|
|
Dari bagian 2 "Hayo.. sayang, ayo.., sentuhlah pusat kenikmatanku. Henny butuhkan
saat ini, ay.. ayo.. ayoo.. Rob. Kejam kamu Rob, kejam kamu, aku mau
puncak Rob!", teriaknya keras sekali sambil pantatnya terangkat tinggi
bertumpu pada kakinya.
"Iya bidadariku.., tunggu saatnya tiba, aku tahu kapan saat
kenikmatanmu akan tiba, aku akan buat bidadariku terbang ke Surga
kembali, melayang diawan-awan, ayo Hen.. rasakan.. rasakan yach..,
terus.. nikmati aja", celotehku tak karuan lagi sambil tetap memujanya.
Pantatnya terus diangkat beberapa kali sambil menggelepar-gelepar,
rambutku dijambak, didorong minta pusat kewanitaannya segera aku
sentuh. Aku tetap mendiamkannya, aku buat dia tersiksa dan ciuman
bibirku kupindahkan ke puting kirinya dan "secepat kilat", jari tengah
kananku menyetuh bibir kemaluannya. Makin menggeleparlah dia dan terasa
sudah sangat becek oleh cairan kewanitaannya. Aku gosok-gosok lembut
antara bibir kemaluannya sampai ke bawah mendekati anusnya. Saat jariku
menyentuh bagian bawah dekat anus, Henny berteriak keras sambil memukul
kepalaku.
"Robby.. Robby.., jangan siksa aku, ayoo.. lakukan untukku Say..", pintanya.
Secara pelan aku gosok 3-4 kali, mendadak seluruh tubuhnya
mengejang, pantat diangkat tinggi sekali, berteriak histeris dan
pundakku dicengkeram dengan kuat dan sampai tergores oleh kukunya. Saat
itu menyemprotlah cairan kewanitaannya sangat banyak. Semprotannya
seperti pria sedang buang air seninya, sampai mengenai seprei putih di
kasurnya. Inilah orgasme pertama yang diterimanya dariku.
Pikirku, tunggu bidadariku, sebentar lagi kubuat kamu
melayang-layang kembali, menyemprotkan cairanmu kembali bagaikan
pemadam kebakaran menyemprotkan air secara deras. Sejenak tubuhnya
melemas, cengkeramannya lepas dari pundakku tapi tangannya mengelus
kepalaku. Kulihat senyum manis.. sekali terlihat dari bibirnya yang
sensual. Tangan kananku lepas dari kemaluannya, aku elus pahanya sambil
bibirku menciumi pusarnya.
"Ahh Rob, geli.. geli Rob! Sayang.., kamu hebat Say.. belum
apa-apa aku sudah kamu buat orgasme. Sampai berapa kali Say mau buat
aku orgasme seperti tadi?", tanyanya mengandung makna meminta dan
meminta.
"Tenang Hennyku yg lembut, berapa kalipun kamu inginkan, aku siap
memuaskanmu, kamu malam ini menjadi milikku sepenuhnya", kataku merayu.
"Jangankan malam ini, selamanyapun kalau Robby mau memilikiku, aku
siap tinggalkan Har, serius sayangku. Aku butuh kenikmatan darimu",
sahutnya.
"Bener nikh bidadariku? Itu tadi belum apa-apa lho, tunggu babak
berikutnya yang lebih heboh, surprise untukmu bidadariku..", janjiku.
"Kapan.., sekarang dong Say, aku udah siap nikh menerima serbuanmu".
"Tunggu sayang, sabar aja yach! Kamu akan rasakan bedanya
sentuhanku dibanding suamimu dan pria lainnya, tunggu yaa..!", aku
meyakinkannya.
Tanganku mulai meraba bawah pusarnya secara halus, terasa gelinjang
pantat Henny menerima sentuhanku kembali. Bibirku mulai menjelajahi
ketiak kirinya. Menggelinjang lagi dia. Ketiak yang tanpa bulu, putih
bersih dan harum baunya, membuat penisku berdenyut-denyut keras dan tak
kuduga menyentuh tangan kanan Henny yang masih menggelayut lemas di
pinggir sofa.
