|
|
Dari bagian 3 Kamar yang sangat pribadi yang hanya boleh dimasuki oleh suami istri
sah, saat ini aku menginjakkan kakiku di dalamnya. Gila, suasana
kamarnya demikian romantis, ranjangnya dibungkus kelambu tipis seperti
dalam film roman barat atau seperti kamar hotel bintang lima saja.
Dindingnya penuh wallpaper bernuasa lembut dan romantis. Kasurnya
sangat empuk dan 'mentul-mentul'.
Kuletakkan tubuhnya dengan lembut di ranjang, tapi lengannya tak
mau lepas dari pundakku. Ditariknya aku mendekat dan diciumnya mataku
dengan manja. Aku elus lembut betisnya, perlahan naik kepahanya dan aku
stop sampai disitu dulu, memberi kesempatan dia melepas lelahnya. Dia
nampaknya tidak setuju dan dia mengelus batang kemaluanku sambil tidur
memandangku. Spontan penisku tegang. Dielusnya lembut naik turun
penisku, nikmat sekali rasanya mendapatkan sentuhan seorang istri
kesepian yang haus kenikmatan birahi. Matanya sayu menatapku dengan
wajah meminta dilanjutkan di ranjangnya.
"Rob, kapan kamu keluarinnya. Sini aku hisap mau..?", pintanya memelas.
Batinku, 'Siapa yang ngga pingin? Tapi ntar dulu bidadariku. Aku
akan bikin kamu bergetar lebih hebat dalam ronde ketiga, sampai habis
cairan nikmatmu nanti'.
Karena elusan lembut tangannya pada buah zakarku, aku mengelinjang
dan jujur saja nafsuku naik demikian hebat. Mataku sudah gelap, ingin
segera kutembakkan penisku ke liang memeknya. Tapi alam sadarku masih
main, aku bertekad bikin Henny benar-benar terkapar dan mencari
kenikmatan terus dariku.
Henny telentang di tepi ranjang. Wajahku mulai kuturunkan ke
kakinya. Henny heran dan melihatku ke bawah sambil meremas penisku
tanpa sadar.
"Kamu mau ngapain cayang, koq ke kakiku?", tanyanya dengan heran.
Tanpa menjawab, aku teruskan program kerjaku ngerjain Henny, kapan
lagi aku bisa tunjukkan kemampuanku memuaskan dia, pikirku. Aku ciumi
ujung jarinya, aku hisap jempol kakinya.
"Ahh.. gelii..", reflek dia tarik kakinya menjauh dari mulutku.
"Aduh sayang.. nikmat sekali. Pintar juga kamu menaikkan birahiku",
tambahnya sambil meremas penisku yang tak lepas dari genggamannya.
Aku tarik kembali kakinya dan kuteruskan menciumnya, terus naik ke
betisnya. Dia mulai menggoyangkan kedua kakinya, bergerak kesana-sini.
Aku tahu dia mulai terangsang lagi. Segera bibirku kuarahkan ke
lututnya dan aku cium kuat-kuat sambil kupegangi agar tidak lepas dari
ciumanku. Dia berontak hebat.
"Oouw.., geli..! Teknikmu banyak banget sih Rob, bisa gila aku ML
ama kamu..", celotehnya penuh nafsu sambil mulai mengocok penisku
lembut.
