|
|
Dari bagian 1 Baik Pram maupun aku sangat terkesan dengan apa yang baru kami lakukan.
Menjadi sangat istimewa karena baru saat inilah aku merasakan memekku
dimasuki kontol selain milik suamiku dan sekaligus orang yang
mengisinya adalah seseorang yang pernah punya kesan khusus di hatiku.
Dengan berat hati aku bilang kalau sekarang dia harus pergi karena aku
harus menjemput anakku. Sebelum pergi, Pram meninggalkan nomor
handphone dan memintaku untuk menghubunginya setiap saat aku
membutuhkannya. Aku kemudian mengantarnya sampai ke pintu depan dan dia
meninggalkanku dengan ciuman lembut di pipi.
Malamnya ketika suamiku pulang, dan anakku sudah tidur suamiku
minta aku menceritakan tentang apa yang aku lakukan dengan Pram tadi
siang. Sambil berbaring berdua aku mulai bercerita. Sambil seksama
mendengarkan tangannya menelusup ke balik rokku dan langsung menuju ke
memekku (aku tidak pakai celana dalam). Lalu di bilang, wah memeknya
masih bengkak nih. Lalu jarinya mulai mengusap itilku. Sambil terus
bercerita aku usap puting susu suamiku sehingga suamiku makin
terangsang mendengar ceritaku. Dia jadi tidak sabar dan membuka
celananya lalu memasukkan kontolnya ke memekku.
Aku baru mulai menikmati gerakan kontolnya di memekku ketika
tiba-tiba suamiku bilang kalau dia sudah mau ejakulasi. Aku bilang
tahan dulu karena aku masih belum mau orgasme, namun apa daya suamiku
tak mampu menahan dan akhirnya dia menyemprotkan spermanya di dalam
memekku. Tak lama kontolnya mulai layu dan kemudian dia tertidur
kecapean. Aku kini dalam posisi "menggantung" karena aku belum orgasme.
Kemudian kucoba untuk melanjutkan dengan jalan memainkan jariku di
memekku. Entah mengapa meskipun suamiku ada di sisiku, saat
bermastrubasi yang justru aku bayangkan seolah-olah Pram yang kini
sedang menyetubuhiku. Sambil membayangkan kejadian tadi siang aku terus
memainkan memekku sampai kemudian aku orgasme. Namun kuakui rasanya
tidak sehebat dengan apa yang aku rasakan tadi siang.
Besoknya perasaan menggantung itu masih ada. Dan seperti rutinitas
biasa, setelah suami dan anakku pergi, aku kembali sendiri di rumah.
Tiba-tiba keinginan untuk mengulangi apa yang kulakukan kemarin dengan
Pram muncul dengan kuat. Aku hubungi nomor HP-nya dan menanyakan apakah
ia bisa datang sekarang. Sayangnya dia bilang tidak bisa, karena ada
yang harus dia kerjakan pagi ini. Lalu aku tanya gimana kalau malam.
Dia balik tanya bagaimana dengan suamiku. Aku bilang kalau suamiku
sebernarnya tahu apa yang kita lakukan kemarin dan dia menyetujuinya.
Jadi aku pikir malam ini pun tidak apa-apa kalau dia datang. Tapi dia
jawab dia masih merasa sungkan untuk ketemu dengan suamiku.
Akhirnya aku usulkan gimana kalau kita keluar sekalian makan malam,
tapi aku mau bilang suamiku dulu. Dia bilang setuju karena malam ini
dia punya banyak waktu. Katanya hari ini adalah hari terakhir dia
berada di kotaku untuk pekerjaannya sebelum besok di kembali ke
kotanya. Aku kemudian menelepon suamiku dan menceritakan rencanaku,
suamiku bilang oke. Aku begitu bersemangat dan ingin mempersiapkan
sesuatunya dengan baik. Aku lalu pergi ke kamar mandi, mencukur bulu
memekku dan memakai lulur wangi sehingga nanti malam Pram benar-benar
terkesan dengan penampilanku.
