|
|
"Punya Mas besar banget" bisiknya.
"Gede mana dengan punya Mas Samsi?"
"Gedean ini. Lagian lebih panjang."
Kami tertawa dan meneruskan pagutan kami. Giliran aku yang bekerja
sekarang. Aku selangkangannya dengan tangan kananku. Ternyata kancing
dan resleting celana jeansnya telah terbuka. Aku terus saja menerobos
kedalam celana dalamnya. Kurasakan bulu kemaluannya kriting dan lebat
menyentuh lembut telapak tanganku. Jariku menyentuh klitorisnya, lalu
menggosoknya berputar. Ia semakin bergairah. Ciuman kami semakin ganas.
Lalu kugunakan jariku untuk mengelus celah vaginanya diantara bibir dua
vaginanya yang menyembul indah, sambil mencari lubangnya. Kata orang,
bibir vagina yang gembul ini menimbulkan rasa yang lebih nikmat
terhadap zakar disetubuhi. Ketika jariku menemukan lubangnya, kurasakan
sudah ada cairan yang membasahinya. Aku mencoba menusuknya dengan satu
jari. Bibir Srini jadi terbuka merasakan kenikmatannya.
"Ahh.." katanya Lalu memagutku kembali.
Aku lalu memaju mundurkan jariku yang mulai basah oleh cairan
vaginanya. Tangannya jadi semakin keras mengurut kermaluanku. Tiba-tiba
ia berhenti. Lalu berdiri dan membuka seluruh pakaiannya sampai celana
dalamnya sehingga bugil. Akupun tak mau ketinggalan. Kubuka seluruh
pakaianku, sehingga ketika celana dalam kuperosotkan, batang kemaluanku
menyembul keras. Srini tertawa melihatnya.
"Hebat.." Katanya.
Ia lalu berbaring telentang dan mengajakku naik diatasnya. Aku
menatapnya penuh nafsu. Jantungku terus berdegup kencang. Nafaskupun
sudah memburu. Tubuhnya langsing, putih-mulus dan padat. Payudaranya
mungil dan kencang. Mimpi apa aku semalam sehingga dapat rejeki nomplok
begini. Tanpa nunggu waktu akupun naik ke atasnya. Ia membuka kakinya
dan seketika terlihat vaginanya yang berwarna kecoklatan ditengah bulu
lebatnya, membuka untukku. Aku memeluknya erat dan bibirku kembali
mengulum bibirnya. Ia menyambutnya dengan nafsu yang sama. Dengan satu
tangan ia memegang batang zakarku yang sudah tegak dan membimbingnya ke
arah vaginanya. Tiba di mulut vaginanya aku mendorongnya perlahan.
Meskipun basah, batangku agak susah masuk, karena agak sempit.
"Ahh.." Desahnya.
"Teruss hh.. Punyamu besar.. owww.. enak"
Kulihat mata Srini setengah membuka. Nampaknya ia amat menikmati
persetubuhan ini. Aku menekan lagi. Baru setengahnya aku cabut. Tapi
tangannya yang satu menekan pantatku. Lalu kedu akakinya melingkari
pinggangku. Lengkap sudah. Aku memasukkan zakarku kembali dan
mendorongnya lebih kuat. Dua pertiga masuk. Kucabut. Lalu kumasukkan
lagi dengan tekanan yang lebih kuat. Akhirnya batangku amblas ditelan
vaginanya. Tak terkatakan rasa nikmat yang kudapatkan. Aku menciumi
wajah bibir dan dadanya. Kuhisap dengan ganas. Kadang-kadang kupelintir
puting susu yang agak kehitaman itu dengan bibirku dan ia mengerang
nikmat.
"Ahh.. aw.. Ohh.. ohh. Cabut dong."
"Ahh.." Aku cuma mendesah nikmat.
Aku mulai menarik batangku. Ia mengerang. Lalu kutekan lagi.
Akhirnya dengan lancar kukayuh batangku mengocok vaginanya. Terdengar
suara keplokan saat selangkangan kami beradu. Srini mengerang-ngerang
tiada henti.
