|
|
Dari Bagian 2 Karena kesulitan untuk login di www.sumbercerita.com, baru kali inilah aku
bisa mengirim lanjutan cerita. Bagi yang belum baca bagian 1 & 2,
silakan baca di section "Tukar Pasangan" dengan judul yang sama. *****
Atas permintaan suamiku aku menghubungi Pram melalui telepon,
mengundangnya untuk datang ke rumah kami. Awalnya Pram agak segan untuk
bertemu suamiku, namun aku berusaha meyakinkan bahwa suamiku sudah
mengetahui semua yang kita lakukan dan dia malah menyetujuinya.
Kutambahkan bahwa dengan demikian maka kesempatan kita untuk bertemu
semakin besar karena bisa dilakukan kapan saja jika waktu dan
kesempatan memungkinkan. Akhirnya Pram setuju dan akan meneleponku
terlebih dahulu sebelum datang. Selang beberapa minggu kemudian barulah aku menerima telepon dari Pram
mengabarkan bahwa dia akan datang pada akhir minggu ini, bertepatan
dengan long weekend (hari libur nasional yang berdempetan dengan hari
minggu). Saat itu juga aku langsung menelepon suamiku yang masih di
kantor tentang rencana Pram yang akan datang berkunjung. Suamiku lantas
mengusulkan bagaimana jika kita sekalian berlibur keluar kota bersama,
mumpung long weekend. Aku bilang aku sih setuju saja, asalkan Pram juga
setuju. Suamiku bilang kalau dia akan booking kamar dari sekarang,
soalnya kalau tidak, susah dapat hotel di saat long weekend. Akhirnya, hari Sabtu yang ditunggu tiba. Pram datang sekitar jam 11
siang. Saat itu anakku masih di sekolahnya dan baru akan pulang sekitar
jam 12-an, sementara suamiku masih di kantor. Aku langsung menyambut
Pram dengan pelukan kangen dan Pram balas memelukku, lalu lantas
mencium bibirku. Namun meskipun hasratku begitu menggebu untuk segera
making love dengan Pram, aku harus menahan diri karena sebentar lagi
anakku segera datang. Pram lalu kemudian pamit untuk pergi ke kamar
mandi untuk membersihkan badannya selepas perjalanan jauh dari kotanya.
Aku sendiri kemudian menyiapkan makan siang untuk Pram dan keluargaku.
Sekitar jam 12 anakku sampai di rumah. Aku lalu perkenalkan Pram
sebagai teman ayahnya. Pram cepat akrab dengan anakku. Setengah jam
kemudian suamiku datang dari kantor dan aku langsung mengajaknya ketemu
Pram. Sebenarnya suamiku sempat mengenal Pram, itu dulu ketika aku
masih pacaran sama Pram aku sebenarnya sudah mengenal suamiku sekarang
ini, tapi saat itu hanya sebatas teman. Dan dalam satu kesempatan aku
sempat mengenalkan Pram sebagai pacarku kepada suamiku. Tapi saat itu
mereka hanya saling bertegur sapa dan tidak berkenalan lebih jauh. Suamiku lantas menyapa Pram, yang kelihatan agak canggung. Namun
kemudian aku mengajak mereka untuk bersama makan siang. Di meja makan
suamiku aktif memulai pembicaraan, namun umumnya yang dibahas sekitar
masalah bisnis dan politik secara umum. Setelah makan selesai, terlihat
kekakuan sudah mulai mencair. Sementara aku membereskan meja makan,
mereka berdua lalu melanjutkan obrolan mereka sambil merokok di beranda
rumah. Kelihatannya mereka berdua sudah mulai akrab, kerena sesekali
tawa lepas mereka terdengar. Belakangan aku tahu bahwa mereka
membicarakan aku, tentang betapa hot-nya aku di ranjang. Selepas pukul tujuh malam setelah kami selesai berkemas, kami berempat
(termasuk anakku) dengan menggunakan sebuah mobil kijang pergi menuju
ke sebuah tempat di luar kota, ke hotel yang telah kami book
sebelumnya. Sengaja kami memilih waktu agak malam untuk menghindari
macet yang biasanya terjadi di sore hari. Suamiku yang menyetir mobil,