"Rob.., apa nikh.. pentung karet atau Mr. "P"-mu Say?", celetuknya. (Henny pakai istilah itu untuk penisku).
"Emangnya kenapa bidadariku?", tanyaku pura-pura tidak paham.
"Koq gede banget, panjang dan keras.Apa ngga jebol vagina ceweqmu?", katanya terheran-heran.
"Emang punya suamimu seberapa?", pancingku ingin tahu punya suaminya.
"Ahh.. sudahlah.. jangan nanya-nanya itu lagi. Aku udah bilang, muak aku ama suamiku..", bentaknya.
Bentakan seorang istri yang aku tahu tidak pernah mendapatkan
kepuasan dari suaminya, walaupun menunggu sekian tahun, yang saat ini
sedang merengkuh kenikmatan tersebut dan merajut kasih dengan teman
suaminya.
"Sorry Say, aku merusak susana kenikmatanmu. Okey lupain yach", kataku.
"Ngga apa-apa sayang, sorry aku marah. Aku tidak mau terlewatkan
sedetikpun kenikmatan yang baru aku raih bersamamu, Rob..!", sahutnya.
"Robby, mau khan kamu kasih kenikmatan aku lagi, please mulai
ya..", pintanya padaku dengan manja sambil mengelus meraih batang
kemaluanku.
Tanpa mendapatkan jawabanku, aku mulai menjelajahi seluruh
permukaan perutnya dengan bibirku. Aku cium, aku sedot pusarnya yang
bersih dan harum (mungkin tadi sedikit disemprotkan parfum).
"Ahh.. nakal kamu yaa Say, geli banget lho Say..!", serunya.
"Mau yang geli atau yang sakit, bidadarku?", tanyaku balik.
"Terserah kamu aja. Aku seneng lho Rob kamu panggil aku bidadari".
Aku teruskan cium pusar itu, terus turun dan turun mendekati bulu
indah kemaluannya. Dipikirnya aku akan melanjutkan ke bawah dan mungkin
ini yang diharapkan dan aku tahu itu. Sengaja aku buat "trik" agar dia
protes dengan cemberut manjanya. Ternyata benar juga.
"Rob, terusin ke bawah donk. Kenapa, jijik ya? Emang kamu ngga pernah kiss kewanitaan istrimu?", pancingnya penuh arti.
"Tenang bidadariku, tunggu dong, sabar..! Kenikmatan akan makin puncak kalau dilakukan dengan lembut sayangku", sahutku.
"Ini yang ngga aku dapetin dari Har lho sayang..", pengakuan jujurnya.
Aku kulum terus sekitar pusar dan bulu halus kemaluannya dia terus
mendesah dan makin keras desahan itu sambil mengangkat tinggi pantatnya
minta kusentuh klitorisnnya. Tapi aku biarkan dia menderita dengan
kenimatannya, aku bikin nafsu birahinya mendekati puncak lagi. Aku baru
mau memulai babak kedua untuk kenikmatannya.
Babak kedua aku mulai dengan mencium mata Henny. Dia diam dan
menikmatinya sekali. Kudiamkan cukup lama kecupanku di matanya, sambil
jari tengah tangan kananku bermain di pusarnya. Kuraba pinggir
pusarnya, berganti masuk ke dalam pusarnya. Keluar lagi, masuk lagi
terus menerus sampai dengus nafasnya mulai timbul lagi karena
rangsangan itu.
Ciumanku beralih ke rambutnya, turun ke telinga kanannya, lidahku
menjilati daun telinga bagian dalamnya, menjelajahi semua daerah dalam
telinganya dan nampak tubuh Henny mulai menggeliat penuh nafsu. (Bagi
sebagian wanita, daun telinga karena kulitnya sangat tipis, sangat
sensitif menerima rangsangan dan hasilnya biasanya dahsyat, biasanya
langsung cairan kewanitaannya mengalir keluar di vaginanya).
Aku tahu dia suka dengan jilatan di telinga itu, maka sengaja
kuperlama, terus turun leher bagian dalam (bawah dagu) dan naik lagi ke
dagunya. Lenguhan panjang mulai sering keluar spontan dari mulutnya.
