|
|
Dari bagian 1 Kemudian aku ambil kursi rias yang ada dikamarku secara perlahan dan
kutaruh dekat pintu. Dengan harapan aku bisa melihat aktifitas istriku
melalui ventilasi diatas pintu kamarku. Betapa terkejutnya aku,
ternyata istriku sedang berpagutan mesra diatas kasur lipat dengan
Usman. Badanku secara mendadak menggigil dan mengeluarkan keringat
dingin. Aku bingung dan serba salah, apa yang harus aku lakukan, aku
tak tahu. Sejenak aku ingin membuka pintu dan menghentikan tindakan
pengkianatan yang dilakukan istriku dan Usman, tapi keberanian itu
menjadi padam begitu aku teringat bahwa istriku sering mengeluh atas
ketidak mampuanku untuk bertahan lama dalam senggama. Aku bingung dan
kulihat lagi mereka yang ternyata tangan kanan Usman telah menyelinap
didalam celana pendek istriku.. Och.. semakin aku tak mampu berbuat
apa-apa. Sekilas sempat aku berpikir mungkin perbuatan mereka kali ini
bukan yang pertama kali dan semakin aku yakin bahwa selama ini istriku
telah sengaja memasukan obat tidur pada kopiku sehingga mereka leluasa
untuk bermain catur birahi dan dengan demikian maka tetangga yang lain
tak akan pernah curiga.
Usman dengan semangatnya melahap bergantian kedua puting susu
dihadapannya dan tangannya telah berhasil memelorotkan celana pendek
istriku. Aku hanya termangu menyaksikan aksi mereka berdua yang nampak
saling semangat dan saling menyerang. Jantungku semakin berdebar.
Sesaat kemudian mereka berdiri sambil melepaskan pakaian masing-masing,
sesaat kemudian baik istriku dan Usman telah telanjang bulat. Kontol
Usman telah berdiri kencang dan tegak, diameternya tidak beda jauh
dengan punyaku tapi panjangnya mungkin sedikit lebih panjang punya
Usman.
Istriku dipepetkan ditembok, mereka saling berciuman dengan ganas
sekali, tangan kanan istriku meremas-remas kontol Usman dan tangan
kanan Usman menggesek-nggesek memek istriku. Terlihat istriku tidak
sabaran, kontolnya Usman diarahkan ke memeknya dengan sedikit kaki kiri
istriku diangkat Usman maka masuklah senjata Usman pada memeknya,
terlihat istriku memejamkan mata.
"Oooch.. kocok Dik Usman.. kocok.."
Dengan gerakan naik turun, Usman mengocok berulang-ulang dan badan mereka berdua semakin mengkilap karena keringat.
"Cek.. cek.. pleek.. plek.. ceck.."
Sesaat kemudian kocokan Usman berhenti
"Mbak Erna.. enak sekali memeknya.. terasa kenyuut-kenyuut.."
"Kontolmu juga Dik Usman.. gagah perkasa.."
Kemudian gantian kaki kanan istriku diangkat dengan tangan kiri Usman dan kocokan dilanjutkan lagi.
"Och.. ooch.. enak Dik.. teeruuss.. kocok teruuss.."
"Mbak.. aku mau keluar Mbak.."
"Jangan dulu Dik Usman.. jangaann.. akuu masih pingiinn lama-lama Dik"
"Nggak tahaann Mbaak.. aku nggaak tahan.. uenaakk Mbakk.."
Terlihat Usman menghentikan kocokannya dan semakin menekan dalam-dalam kontolnya dalam memek istriku..
"Ma'af Mbak.. aku nggak tahaann.. ma'aaf.. oocchh.. oocchh.."
Istriku memeluk erat-erat tubuh Usman seolah nggak mau dilepas seterusnya..
"Kenapa buru-buru dikeluarin Dik.., aku belum dapet lho.."
"Sabar Mbak.. betul-betul aku nggak tahaann.. wuennaakk buuanget.. memek Mbak hangett sekali dan waouw.. suereett Mbaak.."
Sesaat kemudian terlihat kontol Usman terlepas dari memek istriku
dan dibarengi tetesan sperma dari dalam vagina istriku dan istriku
mengambil handuk kecil untuk mengeringkan keringat serta membersihkan
memeknya.
Oochh hanya segitu kemampuan si Usman (pikirku), aku agak lega
ternyata kemampuannya tidak beda jauh dengan kemampuanku. Aku menghela
nafas panjang, dan berharap mudah-mudahan istriku menjadi kapok karena
tidak terpuaskan oleh Usman dengan begitu pasti tidak akan
mengulanginya lagi. Tapi.. kenyataannya lain dari dugaanku..
Usman betul-betul dapat layanan spesial dari istriku, diambilkannya
segelas air minum dingin dan diminum bergantian dengan istriku. Sambil
bersandar di dinding, kaki Usman diselonjorkan dan istriku mendekati
Usman dengan duduk berhadapan diatas pangkuannya
"Mbak.. susunya masih kenceng dan bulu-bulu memek Mbak yang lebat
ini (sambil tangan kanan Usman mengelus mesra memek istriku), membuatku
ingin tiap malam bertandang kerumah Mbak ini.."