dan Pram di kursi depan. Aku dan anakku duduk di jok tengah. Setelah
satu jam perjalanan anakku mulai tertidur mungkin karena siangnya dia
tidak tidur maka dengan cepat ia terlelap. Sementara itu obrolan diantara kami sudah mulai terhenti, mungkin
karena kehabisan topik. Suamiku dengan penuh konsentrasi mengemudikan
kendaraannya, dan Pram menatap lurus ke arah depan. Sementara itu aku
mulai merasakan memekku gatal, karena menahan hasrat dari siang. Aku
lalu berinisiatif mengulurkan tanganku ke depan dan memeluk Pram dari
belakang. Pram awalnya merasa enggak enak dan melihat ke arah suamiku,
seolah minta persetujuan. Suamiku tersenyum dan memberikan isyarat
bahwa dia setuju. Pram lalu sedikit merebahkan kursinya dan aku lantas
mencium bibirnya dari arah belakang. Dengan kepala tersandar aku mulai
melumat bibir Pram dan dibalas Pram dengan mengulum lidahku. Kedua tanganku menelusup ke balik kemeja Pram dan mulai mengusap kedua
putingnya. Sementara itu Pram lantas melingkarkan kedua tangannya
kebelakang dan meremas pantatku dengan erat. Tak lama tangan Pram
menelusup ke balik rok dan mengelus pahaku dengan lembut. Perlahan
tangannya bergerak semakin ke atas, kurasakan jari-jarinya menyibakkan
tepian celana dalamku dan mulai menyentuh bibir memekku. Jarinya lalu
memainkan klitorisku dan sesekali memasukkan jarinya ke lubang memekku
yang sudah basah. Tanpa melepaskan ciuman, Pram terus memainkan
jari-jarinya di memekku sampai satu saat aku merasakan kalau orgasmeku
tak terbendung lagi. Sambil menahan suaraku, aku melumat bibir Pram
sekeras mungkin dan mendekapkan kedua pahaku seolah tangannya jangan
sampai terlepas dari memekku. Dan ketika orgasmeku mulai pudar nafasku
sungguh tak beraturan. Ketika aku melirik ke arah suamiku, dia hanya
tersenyum. Beberapa saat kemudian masih dari arah belakang, aku membuka ikat
pinggang Pram dan menelesupkan tanganku ke balik celananya. Kurasakan
kontol Pram yang memang lebih besar dari punya suamiku menegang dengan
keras sekali. Lalu dengan sedikit berjongkok dari arah belakang aku
lalu mendekatkan bibirku ke arah kontol Pram. Aku lantas mulai mengulum
kontol Pram. Sementara itu suamiku hanya bisa menyaksikan dari sudut
matanya, karena ia harus mencurahkan konsentrasinya ke jalan. Setelah
beberapa lama mengulum kontolnya dan menggerakannya keluar masuk
mulutku, Pram berbisik kalau dia udah mau nyampe alias ejakulasi. Aku lalu mempercepat gerakan kontolnya keluar masuk bibirku, lalu tak
lama Pram mulai melenguh dan memuncratkan sperma-nya yang hangat di
mulutku. Saking banyaknya, sebagian dari sperma Pram menetes membasahi
pinggiran bibirku. Aku kemudian menelan sperma Pram. Suamiku tersenyum
kepada kami berdua dan hanya bisa bilang wow. Aku lalu mencium bibir
suamiku (dengan sisa-sisa sperma Pram yang masih menempel di bibirku)
sambil berbisik aku bilang terima kasih. Tak lama kami tiba di hotel tujuan kami. Rupanya suamiku memesan dua
kamar yang dilengkapi connecting door, bersebelahan untuk memudahkan
akses dari satu kamar ke yang lainnya. Sementara suamiku membereskan
administrasi hotel aku dengan menggendong anakku yang masih tertidur
naik ke lantai 3 bareng dengan Pram. Lalu aku masuk ke kamarku dan Pram
ke kamar sebelahnya. Setelah menidurkan anakku di ranjang dan
membereskan barang bawaan kami, aku lalu pergi ke kamar mandi dan mulai
mengisi bathtub. Kemudian sambil berendam aku memainkan memekku.