Aku teruskan ciumanku karena aku tahu dia menikmatinya dan lututnya
diangkat ke atas sambil melenguh panjang. Tangan kiriku mulai meraba
pahanya, pelan tapi pasti rabaanku menuju pangkal pahanya dan seperti
mengerti dan memang menanti, dia buka lebar pahanya, sehingga terlihat
klitorisnya yang memerah. Darah sudah mengumpul didaerah itu, pasti
sensitifitasnya udah sangat tinggi. Jariku berputar-putar dibibir
kemaluannya sambil sesekali seperti tanpa sengaja aku menyerempetkan
tanganku ketengah vaginanya, dia menggelinjang manja seperti berharap
terulang lagi. Setelah basah lututnya oleh air liurku dan penisku sudah
ngga tahan karena elusan jarinya yang lembut, aku mengalihkan ciumanku
ke pahanya. Nampak dia melenguh manja sambil kepalanya menggeleng ke
kiri dan ke kanan, tanda birahinya mendekati puncak. Pelan tapi pasti,
kucium terus sampai menyentuh area lipatan pahanya yang menghubungkan
bibir kemaluannya. Sebagian wanita, juga sangat mengharapkan daerah
tersebut disentuh, dijilati dan dihisp-hisap. Kenikmatannya sungguh
berbeda, mengantarkan ke puncak orgasme. Benar juga dia sudah mulai
menggelinjang keras sambil mengangkat pantatnya, sehingga rambut
halusnya menyentuh hidungku. Bibirku perlahan-lahan masuk ke wilayah
rambut kemaluannya yang tipis. Bulu Henny tipis sekali, tidak terlalu
lebat dan tidak kasar. Nampak sengaja bulu itu dirawatnya dengan baik
dan harum bercampur aroma khas kewanitaannya mulai aku rasakan,
menambah syahwatku meningkat. Kudenguskan nafasku ke liang vaginanya
tanpa menyentuhnya dulu. Ini teknik juga untuk memancing agar sang
wanita memburu dan setengah memaksa meminta agar menyentuhnya. Benar
saja, dia sodorkan bibir kemaluannya ke mulutku kedua kalinya.
Langsung aku meresponsnya karena aku pikir sudah saatnya gelombang
kenikmatan aku antarkan ketiga kalinya. Dengan kedua jariku, kubuka
sedikit bibir kemaluannya, kutemukan klitorisnya, kukulum, kujilat
dan.. kusedot-sedot. Wouw.. rekasinya sungguh dashyat, pantatnya
melonjak keatas memukul gusi dan gigiku, luar biasa reaksi wanita yang
sedang penuh birahi. Kulumat lembut ujung klitorisnya, merembet ke tepi
bibirnya dan menuju bibir bawah yang menyambung ke anusnya. Kembali
lonjakan histeris terjadi hingga dia berteriak keras.
"Rob.., ahh.. ahh.., aduhh.. ngga kuat, ayo masukkan, masukkan..", pintanya histeris.
Aku diamkan saja, aku goyang-goyangkan dan lidahku menari-nari di
permukaan vagina Henny. Gerakan kakinya tak beraturan lagi, kepalanya
ke kiri-ke kanan sambil jari tangan kiriku aku masukkan ke mulutnya.
Disedot-sedotnya jariku sambil kadang digigitnya menahan kegelian
klitorisnya yang kusedot-sedot.
Lidahku makin menjelajah lebih dalam ke rongga vaginanya,
keatas-kebawah, sambil menari-nari. Cairan sudah mengalir namun orgasme
belum tiba. Tangan kananku sedikit membantu membuka jalan agar lidahku
bisa masuk jauh ke dalam, bila perlu sampai ke dekat G-Spotnya. Lidahku
bisa masuk dan mulai naik ke bagian atas klitoris bagian dalam dan tak
lama..!
"Robby.., aku mau pipis lagi Rob! Gila kamu Rob, kamu apain aku
ini?", teriaknya sambil kukunya mencengkeram rambutku dan menekannya
keras kepalaku lebih menempel ke liang vaginanya dan kakinya
menjepitku.
"Crutt.. cruut.. cruut..! Ahh.. gila.. gila Rob, ngilu Rob..", cetusnya.
Seketika itu juga cairan itu muncrat dan masuk ke kerongkonganku.
Asin, gurih, putih pekat dan nikmat sekali. Langsung kaki dan tangannya
lepas mencengkeramku dan kini lemah terkulai diatas kasurnya. Cairan
itu tidak sampai jatuh ke sepreinya, karena tertelan semua olehku. Aku
mulai menjilati vaginanya, membersihkan cairan yang tersisa dan menelan
semuanya.
"Ihh.. ngilu Rob.., kamu ngga jijik Rob?", tanyanya menatapku heran.
"Ngapain jijik ama cairan orgasmemu, kalau sayang, maka segalanya
yang bisa menyenangkan hatimu, pasti aku lakukan", jelasku padanya.
