|
|
Selesai itu semua, kami sama-sama bangkit. Aku tepuk-tepuk pipi Irfan.
'Aku terkesan banget Fan.. Kamu kreatif banget sihh..'.
Kemudian sama-sama istirahat. Ketika saat makan malam tiba, istriku
pesan makanan lengkap dari room service. Malam itu kami serasa pesta,
beragam makanan, minuman dan buah tersaji dalam kamar, dan dengan tetap
telanjang kami menyantap sama-sama.
Irfan setuju malam itu nginap bertiga di kamar. Ini ide istriku
yang pasti dengan maksud erotis. Dan kami semua menyambut dengan
senang. Aku sendiri berpikir, kemungkinan menjilati bokong Irfan yang
seksi itu. Siapa tahu?!
Selesai makan aku pesan bir 2 botol. Irfan senang juga minum bir.
Kemudian kami ngobrol macam-macam. Sampai soal perang Iraq yang
dilancarkan Amerika.
Suasana jeda itu nggak bertahan lama, istriku kembali menunjukkan
kegatalannya. Dengan duduk di lantai kamar hotel ini, dia raihnya
kontol Irfan yang masih loyo itu, dikulum-kulumnya.
'Uh uh uh.. lihat pa.. Dia nggak sunat paa.. lihat nihh',
sejak awal dalam hal sikap birahi aku berada di sisi istriku dimana
Irfan menjadi obyek bersama kami. Saat istriku menunjukkan kulup besar
yang membungkus kepala kontol Irfan. Sementara aku sungguh takjub,
kontol yang masih loyo itu sudah menunjukkan ukurannya yang luar biasa.
Dalam keadaan tidur saja panjangnya nggak kurang dari 12 cm.
Istriku terus mempermainkan kulup Irfan. Sebentar di tariknya
hingga merekah menampilkan jamurnya yang tersobek oleh celah lubang
kencingnya. Dia jilat-jilat lubang kencing itu. Dan tanpa sadar jakunku
naik turun menelan ludah. Irfan sendiri bersikap masa bodoh, dia asyik
menuang birnya ke gelas dan meminumnya. Istriku tidak berhenti. Dia
cium dan jilati betis Irfan, lututnya, pahanya. Dengan setengah bangun
di juga gigiti dada gempal putih si Irfan ini, kemudian
puting-putingnya. Sementara itu jakunku berkali-kali naik turun menelan
air liurku sendiri.
Pelan-pelan kontol Irfan bangun juga.
'Ayyoo Fan kamu layani tuh tante'.
Aku mendorong Irfan (terselip minatku untuk ikutan nimbrung nanti).
Irfan berdiri bergerak ke ranjang, merebahkan tubuhnya, telentang di
sana. Istriku menyusul langsung menggeluti kontolnya. Istriku berada
diantar paha Irfan. Mukanya dibenam-benamkan ke selangkangan Irfan yang
putih bersih itu. Uhh.. Aku lihat bagaimana istriku yang penuh kegilaan
ini menyedoti segala macam yang berada di kawasan selangkangan Irfan.
Bermenit-menit berlangsung. Aku sendiri akhirnya sangat tergerak
untuk mendekat, menyaksikan bagaimana ekspressi wajah istriku pada saat
kegilaannya datang itu. Matanya setengah merem, hitam matanya ke atas
hingga putihnya nampak lebih banyak. Lidahnya tak henti-hentinya
menjilat, menisiri batang tegar, kokoh, gede, panjang dan
megkilat-kilat itu. Bungkus kontolnya tidak lagi nampak. Kontol yang
sangat nagceng itu meninggalkan bungkus kulupnya tepat di belakang
bonggol jamur merekahnya.
Aku dengar bagaimana Irfan mendesah-desah. Dia merintih dan meracau.
'Enak oomm, enak tantee.. Ooomm.. tantee.. aku entot istrimu ya oomm, aku entotin istrimuu ya oomm..',
Rupanya kehadiranku sebagai suami istriku ini sangat membantu
mendongkrak nafsu birahinya. Aku jadi ingat yang dia adalah pengkhayal.
Kali ini kahayalan ngentot istri orang didepan suaminya sendiri
terlaksana. Dia menngelinjang semabari menaik-naikkan pantatnya,
mendorong kontolnya agar istriku mengisep-isepnya lebih dalam lagi. Dan
itu disambut istriku dengan penuh nafsu pula.
'Aku entotin binimu yaa.. aku entotin dia yaa.. Kamu lihat yaa.. binimu akan keenakan nihh.. ',
racau Irfan ini benar-benar merangsangku. Ingin rasanya aku terjun tapi, aku.. ah nggak lucu ahh..