Malam hari jam delapan suamiku pulang. Anakku sudah tertidur
setengah jam yang lalu karena siangnya dia bermain sehingga tidak tidur
siang. Suamiku mendapatiku sudah berdandan rapi dan wangi. Dia kemudian
ajak aku makan malam, namun aku bilang kalau aku mau makan malam diluar
dengan Pram. Akhirnya dia makan malam sendiri. Aku lalu telepon Pram
untuk datang menjemputku. Sebelum Pram datang suamiku memeluk dan
menciumku, tangannya lalu merambah memekku, dia merasakan memekku yang
licin karena pagi tadi baru dicukur. Sambil tersenyum dia bilang, wah
persiapannya hebat sekali, katanya lagi dia jamin Pram pasti tidak akan
merasa cukup menyetubuhiku cuma sekali. Sebelum aku pergi dengan Pram
suamiku penasaran ingin menjilat memekku yang licin, lalu dia
menyingkapkan rokku, membuka celana dalamku dan mulai menjilati
memekku. Aku sedang menikmati jilatan lidahnya di memekku ketika
kudengar suara klakson di depan. Kulihat melalui jendela, ternyata Pram
yang datang. Lantas aku pamit sama suamiku, suamiku bilang celana
dalamnya enggak usah dipake toh aku tidak akan membutuhkannya. Aku cuma
tersipu mendengar ucapannya.
Aku keluar dan langsung menuju Pram yang masih dimobilnya. Sampai
di dalam mobil Pram menyambutku dengan ciuman kecil di pipiku. Lalu dia
tanya sekarang mau kemana. Aku cuma bilang terserah dia. Lantas Pram
mengarahkan mobilnya ke sebuah restoran. Turun dari mobil, Pram memeluk
pinggangku sambil berjalan menuju restoran, serasa masa berpacaran kami
dulu. Makan malam berlangsung dengan romantis, diselilngi dengan saling
bercerita tentang masa kami berpacaran dulu. Dia bilang dia sangat
berbahagia karena kini telah merasakan apa yang dulu sangat ingin
rasakan namun belum pernah terlaksana. Dia menambahkan kalau sampai
sekarang dia masih belum menikah. Dia bilang meskipun kini dia sudah
punya tunangan, dia masih sering mengingatku dan karenanya benar-benar
menikmati kebersamaan ini.
Selesai makan malam, Pram mengarahkan mobilnya ke luar kota.
Menjelang di luar kota, di daerah yang sejuk kami lalu berbelok
memasuki sebuah motel. Sebuah motel yang cukup luas dan asri. Mobil
langsung menuju garasi yang terletak persis di bawah kamar motel.
Seorang pelayan membukakan pintu garasi dan langsung menyodorkan
formulir check-in. Setelah menandatangani formulir serta membayar
tagihan awal, si pelayan kemudian menutup pintu garasi. Pram lalu
mengajakku menaiki tangga menuju kamar motel di atas.
Kamar motel itu cukup luas, ada sebuah ranjang ukuran kingbed,
seperangkat sofa dan TV set, serta kamar mandi yang dilengkapi bathtub.
Pram rupanya sudah tidak sabar lagi, tanpa berkata dia langsung
menarikku dan mencium bibirku dengan penuh gairah. Kusambut ciumannya
dengan penuh gairah pula. Sambil menciumku tangan Pram dengan
semangatnya meremas susuku. Aku kemudian membuka celana yang dia
kenakan dan tak sabar aku dorong Pram ke arah ranjang. Dalam keadaan
Pram yang terlentang kumasukkan kontol Pram ke mulutku dan mulai
mengulumnya dengan semangat. Kumainkan kontolnya yang besar itu keluar
masuk mulutku. Pram hanya bisa memejamkan matanya menikmati hisapanku.
Tak lama Pram bilang kalau dia ingin menjilati memekku. Pram lantas
mencopot seluruh pakaianku dan pakaiannya sendiri, sampai kami berdua
kini telanjang bulat. Lalu dia kembali berbaring dan memintaku
meletakkan pantatku di atas mukanya.
Maka dengan posisi 69 aku kembali mengulum kontol Pram sementara
dia menjilat memek dan itilku. Kira kira setengah jam kami dalam posisi
itu ketika kurasakan orgasmeku telah mendekat, sampai kemudian aku
mencapai orgasme. Dengan mulut masih mengisap kontol Pram, kutekankan
memekku dengan kuat ke muka Pram. Dia sendiri dengan kuat mengisap
itilku sampai aku benar benar melayang. Beberapa saat setelah orgasmeku
memudar, Pram lalu membaringkanku di ranjang, mulutnya kini mengisap
puting susuku bergantian. Setelah puas mengisap dan mengulum susuku,
kemudian dia naik ke atasku dan mengarahkan kontolnya di memekku.
Dengan lembut dia mengusapkan kepala kontolnya di memekku. Memekku kini
sudah sangat basah dan menginginkan kontolnya untuk segera dimasukkan
ke memekku. Perlahan Pram menekan kontolnya ke lubang memekku. Meski
memekku sudah basah, Pram agak kesulitan untuk memasukkan kontolnya.