"Awww.. ahh ..owww.. eenakk.. aduhh.. teruss..shh..uhh.. uhh.. awww.."
Aku merasakan batangku diurut oleh vaginanya yang sempit dan
kencang itu. Geli dan enak. Tak terkira nikmatnya. Dan aku masih saja
menggenjot ketika ia menurunkan kedua kakinya ke kasur. Dengan bertumpu
pada pijakan kakinya ia menggoyang pinggulnya berputar-putar mengikuti
ayunan batangku keluar masuk liang nikmatnya. Luar biasa. Penisku
terasa dipelintir.
Si Cantik ini rupanya tahu cara menciptakan kenikmatan dan kepuasan
bagi laki-laki. Sayang sekali Samsi terlalu sibuk dengan pekerjaannya
sehingga tidak dapat memenikmatinya setiap saat. Kalau aku jadi dia,
mendingan cari kerja lain yang bisa pulang sore dan menikmatinya.
Sambil mernggoyang pinggulnya ia menarik tangan kananku untuk meremas
dada kirinya. Sedangkan dada kanannya masih dalam mulutku. Kuhisap
mesra dan kutarik-tarik dengan bibirku. Tiba-tiba goyangannya berubah
semakin kencang. Tangannya pun pindah ke rambutku dan menarik-narik
dengan liar. Mulutnya semakin keras mengerang. Nafasnya semakin
memburu. Keringatnya semakin banyak. Rupanya ia hampir orgasme. Akupun
ingin keluar. Aku tidak tahu kenapa secepat ini. Biasanya aku bisa
bertahan lama. Mungkin karena udara dingin. Atau mungkin karena aku
mendapatkan bidadari yang mau memuaskan nafsuku.
"Ahh.. teruss.. cepatt.. cepetiin.. awww.. ahh ..owww.. mass sstt.. aku.."
"Yahh.. ohh.. iyaahh.. ituu.. ahh.. keluarr.. aww!"
Serr.. serr.. Terasa batangku tersiram cairan hangat dalam
vaginanya. Ia menyemprotkan air maninya begitu kencang. Badannya
mengejang dan memelukku sangat kencang. Aku menghentikan enjotanku
sebentar dan membenamkan seluruh batangku dalam liang nikmatnya.
Terjepit diantara bibir vaginanya yang sempit dan ditambah gairah yang
semakin membara, aku pun tidak tahan lagi.
"Huhh.. ahh.. ohh.."
Serr! Serr! Serr! Air maniku menyembur diujung lubang vaginanya
yang terdalam. Aku memeluknya sekuat tenagaku. Bibirku pun mengenyot
bibirnya. Ia membalasnya. Kenikmatanku telah mencapai puncaknya.
Keringat membasahi tubuh kami di tengah cuaca dingin tengah malam. Aku
terhempas di atas tubuhnya. Lemas.
"Enak mass?" bisik Srini.
"Bukan enak tapi.. nikmat." balasku sambil mencium telinganya.
Ia tertawa dan balas mencium pipiku. Kami terdiam agak lama,
menikmati sisa persetubuhan kami. Batangku mulai mengerut tapi masih
tertanam dalam vaginanya.
"Boleh saya tanya sesuatu?" bisikku.
Ia mengangguk.
"Kenapa sih napsu banget, sampai orang tidur diganggu?"
"Kalau saya jawab, jangan marah ya."
Ia mengelus dadaku yang berbulu.
"Emangnya kenapa?"
"Tadi waktu Mas lagi mandi, saya ngintip. Saya lihat punya Mas gede banget. Lebih gede dari punya suami saya. Saya jadi napsu."
"Jadi, tadi itu takutnya cuma pura-pura?"
"Takutnya sih benarran. Cuma kalau sudah nafsu gitu dan ada kesempatan, kenapa nggak dimanfaatkan?"
"Nakal yach?!"
Aku mencubit hidungnya. Ia membalas dengan mencubit pinggangku.
"Aduh.. Enak" bisikku. Ia malah semakin keras mencubitku.