'Lihat nihh oomm.. Kontolku oomm.. entar kalau keluar pejuhku omm jilat-jilat yaa..oomm',
ternyata Irfan sendiri meracau dengan mata setengah tertutup untuk lebih menikmati landaan birahinya.
Sesudah ucapannya yang terakhir itu dia bangkit. Dia seret istriku
ke atas kasur. Dia telentangkan dan dia kangkangkan pahanya
lebar-lebar. Dia akan mulai melakukan penetrasi. Kontolnya yang telah
ngaceng maksimal itu dipegang dan diarahkannya ke memek istriku. Tentu
istriku menyambut dengan sngat gembira. Dia raih pula kontol Irfan,
kemudian dituntunnya menuju luang kemaluannya. Dan tak lama, bless.
Uuhh uhh.. bukan main.. Aku terbengong-bengong.. Kontol segede
pisang tanduk itu amblas ditelan memek istriku. Aku lihat secara
langsung bagaimana klitoris istriku membelah membuka kesempatan bonggol
jamur si Irfan mendesak lubang vagina hingga melesak dan sekaligus
membuat bibir klitoris itu ikut terbawa melesak. Hal demikian hanya
terjadi dikarenakan kontol si Irfan itu kelewat gede.
Dan lihat, demikan pula saat ditarik, batangan kontol itu juga
membawa kembali bibir klitoris itu. Demikian akan terjadi
berulang-ulang, puluhan kali, bahkan mungkin ratusan kali. Dan apa yang
terjadi? Setiap sodokkan dan tarikan yang sesesak itu dengan sendirinya
akan menggerusi dinding vagina yang dipenuhi saraf-saraf peka birahi
istriku. Dan itulah yang menyebabkan istriku bisa berteriak-teriak
histeris ditimpa kenikmatan yang tak terhingga. Pada saat itu malu,
sungkan, takut atau khawatir sudah tak ada lagi. Pada saat macam itu
hanya satu tujuannya. Orgasme.
Tuh, dengar, istriku langsung berteriak mengaduh. Bokongnya
langsung menggoyang-goyang menahan kegatalan yanga amat sangat.
Sementara itu si Irfan tidak menunggu lagi. Dia genjotnya kemaluan
istriku dengan kontol gedenya itu. Dia tusukkan hingga ke dasarnya.
Mentok habiss!!
Aku saksikan bagaimana istriku menerima entotan itu. Goyang
pantatnya yang melampiaskan gatal birahinya, mengimbangi
tusukkan-tusukan bertubi tanpa jeda dari kontol Irfan. Pada kesempatan
itu aku yang menyaksikan istriku dientot orang ini ikut sibuk dan
blingsatan nggak keruan. Kesana, kemari kesana, kemari mencari sudut
pandang yang paling erotis.
Dan pada saat itulah aku lihat pantat telanjang si Irfan. Dengan
posisinya yang di atas itu, aku saksikan pantat yang putih bersih itu
mempertontonkan lubang duburnya. Uhh.. Warnanya kemerahan, rapet..
Pinggirannya nampak kerutan yang mengarah ke pusat lubang. Saking
menariknya lubang dubbur itu, nggak tahu, aku sangat pengin
menciuminya, menjilatinya..
Dan dengan lenguh serta desah yang nggak bisa aku kendalikan, aku
nekad mendekat ke bokong Irfan, dan kubenamkan wajahku ke pantatnya,
lidahku langsung menjilati lubang itu. Aroma pantat Irfan yang langsung
menyergapku memacu nafsuku makin tinggi. Aku ikut menggila. Dan ketika
aku rasakan ada yang merengkuh kepalaku agar terbenam lebih dalam lagi
ke analnya, aku gembira banget, karena Irfan sendiri langsung menikmati
perbuatanku. Aku semakin menggebu.
Berbagi racauan berebut dalam kamar sempit hotel itu. Dari mulut
istriku, dari Irfan dan dari aku. Mungkin kalau aku bawa rekaman itu
akan terdengar bagaimana suara orang sedang dilanda birahi yang secara
histeris saling berebut tumpang tindih. Aku dengar istriku berteriak
keras sekali, menandai datangnya orgasmenya. Dan pada akhirnya aku juga
dengar Irfan berteriak pula saat spermanya ber-liter-liter tumpah di
lubang vagina istriku. Aku sendiri menunggu kesempatan.
Saat sperma Irfan tumpah itu, aku sepertinya lega.. Aku langsung
menyusup kebawah selangkangan Irfan dan di selangkangan istriku. Aku
siap untuk menjilati cairan kental yang kedua sore/malam ini. Dan
begitu Irfan roboh kesamping tubuh istriku, bibir dan lidahku langsung
menyambut vagina istriku. Kembali lidahku menari-nari ngebor. Cairan
kental itu aku korek dengan lidahku kemudian kusedot. Di dalam mulutku
kukenyam-kenyam sesaat untuk kemudian mengalir ketenggorokanku,
kutelan. Hal itu kulakukan hingga kandungan sperma Irfan benar-benar
nggak ada lagi yang tersisa.
