah kendaraan truk
container besar tengah berhenti. Sementara di belakang mobilku
berturut-turut sembilan mobil tampak mengalami tabrakan beruntun
termasuk mobil yang berhenti paling dekat denganku dan nyaris menabrak
mobilku. Bahkan kulihat salah satu mobil bagian depan mesinnya masuk ke
bawah truk container nyangkut tidak bisa di tarik mundur. Semua orang
tampak panik dan berdiam di dalam mobil karena hujan masih lebat
sementara aku terus berjalan berkeliling di seputar lokasi dengan darah
terus menetes dari mulutku.
Kukeluarkan HP, lantas kucoba untuk menghubungi HRD Managing
Director untuk memberitahukan keadaanku yang pagi itu kemungkinan akan
terlambat tiba di kantor. HP tersambung tidak berapa lama terjadi
percakapan.
"Yes Dewa, what's up?"
"Sorry Sir, but I want to inform you that I got accident, my car cannot start and I am bleeding now"
"What? Where, what happened to you?"
"I got accident in Express Way Sir, near.."
Lalu mendadak sinyal HP ku padam dan tidak berapa lama HP sama
sekali tidak bisa digunakan akibat korsleting terkena hujan lebat.
Kucoba beberapa kali untuk mengkontak kembali tapi tidak berhasil lalu
HP ku mati sama sekali tidak bisa dinyalakan lagi.
Keadaan ini membuat kepala ku menjadi bertambah pusing, lalu mataku
berkunang-kunang, kocoba bertahan dengan bersandar di pinggir tembok
tol, namun dinginnya udara, pusing di kapala lalu di tambah pandanganku
mulai berkunang-kunang membuat kesadaranku semakin lemah. Tidak berapa
lama akupun ambruk pingsan di tepi jalan tol.
Bumrungrad Hospital, Bangkok, Room 987, 9th floor Kesadaran ku perlahan-lahan pulih, mataku membuka tampak cahaya
menyilaukan mata membuatku harus memicingkan mata. Tubuhku tampak
tertutup selimut rumah sakit, sementara pakaian yang kukenakan kulihat
bukan lagi seragam dinas kantor yang biasa kugunakan namun sudah
berganti menjadi pakaian tidur rumah sakit. Sementara jarum infus masih
tertancap di lengan kiriku. Kutengokan kepala ke kiri dan ke kanan
tidak nampak seorang pun di dekatku, kupenjamkan lagi mata mencoba
untuk tidur.
Entah sudah berapa lama aku tertidur tidak bisa kuingat, namun
tidurku kemudian terganggu oleh suara-suara di sekitarku yang cukup
ramai. Ketika kubuka mata dengan agak menyipit akibat cahaya lampu yang
cukup terang, samar-samar kulihat ada beberapa orang sedang duduk di
sofa yang terletak di dekat tempat tidurku. Terlihat seorang wanita
yang ternyata adalah Maureen yang adalah marketing manager di
perusahaan, lalu Jack sang Direktur Keuangan dan Akunting, Mr Jones
sang Presdir, Mr Kim Direktur Produksi dan Mr Chen HRD Director. Mereka
semua prihatin dengan kejadian yang menimpa diriku, namun bersyukur
karena aku tidak menderita apa-apa hanya sedikit shock atas kecelakaan
yang menimpa diriku.
Sore harinya setelah mereka semua pulang, Anchelly datang menjenguk
diriku di rumah sakit. Ia datang membawa sekeranjang buah-buahan segar,
sore itu ia nampak cantik sekali dan segar. Seperti baru habis mandi,
aroma kesegaran tubuhnya tercium di sela-sela dinginnya AC kamar VIP di
rumah sakit Bumungrad. Ia mengecup mesra bibir ku dan memberikan
menanyakan keadaan diriku. Ia tahu diriku di rawat di rumah sakit
karena tidak sengaja mendengar berita di radio saat sedang mengemudi di
jalan raya, bahwa ada mobil dengan plat nomer polisi sama dengan plat
nomer mobilku mengalami kecelakaan di jalan tol.
Aku hanya tersenyum kecut saja saat ia memberitakan bahwa mobil ku
menjadi populer di berita karena menyebabkan kecelakaan beruntun
terpanjang sepanjang sejarah jalan toll di Thailand. Untung saja sim
dan surat-surat mobil ku tidak di tahan, karena lewat bantuan orang
kantor yang memiliki koneksi ke para petinggi militer dan kepolisian di
Thailand mobilku bisa di tarik keluar dari unit kecelakaan jalan raya
milik dinas lalu lintas jalan raya Thailand.
Hari Minggu sore tanggal 6 April 2003 aku di perbolehkan pulang
setelah lebam-lebam di tubuhku akibat benturan kecelakaan serta bibirku
yang sempat pecah sudah sembuh. Aku di jemput oleh sahabatku si Jack
yang juga kebagian tugas membereskan urusan tagihan selama aku di
rawat. Anchelly sendiri tidak bisa menjemputku karena katanya sore itu
ada janji dengan salah satu kliennya.
Setiba di rumah aku mandi dan berendam di bathtub berisi air hangat
sambil merenungi nasib. Tak lama akupun tertidur di bathtub yang berisi
air hangat tersebut. Dalam tidurku aku bermimpi di datangi oleh guru
spritual ku yang sudah lama tidak pernah ku kunjungi, ia berkata "Ingat
nasihat bapak nak, jangan main api dengan istri orang, jangan rusak
anak gadis orang dan jangan jual beli cinta". Tak lama akupun terbangun
karena bayangan dia menghilang dari mimpi ku.