"Aduhh.. hh.. hh.. ooww" Aku mendesah menirukan suara orang bersetubuh.
Ia tertawa dan berhenti mencubitku. Kini giliran bibirnya yang
menyumpalku agar tidak meneruskan desahan palsuku. Ia berhenti dan
memandangku. Kami tertawa.
"Aku haus.." katanya.
"Ayo.."
Bisikku, "aku juga kepingin minum."
Dengan hanya memakai selimut kami ke dapur. Selesai minum kami
tidak kembali ke kamar. Ia mengajak duduk di sofa, lalu sambil
menyenderkan badannya ke badanku ia menyalakan televisi. Tapi tengah
malam begini mana ada TV yang siaran? Akhirnya TV pun dimatikan. Ia
menoleh padaku dan tersenyum. Aku mendaratkan ciuman lembut di bibirnya
yang ranum. Ia membalasnya dengan ganas. Kamipun saling mengulum,
menggesekkan bibir kami, saling menyedot lidah lawan.
Batangku yang tertutup selimut mulai bangun lagi. Aku tak kuasa
menahan tanganku untuk memegang dadanya yang kecil tapi montok dan
masih tertutup selimut itu. Kubuka selimutnya, sekejap kemudian kuremas
dan kupilin putingnya berganti kiri kanan. Srini mulai mendesah dan
tangannyapun mulai beraksi, meremas batang kemaluanku sudah mulai
tegang dibalik selimut. Ia menyibakkan selimut yang kupakai dan dalam
seketika ia sudah mencengkeram kemaluanku. Ia meremas dan mengurutnya
dengan penuh nafsu. Ciumanku mulai turun ke dagunya, lalu lehernya dan
kemudian dadanya. Aku berlutut dihadapannya dan secara otomatis ia
membuka kedua kakinya. Sambil meremas dengan kedua tanganku, puting
payudaranya kuhisap dengan mulutku, berganti kiri dan kanan.
Desahan Srini mulai keras dan ia kini membelai punggungku dengan
tangannya. Terkadang ia membelai rambutku dan memegang kepalaku.
Mulutku lalu turun keperutnya, bulu kemaluannya dan akhirnya berhenti
tepat di depan kemaluannya. Kuperhatikan bentuk kemaluannya, indah
sekali. Kelentitnya berwarna kecoklatan berada di ujung atas celah
vagina, dibawah rambut kemaluannya yang ikal dan lebat. Sedangkan
disisi celah vagina itu dua bukit daging menyembul seakan melindungi
celah itu. Perfect! pikirku. Bisa jadi kemaluanku tadi merasakan nikmat
bukan kepalang karena rupanya kedua bukit ini ikut menjepitnya.
Kuangkat kedua lututnya ke atas kedua punggungku. Kukecup vagina itu
dengan mesra lalu kujilat celah itu dari bawah ke atas. Terasa ada
cairan membasahi bibir dan lidahku. Agak asin rasanya. Aku malah
semakin bergelora menjilat, mengulum dan mengecup kemaluannya.
Kadang-kadang kelentitnya kutarik-tarik dengan mulutku. Srini nampaknya
tidak menduga hal ini kulakukan.
"Awww.." ia menjerit keenakan dan kepalanya terkulai di senderan sofa, menggeleng kiri dan kanan.
Tangannya menekan kepalaku. Aku menarik kedua bukit daging
vaginanya dengan jari tanganku dan terlihatlah lubang kecil disebelah
bawahnya, sementara celahnya terbuka dan berisi daging kemerahan. Aku
memasukkan lidahku kedalamnya dan kupelintir. Badan Srini bergetar
hebat sambil merintih tertahan.
"Ahh.. terusshh.. awww.. Nikmaat.. aahh.. Ahh.."
Aku terus menjilati dan memutar-mutar lidahku pada lubang
kemaluannya. Terkadang jarikupun ikut partisipasi, menusuk-nusuk lubang
itu. Lama-kelamaan lidah dan mulutku terasa pegal. Kuangkat kepalaku
dan bergerak keatas mencium bibir Srini. Ia menyambutnya dengan ganas.