Kuturunkan ciuman tersebut ke payudara kirinya, sementara tangan
kananku mulai turun menyentuh bibir kemaluannya, mengelusnya, sedangkan
tangan kiriku memilin-milin puting kanannya. Aku tekan keras, aku
longgarkan, aku tekan lagi sambil aku lakukan gigitan mesra di puting
kirinya.
"Auuw.., ihh nakal cayang yaa..", jerit kecilnya sambil membelai rambutku dengan manja.
"Teruskan Say.. Say.., aku suka koq, gigit lagi Say, gigit..", pintanya.
Ahh.. kena juga pancinganku, tambah lagi daerah sensitif Henny yang
kuketahui (telinga, pusar, sekitar bulu kemaluannya dan putingnya).
Seolah tanpa merespons, aku sedikit menjauh dan ternyata dia
menyorongkan susunya mulutku. Aku gigit mesra lagi, pelan tapi lama tak
kulepaskan. Dia menggeliat hebat dan menjambak rambutku.
"Gila kamu Rob, pintar banget kamu menaikkan nafsuku. Gila..
gila..", celotehnya nggak karuan sambil tetap menjambak rambutku keras
sekali.
Aku buat strategi baru.Tangan kananku meninggalkan kemaluannya dan
dia nampak tidak mau tanganku menjauh dari situ, sebab tangannya
menuntun tanganku kembali ke sana. Tapi aku lepaskan. Kedua tanganku
beralih ke gunung kembarnya yang putih dengan putingnya yang masih
kemerah-merahan. Melihat bentuk sekitar putingnya, nampaknya si Har
jarang menyedot dan mengulumnya. Sebab kalau puting sering dikulum dan
disedot, apalagi sudah punya anak, pasti akan berubah warna coklat
kehitam-hitaman. Aku remas-remas kedua susunya sambil aku mainkan
putingnya. Kemudian aku tarik sama-sama ketengah dan kutemukan ujung
puting kiri dan kanannya, aku hisap dalam-dalam sambil aku gigit pelan
sekali. Nampaknya dia menikmati sekali dan minta lagi dan lagi dengan
menekan kepalaku agar tidak bisa lepas dari kedua ujung putingnya.
"Ahh.. Ohh.. hhm.. hmm.., terus Rob, terus! Gila bener, Ahh.. terus
sedot, terus gigit Say sampai pagi, nikmat sayangku.. nikmat sekali,
jangan pernah berakhir Say, terus.. terus, Ahh.. Ohh..!", rintihnya
hebat.
Wouw.. aku lihat rona wajahnya memerah pertanda telah terjadi
dilatasi atau pelebaran semua pembuluh darahnya, menampakkan darah
mengalir deras ke seantero tubuhnya. Kepalanya menengadah keatas sambil
melenguh panjang. Terus aku sedot-sedot, aku pilin-pilin kedua
putingnya dengan lidahku. Aku putar-putarkan lidahku menjelajahi semua
daerah putingnya, makin mengeras sekali kedua putingnya (mungkin
suaminya tidak pernah membuat sensasi seperti ini). Didorongnya
kepalaku mengarah ke bawah dengan kedua tangannya yang halus dan aku
tahu apa yang diinginkannya, tapi kembali birahinya benar-benar aku
permainkan, aku ingin dia mendapatkan orgasme kedua kalinya. Aku acuh
saja dan tetap menyedot kedua putingnya, sampai dia berteriak.
"Ohh.. geli, ngilu, kejang semua tulangku Rob, stop.. stop ngga
kuat aku Say, udah.. udah..! Ahh.. hmm.. hmm.. ehh..", dengusnya sambil
mengangkat dadanya.
Pelan-pelan aku lepaskan kedua puting susunya, ciumanku mulai turun
ke sekitar pusarnya lagi, tangan kananku mulai meraba bibir vagina.