Menjelang habisnya sperma di memek istriku aku melirik pada kontol
Irfan yang terkulai di samping istriku. Kulihat disitu kontolnya masih
penuh dilumuri spermanya. Aku nggak lagi menahan diri. Kusamperi dan
kuraih kontol Irfan. Dan kujilatinya hingga semua sperma yang nempel
musnah aku sedot dan telan masuk perutku. Dan sekali lagi, tangan Irfan
merengkuh kepalaku. Mengelusi rambutku. Dia sangat senang dengan
perlakuanku pada kontonya itu. Tentu itu merupakan tambahan kenikmatan
yang diberikan Irfan padaku.
Istriku memperhatikan pada seluruh apa yang saya lakukan itu.
'Paa.. papa puas juga khan..? Papa senang yaa.. sperma Irfan enakk yaa paa..??'.
Bagiku kata-katanya itu sudang sangat cukup. Dia menerima
kelainanku. Atau setidak-tidaknya, kelainanku ini akan menunjang
kelainan dia pula. Wwwoo..
Peristiwa semacam kami ulangi lagi tengah malam. Istriku yang
terbangun pada jam 3 dini hari, dia mulai membongkar selimut yang
menutupi kontol Irfan. Dia mengemotinya hingga Irfan terbangun. Sesudah
ngaceng banget Irfan kembali menindih istriku, dia mulai ngentoti
istriku. Pada saat itu istriku menepuk-nepuk kakiku. Saat aku terbangun
Irfan langsung.
'Ayyoo oom.. ciumin lagi pantat Irfan.. biar nafsu nihh..',
ajaknya yang membuat kontolku langsung ngaceng. Dengan mengucek-ucek mata aku bangun, diam sesaat untuk menyesuaikan diri.
Tangan Irfan bergerak nggak sabaran meraih-raih kepalaku.
Ditarik-tariknya kepalaku kearah bokongnya. Aku jadi nafsu banget. Aku
lakukan lagi persis seperti yang aku lakukan tadi sore. Mungkin bagi
kami bertiga adegan sore tadi masih memiliki nilai sensasi yang tinggi.
Terbukti pengulangan ini kami lakukan dengan penuh semangat dan birahi
sebagaimana sore tadi pula. Pagi itu kami nggak tidur lagi.
Pada kesempatan berikutnya istriku masih sempat mendapat siraman
kencing Irfan. Dan aku berinisiatif sesuai dengan dorongan birahiku,
mengeringkan tubuh istriku dari air kencing Irfan dengan lidahku.
Baunya yang pesing sangat mendongkrak imajinasi seksualku. Pada
kesempatan itu, tanpa kusentuh, semata-mata karena tertindih ke kasur,
aku mengalami ejakulasi. Spermaku muncrat. Irfan tersenyum melihat
ulahku. Menghabiskan waktu sambil menunggu hari terang, kami ngobrol,
pesan sarapan dan menonton TV. Beberapa jam ke depan Amerika akan
menyerang Iraq.
Peristiwa ke-3
Ketika mengantar belanja ke Carrefour, tiba-tiba istriku berbisik,
'Paa.. aku pengin lelaki yang tuaan macam papa gituu..'.
Aku langsung ngerti maunya..,
'Yang macam mana..?', aku menunjuk ke banyak orang yang lalu lalang..,
'Ah pokoknya yang tuaan.. terserah papa.. Khan biasanya kalau tuaan lebih sabar.. Pengalaman.. Bisa cerita macam-macam..',
hoo kemajuan juga rupanya selera istriku. Yaa, inilah yang disebut
'inovasi', Seks memang menuntut adanya inovasi. Bahkan kalau bisa
inovasi terjadi terus menerus.
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
96,342 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
65,818 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
56,380 |
| Percaturan Birahi Istriku - 2 |
rm4gedon@yahoo.com |
52,688 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
52,423 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
51,820 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
45,473 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
42,485 |
| Orgasme dengan Bertukar Pasangan 01 |
tante_mirna@yahoo.com |
40,558 |
| The Fantasy Reality - 1 |
r3n0r4@yahoo.com |
39,163 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
38,904 |
| Perselingkuhan Ibuku 05 |
dave_putu@yahoo.com |
36,573 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
36,253 |
| Vivi, Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami |
Bendot |
35,826 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
34,965 |
|
|
|
|
|
|
|