"Sama Dik Usman.. aku sendiri tiap hari rindu sama kontolmu yang
ini..", (sambil tangan kanan istriku mengelus kontol Usman yang masih
lunglai)..
Mereka saling kecup dan saling pagut kembali, tangan kiri Usman
memeluk punggung istriku dan tangan kanannya mengelus-elus secara
bergantian gumpalan bokong istriku yang mulus dan menggairahkan,
sesekali jari tengah Usman mengusap memek dan permukaan anus istriku
sehingga istriku melakukan gerakan-gerakan berkedut akibat geli-geli
nikmat
"Ouuw.. ouucwww.. woouuwww.. geli Dik Usman.."
Tak kalah lihainya, tangan kanan istriku meremas-remas Kontol Usman yang sudah agak mulai mempunyai semangat baru.
Badan Usman bergeser kearah kasur lipat yang sedari tadi belum
dimanfaatkan sambil istriku tetap dipangkuannya. Dan sekarang istriku
dalam posisi diatas dan masih menunduk karena pagutan yang terlihat
mulai panas kembali.
Kedua tangan Usman meremas-remas bongkahan bokong istriku yang
semakin lama bergerak berputar-putar tak karuan. Istriku terlihat mulai
bangkit lagi semangatnya yang terpendam akibat belum terpuaskan.
Kecupan demi kecupan istriku menjalar dari bibir Usman, ke leher, ke
dada dan puting Usman dan terakhir berhenti sejenak mengulum membasahi
helm kontol Usman yang sudah berdiri tegak siap perang kembali. Istriku
terlihat sudah nggak tahan begitu melihat kontol Usman tegak menantang,
dan segera dituntun untuk dimasukkan kedalam memeknya. Diputar-putar
kepala kontolnya di bibir memeknya yang sedikit berlendir dengan tangan
kanannya dan sesaat kemudian, blless.., istriku sedikit menjerit
histeris.
"Woouuwww.. heehhii.. heehhii.."
Badan istriku sedikit bergetar dan diam sejenak sambil kedua
tangannya bertumpu pada dada Usman, sebaliknya kedua tangan Usman
meremas-remas buah dada istriku.
Mulanya dengan gerakan sedikit memutar dan kemuadian istriku menaik turunkan pantatnya.
"Teruuss Mbak.. terruuss Mbak.. teerruuss.."
"Kocok Mbak Erna sayang.. kocokk.. putaarr.. dan.. teerruuss.."
"Woouwww.. woouwww.. enakk Dik.. woouwww.."
Sambil sedikit membungkuk, istriku melakukan gerakan tarik tekan
berulang-ulang, semakin lama semakin cepat dan beberapa saat kemudian..
"Woouuwww.. woouuwww.. akuu mau keluar Dik Usman.. woouwww.."
Gerakan tarik tekan istriku semakin kenceng dan mendadak terdiam sambil pantatnya berdenyut-denyut menekan-nekan..
"Woouuwww.. woouwww.. aakkuu keluar Dik Usman saayyaanngg.."
Mereka saling berpelukann erat dan pantat istriku masih berdenyuutt
kenyuutt menekan-nekan seolah-olah Kontol Usman akan dilahap dimasukkan
kedalam memeknya sedalam-dalamnya tanpa sisa..
"Wwoouuwww.."
Napas istriku terlihat tersengal-sengal dan berangsur-angsur
menjadi diam tanpa gerakan sedikitpun karena lunglai kenikmatan yang
habis diraupnya. Bibir Usman dikecupnya berulang-ulang..
"Terimakasih Dik Usman.. terimaksih.. wuennaakk sekali.."
Usman mulai sedikit melakukan gerakan menaik turunkan kontolnya
dimemek istriku perlahan-lahan dan gerakan itu rupanya disambut oleh
istriku yang masih ingin mencari kenikmatan-kenikmatan yang sudah lama
tidak didapatkan dari aku suaminya.
Dengan posisi sedikit dirubah, istriku bertumpuh dengan kedua
lututnya disamping pinggul kiri kanan Usman, istriku mulai memompa dan
menggosok-gosokan memeknya pada tiang kemerdekaan Usman. Perlahan tapi
pasti dan semakin lama semakin cepat kocokan-kocokan yang dilakukan
mereka berdua. Istriku dengan gerakan angkat tekan dan Usman gerakan
tarik dorong keatas sekencang-kencangnya dan itu semua menimbulkan
bunyi.
Istriku mulai terpancing lagi dan..
"Zzhh.. woouwww.. zzhh.. woouwww.. zzhh.. woouwww.."
"Terruuss.. yyaa.. teerruuss.. hmemmhh.. yaa.."