'Serangan fajar' mulai kuaktifkan, klitorisnya mulai aku sentuh dengan
jari tengahku dan ciumanku di sekitar pusar dan bulu kemaluannya aku
tingkatkan sambil aku sedot-sedot. Ini menaikkan aliran darah
vaginanya. Jariku mulai masuk perlahan-lahan, mencari lubang pipisnya,
terus masuk menjelajahi rongga-rongga labia minoranya. Secara refleks
pantatnya terangkat keatas meminta agar terus disentuh. Pelan tapi
pasti, jariku terus masuk dan naik ke atas klitoris bagian dalamnya,
mencari pusat G-Spotnya. Dia berontak bukan marah tapi mungkin
berontak, 'mengapa tidak dari tadi kau sentuh bagianku ini?'. (Siapapun
wanita itu, kalau G-Spotnya sudah ditemukan dan dirangsang lembut,
pasti akan terbang melayang diawan-awan dan dijamin 100% semprotan
cairan kenikmatannya akan segera datang).
Kutemukan segumpal daging kecil seperti kutil, masih lembut dan
halus dan lembek. Perlahan tapi pasti aku gosok-gosokkan jariku
disekitar G-Spotnya, dan.. bagian itu mulai mengeras, tidak lagi lunak
tapi mulai kasar permukaannya, bagaikan pasir mengeras, bergerigi dan
membesar. Gerakan tubuh Henny sudah tak teratur dengan lenguhan panjang
penuh birahi, pertanda semprotan kedua segera tiba.
"Ahh.. Oou.. ngilu Rob, ahh.. aku koq pingin pipis Rob, pipis Rob,
pipis..! Rob.. tunggu, tunggu Rob, aku mau pipis nikmat..", rintihan
birahinya.
"Pipiskan aja Say, keluarkan, semprotkan Say, muncratkan, nikmati Say..", bisikku mesra ke telinganya.
"Ngga kuat Rob.. ngga kuat! Ngga apa-apa to aku pipis?", tanyanya.
Gila.. pikirku, dia ngga pernah ngerasain pipis birahi? Gila.. apa
yg dilakukan suamimu Hen.., keluhku dalam hati. Betapa menderitanya
Henny tanpa pernah ada yang membahagiakan bathinnya.
"Aahh.. Ahh.., Rob.. aku pipis Rob..! Rob, tolongin aku Rob, ngilu
Rob.., ngilu banget Rob! Ahh.. ahh..", teriaknya dengan histeris sambil
tangannya mencakar punggungku kedua kalinya.
Cairannya menyembur keluar seperti yang pertama, kembali mengenai sofanya banyak sekali.
"Robby cayang, gila benar kamu Rob! Udah dua kali kamu buat aku
mencapai puncak, meskipun Mr "P"-mu belum sempat menyelam lubang
pipisku..", celoteh kekagumannya.
Aku biarkan dia mengoceh dengan kenikmatannya.
"Rob, aku lemes, panas! Keringatku banjir lho Rob.., bawa aku ke
kamar, di kamar sejuk karena AC-nya udah aku hidupin dari tadi", sambil
kedua lengannya menggelayut di pundakku pertanda minta kugendong manja.
"Okey tuan putri, demi bidadariku, aku siap melakukan perintah tuan", sahutku memanjakannya.
"Aku cayaang.. banget ama kamu Rob, kamu pintar banget puasin aku".
"Hen, itu baru ronde kedua dan belum apa-apa lho, masih kuat
ngga?", tanyaku memancing nafsunya sambil menggendongnya dan masuk ke
kamarnya.
Ke bagian 4
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
32,991 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
29,759 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
27,744 |
| Percaturan Birahi Istriku - 2 |
rm4gedon@yahoo.com |
26,113 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,650 |
| The Fantasy Reality - 1 |
r3n0r4@yahoo.com |
23,829 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
22,053 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
20,222 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
19,833 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
19,194 |
| Perselingkuhan Ibuku 05 |
dave_putu@yahoo.com |
16,826 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
16,473 |
| Selingkuh dengan Ketua RT - 1 |
marini_adit@yahoo.com |
15,846 |
| The Fantasy Reality - 2 |
r3n0r4@yahoo.com |
15,612 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
15,218 |
|
|
|
|
|
|
|