"Kamu baik ya Rob! Aku ngga pernah lho dimimik ama suamiku.
Apalagi mau sampai jilatin, wong orgasme sampai muncrat kayak tadi aja
gak pernah", keluh kesahnya padaku sambil mengelus penisku.
"Kamu bikin aku gila beneran Rob! Nafsuku menggila, puncak
kenikmatanku pertama kali gila kayak gini. Aku bisa tergila-gila ama
kamu Rob..", tambahnya belum puas memujiku.
"Kamu belum tembakkan pelurumu, aku udah 3X orgasme, wah.. ceweq
mana ngga gila ama kamu, Rob..!", celotehnya terus karena kepusan yang
kuberikan.
"Aku ngga pernah main ama ceweq lain kecuali istriku", bantahku.
"Kalau malam ini sama siapa Rob, hayoo..!", sergahnya.
"Ohh, itu lain bidadariku. Berdosa aku kalao nggak memuaskan birahimu", jawabku.
Sambil saling memuji dan menyanjung, tanganku mulai memainkan
putingnya lagi hingga terjadi denyutan di bibir vaginanya. Aku lihat
handuk kecil di ujung ranjang. Aku tarik dan aku pergi ke toilet untuk
memberikan sedikit air di handuk tersebut, lalu aku oleskan dengan
lembut di vaginanya. Segera kukeringkan bibir kemaluannya dengan tiupan
dari mulutku. Henny terkejut menggelinjang geli, mungkin sisa-sisa rasa
ngilunya masih tersisa. Karena sudah ketiga kalinya aku membuat Henny
orgasme, sudah menjadi kebiasaanku pada istriku, saatnya tiba babak
terakhir dimana biasanya aku masukkan penisku ke liang kemaluan
istriku. Dihadapanku ada Henny yang terkapar kenikmatan, sementara aku
belum meraihnya, ini saatnya.
Langsung straight, ciumanku tertuju pada klitorisnya. Kujilati kiri
dan kanan, atas dan bawah sampai pertemuan anusnya. Anusnyapun tak
luput aku jilati. Disini Henny menjerit hebat sambil pantatnya
terangkat. Cairan putih membasahi klitorisnya, aku hisap dalam-dalam
sampai Henny berontak melompat.
"Rob.., ahh.. ooh.., geli Rob! Ayoo.. masukkan, aku capek Rob, please..", pintanya.
Aku naiki tubuhnya dan posisiku menindihnya. Spontan lengan Henny meraih penisku.
"Penismu gede banget cayang, ayoo masukin yach..", pintanya.
Digosok-gosokannya ke klitorisnya, turun ke bawah dekat anus, ke
klitoris kembali, sedikit ditekan masuk dan ditarik keluar kembali.
"Ayoo cayang, aku udah ngga kuat. Ngga kebayang gimana ngilunya
aku saat penismu yang besar ini nembus liang kenikmatanku..", pintanya.
Perlahan dituntunnya penisku ke arah liangnya, pelan dan dengan
lembut aku bantu dorong masuk, agar Henny tidak terkejut dan nyeri
karena penisku. Kutekan, kutarik, kutekan dan kutarik. Makin lama
tekanannya makin dalam dan.. masuklah setengah penisku ke liang
kenikmatannya.
"Oou.. sakit Say, pelan aja yach. Sini aku bantu", katanya meringis.
Karena sudah terlumasi oleh cairan kewanitaannya, cukup mudah
penisku masuk walaupun agak sempit. Makin lama makin habis tertelan
penisku dan Henny melenguh nikmat sambil matanya melek merem, kepalanya
ke kiri dan kanan. Kudiamkan sejenak, ini teknik juga buat membuat
wanita menderita menanti sodokan akhir. Henny mengangkat pantatnya
meminta aku memulai sodokan mesra.
Kusodok pelan-pelan, bagaikan film slow motion.Ini membuat Henny
merengkuh kenikmatan yang luar biasa. Biasanya kaum Adam kalau sudah
begini digenjot seenaknya sendiri tanpa variasi kenikmatan pasangannya.
"Hayo.. Rob, aku udah ngga kuat..! Aku mau puncak lagi nikh", rengeknya.