Gerakan mereka berdua semakin berpacu.. kencang.. dan keraass seolah mereka mau mengakhiri semuanya dan..
"Aku mau keluar lagi Dik Usman sayaangg.. teerruuss.. teerruuss.."
Mendadak istriku memeluk erat dada Usman, gerakan sama sekali
berhenti dan kembali lagi bongkahan pantat istriku berdenyut-denyut
menekan-nekan tanda kenikmatan yang tiada tara.
"Mbak Erna.. memeknya semakin licin dan kenyuutt-kennyuutt Mbak"
"Wuenakk Mbak.. kontolku terasa dipijit-pijit.. Mbak Erna sayaang.."
Setelah berhenti melakukan gerakan beberapa saat, istri langsung
dibalik oleh Usman sehingga posisinya dibawah. Ternyata Usman belum
sampai final. Dengan rakusnya Usman menghisap puting susu istriku yang
semakin memerah dan kenceng.
Istriku menggelinjang-nggelinjang ke-enakan dan pantat Usman mulai memompa naik turun.
Gerakan Usman memompa naik turun lama sekali. Kemudian Usman
menghentikan kocokannya dan akhirnya kaki kiri istriku diangkat tegak
lurus dan ditekan-tekannya kontolnya sekencang-kencangnya.
"Teruuss.. teruuss.. Dik Usman.. teruuss.. dinding rahimku terasa tersundul-sundul.. wuennaakk Dik.. teruuss dikk.."
Usman mengganti kaki kanan istriku yang sekarang diangkat dan
tekanan demi tekanan semakin membuat keringat mereka berdua bercucuran.
Dalam hatiku, edan tenan tetanggaku ini. Di satu sisi dia sebagai
lawan seru caturku. dan disisi lain ternyata dia menjadi lawan tanding
birahi sex istriku. Aku mangaku kalah dalam mengontrol daya tahan
tetapi aku tak boleh menyerah.. aku harus bisa.. tapi.. apa mungkin aku
bisa. Aku sedari tadi diam tertegun melihat keganasan mereka berdua dan
aku hanya bisa meremas-remas kontolku yang basah karena lendir akibat
terangsang hebat. Badanku terasa kelu dan kaku karena depresi, tegang
dan amarah yang menjadi satu.
Kulihat lagi permainan mereka, dan ternyata kini kedua kaki istriku
diangkat dengan cara tangan kiri Usman memegang pergelangan kaki kanan
istriku dan sebaliknya tangan kanan Usman memegang pergelangan kaki
kiri istriku. Yang menjadi iri dan aku tertegun, selain Usman masih
mengocok kontolnya, kedua kaki istriku dimainkan dengan cara dirapatkan
tegak lurus dan kemudian dikangkangkan, begitu terus berulang dan
terlihat dari mimik wajah istriku, dia menikmati semua gerakan yang
dilakukan oleh Usman.
"Ech.. ouw.. ouw.. yaou.. teruuss.. terruss.. oeii.."
Beberapa menit kemudian gerakan maju mundur Usman semakin kencang dan..
"Mbak.. aku nggak kuat lagi Mbak.. aku keluarin didalam yaa.."
"Nggak papa Dik.. semprotkan semuanya di dalam.. ayoo.."
Dan gerakan Usman mendadak berhenti sambil memeluk kedua kaki istriku, pantatnya semakin ditekankan kedepan dan berkedut-kedut.
"Oochh.. ouch.. creett.. creutt.. cruutt.."
Usman rebah dipelukan istriku..
*****
Pembaca.., Hingga kini aku belum bisa mengambil sikap, harus
bagaimana? Disatu sisi, aku memang tidak bisa sejantan Usman, di sisi
lain aku nggak mau kehilangan dan menyakiti istriku. Sampai saat ini
juga, sikap istriku padaku sama seperti sebelumnya, seolah tidak ada
kejadian yang luar biasa dan akupun berusaha seolah tidak mengetahui
pengkianatannya.
Cerita diatas, secara teknis kejadiannya aku upayakan sesuai dengan
realita yang ada agar bila ada yang ingin memberikan jalan keluar bisa
tepat guna. Emailku rm4gedon@yahoo.com dan bila ada yang ingin langsung memberikan arahan pada istriku, akan
kuberikan email addressnya setelah kirim email padaku lebih dulu.
E N D
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
32,989 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
29,758 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
27,741 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,650 |
| The Fantasy Reality - 1 |
r3n0r4@yahoo.com |
23,828 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
22,053 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
20,222 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
19,833 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
19,192 |
| Perselingkuhan Ibuku 05 |
dave_putu@yahoo.com |
16,825 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
16,473 |
| Selingkuh dengan Ketua RT - 1 |
marini_adit@yahoo.com |
15,845 |
| The Fantasy Reality - 2 |
r3n0r4@yahoo.com |
15,609 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
15,217 |
| Vivi, Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami |
Bendot |
14,373 |
|
|
|
|
|
|
|