For Goodness of Our Friendship
Minggu 20 Juli 2003, Central Silom Saladaeng Bangkok Hari Minggu itu aku janjian untuk bertemu dengan Anchelly di salah
satu kedai café lantai tiga Mall Central Silom Saladaeng. Memang bukan
urusan mudah untuk betemu dengannya setelah kecelakaan yang kualami. Ia
tampaknya seperti berusaha menghindari diriku, cukup aneh kalau dia
bilang sibuk terus sementara kalaupun ada waktu luang ia bisa main ke
condominium tempat aku tinggal karena tokh ia sudah tahu di mana aku
tinggal, tidak selalu aku harus ketemuan di suatu tempat seperti di
awal perjumpaan.
Saat itu aku ketemu dengan dia dalam rangka mengganti asuransi
mobil yang kupergunakan, karena mobilku saat di perbaiki di bengkel
harus masuk bengkel asuransi yang menurutku cukup jelek, karena setelah
keluar dari sana masih harus di spooring dan balancing berkali-kali.
Menurutku orang-orang di Bengkel tersebut kurang begitu terlatih untuk
mengeset mobil-mobil baru, dan hanya mahir sebatas membereskan body
penyok saja.
Setelah memarkirkan kendaraan di Emporium Mall Bangkok, aku
bergegas naik Skytrain dari BTS Phrompong yang terletak di depan Mall
dan melaju menuju Central Silom Saladaeng. Rencananya sehabis mengurus
urusan asuransi aku ingin mengajaknya bermain bowling di Central Rama
ii sekaligus menghangatkan kembali suasana yang sempat dingin dan kaku
beberapa waktu terakhir ini. Setelah mondar-mandir saling mencari dan
bertelepon akhirnya kami berjumpa di sebuah café di lantai tiga mall.
Setelah basa-basi sejenak lalu kami duduk saling membicarakan masalah
asuransi serta fasilitas pertanggungan yang akan aku dapat jika
menggunakan produk yang ia tawarkan. Cukup lama ia mempelajari
surat-surat kendaraan dan pertanggungan asuransi yang lama. Lalu ia pun
memberikan option penawaran kepada ku, sementara aku memilih untuk
mengambil paket asuransi yang bisa langsung service di bengkel resmi
dealer bukan di bengkel garasi kecelakaan lalu lintas seperti yang
diberikan oleh penjual mobil.
Setelah aku selesai memilih dan menandatangani beberapa dokumen
yang di pilihkan olehnya, tidak berapa lama ada telepon masuk ke HP
nya. Kemudian selesai berbicara di HP ia memandangku diam agak lama.
Lalu ia berkata pelan..
"Dewa, I am so sorry, actually I have been married".
Setengah kaget separuh menjerit aku berkata, "What? When? Why you don't tell me?".
Lalu ia diam sejenak dan berkata, "You know when we first talked on
phone on December last year, actually I have been married for a month,
I am so sorry Dewa".
Tidak berapa lama datang seorang lelaki chinese Thailand, sudah
agak tua, botak gendut persis cukong, dengan pakaian kemeja santai
terbuka atasnya menghampiri meja kami. Lalu ia berkata..
"Dewa this is my Husband, honey this is Dewa my client". Aku hanya
terdiam dan menyalami sambil terpaksa senyum basa-basi. Tidak berapa
lama mereka cabut dan berlalu dari pandanganku.
Beberapa minggu kemudian aku menerima surat dari Anchelly yang menuliskan..
"Dewa, I am so sorry, actually I like you very much, but we must
realize that this cannot be done. I have husband, and you still have
future still young. We better just as a friend for goodness of our
friendship".
Aku hanya melipat kembali surat tersebut, membawanya ke Main Office
di lingkungan pabrik, dan memasukannya ke dalam mesin shredder kertas
lalu menghancurkannya. Sore itu langit mendung suram sehabis hujan,
sesuram hatiku.
*****
Seperti yang di ceritakan oleh seorang teman dalam curhat di sebuah cafe di sudut kota Bangkok.
E N D
| Title | Author | Views |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
35,594 |
| Murid Baru |
brian_suck@yahoo.com |
30,480 |
| Birahi Jalang - 1 |
kontiki@yahoo.com |
26,178 |
| Dokter Shinta Bertugas Di Desa Terpencil – 2 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,952 |
| Antara Pekan Baru - Jakarta - 1 |
Omkusayang@yahoo.com |
16,678 |
| Birahi Jalang - 3 |
kontiki@yahoo.com |
15,884 |
| Pro Di Kelasnya |
dante_is_me@yahoo.co.uk |
15,104 |
| Misteri Akhir Pekan Mila |
ucd@toosexyforyou.com |
14,688 |
| Birahi Jalang - 2 |
kontiki@yahoo.com |
14,549 |
| Kisah X Satu |
Jeki Velani |
13,654 |
| Bumbu Rahasia 01 |
Bumbu Dapur |
12,283 |
| Tangisan Cintaku |
Gesby |
10,201 |
| Nina Temanku |
bowomdn@yahoo.com |
10,153 |
| Memori Dalam Tugas - 1 |
drinkmyjuice@hotmail.com |
10,139 |
| Kado Pernikahan - 1 |
Wisnu Wahyudi |
9,748 |
|
|
|
|
|
|
|