Meskipun di mobil aku sempat orgasme, rasanya memekku masih ingin
merasakan dimasuki kontol. Tak lama suamiku mengetok pintu kamar dan dengan hanya melilitkan
handuk, aku membuka pintu. Rupanya suamiku sudah tidak tahan
menyaksikan adegan yang tadi aku lakukan di mobil dengan Pram. Maka
dengan bernafsu ia langsung mencium bibirku dan membuka bajunya. Lalu
kami pergi ke bathtub. Suamiku berbaring di bathtub dan aku langsung
menaiki badannya. Baik aku dan suamiku sudah sama-sama terangsang,
sehingga tanpa pemanasan aku langsung memasukkan kontol suamiku ke
memekku. Namun hanya beberapa goyangan pantatku suamiku langsung
memuntahkan spermanya di dalam memekku. Aku sendiri merasakan orgasmeku
makin jauh. Namun aku bisa memahami kondisi suamiku. Suamiku kemudian
terkulai lemas di bathtub dan setelah membersihkan memekku aku bilang
kalau aku mau ke kamar sebelah. Suamiku hanya menggangguk setuju. Setelah mengeringkan badanku dengan handuk, aku kemudian memakai celana
dalam tipis berenda berbentuk kupu-kupu yang memperlihatkan memekku
secara berbayang, setelah itu aku mengenakan baju tidur satinku yang
juga tipis dan memperlihatkan lekuk tubuhku tanpa bra. Kemudian melalui
connecting door aku masuk ke kamar Pram. Kulihat Pram dengan hanya
menggenakan celana pendek tanpa baju sedang berbaring di ranjang
menonton televisi. Aku kemudian berdiri di depan televisi, menghalangi
pandangan Pram ke televisi. Pram tersenyum dengan mata yang tak berkedip menatap seluruh liku
tubuhku. Dengan masih dalam posisi berdiri, aku pejamkan mataku dan
mulai mengusap payudaraku dari luar pakaianku. Lalu tanganku bergerak
keseluruh tubuhku, menelusuri halusnya kain satin yang aku kenakan.
Perlahan tanganku mulai menyentuh memekku yang masih terbungkus
pakaian. Lalu kemudian kurasakan tangan Pram memeluk tubuhku. Ketika
kubuka mataku, kulihat Pram sudah duduk dipinggir ranjang dan mulai
meremas kedua bongkahan pantatku. Lalu kemudian Pram menyenderkan
kepalanya ke arah perutku. Perlahan tangannya bergerak ke atas dan
membuka dasterku. Akhirnya dasterku terlepas meluncur ke bawah dan aku
kini hanya mengenakan celana dalam kupu-kupuku. Kedua tangan Pram kini meremas kedua payudaraku sementara mulutnya
mencium perut dan pusarku. Sungguh sangat membuatku makin terangsang.
Lalu Pram mulai mengulum puting payudaraku dan mengisapnya bergantian.
Setelah beberapa lama dan memekku sudah terasa sangat basah, Pram lalu
menurunkan ciumannya dari payudaraku, perlahan bergerak ke bawah,
kearah perutku lalu ke arah selangkanganku dan menjilat bagian pinggir
celana dalamku. Masih dalam posisi berdiri aku merasasemakin tidak
tahan dan mulai meremas rambut Pram dengan gemas. Pram lalu menarik
tubuhku, menelentangkanku di atas ranjang. Lalu kemudian perlahan dia
membuka celana dalamku dan mulai menjilat klitoris dan memekku. Kali ini aku tidak menahan suaraku lagi seperti waktu di mobil, dan
tanparagu-ragu mulai mengeluarkan erangan seiring dengan kenikmatan
yang makin kurasakan. Dan ketika kurasakan orgasmeku hampir mendekat
aku tarik Pram sambil minta untuk memasukkan kontolnya sekarang juga.
Lalu Pram membuka celananya dan lalu naik ke atas ranjang. Kini
kontolnya yang besar sudah tegak mengacung, aku sungguh tak tahan untuk
tidak mengulumnya walau sebentar. Setelah itu Pram mulai mengarahkan
kontolnya ke memekku dan menggesekkan bibir luar memekku, dan dengan
satu gerakan keras Pram langsung membenamkan seluruh kontolnya ke dalam
memekku. Karena memekku sudah sangat basah dan baru saja dimasuki kontol suamiku
maka seketika kontol Pram langsung masuk. Sungguh suatu kenikmatan yang
tak terhingga. Lalu dengan keras dan cepat Pram memompa menggerakkan
kontolnya keluar masuk memekku. Dalam kenikmatan yang makin memuncak
aku terus berkata, ayo Pram gerakin yang cepet, aku udah mau nyampe...