Dengan jariku, kubuka bibir memekku lebar-lebar, sampai kemudian
seluruh kontolnya masuk di memekku. Dia mulai menggerakkan kontolnya
keluar masuk memekku.
Setelah kira-kira 10 menit Pram mengentotku, tiba tiba aku
merasakan kalau aku ingin pipis. Aku bilang kalau aku mau pipis dulu,
Pram mencabut kontolnya dan lalu menuntunku ke kamar mandi. Di kamar
mandi, Pram minta aku kencing sambil berdiri, lalu mulutnya kembali
menjilati memekku. Dorongan untuk pipis sudah sangat mendesak dan aku
sudah tidak tahan lagi. Dan air kencingku kini menyembur dengan deras.
Tapi Pram malah terus menjilati memekku sehingga air kencingku mengenai
wajahnya bertubi-tubi. Setelah selesai, Pram menyalakan shower dan
mengajakku mandi bareng. Tangannya membalurkan sabun ke seluruh
tubuhku, dan ketika giliranku menyabuninya ketika sampai di bagian
kontolnya kukocok kontolnya sampai sambil tertawa dia bilang "sudah
nanti aku keburu nyampe di luar". Sambil terus bercanda Pram bilang
sini aku sabuni bagian dalam memekku. Aku bilang gimana caranya? Lalu
dia memintaku sedikit menungging, sambil masih berdiri dan kontolnya
penuh sabun, dia lalu memasukkan kontolnya ke memekku. Dia bilang
begini caranya menyabuni bagian dalam memekmu.
Lantas, dia mengisi bathtub lalu mengajak untuk meneruskan
permainan cinta kami di bathtub. Pram lalu berbaring dan minta aku
memasukkan kontolnya dengan posisiku di atas. Aku menggerakkan pantatku
naik turun sampai air di bathtub bergelombang karena gerakan kami.
Setelah kurang lebih setengah jam Pram lalu memintaku menungging di
bathtub dan memasukkan kontolnya dari belakang. Dengan gerakan yang
makin lama makin cepat aku kemudian mencapai orgasmeku yang kedua yang
tak lama kemudian Pram pun mencapai ejakulasi. Pram menyemprotkan
spermanya yang hangat di memekku.
Setelah mengeringkan badan, lalu kami berdua pergi ke ranjang dan
sambil saling berpelukan kami tertidur bagaikan sepasang pengantin
baru. Ketika terbangun kulihat waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini
hari. Pram lalu kubangunkan karena aku harus pulang. Namun dia bilang
dia masih mau menyetubuhiku sekali lagi sebelum pulang. Lalu dengan
romantis Pram kembali mencumbuku untuk kemudian memasukkan kontolnya
kembali di memekku. Akhirnya kami berdua mencapai orgasme, aku sengaja
tidak membersihkan memekku karena aku tahu suamiku suka melihat memekku
masih basah oleh sperma laki-laki lain yang baru bersetubuh denganku.
Kami sampai di rumah pukul setengah lima. Dan Pram meninggalkanku
di pintu depan. Dia bilang dia akan mengusahakan untuk datang ke kotaku
sesering mungkin. Ketika aku masuk kudapati suamiku masih lelap
tertidur. Perlahan aku naik ke ranjang dan kudekatkan memekku di muka
suamiku. Dari memekku, sperma Pram menetes keluar membasahi wajah
suamiku, suamiku terbangun dan tersenyum melihatku. Lalu tanpa banyak
omong dia langsung menjilati memekku yang sangat basah oleh sperma
Pram. Setelah bersih, aku lalu memasukkan kontolnya ke memekku. Sambil
bercinta, suamiku minta aku menceritakan kejadian tadi malam. Suamiku
bilang gimana kalau kapan-kapan ajak Pram untuk bermain bertiga. Aku
bilang nanti aku coba hubungi dia. Akhirnya suamiku pun kembali
mencapai ejakulasinya dan menambah sperma di dalam memekku dengan
miliknya, tercampur dengan sperma Pram.
Ke Bagian 3
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
32,999 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
29,762 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
27,748 |
| Percaturan Birahi Istriku - 2 |
rm4gedon@yahoo.com |
26,119 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,654 |
| The Fantasy Reality - 1 |
r3n0r4@yahoo.com |
23,833 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
22,056 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
20,223 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
19,833 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
19,203 |
| Perselingkuhan Ibuku 05 |
dave_putu@yahoo.com |
16,828 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
16,479 |
| Selingkuh dengan Ketua RT - 1 |
marini_adit@yahoo.com |
15,847 |
| The Fantasy Reality - 2 |
r3n0r4@yahoo.com |
15,614 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
15,220 |
|
|
|
|
|
|
|