Terasa penisku disedot-sedot di dalam lubang kenikmatannya, kuat
sekali cengkeraman Henny sampai lututku terasa ngilu dibuatnya.
Dipelintir, disedot tak karuan lagi rasanya, hanya nikamt surga
kurasakan. Kugenjot makin kuat dan keras, terdengar bunyi ceplak..
ceplok.., karena basahnya bibir kenikmatan Henny. Selama 10 menit
dengan posisi itu, Henny berteriak-teriak histeris karena penisku
menyentuh mentok rongga dalam vaginanya. Seprei sudah acak-acakan dan
cakaran-cakaran nikmat banyak tergores dipunggungku. Karena aku sudah
lelah dan Henny juga loyo, tak terasa sudah 3 jam berlalu, dengan
seluruh fantasiku, kupaksakan diri untuk segera orgasme. Dengan
beberapa sodokan kilat, aku mengerang keras sambil menjambak rambut
Henny. Demikian juga Henny mengerang keras makin menyedot-nyedot
penisku di dalam, kedua pahanya menggapit pinggulku kuat sekali.
Kepalanya bergoyang tak beraturan lagi.
"Ahh.. ahh.., Hen.. aku keluar Hen! Ahh.. Ohh.., ayo sama-sama, Hen..", pintaku.
Crott.. crott.. crott.., tembakan cairan spermaku keras menyembur di liang kenikmatan Henny. Demikian juga Henny.
"Robby.. Robby.., peluk aku Rob, nikmat Rob, nikmat sekali..", lenguhnya keras sekali.
Serr.. serr.. serr.., cairan itu dimuntahkannya. Terasa oleh
penisku ada semburan hangat menerpa dan banyak sekali, deras..! Kami
berdua lemas, lelah dan aku rebah disampingnya, diapun memiringkan
tubuhnya tanpa mencabut penisku dari liang kenikmatannya.
"Robby, thanks berat yach! Aku ngga nyangka bisa orgasme 4X dalam
sekali permainan. Kamu hebat bisa bikin aku gini. Aku takut
kehilanganmu Rob, please jangan pernah lupakan aku yach..", cetusnya.
"Suamiku kalau ML denganku, ngga lebih dari 3 menit udah
muncrat.., aku ngga pernah orgasme sekalipun, ini udah 7 tahun
pernikahanku", keluhnya.
Tanpa terasa airmatanya menetes lagi dan kusuap dengan jariku
penuh kasih sayang dan kuyakinkan dia bahwa aku akan selalu
menyayanginya.
"Henny sayang, kapanpun kamu butuhkan aku, aku siap memuaskanmu.
Suamimu di rumah, kamu call HP-ku, kita atur pertemuan di P Cottage
yach..", pesanku.
Aku cabut penisku yg masih tegang dan kami berdua mengakhirinya
dengan mandi bersama dan kami tidak jadi dinner karena sama-sama lelah
dan terpaksa aku menginap di rumahnya sampai mentari menyingsing di
ufuk timur. Bahagia sekali Henny pagi itu, bagaikan baru saja meraih
piala Citra yang diidam-idamkan oleh para artis film Indonesia.
Demikian kisah nyataku dalam memenuhi birahi istri temanku sendiri
dan akan kulanjutkan kisah asmaraku dengan Henny dalam episode
berikutnya yang lebih seru dimana Henny merekomendasikan 2 temannya
dengan status istri, untuk menikmati kebahagiaan seperti yang
dirasakannya.
E N D
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
32,994 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
29,759 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
27,744 |
| Percaturan Birahi Istriku - 2 |
rm4gedon@yahoo.com |
26,114 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,651 |
| The Fantasy Reality - 1 |
r3n0r4@yahoo.com |
23,831 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
22,055 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
20,222 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
19,833 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
19,196 |
| Perselingkuhan Ibuku 05 |
dave_putu@yahoo.com |
16,826 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
16,477 |
| Selingkuh dengan Ketua RT - 1 |
marini_adit@yahoo.com |
15,847 |
| The Fantasy Reality - 2 |
r3n0r4@yahoo.com |
15,612 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
15,219 |
|
|
|
|
|
|
|