Akhirnya orgasmeku tiba dan kulingkarkan kakiku ke pinggang Pram dan
menguncinya dengan erat. Pram mengimbanginya dengan membenamkan
kontolnya sedalam mungkin ke memekku. Lalu aku terkulai lemas dan mulai
menata nafasku. Pram ternyata belum sampai. Pram lalu mencabut kontolnya dari memekku
dan memintaku berbaring telungkup. Aku lalu telungkup sambill memeluk
bantal di kepalaku. Lalu Pram mencium rambutku, kemudian turun ke arah
punggungku. Lidahnya bergerak menjilati punggungku yang basah oleh
keringat. Lalu ketika tiba di kedua bongkahan pantatku, Pram dengan
lembut menggigit dan mengisap buah pantatku dan meninggalkan bekas
merah setelahnya. Lalu kemudian lidahnya turun ke sela pantatku, dan
mulai menjilat anusku. Sesekali memasukkan ujung lidahnya ke dalam
lubang anusku. Lalu kemudian menjilat garis memekku dari arah anus
sampai klitorisku. Demikian berulang naik turun sampai kemudian
gairahku menggebu lagu. Pram lalu memintaku menungging dan perlahan
memasukkan kontolnya dari belakang. Terus terang ini adalah gaya favoritku karena gesekan kontol bisa lebih
terasa sampai menyentuh mulut rahimku. Biasanya suamiku tidak bisa
tahan lama dengan gaya ini. Namun Pram sungguh lain, sebab sudah lebih
setengah jam dia masih kuat menahan ejakulasinya. Sampai akhirnya dia
bilang kalau dia udah mau sampai. Aku bilang ayo Pram gerakin yang
cepet, dan minta supaya ejakulasi di dalam memekku. Aku sendiri tidak
khawatir hamil karena aku ikut KB. Lalu Pram kemudian menggerakkan
kontolnya makin cepat dan kemudian kurasakan semprotan spermanya yang
hangat di memekku. Aku sendiri kemudian mencapai orgasmeku yang kedua
pada saat yang hampir berbarengan. Setelah itu dengan mendekapku dari
belakang dan dalam keadaan telanjang kami berdua tertidur. Pagi hari antara sadar dan tidak kurasakan sesuatu yang geli di
memekku, ketika kulihat ternyata Pram sedang menjilati memekku. Sekilas
kulihat jam di meja sudah menunjukkan jam setengah lima pagi. Sambil
tersenyum aku kembali memejamkan mataku dan mulai menikmati jilatan
lidah Pram di memekku. Tanganku meremas kedua payudaraku mengimbangi
kenikmatan di memekku. Lantas Pram bergerak ke atasku, melumat bibirku
dan mulai memasukkan kontolnya kembali. Kali ini kami menikmati
persetubuhan dengan pelan dan dengan bibir yang terus saling berciuman,
suasana terasa lebih romantis. Justru karena suasana itu baik Pram
maupun aku tak bisa menahan orgasme terlalu lama, sehingga kemudian
Pram kembali menumpahkan spermanya di dalam memekku. Setelah itu aku tak mau anakku terbangun dan mendapati ibunya tidur di
kamar lain. Jadi aku cepat-cepat memakai dasterku tanpa mengenakan
celana dalam aku kembali ke kamarku dan suamiku. Bunyi pintu rupanya
membangunkan suamiku, ketika dia melihatku datang dia memberi isyarat
untuk mendekat kepadanya. Lalu tanpa berkata apa-apa dia langsung
menyibakan dasterku dan memintaku untuk duduk di atas wajahnya yang
terlentang di kasur. Lalu kemudian dia mulai menjilati memekku yang
masih basah oleh sperma Pram. Dengan bernafsu dia menjilati cairan
memekku yang telah bercampur dengan sperma Pram yang menetes keluar
dari memekku. Setelah puas suamiku mengajakku ke kamar mandi dan memintaku menungging
di wastafel. Lalu dia memasukkan kontolnya ke dalam memekku dan tak
lama ikut mengisi memekku dengan spermanya tercampur dengan sperma
Pram. Setelah suamiku kembali ke kasur, aku kemudian membersihkan
memekku lalu menyusul suamiku di ranjang.
E N D
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
32,995 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
29,761 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
27,747 |
| Percaturan Birahi Istriku - 2 |
rm4gedon@yahoo.com |
26,118 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,652 |
| The Fantasy Reality - 1 |
r3n0r4@yahoo.com |
23,833 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
22,056 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
20,222 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
19,833 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
19,201 |
| Perselingkuhan Ibuku 05 |
dave_putu@yahoo.com |
16,828 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
16,479 |
| Selingkuh dengan Ketua RT - 1 |
marini_adit@yahoo.com |
15,847 |
| The Fantasy Reality - 2 |
r3n0r4@yahoo.com |
15,613 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
15,220 |
|
|
|
|
|
|
|