Cairan yang berasal dari vaginanya kini membasahi juga bibir dan
pipinya. Aku berusaha membimbing kemaluanku dengan tangan kanan, tapi
Srini menahan dadaku dengan tanggannya, pertanda ia belum mau memulai.
Ia memintaku duduk bersender, kemudian ia berlutut dihadapanku. Lalu
dengan cepat ia mencengkeram kemaluanku yang juga sudah basah oleh
cairan, lalu dikocoknya. Ia mengulurkan lidahnya ke arah kepala
batangku yang sudah mulai tegang lagi, dan menjilatinya. Lalu seluruh
batangkupun dijilatinya turun naik.
Dimasukkan batangku kedalam mulutnya sedikit sehingga hanya
kepalanya saja yang ada dalam mulutnya. Ia mengenyotnya seperti es krim
dan memutar-mutar kepalanya. Aku terpana dalam kenikmatan. Tidak
disangka cewek cantik dan sopan di kantor bisa fantastis dalam soal
sex. Ia pasti pernah nonton film blue, karena adegan semacam itu hanya
ada dalam film semacamnya. Aku semakin merasa keenakan ketika ia
memasukkan seluruh batangku kedalam mulutnya dan menghisap-hisapnya.
Kepalanya turun-naik mengikuti kulumannya. Ia mendesah-desah dan
pantatnya ikut bergoyang. Rupanya ia juga memainkan kelentit dan
vaginanya dengan tangan kiri. Merasa tidak tahan aku menarik tubuhnya
ke atas dan merapatkan kedua pahaku agar ia duduk mengangkangiku.
Kugeser dudukku agak kebawah sehingga kemaluanku yang sudah tegang
tepat berada dibawahnya. Ia meletakkan kedua lututnya di sofa dan
merendahkan posisinya. Dengan tangan kirinya ia membimbing kemaluanku
masuk kedalam vaginanya. Dengan memegang kedua pantatnya yang kencang
itu aku menekan ke atas.
Batangku mulai masuk sedikit-demi sedikit. Lubang vagina terasa
sempit dan menjepit kemaluanku. Rasa nikmat luar biasa menyelimuti
tubuhku. Kini batangku sudah tertelan semua dan terasa ujungnya
menyentuh dasar vaginanya. Srini menggoyangkan pantatnya ke kiri dan
kanan, semacam isyarat agar aku mulai mengayuhnya. Dengan kedua
tanganku kuangkat pantatnya perlahan, lalu kuturunkan lagi. Masih
terasa sempit, tapi kali ini sudah licin oleh cairan yang keluar dari
kedua alat kami. Tak lama kemudian batangku dengan lancar keluar masuk
pintunya, diringi suara erangan Srini yang mulai keras. Deru nafasku
pun mulai memacu. Betapa nikmat bersenggama di malam dingin seperti
ini, dengan suara rintik hujang masih menemani enjotanku. Sambil
mengayunkan pantatnya, aku mulai menyedot puting payudara Srini yang
dari tadi menganggur. Kusedot dengan penuh nafsu. Terkadang Srini
membantunya dengan meremas payudaranya sendiri dari arah tepi. Aku
menghentikan ayunanku dan memintanya turun. Lalu kubalikkan badannya
agar membelakangiku. Lalu dengan kakinya yang terbuka mengangkangiku
kuturunkan tubuhnya.
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
96,298 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
65,803 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
56,368 |
| Percaturan Birahi Istriku - 2 |
rm4gedon@yahoo.com |
52,675 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
52,417 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
51,805 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
45,463 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
42,482 |
| Orgasme dengan Bertukar Pasangan 01 |
tante_mirna@yahoo.com |
40,552 |
| The Fantasy Reality - 1 |
r3n0r4@yahoo.com |
39,162 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
38,892 |
| Perselingkuhan Ibuku 05 |
dave_putu@yahoo.com |
36,563 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
36,246 |
| Vivi, Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami |
Bendot |
35,820 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
34,960 |
|
|
|
|
|
|
|